Liputan6.com, Jakarta - Gejolak pasar saham dapat membuat investor khawatir ketika nilai portofolionya mengalami penurunan. Namun, di tengah kondisi tersebut, memiliki dana darurat menjadi salah satu hal penting agar investor tidak mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena panik melihat pergerakan pasar.
Lead Financial Trainer sekaligus Founder QM Financial Ligwina Hananto mengingatkan, investasi perlu didukung perencanaan keuangan yang jelas. Setiap tujuan keuangan harus memiliki label dan jangka waktu agar penempatan dananya sesuai dengan kebutuhan.
Ia mencontohkan, seseorang perlu membedakan dana pendidikan anak untuk jenjang S1 dengan dana pensiun. Meski sama-sama merupakan tujuan keuangan, keduanya memiliki tenggat waktu yang berbeda sehingga strategi investasinya pun tidak bisa disamakan.
Advertisement
“Kalau kita punya tujuan keuangan, itu harus ada labelnya. Jadi bukan cuma punya uang Rp 2 miliar, tetapi Rp 2 miliar itu untuk apa?” ujar Ligwina dalam acara perayaan 23 tahun QM Financial sekaligus peluncuran buku Belajar Finansial Bareng Semua di Jakarta, dikutip Minggu (1/11/2026).
Sesuaikan Investasi dengan Jangka Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
Ligwina menjelaskan, jangka waktu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan instrumen investasi. Untuk kebutuhan yang akan digunakan dalam waktu kurang dari lima tahun, ia menyarankan agar dana ditempatkan pada instrumen berisiko rendah.
Sementara itu, dana untuk kebutuhan jangka panjang, seperti pensiun yang masih berjarak 10 hingga 15 tahun, dapat dialokasikan ke saham.
Dengan demikian, investor tidak perlu mencampuradukkan dana yang akan segera digunakan dengan dana yang memang disiapkan untuk kebutuhan jangka panjang.
Ia juga mengingatkan agar perencanaan investasi dilakukan berdasarkan perhitungan. Investor perlu mengetahui berapa dana yang harus disisihkan setiap bulan untuk mencapai target keuangan dalam jangka waktu tertentu.
Advertisement
Ligwina Hananto: Cash is King Kong!
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387175/original/049814900_1793440229-IMG_3949.jpeg)
Selain memiliki tujuan keuangan yang jelas, Ligwina menekankan pentingnya dana darurat sebagai penyangga ketika kondisi keuangan sedang tidak menentu.
Ia bahkan menyebut dana tunai memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi seseorang ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Cash is not king, cash is King Kong!” kata Ligwina.
Menurut Ligwina, dana darurat dapat disiapkan dalam beberapa instrumen, seperti tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, Surat Berharga Negara (SBN), hingga emas.
Ia juga memberikan gambaran bahwa dana darurat dapat disiapkan sekitar tiga hingga lima kali lebih besar dari nilai portofolio saham.
Sebagai contoh, jika seseorang memiliki portofolio saham senilai Rp 100 juta, ia dapat mempertimbangkan dana darurat sekitar Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.
Besaran tersebut menjadi gambaran yang disampaikan Ligwina untuk memberikan perlindungan dan rasa aman saat menghadapi gejolak pasar.
Dengan memiliki dana darurat dan memisahkan investasi berdasarkan tujuan serta jangka waktunya, investor diharapkan tidak mudah mengambil keputusan secara emosional ketika pasar saham mengalami penurunan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387209/original/032885100_1793444073-IMG_3923.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)