Liputan6.com, Jakarta - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas, dihadirkan sebagai saksi a de charge atau saksi yang meringankan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023–2024.
Saat ditanya dalam persidangan mengenai dugaan korupsi yang menjerat Yaqut, Anwar menyampaikan pandangannya bahwa mantan Menteri Agama tersebut bukanlah orang miskin. Ia pun menilai Yaqut tidak memiliki motif finansial pribadi untuk melakukan tindakan rasuah tersebut.
"Cuma saya rasa Gus Yaqut enggak miskin, saya rasa, ya. Biasanya orang miskin yang mau menerima sesuatu. Tapi enggak tahulah, itu saya nyerah lah. Saya enggak tahu," ungkap Anwar di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Advertisement
Pernyataan itu disampaikan ketika persidangan mendalami integritas Yaqut dan dugaan pemanfaatan jabatan. Anwar mengatakan, berdasarkan pengamatannya, Yaqut lebih banyak memberi kepada orang lain. Namun, ia mengaku tidak mengetahui apakah Yaqut juga menerima sesuatu dari pihak lain.
"Kalau itu saya enggak tahu, Pak, ya. Tapi kalau menurut saya, Gus Yaqut lebih banyak memberikan kepada orang, kepada jemaah. Tapi ada enggak orang yang memberikan sesuatu sama Gus Yaqut, saya enggak tahu itu," ungkap Anwar di persidangan.
Lebih lanjut, Anwar menyoroti etos kerja Yaqut selama memimpin penyelenggaraan ibadah haji 2024. Sebagai orang yang bekerja bersama Yaqut secara langsung di lapangan, ia menilai mantan Menteri Agama tersebut mencurahkan waktu dan tenaganya untuk melayani jemaah.
"Tapi kalau Gus Yaqut memberikan kepada orang, saya bisa bersaksilah, ya. Dengan beliau turun malam-malam, pagi-pagi rapat, kemudian turun lagi paginya, gitu ya. Itu menurut saya kan berarti kan beliau memberikan sesuatu kepada jemaah, ya. Yaitu sesuatu yang baik dan terbaik, gitu ya. Kalau bagi saya begitu. Tapi apakah beliau menerima sesuatu dari jemaah, saya enggak tahu juga," tegasnya.
Adapun perkara yang menjerat Yaqut bermula dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dan penentuan kuota haji tambahan periode 2023–2024.
Berdasarkan dakwaan, kebijakan pembagian dan pengalihan kuota tambahan tersebut diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp622,09 miliar serta berdampak pada hak jemaah haji reguler.
Persidangan lanjutan ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan untuk meringankan terdakwa sebagai bagian dari proses pembuktian perkara.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385392/original/063858100_1793256354-IMG_20261029_131304_405.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361329/original/006869400_1790695242-IMG_20260929_201227_039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321159/original/065738600_1786430944-ya4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348833/original/041514200_1789459630-IMG-20260915-WA0073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333911/original/079764500_1787813381-IMG_20260827_101856_844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337265/original/005138600_1788238941-IMG_20260901_103137_065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338066/original/051617100_1788301777-IMG_20260901_212539_682.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337311/original/072878200_1788240606-IMG-20260901-WA0083.jpg)