Liputan6.com, Jakarta -Sorgum mulai dilirik sebagai pilihan tanaman pangan alternatif untuk pekarangan rumah. Tanaman ini cukup menarik untuk dicoba, terutama bagi orang yang ingin mengenal sumber pangan selain beras dan jagung. Melalui cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif, lahan kecil pun bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan sendiri.
Menurut Hunker, sorgum (Sorghum bicolor) merupakan tanaman pangan paling bergizi yang belum pernah didengar banyak orang. Tanaman asli Afrika tropis ini butuh banyak kehangatan dan sinar matahari, tetapi tidak serewel tanaman sayur lain soal air. Mempelajari cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif bisa menjadi langkah awal bagi pemula, untuk mulai berkebun secara produktif.
Menanam sorgum tidak harus dimulai dari lahan luas. Sudut halaman, kebun kecil, atau area terbuka di sekitar rumah dapat dimanfaatkan selama mendapat cukup sinar matahari. Sebelum mulai menanam, penting untuk mengenali kebutuhan tanah, pemilihan benih, dan jarak tanam. Pengetahuan tentang cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif akan membantu tanaman tumbuh lebih optimal.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum pada Minggu (8/11/2026).
1. Pilih Varietas Sorgum yang Sesuai Kebutuhan Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392749/original/049089300_1794121337-Gemini_Generated_Image_p609scp609scp609.jpg)
Langkah pertama dalam cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif adalah menentukan jenis sorgum yang akan ditanam. Pilihannya bergantung pada rencanamu, mau diolah jadi nasi dan tepung di mana ambil batangnya untuk pemanis, atau sekadar jadi tanaman hias pekarangan yang estetik.
Dilansir dari Epic Gardening, ada banyak varietas sorgum yang ditanam secara komersial, tetapi yang paling umum untuk pekebun rumahan adalah sorgum manis (disebut juga sorgum tebu), sorgum biji, dan sorgum sapu. Kalau tujuannya untuk pangan sehari-hari, sorgum biji jelas pilihan paling pas karena bulirnya bisa ditanak seperti beras atau digiling jadi tepung.
Pastikan benih berasal dari sumber yang terpercaya, misalnya toko pertanian atau balai benih setempat. Agar tanaman bebas penyakit, tanamlah sorgum hanya dari benih berkualitas tinggi, pilih varietas yang tahan penyakit dan tanam di tanah yang drainasenya baik. Benih yang baik membuat pertumbuhan awal lebih serempak, jadi kebun mungilmu terlihat rapi sejak minggu pertama.
2. Tentukan Lokasi dengan Sinar Matahari Penuh
Sorgum adalah tanaman pencinta matahari, jadi memilih lokasi termasuk bagian terpenting dalam cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif. Pilih sudut pekarangan yang paling lama terkena sinar matahari, jauh dari bayangan pohon besar atau tembok tinggi.
Matahari dan panas adalah dua aspek terpenting dalam menanam sorgum. Untuk hasil maksimal, sorgum membutuhkan setidaknya 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari. Iklim tropis Indonesia yang hangat sepanjang tahun, sebenarnya jadi keuntungan besar bagi tanaman ini.
Hindari area yang mudah tergenang saat hujan deras. Sebaiknya hindari area yang rendah, karena memilih tanah yang lebih tinggi membantu air mengalir dengan baik. Buat yang punya lahan terbatas, kamu bisa menanam sorgum di dalam wadah dengan konsep urban farming di teras atau rooftop.
Advertisement
3. Siapkan Tanah yang Gembur dan Kaya Nitrogen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392750/original/056516400_1794121337-Gemini_Generated_Image_z9zsj8z9zsj8z9zs.jpg)
Tanah yang subur bikin sorgum tumbuh tegak dan bulirnya berisi. Persiapan media tanam ini cukup penting, apalagi kalau tanah pekaranganmu cenderung padat atau berpasir.
Sorgum termasuk tanaman yang "rakus" nutrisi dan butuh nitrogen dalam jumlah besar agar tumbuh subur, jadi campurkan kompos ke dalam tanah sebelum menabur benih. Idealnya, sorgum menyukai tanah dengan pH 5,5 hingga 6,5 yang drainasenya baik.
Gemburkan tanah sedalam satu mata cangkul, lalu buang batu dan sisa akar gulma. Kalau ragu soal kondisi tanah, uji tanah bisa memastikan pertumbuhan yang optimal, karena membantu mengetahui kadar nutrisi dan pH. Bahan organik seperti kompos juga bisa meningkatkan kesuburan dan struktur tanah sehingga akar tumbuh sehat.
4. Tanam Benih Langsung di Lahan
Bagian ini sering jadi momen paling seru, karena kamu mulai benar-benar menanam. Satu hal yang perlu diingat dalam cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif adalah sorgum lebih suka ditanam langsung di tempat tumbuhnya, bukan disemai lalu dipindah.
