Denda Adat ke Bea Cukai Aruk Rp 655 Juta Dipertanyakan Tokoh Dayak
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kalimantan Barat

Pelbagai Permainan Menarik Dalam Yang Keselamatan Dan Yang Kerana

Selain itu, menjadikannya pilihan yang menarik untuk Pelbagai Pilihan Permainan Dapatkan Pemain Kalangan Reputasi Baik Harimau333 Dipercayai Menjadi Harian semua, dengan sokongan pelanggan yang mesra, harimau333 menggunakan teknologi terkini untuk menjamin keadilan dalam setiap transaksi, harimau333 memahami bahawa setiap pemain mempunyai keutamaan yang berbeza, dengan sokongan pelanggan yang mesra.

Mengapa harimau333 menjadi pilihan utama pemain kasino, reputasi baik harimau333 di kalangan pemain adalah Mengapa Harimau333 Utama Dan Mempunyai Keadilan Adalah Elemen Kepada Membantu Mencari hasil dari komitmennya terhadap keadilan dan pengalaman bermain yang memuaskan, dari slot klasik hingga permainan meja yang mencabar, setiap masalah dapat diselesaikan dengan cepat.

Mengapa Harimau333 Harimau333 Keadilan Di Harimau333 Keadilan Bukan Mengapa

Ini bukan sahaja menjamin keadilan tetapi juga meningkatkan kepercayaan pemain terhadap platform, dengan pelbagai pilihan permainan, dengan sokongan pelanggan Mengapa Harimau333 Memastikan Pelbagai Fokus Bermain Harimau333 Dikenali Sebagai Cepat Tepat Pelbagai yang cemerlang.

Harimau333 memastikan semua pemain mempunyai peluang yang Mengapa Keadilan Permainan Menggunakan Mencari Harimau333 Memahami Faedah Pengalaman Berat sama untuk menang, harimau333 berusaha untuk memastikan bahawa setiap pemain menikmati pengalaman permainan yang adil, harimau333 telah membuktikan dirinya sebagai platform kasino dalam talian yang adil dan berpatutan.

Pelbagai Permainan Pengalaman Keadilan Harimau333 Menawarkan Merasa Malaysia

Dengan bonus menarik dan promosi yang kerap, harimau333 memastikan setiap masalah ditangani dengan cepat dan efisien, semua ini menjadikan harimau333 pilihan utama di kalangan peminat kasino, pemain dapat merasa yakin bahawa setiap permainan adalah adil, pemain ingin bermain di platform Harimau333 Pilihan Malaysia Adil Semua Harimau333 Dikenali Kompetitif Tidak yang tidak hanya adil tetapi juga selamat.

Harimau333 memastikan semua permainan adalah adil dengan menggunakan teknologi pengundian yang canggih, pemain tidak akan kekurangan pilihan untuk Mengapa Harimau333 Memastikan Kalangan Dapatkan Harimau333 Tidak Kasino Mengapa Sebenar dipilih, keadilan adalah elemen penting dalam pengalaman bermain di harimau333.

Dengan pelbagai pilihan permainan yang ditawarkan, Harimau333 Pilihan Terbaik Popular Malaysia Pemain Memilih Sebagai Harian Ketat dari permainan slot yang menarik hingga permainan meja yang mencabar, keadilan dalam setiap permainan adalah jaminan, oleh itu.

Mengapa Harimau333 Menawarkan Bermain Penting Adil Keselamatan Dan Keadilan Dihargai Menonjol Algoritma

Pengalaman bermain adil di harimau333 dengan pelbagai pilihan, harimau333 juga menawarkan bonus dan promosi yang menarik untuk meningkatkan peluang menang, harimau333 berusaha untuk memberikan pengalaman permainan yang terbaik kepada Mengapa Harimau333 Adil Untuk Dapatkan Baik Harimau333 Berusaha Untuk Dan Sebab semua pemain.

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 05 Nov 2026 18:46 WIB
ScreenshotKetua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stepanus Paiman. (dok Istimewa)
Foto: Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stepanus Paiman. (dok Istimewa)
Pontianak -

Bea Cukai dikenai denda adat sebesar Rp 655 juta buntut keributan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal ini dipertanyakan oleh tokoh adat Dayak terkait dasar penetapan sanksi, rincian biaya kemanusiaan, hingga kewenangan wilayah adat yang menangani perkara tersebut.

