Liputan6.com, Jakarta -Bougenville atau bunga kertas dikenal sebagai tanaman hias yang mampu menghasilkan bunga berwarna cerah dan tumbuh rimbun. Tanaman ini cocok mempercantik halaman rumah, pagar, hingga area teras. Namun, tidak sedikit pemiliknya yang mendapati bougenville tumbuh subur dengan banyak daun, tetapi justru jarang mengeluarkan bunga.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah melakukan pemangkasan secara rutin. Cara memangkas bougenville tidak sekadar memotong ranting yang panjang atau membuat bentuk tanaman terlihat rapi. Teknik ini juga membantu merangsang pertumbuhan tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga.
Meski begitu, pemangkasan harus dilakukan dengan teknik dan waktu yang tepat. Jika terlalu banyak bagian tanaman dipotong, bougenville justru membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan pertumbuhannya. Sebaliknya, pemangkasan yang terarah dapat membantu tanaman memiliki percabangan lebih banyak dan tajuk yang tidak terlalu padat.
Advertisement
Supaya bougenville tidak hanya tumbuh rimbun, tetapi juga dipenuhi bunga berwarna-warni, ada beberapa teknik pemangkasan yang bisa kamu terapkan. Berikut cara memangkas bougenville untuk merangsang bunga lebat di rumah, dirangkum Liputan6.com, Sabtu (31/10/2026).
1. Pangkas Ranting yang Terlalu Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311825/original/043145600_1785464057-ilham-abitama-0vZz7v9bFEA-unsplash.jpg)
Ranting bougenville yang tumbuh terlalu panjang dan tidak beraturan perlu dipangkas agar bentuk tanaman tetap terkontrol. Cabang yang memanjang tanpa banyak percabangan dapat membuat tampilan tanaman terlihat kurus dan kurang seimbang.
Gunakan gunting pangkas yang tajam untuk memotong ujung ranting. Lakukan pemotongan sedikit di atas ruas atau mata tunas yang mengarah ke luar. Bagian ini berpotensi menghasilkan tunas samping sehingga tanaman dapat membentuk lebih banyak cabang.
Jangan memotong semua ranting dengan panjang yang sama. Pertahankan beberapa cabang utama sebagai kerangka tanaman, kemudian rapikan cabang sekunder yang tumbuh terlalu jauh dari bentuk yang diinginkan.
Dengan percabangan yang lebih teratur, bougenville dapat membentuk tajuk yang lebih padat. Pertumbuhan tunas baru inilah yang nantinya dapat menjadi tempat munculnya bunga.
Advertisement
2. Buang Cabang Kering dan Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385749/original/007484000_1793267320-93a2fbf6-39d7-4ccc-97fd-3451ab42cef3.jpg)
Cabang yang sudah kering, patah, atau menunjukkan tanda-tanda penyakit sebaiknya segera dibuang. Bagian tanaman yang rusak tidak lagi memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan dan justru dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit.
Potong cabang yang kering hingga mencapai bagian jaringan yang masih sehat. Jika terdapat ranting yang patah, rapikan bekas potongannya agar tidak meninggalkan bagian yang mudah rusak.
Pastikan gunting pangkas dalam kondisi bersih sebelum digunakan. Jika sebelumnya alat digunakan untuk memotong tanaman yang sakit, bersihkan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko perpindahan penyakit.
Setelah bagian yang rusak dibuang, bougenville memiliki tampilan lebih rapi. Energi pertumbuhan tanaman juga dapat diarahkan pada cabang dan tunas yang masih sehat.
3. Pangkas Cabang yang Tumbuh Saling Bertumpuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382272/original/020445400_1792986740-pexels-efrem-efre-2786187-31537030.jpg)
Bougenville yang dibiarkan tumbuh tanpa pemangkasan dapat memiliki banyak cabang yang saling bertumpuk. Kondisi ini membuat bagian dalam tanaman terlalu padat sehingga sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari menjadi kurang optimal.
Untuk mengatasinya, perhatikan bagian tengah tanaman. Jika terdapat dua cabang yang tumbuh berdekatan atau saling bersilangan, pilih salah satu yang kondisinya lebih sehat untuk dipertahankan.
Potong cabang yang tumbuh ke arah dalam atau menghalangi pertumbuhan cabang lainnya. Usahakan bagian tengah tanaman tidak terlalu sesak agar cahaya matahari bisa menjangkau lebih banyak bagian tajuk.
Teknik ini juga membantu mengurangi kelembapan berlebih di antara ranting dan daun. Bougenville yang mendapatkan paparan cahaya serta sirkulasi udara memadai memiliki kondisi pertumbuhan yang lebih baik.
