Liputan6.com, Jakarta - Perjuangan Indonesia setelah merdeka pada 17 Agustus 1945 tidak hanya berlangsung di bidang politik dan militer, tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi. Salah satu langkah penting dalam perjalanan tersebut adalah menerbitkan mata uang sendiri agar pemerintah Republik Indonesia memiliki kewenangan dalam mengatur alat pembayaran nasional.
Peringatan yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah tersebut dikenal secara resmi sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (HORI), yang diperingati setiap 30 Oktober. Tanggal ini menandai pemberlakuan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat pembayaran yang sah pada 1946.
Sejarah Hari Keuangan Nasional dan Latar Belakangnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2850307/original/073691400_1562818807-De_Javasche_Bank-ok.jpg)
Sejarah Hari Keuangan Nasional tidak dapat dipisahkan dari kondisi ekonomi Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Meskipun telah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk belum adanya mata uang nasional yang diterbitkan dan diberlakukan secara mandiri oleh Republik Indonesia.
Pada masa itu, masyarakat menggunakan beberapa jenis mata uang, seperti uang pendudukan Jepang, uang pemerintah Hindia Belanda, dan uang De Javasche Bank. Pemerintah Indonesia sempat menetapkan berlakunya mata uang-mata uang tersebut secara bersama di wilayah Republik Indonesia pada 1 Oktober 1945. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kemerdekaan politik belum langsung diikuti oleh kemandirian dalam pengelolaan sistem moneter.
Persoalan semakin kompleks ketika Belanda kembali ke Indonesia bersama Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dan mengedarkan mata uangnya sendiri. Beredarnya berbagai mata uang membuat pemerintah harus menghadapi persoalan ekonomi sekaligus mempertahankan kewenangannya sebagai negara merdeka. Dari situ, penerbitan mata uang sendiri menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kedaulatan Indonesia.
Advertisement
Proses Penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI)
Persiapan penerbitan Oeang Republik Indonesia mulai digerakkan pada Oktober 1945 oleh Menteri Keuangan A.A. Maramis. Pemerintah kemudian membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia pada 7 November 1945. Panitia ini melibatkan sejumlah unsur pemerintahan, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Penerangan, Kas Negara, serta tenaga percetakan.
Proses pencetakan ORI tidak berjalan mudah karena pemerintah menghadapi keterbatasan bahan baku, seperti kertas, tinta, dan bahan kimia. Selain itu, situasi keamanan yang belum stabil akibat konflik dengan Belanda turut menghambat pekerjaan percetakan. Proses pencetakan yang berlangsung di Jakarta sejak awal 1946 akhirnya harus dihentikan pada Mei 1946 karena alasan keamanan.
Pencetakan uang kemudian dipindahkan ke beberapa daerah, termasuk Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo. Perpindahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan penerbitan uang nasional di tengah kondisi negara yang masih berjuang mempertahankan kemerdekaan. Meski menghadapi berbagai kendala, persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Oktober 1946.
Tanggal 30 Oktober 1946 Menjadi Tonggak Sejarah Keuangan Indonesia
![[Bintang] 7 Gaya Pahlawan Nasional yang Diikuti Banyak Orang Zaman Sekarang](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/2tyzlHlSSPeWC-5icWIJoY1gstU=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1049104/original/079060800_1447069073-1_www.sman1lempuing_sch_id.jpg)
Penetapan ORI sebagai alat pembayaran yang sah dilakukan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor SS/1/35 pada 29 Oktober 1946. Keputusan yang diterbitkan Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara tersebut menetapkan bahwa ORI mulai berlaku pada 30 Oktober 1946 pukul 00.00.
Menjelang pemberlakuan ORI, Wakil Presiden Mohammad Hatta menyampaikan pidato melalui Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta pada 29 Oktober 1946. Dalam pidato tersebut, Hatta menjelaskan bahwa kehadiran mata uang sendiri menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa yang baru merdeka.
Salah satu pesan yang disampaikan Hatta dalam pidatonya adalah, Uang sendiri itu adalah tanda kemerdekaan Negara.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ORI bukan sekadar alat untuk melakukan transaksi sehari-hari, tetapi juga simbol kedaulatan Indonesia dalam menentukan kebijakan moneternya sendiri.
