Liputan6.com, Jakarta - Rumah yang bersih dan nyaman belum tentu sepenuhnya terhindar dari kedatangan ular, terutama jika berada dekat kebun, lahan kosong, saluran air, atau area yang masih memiliki banyak vegetasi. Salah satu jalur yang perlu diperhatikan adalah celah di bagian bawah pagar, retakan pada fondasi, dan rongga di sekitar tiang. Karena itu, memilih bahan untuk menutup celah pagar agar ular tidak masuk rumah menjadi langkah pencegahan yang penting untuk melindungi penghuni rumah.
Celah pagar yang terlihat kecil tetap perlu diperiksa, terutama jika ukurannya memungkinkan ular menyusup dari halaman luar. Kondisi ini bisa ditemukan pada pagar besi berjeruji, pagar kawat, pintu pagar geser, maupun pagar tembok yang mengalami kerusakan. Selain menutup celah, pemilik rumah perlu memastikan bahwa penghalang terpasang kuat dan tidak menyisakan jalur masuk dari bawah tanah.
Pemilihan material sebaiknya disesuaikan dengan bentuk pagar, ukuran celah, kondisi tanah, dan anggaran perbaikan. Ada bahan yang cocok untuk penutupan permanen, sementara bahan lain lebih praktis untuk pagar yang harus dibuka dan ditutup setiap hari. Dengan pemasangan yang tepat dan pemeriksaan rutin, risiko ular masuk ke pekarangan dapat dikurangi tanpa harus mengandalkan bahan pengusir yang efektivitasnya belum tentu terbukti. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (29/10/2026).
Advertisement
1. Kawat Kasa Galvanis atau Jaring Baja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385540/original/054461400_1793259977-penutup_celah_anti_ular_1.jpeg)
Kawat kasa galvanis menjadi salah satu pilihan praktis untuk menutup celah pada pagar besi, pagar kawat, atau bagian pagar yang memiliki lubang terbuka. Material ini memiliki struktur berjaring yang memungkinkan udara tetap mengalir, tetapi dapat menjadi penghalang fisik bagi ular apabila ukuran lubangnya cukup rapat dan pemasangannya tidak menyisakan celah.
Untuk kebutuhan tersebut, pilih jaring dengan bukaan kecil, sekitar 0,5 cm atau lebih kecil, sebagai acuan awal. Ukuran ini membantu mengurangi kemungkinan ular berukuran kecil menyusup melalui lubang jaring. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada jenis dan ukuran ular, kekuatan material, serta kerapatan sambungan di bagian tepi.
Kawat galvanis memiliki lapisan pelindung seng yang membantu memperlambat korosi ketika digunakan di luar ruangan. Karakteristik ini membuatnya cukup sesuai untuk lingkungan tropis yang sering terkena hujan dan kelembapan tinggi. Alternatifnya adalah jaring baja tahan karat yang cenderung lebih tahan korosi, meskipun harganya bisa lebih mahal.
Saat memasangnya, pastikan jaring menutupi seluruh bagian yang terbuka, mulai dari dasar pagar hingga sisi yang berlubang. Gunakan pengikat logam atau sekrup yang sesuai dengan material pagar. Bagian bawah sebaiknya dipasang rapat ke permukaan tanah atau disambungkan dengan fondasi agar ular tidak bisa melewati celah di bawah jaring.
Kawat kasa cocok untuk pagar yang tidak sepenuhnya tertutup, tetapi pemasangannya perlu mempertimbangkan ketahanan terhadap benturan, karat, dan kerusakan akibat aktivitas sehari-hari. Periksa pula ujung kawat yang tajam agar tidak membahayakan anak-anak, hewan peliharaan, atau orang yang melintas di dekat pagar.
Advertisement
2. Karet PVC atau Silikon Penutup Bawah Pagar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385541/original/063503400_1793259977-penutup_celah_anti_ular_2.jpeg)
Karet PVC atau silikon penutup bawah pagar dapat digunakan untuk mengatasi celah horizontal antara bagian bawah pintu pagar dan permukaan lantai. Material ini terutama bermanfaat pada pintu pagar geser atau pagar lipat yang membutuhkan ruang gerak saat dibuka dan ditutup.