Alasannya cukup jelas. Sorgum harus ditanam langsung karena tidak cocok untuk dipindahtanamkan. Bibit sorgum punya akar tunggang rapuh yang mudah patah saat dipindahkan. Jadi, cukup buat lubang tanam di bedengan lalu masukkan benih.
Sebagaimana dikutip dari Thresh Seed Co., benih ditanam sedalam sekitar 1,3-2,5 cm dengan jarak 10-15 cm, lalu dijarangkan menjadi 20-30 cm kemudian. Jarak antarbaris sekitar 60-90 cm memudahkan kamu berjalan di antara tanaman saat panen. Jaga tanah tetap lembap merata sampai bibit muncul, biasanya dalam 7-10 hari.
5. Atur Penyiraman Secukupnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392751/original/064290100_1794121337-Gemini_Generated_Image_j3v009j3v009j3v0.jpg)
Salah satu alasan sorgum makin populer adalah sifatnya yang hemat air. Meski begitu, penyiraman tetap perlu diatur dengan bijak agar cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif memberi hasil panen yang memuaskan.
Mengutip House Digest, meski tahan kekeringan, tanaman ini memberi hasil tertinggi saat tanahnya lembap, dan sebagai patokan, siram dengan banyak air setiap 10 hari. Setelah melewati fase bibit, tanaman ini cukup mandiri. Cocok banget untuk kamu yang sibuk dan tidak sempat menyiram setiap hari.
Justru yang perlu diwaspadai adalah terlalu banyak air. Kelebihan utama sorgum yaitu tahan kekeringan, juga jadi jebakan terbesar bagi pemula karena menyiram berlebihan. Sorgum menyukai tanah yang selalu lembap, tetapi tidak becek. Saat musim hujan, cukup pastikan saluran air di sekitar bedengan lancar.
6. Rajin Menyiangi Gulma dan Memberi Pupuk Susulan
Minggu-minggu awal adalah masa paling rawan bagi sorgum muda. Perawatan rutin ini membuat cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif terasa seperti ritual self-care di pagi hari, sambil menikmati udara segar di pekarangan.
Tanaman sorgum muda kesulitan bersaing dengan gulma. Karena itu, siangi area tanam dengan tekun saat tanaman tumbuh agar tanaman pesaing tidak mencuri nutrisi yang dibutuhkan sorgum. Cabut gulma dengan tangan atau pakai alat kecil secara perlahan.
Kalau memakai cangkul, lakukan dengan hati-hati karena menggali terlalu dalam bisa merusak akar sorgum. Untuk nutrisi tambahan, lanjutkan pemupukan sorgum setiap enam minggu sepanjang musim tanam. Kabar baiknya, tanaman ini tidak perlu dipangkas selama masa pertumbuhan.
Advertisement
7. Lindungi Malai dari Serangan Burung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392752/original/073397400_1794121337-Gemini_Generated_Image_ma4na6ma4na6ma4n.jpg)
Begitu malai mulai berisi, tantangan terbesar justru datang dari udara. Langkah perlindungan ini sering terlupakan, padahal sangat menentukan keberhasilan cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif.
Sebagaimana dilaporkan Mother Earth Gardener, burung tahu kapan sorgum biji matang dan akan langsung menyantapnya, sehingga cara-cara umum layak dicoba, seperti alat pengusir berbunyi, orang-orangan sawah, atau jaring. Panen tepat waktu mungkin cara terbaik, ditambah menanam lebih banyak untuk mengimbangi bagian yang dimakan burung.
Begitu malai mulai terbentuk, pertimbangkan menutup tanaman dengan kain penutup ringan atau jaring burung, dan atur waktu panen agar biji kering tidak terlalu lama dibiarkan di kebun. Pilihan lain adalah memanen sedikit lebih awal lalu menyelesaikan pengeringan di dalam ruangan. Sebagian pekebun bahkan membungkus tiap malai dengan kantong kain tipis, solusi sederhana yang tetap terlihat rapi.
8. Panen Saat Biji Sudah Keras dan Mengilap
Inilah momen yang paling ditunggu. Setelah berbulan-bulan merawat, tahap panen menjadi puncak dari cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif yang terasa sangat memuaskan.
Soal waktu, sorgum biasanya butuh 90-120 hari dari tanam hingga panen. Berdasarkan yang dihimpun redaksi dari pengembang sorgum di Tanah Air, untuk menghasilkan bulir sorgum sebagai bahan pangan, waktu panennya sekitar 100 hari. Pengalaman budidaya lokal juga menunjukkan sekali tanam, sorgum bisa dipanen lebih dari satu kali.
Cara mengecek kematangannya mudah. Begitu biji keras dan mengilap, sorgum siap dipanen jadi potong bagian atas batang dengan malai masih menempel, lalu biarkan mengering di tempat hangat setidaknya selama seminggu. Biji untuk pangan biasanya sudah siap ketika keras dan tidak bisa ditekan dengan kuku.