Advertisement
4. Lakukan Pemangkasan Ujung Tunas atau Pinching
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385613/original/057410600_1793261832-d6cffc90-c2a9-4631-82fc-c2f59b79c90b.jpg)
Salah satu teknik yang bisa diterapkan untuk membuat bougenville lebih bercabang adalah pinching atau pemangkasan ujung tunas. Teknik ini dilakukan dengan membuang bagian pucuk pertumbuhan yang masih muda.
Ketika ujung tunas dipotong, dominasi pertumbuhan pucuk dapat berkurang sehingga tunas samping berpeluang berkembang. Hasilnya, tanaman dapat membentuk percabangan yang lebih banyak dan tampak lebih rimbun.
Caranya cukup mudah. Perhatikan tunas muda yang tumbuh memanjang, kemudian potong bagian ujungnya menggunakan gunting kecil yang bersih. Jangan memangkas terlalu banyak tunas sekaligus, terutama jika tanaman masih kecil atau sedang mengalami stres.
Pinching cocok dilakukan pada bougenville yang masih dalam tahap pembentukan tajuk. Setelah tanaman memiliki percabangan yang cukup, pemangkasan dapat dikurangi agar tunas baru memiliki kesempatan untuk berkembang dan menghasilkan bunga.
5. Pangkas Bougenville Setelah Masa Berbunga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376362/original/097857100_1792334092-pexels-419907350-36461165.jpg)
Waktu pemangkasan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bougenville. Salah satu waktu yang tepat untuk merapikan tanaman adalah setelah satu periode pembungaan selesai, ketika sebagian besar bunga mulai layu dan rontok.
Pada tahap ini, kamu bisa memotong tangkai bunga yang sudah habis, merapikan ranting yang terlalu panjang, dan membuang cabang yang tidak produktif. Pemangkasan ringan membantu merangsang pertumbuhan tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga pada periode berikutnya.
Hindari memangkas terlalu banyak ketika tanaman sedang dipenuhi bunga. Jika seluruh cabang yang membawa bunga dipotong, kamu justru menghilangkan tampilan bunga yang sedang dinikmati.
Selain itu, jangan terpaku pada jadwal pemangkasan yang sama untuk semua tanaman. Perhatikan kondisi bougenville dan sesuaikan dengan pola pertumbuhannya.
Advertisement
6. Bentuk Tajuk agar Mendapatkan Sinar Matahari Merata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382276/original/089756000_1792986749-pexels-karolina-2031292-12324385.jpg)
Bougenville membutuhkan sinar matahari langsung yang cukup untuk menghasilkan bunga secara optimal. Karena itu, pemangkasan sebaiknya tidak hanya berfokus pada panjang ranting, tetapi juga mempertimbangkan bentuk tajuk tanaman.
Jika bougenville tumbuh terlalu lebat di satu sisi, rapikan beberapa cabang agar bentuknya lebih seimbang. Buang ranting yang menghalangi cahaya masuk ke bagian dalam tanaman, tetapi jangan sampai seluruh tajuk menjadi terlalu terbuka.
Kamu bisa membentuk bougenville sesuai kebutuhan halaman rumah, misalnya menyerupai pohon kecil, semak membulat, atau tanaman yang tumbuh mengikuti pagar. Pertahankan beberapa cabang utama sebagai penopang bentuk tersebut.
Dengan tajuk yang lebih terbuka, daun dan tunas mendapatkan paparan sinar matahari yang lebih merata. Kondisi ini mendukung proses fotosintesis dan membantu tanaman menghasilkan pertumbuhan baru yang sehat.
7. Pangkas Secara Bertahap dan Hindari Pemotongan Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535037/original/021141300_1773909964-naman_hias_pagar1a.jpg)
Kesalahan yang sering dilakukan ketika merawat bougenville adalah memangkas terlalu banyak ranting sekaligus karena ingin mendapatkan bentuk tanaman yang lebih rapi. Padahal, pemangkasan berat dapat membuat tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan pertumbuhannya.
Sebaiknya lakukan pemangkasan secara bertahap. Mulailah dengan membuang cabang mati, ranting yang saling bertumpuk, dan bagian yang tumbuh terlalu panjang. Setelah itu, amati respons tanaman sebelum melakukan pemangkasan lanjutan.
Jika bougenville masih kecil, baru dipindahkan, atau sedang mengalami kekeringan, tunda pemangkasan yang tidak mendesak. Utamakan pemulihan kondisi tanaman terlebih dahulu.
Setelah dipangkas, letakkan bougenville di area yang mendapatkan sinar matahari langsung. Siram secukupnya sesuai kondisi media tanam dan hindari membuat tanah terus-menerus basah. Perawatan setelah pemangkasan sama pentingnya dengan teknik memotong ranting itu sendiri.