Keunggulan utamanya terletak pada sifat yang fleksibel. Karet dapat mengikuti permukaan tertentu, sementara beberapa produk tersedia dalam bentuk strip panjang yang bisa dipotong sesuai kebutuhan. Pemasangannya relatif sederhana dan tidak selalu membutuhkan pekerjaan konstruksi besar.
Sebelum membeli, ukur panjang pagar dan jarak antara bagian bawah pintu dengan permukaan tanah. Pilih produk yang memang dirancang untuk penggunaan luar ruangan, tahan terhadap air, dan cukup kuat menghadapi gesekan berulang. Pastikan pula bentuk dan ketebalannya sesuai dengan mekanisme pagar agar tidak menghambat pergerakan.
Namun, karet penutup tidak otomatis membuat pagar tahan ular. Produk yang terlalu tipis, mudah terkelupas, atau menyisakan ruang di bagian ujung masih memungkinkan ular lewat. Karet juga dapat mengalami penyusutan atau kerusakan setelah terpapar panas dan hujan dalam waktu lama.
Oleh karena itu, material ini lebih tepat digunakan pada celah bawah pintu pagar yang relatif rata. Jika permukaan tanah tidak beraturan, terdapat lubang besar, atau ada celah di antara jeruji, bagian tersebut perlu ditangani dengan bahan tambahan yang lebih sesuai.
3. Semen atau Adukan Beton
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385542/original/070187500_1793259977-penutup_celah_anti_ular_3.jpeg)
Semen dan adukan beton cocok untuk menutup celah yang bersifat permanen, terutama pada fondasi pagar, retakan tembok, serta rongga di sekitar tiang. Dibandingkan bahan fleksibel, material ini memberikan penghalang padat yang tidak mudah ditembus apabila dibuat dengan benar.
Semen dapat digunakan untuk memperbaiki retakan kecil pada pasangan bata atau tembok pagar. Sementara itu, adukan beton lebih sesuai untuk bagian yang membutuhkan perbaikan lebih kuat, misalnya rongga pada dasar pagar atau area yang mengalami kerusakan cukup besar. Pemilihan campuran perlu disesuaikan dengan kondisi struktur yang diperbaiki.
Langkah pertama adalah memeriksa sumber kerusakan. Retakan mungkin terjadi karena perubahan kondisi tanah, aliran air yang buruk, atau pergeseran fondasi. Jika penyebabnya tidak ditangani, retakan dapat muncul kembali meskipun sudah ditutup.
Bersihkan bagian yang akan diperbaiki dari tanah lepas dan material yang rapuh. Setelah itu, gunakan campuran yang sesuai untuk mengisi rongga hingga padat. Pastikan hasil akhirnya tidak menyisakan lubang di pertemuan antara tembok dan tanah. Untuk kerusakan struktural yang cukup besar, mintalah bantuan tenaga bangunan agar perbaikannya tidak sekadar menutupi permukaan.
Pada pagar yang berhadapan langsung dengan tanah, penghalang juga perlu dirancang agar ular tidak mudah melewati bagian bawahnya. Fondasi yang menerus dan tertutup rapat dapat membantu mengurangi akses tersebut. Kedalaman fondasi atau penghalang bawah tanah harus disesuaikan dengan kondisi lokasi, jenis pagar, dan karakter tanah, bukan ditentukan dengan satu ukuran yang berlaku untuk semua rumah.
Kelebihan semen dan beton adalah daya tahannya apabila pengerjaan dan drainasenya baik. Kekurangannya, pemasangan memerlukan pekerjaan lebih permanen dan sulit diubah jika pemilik rumah ingin mengganti desain pagar.
Advertisement
4. Plat Logam Tambahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385543/original/076385900_1793259977-penutup_celah_anti_ular_4.jpeg)
Plat logam dapat menjadi pilihan untuk menutup bagian bawah pagar besi berjeruji atau pagar kawat yang masih memiliki ruang terbuka cukup besar. Material ini membentuk penghalang padat sehingga ular tidak dapat langsung merayap melewati celah di antara jeruji pada bagian yang telah ditutup.
Plat galvanis dan baja tahan karat dapat dipertimbangkan untuk penggunaan luar ruangan. Plat galvanis umumnya lebih ekonomis, sedangkan baja tahan karat menawarkan ketahanan korosi yang baik sesuai dengan kualitas materialnya. Ketebalan plat sebaiknya disesuaikan dengan panjang bentang, kekuatan rangka, serta risiko benturan.