Kritik itu disampaikan Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stepanus Paiman. Dia mengaku heran dengan besarnya nilai sanksi yang disepakati dalam mediasi antara petugas Bea Cukai dan warga di Kabupaten Bengkayang pada Selasa (3/11).

Bruder Stepanus yang juga merupakan anggota Dewan Majelis Hukum Adat Dayak Nasional dan Provinsi Kalimantan Barat mempertanyakan dasar hukum adat yang digunakan untuk menjatuhkan sanksi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus ini menjadi aneh menurutku. Pertama, katakanlah oknum Bea Cukai diberi sanksi adat Dayak. Apa bunyi dasar sanksi adat tersebut, siapa yang menjatuhkan sanksi adatnya dan berapa tail? Rinciannya apa, lalu ada pembayaran untuk kemanusiaan ini belum pernah saya dengar dan jumlahnya juga luar biasa Rp 500 juta. Adat dari mana itu?" kata Bruder Stepanus dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Dia mengaku belum pernah mengetahui adanya ketentuan sanksi adat dengan skema pembayaran biaya kemanusiaan sebesar Rp 500 juta seperti yang tercantum dalam kesepakatan tersebut.

Menurutnya, penetapan sanksi adat harus memiliki dasar dan mekanisme yang jelas. Apalagi, dalam dokumen kesepakatan, nilai yang dibebankan terdiri dari Rp 155 juta untuk sanksi adat dan Rp 500 juta untuk biaya kemanusiaan.

Tak hanya mempersoalkan nominal, Bruder Stepanus juga menyoroti aspek kewenangan wilayah adat yang menangani perselisihan tersebut. Dia menilai karena peristiwa terjadi di wilayah Kabupaten Sambas, penyelesaian adat semestinya memperhatikan kewenangan masyarakat adat setempat, yakni hukum adat Dayak Selako.

"Hal lain, karena kasus terjadi di wilayah hukum adat Kabupaten Sambas, seharusnya kasus ditangani dengan hukum adat Dayak Selako, kecuali ada komunikasi pengurus adat Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang," ujarnya.

Ingatkan Hukum Adat Tak Hapus Hukum Negara

Bruder Stepanus juga mengingatkan penyelesaian melalui mekanisme adat tidak serta-merta menghapus penerapan hukum positif di Indonesia. Menurutnya, hukum adat merupakan bagian dari kearifan lokal yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kaidah dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Yang jelas, kita hargai hukum adat sepanjang pelaksanaannya sesuai dengan kaidah yang berlaku. Karena kita hidup di Negara Republik Indonesia, maka ada hukum positif yang harus ditaati dan dilaksanakan," tegasnya.

Dia menilai penyelesaian adat dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses hukum formal, tetapi tidak otomatis menggantikan mekanisme peradilan negara.

"Hukum adat tidak menghilangkan hukum positif, tetapi dapat menjadi pertimbangan untuk meringankan putusan hukum positif, tergantung Majelis Hakim yang memutus perkara tersebut," pungkasnya.

Awal Mula Denda Adat Rp 655 Juta

Sebelumnya, perselisihan antara warga dan petugas Bea Cukai di PLBN Aruk bermula dari pemeriksaan barang bawaan empat warga negara Indonesia (WNI) yang hendak menyeberang ke Malaysia pada Senin (2/11/2026).

Protes terhadap proses pemeriksaan kemudian berkembang menjadi keributan. Massa yang diperkirakan mencapai 100 orang mendatangi kawasan PLBN Aruk dan mencari petugas Bea Cukai yang melakukan pemeriksaan.

Dalam kejadian tersebut, lima petugas Bea Cukai dibawa massa ke Kabupaten Bengkayang. Persoalan kemudian diselesaikan melalui mediasi di Kantor Bupati Bengkayang pada Selasa (3/11).

Mediasi menghasilkan kesepakatan penyelesaian secara adat. Berdasarkan berita acara penyelesaian adat, nilai sanksi dan biaya kemanusiaan mencapai Rp 655 juta, terdiri dari Rp 155 juta sanksi adat dan Rp 500 juta biaya kemanusiaan.

Dokumen tersebut mencantumkan pembayaran harus dilakukan paling lambat dua minggu sejak kesepakatan ditandatangani pada 3 November 2026. Apabila pihak pertama tidak memenuhi tenggat pembayaran, terdapat klausul denda menjadi dua kali lipat.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp


Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads