Liputan6.com, Jakarta -Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melesat pada perdagangan Rabu, (28/10/2026). Pergerakan harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam, tetapi berlawanan dengan perak dunia.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 350 menjadi Rp 37.100 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 36.750 per gram.
Antam menawarkan perak batangan 250 gram dan 500 gram. Perak batangan Antam 250 gram dibanderol Rp 9.675.000 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 18.550.000.
Advertisement
Sementara itu, harga perak dunia tertekan. Mengutip tradingeconomics.com, harga perak merosot 0.81% menjadi US$ 53,97.
Harga perak turun ke bawah US$ 54 per ons pada Rabu, 28 Oktober 2026 setelah sempat naik selama dua sesi berturut-turut. Para investor bersikap hati-hati sembari menantikan keputusan kebijakan dari Federal Reserve (the Fed) serta mencermati hasil pemilihan umum Israel untuk melihat potensi dampaknya terhadap konflik di Timur Tengah.
The Fed diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, meskipun para pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Sementara itu, Reserve Bank of New Zealand memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya, berbeda dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan adanya kenaikan lanjutan. Langkah ini mengisyaratkan sikap hati-hati terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Di sisi geopolitik, harga minyak tetap fluktuatif di tengah pemilihan umum Israel yang berlangsung sengit yang dapat memengaruhi arah konflik di Timur Tengah sementara pasar juga mencermati kemungkinan adanya serangan baru dari AS terhadap Iran. Sepanjang tahun ini, perak terus berada di bawah tekanan karena ketegangan regional memicu kekhawatiran akan inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Harga Emas Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
Sebelumnya, harga emas menguat sekitar 1% pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas dunia ditopang koreksi harga minyak. Di sisi lain, pelaku pasar menantikan pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) untuk mendapatkan sinyal mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS) pada masa depan.
Mengutip CNBC, Rabu (28/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,9% menjadi US$ 4.051,78 per ons, setelah sempat turun ke level terendah di US$ 3.987,14 pada sesi yang sama. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,69% menjadi US$ 4.066,40 per ons.
"Harga minyak yang lebih rendah kemungkinan akan memberikan dorongan bagi emas karena meredakan kekhawatiran inflasi dan, bisa dibilang, sedikit melunakkan sikap agresif (hawkish) Federal Reserve," ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
"Menurut saya, saat ini pasar hanya bereaksi terhadap berita utama dari Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung," ia menambahkan.
Kontrak berjangka minyak turun lebih dari 1% pada Selasa seiring dengan beralihnya perhatian ke pembicaraan damai di Timur Tengah. Meski demikian, harga minyak masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi, serta potensi serangan baru yang melibatkan AS dan Israel.
Namun, Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff memperingatkan, jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan memicu inflasi yang bermasalah, yang pada gilirannya akan mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter mereka. "Kondisi ini bersifat negatif (bearish) bagi emas,” ujar dia.
Advertisement
Sentimen The Fed
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310802/original/042944500_1785370225-AP26210732350841.jpg)
Para pengambil kebijakan di Federal Reserve telah mengisyaratkan kalau tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek AS minggu ini. Akan tetapi, karena kekhawatiran inflasi masih menjadi perhatian utama, para investor meyakini jeda kenaikan suku bunga ini tidak akan berlangsung lama.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil.
Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME, para pedagang saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 83% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember. Para investor juga menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang akan dirilis pada Kamis. Data ini merupakan tolok ukur yang paling dicermati oleh The Fed dalam upayanya mencapai target inflasi 2%.
Survei Reuters menunjukkan para analis menurunkan prakiraan harga emas untuk 2026 selama dua kuartal berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields), kuatnya nilai tukar dolar AS, serta ekspektasi suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Meski demikian, para analis tetap memprediksi adanya pemulihan pada 2027.
Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 0,8% menjadi US$ 54,37 per ons setelah sempat menyentuh level terendahnya dalam hampir setahun. Harga platinum naik tipis 0,3% menjadi US$ 1.531,95 setelah sempat jatuh ke level terendah sejak akhir November 2025, sementara harga paladium turun 1,4% menjadi US$ 1.035,00 setelah sempat merosot ke level terendah sejak Juni 2025 pada sesi perdagangan sebelumnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251779/original/015370600_1670332769-560ba136-74e5-4fb7-beae-a01235e7ef6f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414819/original/052620000_1763352087-ilustrasi_perak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3365587/original/004825200_1612224695-FOTO_002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)