Liputan6.com, Phnom Penh - Sekitar 200 penumpang kapal pesiar Odyssey mendadak terlantar di Kamboja setelah perusahaan pengelolanya, Villa Vie Residences, kehabisan dana akibat lonjakan biaya bahan bakar yang dipicu perang Iran.
Para penumpang yang sebelumnya membayar untuk tinggal di kapal sambil berkeliling dunia itu hanya diberi waktu tujuh jam untuk mengemasi barang-barang dan meninggalkan kapal. Sebagian bahkan telah menjual rumah dan harta benda mereka untuk membiayai kehidupan di atas laut.
Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengumumkan penghentian sementara operasional kapal pada Selasa (27/10/2026), ketika Odyssey tengah singgah di Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja.
Advertisement
Kapal sepanjang 200 meter berbendera Bahama itu sebelumnya menawarkan konsep hunian di atas laut yang memungkinkan penumpang berkeliling dunia tanpa harus berpindah tempat tinggal.
Namun, kenaikan biaya operasional membuat perusahaan tidak lagi mampu membiayai pelayaran tersebut.
Pelayaran Keliling Dunia yang Sudah Diwarnai Masalah
Odyssey memulai pelayaran dari Belfast, Irlandia Utara, pada Oktober 2024. Kapal ini menawarkan kamar yang dapat dibeli atau disewa untuk berlibur maupun dijadikan tempat tinggal jangka panjang, bahkan seumur hidup.
Berbeda dari kapal pesiar yang biasanya menawarkan perjalanan dengan durasi tertentu, Odyssey dirancang untuk terus berlayar mengunjungi berbagai negara sambil menjadi tempat tinggal para penumpangnya.
Namun, perjalanan tersebut telah menghadapi sejumlah kendala sejak awal.
Randy Cassingham, salah seorang penumpang yang mengelola blog tentang perjalanan kapal pesiar, mengungkapkan bahwa keberangkatan Odyssey dari Belfast sempat tertunda selama empat bulan.
Dalam tulisan berjudul "Abandon Ship!" (Tinggalkan Kapal!), Cassingham menyebut jumlah penghuni Odyssey tidak pernah mencapai kapasitas maksimal 650 orang. Jumlah penghuni terbanyak yang pernah tercatat hanya sekitar 350 orang.
Menurut Cassingham, Odyssey bukanlah kapal pesiar mewah, melainkan menawarkan biaya tinggal yang relatif terjangkau. Namun, ia mengatakan keadaan mulai berubah ketika perusahaan meminta tambahan uang.
Cassingham menilai perintah mendadak untuk meninggalkan kapal merupakan puncak dari serangkaian masalah yang telah terjadi sebelumnya.
Perang Iran Membuat Biaya Bahan Bakar Melonjak
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, Villa Vie Residences menjelaskan bahwa perang Iran yang pecah pada akhir Februari 2026 menyebabkan biaya bahan bakar kapal meningkat tajam.
Menurut perusahaan, biaya bahan bakar bulanan yang dihitung berdasarkan jumlah kabin melonjak dari rata-rata US$ 1.800 menjadi sekitar US$ 6.000 hingga US$ 8.000 per kabin di sejumlah wilayah Asia.
Angka tersebut merupakan perhitungan pengeluaran bahan bakar perusahaan untuk setiap kabin, bukan biaya yang langsung ditagihkan kepada penumpang.
Villa Vie menyatakan tidak mungkin membebankan seluruh kenaikan biaya tersebut kepada para penghuni kapal. Akibatnya, perusahaan mengalami kekurangan dana yang membuat kegiatan operasionalnya tidak lagi dapat dipertahankan.
Laporan Bloomberg pada Rabu (28/10) menyebutkan, pendiri Villa Vie Residences Mikael Petterson mengatakan biaya operasional bulanan perusahaan telah meningkat sekitar 50 persen hingga mencapai US$ 3 juta.
Dalam wawancara dengan CBS News pada Rabu, Petterson menjelaskan bahwa sebelum perang Iran pecah, perusahaan membayar bahan bakar dengan harga rata-rata US$ 700 per ton. Setelah perang dimulai, harganya meningkat menjadi US$ 2.000 hingga 3.000 per ton.
Petterson mengatakan Odyssey membutuhkan sekitar 700 hingga 800 ton bahan bakar setiap bulan. Kenaikan harga tersebut membuat pengeluaran perusahaan membengkak dan semakin sulit ditanggung.
Menurut keterangan Villa Vie dalam pernyataan resminya, perusahaan sebenarnya telah berusaha mengurangi konsumsi bahan bakar dengan memperlambat perjalanan kapal dan memperpanjang waktu singgah di pelabuhan.
Namun, langkah penghematan tersebut tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan biaya bahan bakar.
Advertisement
Penumpang Hanya Diberi Tujuh Jam untuk Meninggalkan Kapal
Odyssey tiba di Pelabuhan Sihanoukville dari Thailand pada Jumat (23/10), dengan membawa 203 penumpang dan 156 awak. Kapal tersebut semula dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Vietnam.
Namun, para penumpang justru menerima perintah mendadak untuk meninggalkan kapal ketika Odyssey masih bersandar di Kamboja.
Wakil Gubernur Provinsi Preah Sihanouk, Long Dimanche, mengatakan para penumpang hanya diberi waktu tujuh jam untuk mengemasi barang-barang dan turun dari kapal.
