Liputan6.com, Jakarta - Keinginan untuk hidup lebih sehat sering kali muncul dengan semangat besar di awal. Seseorang mungkin berencana pergi ke pusat kebugaran beberapa kali seminggu, berlari setiap pagi, atau mengikuti berbagai latihan yang sedang populer. Semangat tersebut terkadang bertahan hanya beberapa hari sebelum kesibukan, rasa lelah, dan keengganan bergerak kembali mengambil alih rutinitas.
Kesulitan mempertahankan kebiasaan olahraga tidak selalu berarti seseorang malas atau kurang memiliki tekad. Niat untuk berolahraga tidak otomatis membuat seseorang mampu melakukannya secara konsisten. Rencana yang terlalu mengandalkan motivasi berisiko terhenti ketika suasana hati berubah atau aktivitas sehari-hari menjadi lebih padat, melansir Psychology Today, Rabu, 28 Oktober 2026.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah menetapkan target sesuai kemampuan saat ini. Pemula tidak harus langsung menjalani latihan berdurasi panjang atau mengikuti program yang dirancang untuk orang dengan tingkat kebugaran lebih tinggi. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, menari, atau mengikuti latihan ringan di rumah dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan bergerak.
Advertisement
Tentukan tujuan olahraga secara jelas dan realistis sebelum memulai kebiasaan olahraga. Tujuan tersebut tidak harus selalu berkaitan dengan perubahan berat badan atau bentuk tubuh. Keinginan untuk memiliki lebih banyak energi, meningkatkan kebugaran, memperbaiki kualitas tidur, atau menjaga kesehatan dalam jangka panjang dapat menjadi alasan yang membantu seseorang tetap berkomitmen.
Jadwalkan Olahraga dan Singkirkan Hambatan Sebelum Memulai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384294/original/031019300_1793165355-vitaly-gariev-FkfJYAMo9RQ-unsplash.jpg)
Menentukan waktu olahraga dapat membantu mengubah niat menjadi kegiatan yang benar-benar dilakukan. Sesi latihan sebaiknya dimasukkan ke dalam kalender seperti janji penting lainnya. Menetapkan hari, jam, dan durasi sejak awal membuat seseorang tidak perlu terus-menerus memutuskan kapan harus mulai bergerak.
Jadwal tersebut sebaiknya mengikuti rutinitas sehari-hari. Orang yang sulit bangun pagi dapat memilih waktu setelah pulang kerja, sedangkan mereka yang memiliki agenda padat pada malam hari bisa memanfaatkan waktu singkat sebelum memulai aktivitas.
Kemudahan akses juga berpengaruh terhadap keputusan untuk berolahraga. Menyiapkan pakaian latihan sejak malam sebelumnya, menyimpan matras di tempat yang mudah dijangkau, atau memilih latihan tanpa peralatan dapat mengurangi alasan untuk menunda. Aktivitas sederhana yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki dan menggunakan fasilitas olahraga yang tersedia di lingkungan sekitar.
Advertisement
Pilih Aktivitas yang Disukai dan Pantau Perkembangannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384295/original/093072900_1793165355-vitaly-gariev-7C_Ri-7kyXc-unsplash.jpg)
Rutinitas olahraga tidak harus selalu berupa latihan beban atau berlari di atas treadmill. Pemula dapat mencoba beberapa pilihan sebelum menemukan jenis olahraga yang paling sesuai dengan minat serta kondisi fisiknya.
Mencatat perkembangan juga membantu seseorang melihat hasil dari usaha yang telah dilakukan. Catatan sederhana mengenai durasi latihan, jenis aktivitas, atau frekuensi olahraga dapat menunjukkan perubahan yang mungkin tidak langsung terlihat pada penampilan tubuh. Aplikasi kebugaran juga bisa dimanfaatkan untuk merekam aktivitas dan memberikan pengingat sesuai jadwal.
Mengajak teman berjalan kaki, mengikuti kelas olahraga pemula, atau berbagi target dengan keluarga dapat membuat latihan terasa lebih menyenangkan sekaligus membantu menjaga komitmen. Penghargaan kecil setelah mencapai target tertentu dapat digunakan untuk merayakan kemajuan tanpa harus selalu berorientasi pada hasil fisik.
Jangan Langsung Menyerah Saat Semangat Menurun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384296/original/093268000_1793165356-jonathan-borba-lrQPTQs7nQQ-unsplash.jpg)
Motivasi tidak selalu hadir setiap kali jadwal olahraga tiba. Jangan jadikan suasana hati sebagai satu-satunya penentu untuk bergerak. Mempermudah latihan, mengurangi durasi ketika diperlukan, dan tetap menjalankan aktivitas sesuai kemampuan dapat membantu mempertahankan kebiasaan ketika semangat sedang menurun.
Hari yang terlewat juga bukan alasan untuk menganggap seluruh usaha sebelumnya sia-sia. Konsistensi dalam jangka panjang lebih penting daripada kesempurnaan. Seseorang dapat kembali berolahraga pada kesempatan berikutnya tanpa menghukum diri sendiri karena sempat berhenti.
Istirahat tetap perlu menjadi bagian dari rutinitas. Pemula sebaiknya meningkatkan intensitas secara bertahap, memperhatikan kondisi tubuh, dan memberikan waktu pemulihan yang cukup. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau baru memulai program latihan setelah lama tidak aktif dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan aktivitas yang sesuai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384293/original/081248500_1793165354-caley-vanular-NGxd0beBLps-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)