Pemasangan dapat dilakukan dengan memasang plat pada rangka pagar menggunakan baut atau pengikat yang sesuai. Tutup bagian bawah secara menyeluruh dan perhatikan sambungan antarlempeng. Sambungan yang renggang justru bisa menjadi jalur masuk bagi ular berukuran kecil.
Jika pagar berada di atas tanah yang tidak rata, bagian bawah plat perlu dirancang agar tidak menyisakan celah. Pada kondisi tertentu, plat dapat dipadukan dengan fondasi semen atau beton untuk menghasilkan penghalang yang lebih rapat.
Material ini juga memiliki keterbatasan. Plat yang terlalu tipis dapat melengkung, sementara logam yang tidak terlindungi dengan baik berisiko berkarat. Pemasangan harus dilakukan dengan memperhatikan tepi plat yang tajam, terutama jika terdapat anak-anak atau hewan peliharaan di rumah.
Plat logam cocok untuk pemilik rumah yang menginginkan tampilan pagar tetap sederhana sekaligus mengurangi akses melalui bagian bawah. Meski demikian, material ini tidak menyelesaikan masalah jika ular masih bisa masuk melalui lubang di sisi pagar, gerbang yang tidak rapat, atau celah di sekitar saluran air.
5. Sealant atau Bahan Penutup Celah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385544/original/082745900_1793259977-penutup_celah_anti_ular_5.jpeg)
Sealant merupakan bahan penutup yang digunakan untuk mengisi retakan sempit dan sambungan kecil pada struktur bangunan. Produk ini dapat membantu menutup celah pada tembok pagar, pertemuan antara dinding dan kusen, serta sambungan di sekitar tiang yang berpotensi menjadi jalur masuk hewan.
Jenis sealant perlu disesuaikan dengan permukaan yang akan ditutup. Sealant silikon umumnya digunakan untuk berbagai sambungan yang membutuhkan kelenturan dan ketahanan terhadap air. Sementara itu, sealant poliuretan dapat dipertimbangkan untuk sambungan konstruksi tertentu yang memerlukan daya rekat dan ketahanan terhadap kondisi luar ruangan. Selalu periksa petunjuk penggunaan dan kesesuaian produk.
Sebelum mengaplikasikan bahan, bersihkan permukaan dari debu, lumut, dan bagian yang rapuh. Isi celah sesuai petunjuk produk, kemudian biarkan mengering atau mengeras selama waktu yang dianjurkan. Pastikan tidak ada bagian yang terlewat, terutama di sekitar pertemuan fondasi dan dinding pagar.
Sealant lebih cocok untuk retakan kecil daripada lubang besar atau celah lebar di bawah pagar. Jika digunakan untuk mengisi rongga yang terlalu besar, hasilnya mungkin tidak kuat dan lebih mudah rusak. Lubang besar sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu menggunakan material yang sesuai, seperti mortar, beton, atau plat logam.
Pemeriksaan ulang juga diperlukan setelah musim hujan atau ketika terlihat retakan baru. Sealant yang mengelupas, pecah, atau terlepas perlu diperbaiki agar celah tidak kembali terbuka.
Advertisement
Bagaimana Memilih Bahan yang Tepat?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442076/original/063604600_1765526131-Desain_Pagar_Minimalis_Anti-Ular_yang_Aman_dan_Tetap_Estetik_4.jpg)
Tidak semua pagar membutuhkan jenis material yang sama. Agar biaya perbaikan lebih efisien, sesuaikan pilihan dengan kondisi yang ditemukan di rumah.
| Kondisi pagar | Bahan yang disarankan |
|---|---|
| Pagar kawat atau jeruji memiliki lubang terbuka | Kawat kasa galvanis atau jaring baja rapat |
| Ada celah horizontal di bawah pintu pagar | Karet PVC atau silikon penutup bawah |
| Fondasi retak atau terdapat rongga permanen | Semen atau adukan beton |
| Bagian bawah pagar besi terlalu terbuka | Plat logam tambahan |
| Ada retakan kecil pada tembok atau sambungan | Sealant yang sesuai untuk penggunaan luar ruangan |
Untuk pagar geser, pertimbangkan juga brush seal atau sikat penutup bawah yang dirancang untuk pintu bergerak. Bahan ini dapat membantu mengurangi celah tanpa mengganggu fungsi buka-tutup, tetapi tetap perlu diperiksa apakah bulunya cukup rapat dan pemasangannya sesuai untuk mencegah ular masuk.