"Perintah mendadak untuk meninggalkan kapal membuat banyak pensiunan dan pekerja jarak jauh kehilangan tempat tinggal, ketika mereka berada ribuan kilometer dari negara asal," kata Long Dimanche dalam pernyataan pada Rabu.
Menurut Long Dimanche, sebagian penumpang telah meninggalkan Kamboja menggunakan pesawat, sementara sebagian lainnya masih berada di Sihanoukville.
Ia mengatakan Odyssey dijadwalkan mengisi bahan bakar dan meninggalkan Kamboja pada Sabtu (31/10).
Sementara itu, Cassingham menuding Villa Vie sama sekali tidak melakukan apa pun untuk membantu para penumpang yang terlantar.
Namun, perusahaan menyatakan sedang berkoordinasi dengan para penghuni kapal untuk mengatur proses turun dari kapal dan mencari tempat tinggal sementara.
Dalam pernyataan resminya, Villa Vie mengakui bahwa penghentian pelayaran tersebut menimbulkan kesulitan bagi para penghuni, awak kapal, dan karyawan. Perusahaan menyatakan tengah berupaya memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang terdampak.
Penumpang Kehilangan Tempat Tinggal, Perusahaan Tanggung Biaya Penginapan
Mengutip laporan Bloomberg pada Rabu, Petterson mengatakan Villa Vie menanggung biaya penginapan dan transportasi lokal bagi penumpang yang terdampak penghentian pelayaran.
Namun, menurut Petterson dalam laporan yang sama, perusahaan belum menyediakan dana bagi penumpang yang ingin meninggalkan Kamboja dan kembali ke negara asal masing-masing.
Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi penghuni yang selama ini menjadikan Odyssey sebagai rumah mereka.
Kepada Reuters pada Rabu, salah seorang penghuni kapal, Russ Borman, mengatakan banyak penumpang kini tidak memiliki tempat tujuan karena sebelumnya telah menggunakan uang mereka untuk tinggal di Odyssey.
Menurut Borman, sebagian penghuni bahkan telah menjual rumah di AS, Australia, atau negara asal lainnya untuk membiayai kehidupan di kapal.
Dalam wawancara dengan CBS News pada Rabu, seorang pensiunan bernama Benjamin Schatz turut mengungkapkan kesedihannya setelah harus meninggalkan Odyssey, kapal yang sebelumnya ia harapkan menjadi rumahnya untuk selamanya.
Schatz mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa kehidupan yang telah direncanakannya harus berakhir secara mendadak.
Kepada CBS News, Schatz juga mengatakan sebagian penghuni kini kehilangan tempat tinggal, hanya memiliki sedikit uang, dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Advertisement
Perusahaan Pertimbangkan Restrukturisasi hingga Perlindungan Kebangkrutan
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, Villa Vie Residences mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan restrukturisasi keuangan dan upaya mendapatkan tambahan modal dalam 60 hari ke depan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari jalan keluar dari tekanan keuangan yang membuat perusahaan tidak mampu melanjutkan pelayaran Odyssey.
Namun, Villa Vie menegaskan bahwa pihaknya belum menyelesaikan kesepakatan pendanaan maupun transaksi lain yang dapat menjamin kelangsungan bisnis.
Mengutip laporan Bloomberg pada Rabu, Petterson mengatakan perusahaan juga mengusulkan biaya tambahan sebesar US$ 500 per bulan kepada penghuni kapal, di luar biaya tambahan bahan bakar yang sudah ada, selama harga bahan bakar masih tinggi.
Usulan tersebut mendapat keberatan dari sejumlah penumpang yang diminta mengeluarkan lebih banyak uang agar pelayaran dapat dilanjutkan.
Namun, biaya tambahan US$ 500 per bulan itu masih berupa usulan perusahaan, bukan kewajiban baru yang telah dipastikan berlaku.
Sementara itu, dalam wawancara dengan CBS News pada Rabu, Petterson mengungkapkan bahwa Villa Vie berencana mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di AS.
Chapter 11 merupakan mekanisme hukum yang memungkinkan perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan menyusun kembali utang dan kewajibannya di bawah pengawasan pengadilan, sambil berupaya mempertahankan kegiatan bisnis.
Petterson mengatakan perusahaan telah meminjam uang dan berusaha menunda sejumlah pengeluaran, termasuk pembayaran gaji, tetapi tekanan keuangan yang dihadapi telah mencapai titik kritis.
Meski demikian, pernyataan Petterson tersebut masih berupa rencana pengajuan perlindungan kebangkrutan, bukan konfirmasi bahwa perusahaan telah resmi menjalani proses tersebut.
Dengan kondisi keuangan yang belum terselesaikan, kelanjutan pelayaran Odyssey masih belum pasti. Para penghuni pun belum mendapatkan kepastian kapan mereka dapat kembali tinggal di kapal dan melanjutkan perjalanan keliling dunia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385433/original/078194700_1793257868-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409475/original/099185100_1479452337-Kamboja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303491/original/082622100_1784637904-Team_Indonesia01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480373/original/066146800_1769054891-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315649/original/093189700_1785847354-Wamenlu_Arif_Havas_Oegroseno.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782564/original/078010800_1782891228-WhatsApp_Image_2026-07-01_at_14.17.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260770/original/076648700_1750638493-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5622699/original/082401100_1778213650-Screenshot_2026-05-08_105805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5168827/original/096917600_1742462405-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263225/original/037460900_1781869308-IMG-20260619-WA0012.jpg)