Mulai 30 Oktober 1946, ORI resmi beredar sebagai alat pembayaran yang sah. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia atau HORI. Peristiwa ini menjadi penanda penting dalam perjalanan sejarah keuangan negara karena pemerintah Indonesia mulai memiliki mata uang nasional sendiri di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Advertisement
Kendala Peredaran ORI dan Lahirnya ORIDA
Meskipun ORI telah diberlakukan sebagai alat pembayaran yang sah, peredarannya belum dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata. Kondisi keamanan, keterbatasan sarana transportasi, dan masih adanya wilayah yang berada di bawah penguasaan Belanda menjadi sejumlah hambatan dalam distribusi uang tersebut.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, sejak 1947 sejumlah daerah memperoleh kewenangan untuk menerbitkan mata uang sementara yang dikenal sebagai Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA). Uang tersebut digunakan di daerah tertentu sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat ketika peredaran ORI nasional masih terbatas.
Keberadaan ORIDA memperlihatkan bahwa perjuangan membangun sistem keuangan nasional membutuhkan proses panjang. Pemerintah tidak hanya harus menerbitkan mata uang sendiri, tetapi juga memastikan uang tersebut dapat digunakan masyarakat di tengah situasi politik dan keamanan yang belum sepenuhnya stabil.
Makna Hari Keuangan Nasional bagi Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1037973/original/047802300_1446173280-cover.jpg)
Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia memiliki makna historis karena mengingatkan masyarakat pada perjuangan membangun kedaulatan ekonomi setelah kemerdekaan. Penerbitan ORI menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah Indonesia berupaya mengambil alih kewenangan pengelolaan mata uang dari sistem yang diwarisi pada masa kolonial dan pendudukan Jepang.
Peringatan ini juga berkaitan dengan perjalanan Kementerian Keuangan dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara. Seiring perkembangan Indonesia, ruang lingkup pengelolaan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penerimaan negara dan perpajakan hingga penganggaran serta belanja pemerintah. Semangat menjaga kemandirian ekonomi yang tercermin dalam sejarah ORI tetap menjadi bagian dari refleksi pengelolaan keuangan negara.
Pada 2026, peringatan Hari Oeang Republik Indonesia memasuki usia ke-80 sejak ORI mulai berlaku pada 30 Oktober 1946. Kementerian Keuangan mengangkat tema Indonesia Berdaulat, APBN Kuat untuk peringatan tahun ini. Tema tersebut menempatkan kedaulatan ekonomi dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bagian dari refleksi perjalanan keuangan Indonesia.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah Hari Keuangan Nasional
1. Hari Keuangan Nasional diperingati setiap tanggal berapa?
Peringatan yang secara resmi dikenal sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) jatuh setiap 30 Oktober.
2. Mengapa tanggal 30 Oktober diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia?
Tanggal tersebut menandai mulai berlakunya Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat pembayaran yang sah pada 30 Oktober 1946.
3. Siapa tokoh yang berperan dalam penerbitan ORI?
A.A. Maramis menginisiasi persiapan penerbitan ORI, sedangkan Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara menetapkan pemberlakuannya melalui keputusan pada 29 Oktober 1946. Mohammad Hatta turut menyampaikan pidato menjelang peredaran ORI.
4. Apa tujuan penerbitan Oeang Republik Indonesia?
ORI diterbitkan untuk menyediakan mata uang nasional sekaligus menegaskan kedaulatan Republik Indonesia dalam mengatur sistem moneternya sendiri.
5. Berapa usia Hari Oeang Republik Indonesia pada 2026?
Pada 2026, Hari Oeang Republik Indonesia diperingati untuk ke-80 kalinya sejak ORI mulai berlaku pada 30 Oktober 1946.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385196/original/029770000_1793245613-CoverHORI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385114/original/012767500_1793240357-70436487-6145-4bfd-b6a3-b5049118c7a4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3469427/original/083191000_1622460361-WhatsApp_Image_2021-05-31_at_13.27.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369822/original/035023900_1791537080-q5PNzPuomk9UEyD5o02zOWd9FyDBexBrgjdNKHHv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524541/original/018549400_1772955350-kombinasi_warna_reras.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385069/original/080371700_1793235266-b2e8e59d-9a24-473d-9428-87d8b221f03b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384824/original/056815000_1793182415-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380212/original/070221200_1792661467-01M5GZ2YX2R4HBXNK1YYG3K0PZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323742/original/014983500_1786673440-Model_lubang_angin_rumah_yang_fungsional_sekaligus_mempercantik_fasad_dengan_desain_garis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384623/original/026132300_1793177988-Gemini_Generated_Image_orsudvorsudvorsu.jpg)