Advertisement
Tips Merawat Bougenville agar Cepat Berbunga Setelah Dipangkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382274/original/020376200_1792986743-pexels-jan-van-der-wolf-11680885-30772513.jpg)
Pemangkasan memang dapat merangsang percabangan baru, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan banyaknya bunga. Bougenville membutuhkan kondisi tumbuh yang sesuai agar tunas baru dapat berkembang dengan baik.
- Berikan sinar matahari langsung. Tempatkan bougenville di area terbuka yang mendapatkan paparan matahari sekitar 6 jam atau lebih setiap hari. Tanaman yang kekurangan cahaya cenderung menghasilkan banyak daun, tetapi lebih sedikit bunga.
- Gunakan media tanam yang memiliki drainase baik. Campuran tanah, kompos matang, dan bahan berpori seperti pasir kasar atau sekam bakar dapat membantu menjaga media tidak terlalu padat.
- Atur penyiraman. Bougenville relatif tahan terhadap kondisi kering setelah tumbuh mapan. Siram ketika lapisan atas media mulai mengering dan hindari genangan air yang bisa menyebabkan akar membusuk.
- Gunakan pupuk secukupnya. Pilih pupuk dengan kandungan unsur hara seimbang dan hindari pemberian nitrogen berlebihan. Nitrogen yang terlalu tinggi dapat mendorong pertumbuhan daun dan batang secara berlebihan dibandingkan pembentukan bunga.
- Berikan waktu untuk tumbuh kembali. Jangan langsung melakukan pemangkasan berulang ketika tunas baru mulai muncul. Biarkan tanaman memulihkan pertumbuhannya sebelum dilakukan pembentukan tajuk berikutnya.
Perlu diingat, bougenville tidak selalu langsung berbunga setelah dipangkas. Tanaman mungkin membutuhkan waktu untuk menghasilkan tunas baru, tergantung varietas, kondisi akar, intensitas cahaya, dan perawatan yang diberikan.
Pertanyaan Seputar Pemangkasan Bougenville
1. Kapan waktu terbaik memangkas bougenville?
Waktu yang tepat untuk memangkas bougenville adalah setelah periode berbunga selesai. Pemangkasan ringan juga bisa dilakukan ketika ada ranting kering, patah, atau tumbuh tidak beraturan. Hindari pemangkasan berat saat tanaman sedang berbunga lebat.
2. Apakah bougenville harus sering dipangkas agar rajin berbunga?
Tidak. Bougenville tidak harus sering dipangkas untuk menghasilkan bunga. Pemangkasan cukup dilakukan ketika diperlukan untuk merangsang percabangan, membuang bagian yang rusak, dan menjaga bentuk tajuk. Pemangkasan berlebihan justru dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
3. Apakah semua ranting bougenville boleh dipotong?
Tidak. Pertahankan cabang utama yang sehat sebagai kerangka tanaman. Prioritaskan pemotongan pada ranting kering, rusak, saling bertumpuk, atau tumbuh terlalu panjang. Pemotongan seluruh cabang dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk tumbuh dan berbunga dalam waktu dekat.
4. Mengapa bougenville tumbuh subur tetapi tidak berbunga?
Bougenville yang rimbun tetapi jarang berbunga bisa disebabkan oleh kurangnya sinar matahari, pemberian pupuk nitrogen berlebihan, penyiraman terlalu sering, atau pemangkasan yang kurang tepat. Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari langsung dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
5. Berapa lama bougenville berbunga setelah dipangkas?
Waktu munculnya bunga berbeda-beda, tergantung kondisi tanaman dan lingkungan tumbuh. Bougenville perlu membentuk tunas baru terlebih dahulu sebelum menghasilkan bunga. Karena itu, jangan mengharapkan bunga langsung muncul beberapa hari setelah pemangkasan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558965/original/079917700_1776498570-Pangkas_Rutin_____Jangan_Biarkan_Rimbun_Terus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385607/original/028394500_1793261832-9d8c705c-343b-4517-855b-c5e782945b62.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311825/original/043145600_1785464057-ilham-abitama-0vZz7v9bFEA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383130/original/087432400_1793072035-Gemini_Generated_Image_nsxtbcnsxtbcnsxt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382552/original/069772600_1793000455-fbf0d2fc-0a10-42ce-b7f6-e70035525f8e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382272/original/020445400_1792986740-pexels-efrem-efre-2786187-31537030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535037/original/021141300_1773909964-naman_hias_pagar1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379960/original/084850900_1792654382-3914c66b-4f3b-49d2-9a0e-7c1b54ca7bd0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378996/original/041661800_1792570739-ae503c58-605a-470f-92dd-15123a620aa1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376361/original/064886500_1792334091-pexels-dich-ken-207746132-33270067.jpg)