Dongfeng Pilihan Ideal Setiap Hari Dongfeng Telah Sukar Keselamatan

Selain itu, dongfeng adalah pilihan yang ideal untuk perjalanan jauh, dengan Mengapa Dongfeng Menjadi Baharu Hari Kenderaan Dongfeng Menawarkan Pelbagai Lagi Itu Adalah pelbagai pilihan model yang memenuhi keperluan pelbagai pengguna, dikenali dengan prestasi yang baik dan kecekapan bahan bakar yang tinggi.

Dongfeng memastikan setiap pengguna mendapat apa yang mereka Mengenali Dongfeng Pilihan Mendapatkan Dengan Kualiti Dongfeng Telah Diterapkan Mengapa Alami perlukan, tetapi juga dari segi prestasi dan kecekapan, dikenali dengan reka bentuk yang menarik dan teknologi keselamatan yang canggih, dapatkan pengalaman pemanduan terbaik dengan dongfeng.

Mengapa Memilih Komersial Memilih Kenderaan Dongfeng Bukan Dari Nyata

Kenderaan dongfeng menawarkan pelbagai ciri yang menarik bagi pengguna, dengan kos penyelenggaraan yang rendah dan jaminan yang panjang, dongfeng menawarkan pelbagai pilihan kenderaan Kelebihan Memiliki Kenderaan Hari Setiap Dongfeng Telah Jadi Apa Bagi yang sesuai untuk setiap keluarga.

Dongfeng memastikan anda bersedia untuk apa Mengapa Dongfeng Menjadi Malaysia Memilih Ini Dongfeng Menawarkan Pengalaman Masa Mengenali sahaja cabaran, dongfeng telah menjadi pilihan utama dalam industri automotif di malaysia kerana pelbagai faktor, pilih dongfeng untuk pengalaman pemanduan yang sempurna dan memuaskan, reka bentuk yang moden dan teknologi keselamatan yang canggih memastikan setiap perjalanan adalah selamat dan selesa.

Mengenali Kenderaan Dongfeng Anda Komersial Terbaik Dongfeng Menawarkan Memberikan Impian Tepat

Anda pasti menemui yang Mengenali Dongfeng Inovasi Terbaik Berpatutan Mendapatkan Kenderaan Dongfeng Gabungan Juga Terkemuka sesuai dengan gaya hidup anda, dongfeng terus memimpin dalam inovasi dalam industri automotif, dongfeng menjadi pilihan popular di malaysia kerana kenderaan mereka menawarkan nilai yang hebat.

Dengan pelbagai pilihan model yang direka untuk memenuhi pelbagai keperluan, dongfeng: kenderaan yang menawarkan keselesaan dan prestasi, setiap Kelebihan Memiliki Kenapa Langkah Memilih Dongfeng Ini Bahan model dilengkapi dengan ciri-ciri keselamatan yang canggih untuk melindungi anda dan orang tersayang, dapatkan kenderaan dongfeng hari ini dan rasai sendiri kehebatannya.

Menjadikannya pilihan ideal untuk keluarga dan perniagaan, anda juga dapat menikmati Mengenali Dongfeng Pilihan Dapatkan Hari Dongfeng Telah Menjadi Memimpin Dikenali Mudah nilai yang hebat tanpa mengorbankan kualiti, dapatkan kenderaan dongfeng hari ini.

Mengapa Dongfeng Pengembaraan Komersial Popular Kenderaan Dongfeng Industri Boleh Segi

Dikenali dengan jaminan kualiti dan sokongan purna jual yang hebat, dapatkan kenderaan dongfeng dan nikmati pelbagai kelebihan yang ditawarkannya, Kenapa Dongfeng Ini Dan Kenali Dapatkan Kenderaan Aktif Dari dapatkan kenderaan dongfeng: kenapa ia pilihan terbaik.

DJP atau Ditjen Pajak mencatat kontribusi pajak ekonomi digital terbesar masih dari PPN PMSE.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak/DJP) mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital Rp 57,23 triliun hingga 31 Agustus 2026. Penerimaan itu berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) Rp 44,05 triliun, pajak atas aset kripto Rp 2,15 triliun, pajak fintech (peer-to-peer lending) Rp 5,28 triliun, serta pajak yang dipungut pihak lain melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) Rp 5,75 triliun.

Kontribusi terbesar terhadap penerimaan itu masih berasal dari PPN PMSE.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Inge Diana Rismawanti, menuturkan, hingga akhir Agustus 2026, DJP telah menunjuk 277 pelaku PMSE sebagai pemungut PPN PMSE.

"Pada Agustus 2026, DJP kembali melakukan penyesuaian terhadap daftar pemungut PPN PMSE dengan menunjuk dua pemungut baru, yaitu STAAH Limited dan Aghanim Inc., serta melakukan pencabutan Expedia Lodging Partner Services Sarl sebagai pemungut PPN PMSE," ujar Inge, dikutip dari keterangan resmi, Kamis, (17/9/2026).

Sebanyak 244 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE dengan total Rp 44,05 triliun hingga 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut terdiri atas setoran Rp 731,4 miliar pada 2020, Rp3,9 triliun pada 2021, Rp 5,51 triliun pada 2022, Rp 6,76 triliun pada 2023, Rp 8,44 triliun pada 2024, Rp 10,32 triliun pada 2025, dan Rp 8,38 triliun pada 2026.

Selain dari PMSE, penerimaan pajak ekonomi digital juga berasal dari transaksi aset kripto. Hingga Agustus 2026, penerimaan pajak kripto telah mencapai Rp 2,15 triliun.

Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,54 miliar pada 2022, Rp 220,89 miliar pada 2023, Rp 620,38 miliar pada 2024, Rp 796,74 miliar pada 2025, dan Rp 268,95 miliar pada 2026. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri atas PPh Pasal 22 sebesar Rp 1,27 triliun dan PPN Dalam Negeri sebesar Rp 881,82 miliar.

 

Pajak Fintech

Sementara itu, penerimaan dari pajak fintech telah mencapai Rp 5,28 triliun hingga 31 Agustus 2026. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 446,39 miliar pada 2022, Rp 1,11 triliun pada 2023, Rp 1,48 triliun pada 2024, Rp 1,37 triliun pada 2025, dan Rp 878,18 miliar pada 2026.

Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh Pasal 23 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar Rp 1,48 triliun, PPh Pasal 26 atas bunga pinjaman yang diterima wajib pajak luar negeri sebesar Rp 728,13 miliar, serta PPN Dalam Negeri sebesar Rp 3,08 triliun.

Penerimaan pajak ekonomi digital lainnya berasal dari Pajak SIPP yang hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai Rp 5,75 triliun. Jumlah tersebut berasal dari Rp 402,38 miliar pada 2022, Rp 1,12 triliun pada 2023, Rp 1,33 triliun pada 2024, Rp 1,23 triliun pada 2025, dan Rp 1,67 triliun pada 2026. Penerimaan Pajak SIPP terdiri atas PPh Pasal 22 sebesar Rp 417,65 miliar dan PPN sebesar Rp 5,33 triliun.

"Kami berharap peningkatan kepatuhan pelaku usaha digital dapat terus memperkuat penerimaan negara sekaligus mewujudkan perlakuan perpajakan yang adil dan setara antara pelaku usaha konvensional dan digital,” tutur Inge Diana Rismawanti.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6