Liputan6.com, Jakarta - Pada masa peralihan musim seperti saat ini, anak bisa mengalami gangguan kesehatan seperti batuk dan pilek. Untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut berikut ramuan herbal atau tradisional berbahan alami yang dapat digunakan sebagai pendamping untuk meredakan keluhan ringan.
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr. (cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si mengatakan ada sejumlah ramuan tradisional berbahan alami yang dapat menjadi alternatif pendamping untuk membantu menjaga kesehatan dan meredakan keluhan ringan pada anak selama musim peralihan.
Pertama, ada sirup madu bawang jahe untuk anak di atas satu tahun. Seperti diketahui madu hanya boleh diberikan pada anak di atas satu.
Advertisement
"Ramuan tersebut menggunakan bahan berupa 30 mililiter madu murni, masing-masing satu siung bawang merah dan bawang putih, 10 gram jahe segar, serta perasan setengah buah jeruk nipis,” kata Inggrid dikutip dari Antara.
Cara membuatnya cukup sederhana. Campurkan bawang merah, bawang putih, dan jahe yang telah dicincang halus ke dalam madu, kemudian menambahkan perasan jeruk nipis.
Campuran tersebut dikocok dan didiamkan selama delapan jam pada suhu ruang sebelum disaring dan disimpan dalam botol bersih di lemari pendingin.
Pada anak demam, meriang, atau batuk-pilek, disarankan lima mililiter atau satu sendok teh sekali minum, dengan frekuensi tiga kali sehari.
Sementara bagi anak yang masih sehat, ramuan dapat diberikan satu kali sehari untuk membantu memelihara kesehatan dan daya tahan tubuh.
“Kalau untuk pencegahan itu kan maksudnya supaya daya tahan tubuh anaknya bagus. Jadi itu bisa dikonsumsi ketika anaknya masih sehat sebagai pencegah 1-2 kali sehari,” jelas Inggrid.
Susu Kunyit untuk Bayi 6-12 Bulan
Sementara itu, pada bayi Adapun untuk bayi berusia enam bulan hingga satu tahun, ramuan yang diperkenalkan adalah susu kunyit.
Pembuatannya dengan mencampurkan seperdelapan hingga seperempat sendok teh kunyit bubuk ke dalam ASI atau susu formula hangat dengan volume yang biasa dikonsumsi bayi.
Ramuan tersebut dapat diberikan satu kali sehari bagi bayi yang sehat, sedangkan bagi bayi yang mengalami demam, meriang, atau batuk-pilek, Inggrid menyebut pemberiannya dapat dilakukan hingga tiga kali sehari.
Inggrid menuturkan, pemberian ramuan tradisional untuk tujuan pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan ketika anak masih dalam kondisi sehat.
Meski demikian, penggunaan ramuan herbal perlu memperhatikan usia, kondisi kesehatan, serta kemungkinan alergi atau ketidakcocokan terhadap bahan yang digunakan.
Upaya menjaga kesehatan anak selama musim peralihan juga perlu disertai pemenuhan gizi seimbang, istirahat cukup, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak memperoleh asupan cairan yang memadai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390996/original/082942600_1793869035-prabowo_listrik_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370789/original/075883800_1759571385-sentot-setyasiswanto-2VePbF_YRK8-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)