9. Rontokkan, Simpan, dan Olah Hasil Panen
Setelah kering, bulir sorgum siap dipisahkan dari malainya. Tahap pascapanen ini melengkapi cara menanam sorgum di kebun rumah sebagai tanaman pangan alternatif, karena dari sinilah sorgum benar-benar masuk ke dapur keluarga.
Setelah kering, gosok malai di atas kawat ram atau saringan lebar untuk melepaskan bijinya. Bisa juga dengan memukulkan batang kering ke permukaan bersih, lalu menampi biji di depan kipas angin untuk memisahkan sekamnya. Prosesnya mirip kegiatan tradisional menampi beras, jadi terasa akrab dan bisa dilakukan bersama anak-anak.
Untuk penyimpanan, sorgum yang sudah dikumpulkan, dikeringkan, dan disimpan dengan benar bisa tahan hingga 10 tahun. Saat dimasak, sorgum termasuk biji-bijian padat sehingga sebaiknya dipakai dengan perbandingan 3 banding 1, yaitu 3 cangkir air untuk 1 cangkir sorgum. Momen ini jadi inspirasi bagi banyak keluarga yang ingin mencoba menu sehat dari hasil kebun sendiri.
Sorgum, Biji-Bijian Kuno yang Kembali Jadi Tren Gaya Hidup Sehat
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah ancient grain makin sering muncul di menu kafe sehat, unggahan resep bebas gluten, hingga konten meal prep di media sosial. Sorgum termasuk bintangnya. Merujuk Healthline, sorgum adalah biji-bijian kaya nutrisi yang tinggi vitamin dan mineral penting, serat, antioksidan, serta protein. Selain itu, sorgum secara alami bebas gluten, sehingga jadi pilihan yang baik bagi kamu yang menghindari gluten. Tak heran, banyak penggemar gaya hidup sehat mulai menjadikan sorgum sebagai pengganti nasi sesekali dalam menu mingguan.
Dari sisi gizi, para ahli kompak memberi nilai plus. Sebagaimana disampaikan American Institute for Cancer Research, semua sorgum adalah biji-bijian utuh dengan kadar serat, protein, dan mineral lebih tinggi dibanding kebanyakan biji-bijian lain, serta kaya fitokimia yang dapat melindungi dari kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Jen Hernandez, ahli gizi terdaftar asal Kentucky, dikutip dari The Healthy menyatakan,
"Sorgum membantu menurunkan kolesterol LDL yang berbahaya karena merupakan biji-bijian utuh dengan banyak senyawa bioaktif yang terkait dengan sifat penurun kolesterol, termasuk sterol tumbuhan."
Sorgum juga ramah lingkungan. Seperti jagung, sorgum adalah biji-bijian utuh penting untuk pakan hewan dan pangan manusia, tetapi membutuhkan air jauh lebih sedikit dan cepat matang, sehingga lebih ramah lingkungan. Di Indonesia sendiri, solusi pangan di daerah kering kerap dikaitkan dengan sorgum. Bahkan, solusi pangan berkelanjutan masyarakat perkotaan juga mulai dilirik lewat pengembangan sorgum. Mengacu pada riset yang dimuat di core.ac.uk, sorgum disebut sebagai biji-bijian utuh "kuno" bebas gluten yang mulai menarik perhatian produsen makanan, konsumen, dan peneliti sebagai bahan bermanfaat untuk pengembangan produk baru.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Sorgum
Apakah sorgum bisa ditanam di polybag atau pot?
Bisa. Pilih wadah yang cukup besar dan dalam, gunakan media tanam gembur yang dicampur kompos, lalu letakkan di tempat yang terkena matahari penuh. Pastikan wadah punya lubang drainase agar air tidak menggenang.
Berapa lama sorgum bisa dipanen sejak ditanam?
Umumnya sorgum biji siap dipanen sekitar tiga hingga empat bulan setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi cuaca. Tanda utamanya adalah biji yang sudah keras, mengilap, dan tidak penyok saat ditekan kuku.
Bagaimana cara mengolah sorgum hasil kebun untuk makanan sehari-hari?
Biji sorgum yang sudah dirontokkan dan dibersihkan bisa ditanak seperti nasi, dimasak jadi bubur, atau digiling menjadi tepung untuk kue dan roti bebas gluten. Bisa juga disangrai sampai mengembang untuk camilan ringan mirip popcorn.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360361/original/012138900_1790634421-IMG-20260928-WA0086_1.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382447/original/017524100_1792996400-Anies_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392748/original/041592800_1794121337-Gemini_Generated_Image_j3v009j3v009j3v0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292496/original/090511000_1783600392-NTB_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392778/original/011713000_1794124628-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5618521/original/070829100_1778205991-pohon_jambu_air_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528651/original/092166500_1773290601-unnamed__33_.jpg)