Selain memperbaiki pagar, pemilik rumah perlu mengurangi kondisi yang menarik ular untuk mendekat. Pangkas rumput dan semak secara berkala, singkirkan tumpukan kayu atau barang yang tidak terpakai dari dekat pagar, serta kendalikan tikus yang dapat menjadi mangsa ular. Pastikan pula saluran air dan lubang ventilasi yang berhubungan dengan bagian luar rumah memiliki penutup yang sesuai.
Jangan mengandalkan aroma minyak esensial, bubuk rempah, atau alat pengusir berbasis suara sebagai pengganti penghalang fisik. Efektivitasnya untuk mencegah ular masuk tidak dapat dijamin. Jika menemukan ular di rumah atau pekarangan, jangan mencoba menangkap atau memukulnya. Jaga jarak, jauhkan anggota keluarga dan hewan peliharaan, lalu hubungi petugas penanganan satwa atau pemadam kebakaran setempat yang memiliki layanan terkait.
Dengan memilih bahan untuk menutup celah pagar agar ular tidak masuk rumah sesuai kondisi pagar, penghuni dapat mengurangi jalur masuk yang berpotensi digunakan ular. Hasilnya akan lebih optimal jika pemasangan dilakukan dengan rapat, kerusakan diperbaiki sampai tuntas, dan kondisi lingkungan rumah tetap terawat.
Pertanyaan Seputar Mencegah Ular Masuk Rumah
1. Apakah ular bisa masuk melalui celah kecil di bawah pagar?
Ya. Kemampuan ular melewati celah bergantung pada ukuran tubuh, bentuk celah, dan kelenturan tubuhnya. Karena itu, periksa bagian bawah pagar secara menyeluruh dan jangan menganggap celah kecil pasti aman.
2. Bahan apa yang paling cocok untuk menutup celah pagar?
Pilihan terbaik bergantung pada jenis celah. Kawat kasa rapat cocok untuk pagar terbuka, semen atau beton untuk rongga permanen, sedangkan karet penutup bawah sesuai untuk celah pada pintu pagar yang bergerak.
3. Apakah kawat kasa biasa cukup kuat untuk mencegah ular?
Kawat kasa bisa membantu jika ukuran lubangnya cukup rapat, materialnya kuat, dan seluruh tepi terpasang tanpa celah. Untuk penggunaan luar ruangan, pilih bahan tahan korosi dan periksa kondisinya secara berkala.
4. Apakah menutup celah pagar saja cukup untuk mencegah ular masuk rumah?
Belum tentu. Ular juga dapat masuk melalui saluran air, lubang ventilasi, celah pintu, atau bagian bangunan yang rusak. Pencegahan sebaiknya mencakup seluruh jalur masuk yang memungkinkan serta pengelolaan lingkungan sekitar rumah.
5. Apa yang harus dilakukan jika ular sudah masuk ke pekarangan atau rumah?
Jangan mendekati, menyentuh, atau mencoba menangkap ular sendiri. Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan, amankan jarak, dan hubungi petugas penanganan satwa atau pemadam kebakaran setempat. Jika ular masuk ke dalam rumah, hindari mengusirnya dengan tangan atau alat seadanya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385539/original/039977300_1793259977-penutup_celah_anti_ular_6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385500/original/064945400_1793258970-Gemini_Generated_Image_1jmsg61jmsg61jms.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372758/original/022885500_1791889025-14339a73-dc70-4d00-952d-34fe2195fc1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/709414/original/ilustrasi-tiket-pesawat-140716-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385395/original/063830100_1793256537-Gemini_Generated_Image_3go5h03go5h03go5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546287/original/014896100_1629449459-Warren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385377/original/079208300_1793255499-Gemini_Generated_Image_dy1vitdy1vitdy1v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385362/original/082661100_1793255210-pencahayaan_jepang_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369828/original/012234200_1791537087-p9BEDoj0c39QjFKVqJmd3R3xfsjLmhF3ungrHX1D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385240/original/076079600_1793247487-hl.jpg)