Liputan6.com, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di dua lokasi di Kudus, Jawa Tengah. Yakni Kantor Bea Cukai Kudus dan kantor perusahaan rokok PT Djarum.
"Dalam pengembangan penyidikan ini, Penyidik kemudian melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Kudus," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).
"Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di kantor PT Djarum," tambahnya.
Advertisement
Budi menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan terkait perkara dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
"KPK melakukan pengembangan penyidikan perkara terkait bea dan cukai, dengan menerbitkan sprindik baru per Oktober 2026," ungkapnya.
"Saat ini penggeledahan masih berlangsung," sambung Budi.
Ruang Kepala Bea Cukai Kudus Digeledah Sebelumnya puluhan petugas KPK menggeledah Kantor Bea Cukai Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026). Dengan pengawalan aparat kepolisian, tim antirasuah itu menyisir sejumlah ruangan, termasuk ruang kerja kepala kantor. Pemeriksaan juga dikabarkan menyasar dua perusahaan rokok di Kabupaten Kudus.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi, rombongan KPK tiba sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan lima mobil. Para petugas kemudian memasuki sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Kudus.
Sejumlah petugas yang mengenakan rompi bertuliskan KPK terlihat memeriksa ruang kerja Kepala Bea Cukai Kudus. Petugas lainnya keluar dari ruangan tersebut dan bergerak menuju gedung pelayanan yang berada di sebelahnya.
Selama penggeledahan berlangsung, sejumlah personel kepolisian berjaga di halaman kantor. Aparat dari Polres Kudus bersama kendaraan dinas Satuan Samapta terlihat mengamankan area sekitar lokasi.
Di tengah pemeriksaan, aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Sejumlah pegawai masih menjalankan tugas, sementara warga dan pelaku usaha tetap mengurus pengambilan pita cukai rokok.
Diperoleh informasi bahwa tim KPK juga mendatangi dua perusahaan rokok di Kabupaten Kudus. Namun, identitas perusahaan yang diperiksa serta keterkaitannya dengan penggeledahan di kantor Bea Cukai belum diketahui secara pasti.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun pihak Bea Cukai Kudus mengenai perkara yang mendasari penggeledahan tersebut, termasuk hasil pemeriksaan dan barang yang mungkin diamankan.
PT Djarum Buka Suara
PT Djarum melalui Corporate Communication Senior Manager Group Budi Darmawan merespons penggeledahan KPK di kantornya, Kudus, Jawa Tengah pada Rabu (28/10/2026). Budi mengatakan PT Djarum menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK.
Dia menegaskan, PT Djarum akan bersikap kooperatif membantu mengusut dugaan korupsi yang sedang didalami lembaga antirasuah tersebut.
"Kami menghormati dan mematuhi proses hukum," kata Budi kepada Liputan6.com.
Hingga saat ini, Budi belum mengetahui dugaan korupsi yang membuat KPK menggeledah PT Djarum. Pihaknya menunggu informasi dari KPK terkait kasus yang diduga berkaitan dengan Bea Cukai Kudus itu.
"Kami belum mengetahui materi perkara nya. Ini kewenangan KPK," ujar Budi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360396/original/082425800_1790644628-IMG_4262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298223/original/097011300_1469504769-KPK.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368056/original/046114700_1791373989-IMG_4668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384514/original/099832400_1793174567-IMG_0888.jpg)