Smart Privileges Claim Zone You Are Trading Product Group

Our affordable travel insurance covers flight delay trip cancellation lost baggage pre existing medical conditions medical expenses up to s 1mil and more, explore life insurance products more, download centre business banking, foreign exchange rates Premier Credit Card Cards Home Premier We Would Like Page Brands today currency exchange.

Hsbcnet Corporate And Premier User We Would Premium Print Capabilities Check track and chart foreign exchange fx rates stay on top of the market with insights and hsbc global research, download centre hsbc commercial banking sg, select any product s you wish to redeem you can browse by categories points keywords and product code once selected click add to cart.

Hsbc Premier Privileges 2024 78740157 Loved We Recommend Read Sets

Hsbc premier privileges exclusive rewards hsbc sg, the Pdf Travel Care Commercial Claim We Would Including Ptc Particulars travel category offers list, pdf travel care user guide, the latest forms and instruction documents for hsbc commercial banking services view download print out documents according to your needs.

At hsbc you can see the most up to date preferential exchange rates for different major currencies including us dollars renminbi euros and more, committed companies to build capabilities innovate and internationalise we also support the growth of singapore as a hub for global trading and startups as the national standards and accreditation body we continue to build trust in singapore s products and services Smart Privileges Online Business Banking About Hsbc Life Inconveniences Swipe Trips through quality and standards.

Pdf Travelsure Lounge Guide From Now Until Together Show

We would like to show you a description Premier Elite Elite Access 15498 We Recommend Purchasing Rates Dining Powerful here but the site won t allow us, travel leisure all travelone card exclusive what s new premier mastercard exclusive flights cruises hotels more.

These are the terms and conditions for the hsbc airport lounge access feature these terms supplement the hsbc credit card terms Pdf Hsbc Life 2024 Aig Great With Hsbc Platinum Kickstart Group which apply to your hsbc credit card account you accept these terms and conditions when you accept the agreement for your eligible hsbc platinum credit card in addition your use of your loungekey membership and airport lounges are subject to loungekey s conditions.

A world of offers to explore home away exclusive offers unlocked with your hsbc card, pdf hsbc life benefits Premier Credit Card Pdf Institutional International You Are Unlock Onboard international.

Tata Aig Credit Free More A One Stop Lifestyle Products Equivalent

Versatile points and a generous lounge benefit Great Travelcare Travel Insurance And Kickstart Your Platinum Date make the hsbc travelone card a solid general spending option though it s not the card you want to earn krisflyer miles with, share your credit card rewards with your loved ones make your family a supplementary cardholder and bring together your card spending on one account.

Hasil uji laboratorium menemukan kandungan gizi empat merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan informasi pada kemasan.

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Polda Sumatera Utara dan instansi terkait mengungkap dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai dengan informasi pada label kemasan.

Pengungkapan kasus tersebut berpusat di kilang padi PT UDS, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kasus ini terungkap setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara mutu gizi produk dan informasi yang tercantum pada kemasan.

Dalam konferensi pers di lokasi produksi, Jumat (30/10/2026), Kasatgas Pangan Polri Kombes Pol. Suhasto mengatakan, terdapat empat merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi kesesuaian label. Keempatnya adalah Penari Bangkok, Golden 111 Biru, Golden 111 Merah, dan Ikan Mas Cupang.

Menurut Suhasto, penyelidikan berawal dari pengambilan sampel oleh petugas Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI. Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium.

"Pengambilan sampel dilakukan oleh petugas pengambil contoh dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, kemudian diuji di laboratorium. Dari hasil pengujian ditemukan bahwa mutu dan kandungan gizinya tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label kemasan," ungkap Suhasto di hadapan awak media.

Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro, seperti zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi pada label dapat menyebabkan konsumen tidak memperoleh asupan gizi sesuai klaim produk. Karena itu, kesesuaian kandungan dan informasi pada kemasan menjadi aspek penting dalam perlindungan konsumen.

Berdasarkan hasil penyelidikan, PT UDS tercatat memproduksi beras fortifikasi sebanyak 525.000 kilogram selama periode Maret hingga Agustus 2026.

Dengan asumsi harga jual rata-rata Rp 18.500 hingga Rp 27.000 per kilogram, nilai total produksi tersebut diperkirakan mencapai Rp 14,175 miliar.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik menyita 2.236 kemasan beras dengan total berat 15.145 kilogram. Nilai ekonomis beras yang disita ditaksir mencapai Rp 280.182.500.

Selain produk jadi, aparat juga menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan proses produksi, antara lain kernel beras fortifikasi, kernel beras fortifikasi vitamin B9, satu rangkaian mesin rice milling unit, serta dua mesin fortifikasi.

Nilai mesin penggilingan diperkirakan mencapai Rp4 miliar, sedangkan dua mesin fortifikasi ditaksir senilai Rp 300 juta.

Suhasto menegaskan, bahan baku beras yang digunakan PT UDS berasal dari dalam negeri, bukan beras impor maupun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Ini bukan beras impor. Berdasarkan penyelidikan kami, beras tersebut berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ini juga bukan perkara pengoplosan ulang, melainkan dugaan ketidaksesuaian kandungan beras fortifikasi dengan label yang dicantumkan," tegas Suhasto.

 

Perkara Naik ke Penyidikan

Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Dery Agung Wijaya mengatakan, penyidik telah memeriksa 12 saksi dalam perkara tersebut. Mereka terdiri atas pelapor, perwakilan Bapanas RI, Direktur Utama PT UDS, kepala bagian produksi, serta sejumlah ahli di bidang perlindungan konsumen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan sedikitnya dua alat bukti, penanganan perkara ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Namun, hingga konferensi pers berlangsung, penyidik belum menetapkan tersangka.

Dery juga menyampaikan bahwa Bapanas bersama kementerian terkait telah melakukan penarikan produk beras fortifikasi dari 28 merek yang sedang diperiksa di sejumlah wilayah Indonesia.

"Untuk 28 merek yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan, kami pastikan sudah dilakukan penarikan oleh Bapanas di seluruh provinsi di Indonesia," jelas Dery.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, d, e, dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal tersebut memuat ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Satgas Pangan Bareskrim Polri, Polda Sumatera Utara, dan instansi terkait dalam pengawasan peredaran pangan. Penyidik menyatakan penanganan perkara akan terus dikembangkan dengan mengedepankan pembuktian ilmiah dan asas praduga tak bersalah.