Seluruh rangkaian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026 telah rampung diselesaikan. Usai melakukan evaluasi, Komisi X DPR RI menyampaikan hasilnya kepada kampus-kampus dalam kunjungan kerja ke universitas.
Dalam hasil evaluasi, anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf menyinggung masih ada perguruan tinggi negeri (PTN) yang 'nakal'. Hal ini dikarenakan PTN masih membuka penerimaan mahasiswa baru setelah batas waktu yang telah ditetapkan.
"Pertama dari waktu ya supaya jangan terlalu panjang kita dorong. Alhamdulillah berhasil kemarin maksimal sampai Juli tutup. Tapi, masih ada juga banyak perguruan tinggi negeri yang nakal, saya cek masih ada yang bulan Agustus (buka seleksi mandiri), bulan September masih ada. Nah, ini jadi catatan," tuturnya dikutip dari laman YouTube TVR Parlemen, Rabu (7/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu pelaksanaan ini ditekankan Furtasan memang harus dievaluasi. Alasannya, karena pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru turut berdampak pada persaingan antar perguruan tinggi, khusunya perguruan tinggi swasta (PTS).
Jalur Mandiri Perlu Diperhatikan
Dalam catatan evaluasi ini, Furtasan juga mengusulkan agar mekanisme penerimaan SPMB perlu disederhanakan. Penerimaan jalur mandiri di PTN menurutnya harus tetap memiliki program afirmasi dengan data yang terintegrasi.
Seperti yang diketahui, SPMB berlangsung dalam tiga jalur penerimaan. Jalur pertama adalah seleksi berdasarkan prestasi atau yang disebut dengan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Jalur kedua dikenal dengan seleksi berbasis tes, atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kedua jalur ini menurut Furtasan sudah sesuai koridor dan tak perlu dipersoalkan.
"Jalur ini kita tahu hari ini ada tiga. Pertama jalur undangan, kedua jalur tes, ketiga mandiri. Yang satu-dua ini, jalur undangan dan tes itu tidak kita persoalkan," bebernya.
Namun, Furtasan menyoroti tentang penerimaan jalur mandiri di PTN. Menurutnya, seleksi ini masih memiliki celah terselubung yang perlu diperhatikan.
"Yang mandiri inilah yang kita persoalkan, karena jalur ini ada banyak celah terselubung dan enggak sehat," tegasnya.
Furtasan berharap hasil evaluasi SPMB ini perlu dipahami. Ia juga berharap, hal ini bisa digunakan untuk memperbaiki mekanisme penerimaan mahasiswa baru di 2027.






























































