Liputan6.com, Jakarta -Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulan Hijriah. Ibadah ini dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan bulan, tepatnya tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Selain menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, puasa sunah ini juga memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis.
Memasuki November 2026, umat Islam kembali memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada bulan Jumadilakhir 1448 Hijriah. Agar tidak terlewat, penting untuk mengetahui jadwal pelaksanaannya berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, termasuk bacaan niat, tata cara, dan keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Lantas puasa Ayyamul Bidh bulan November 2026 jatuh tanggal berapa? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (30/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719471/original/043786900_1782813094-Nee6l6Vhvmr3FujVqMBCjz70AKyZHX7e5fZCLXcW.jpg)
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), puasa Ayyamul Bidh pada November 2026 diperkirakan berlangsung selama tiga hari, yaitu 23–25 November 2026.
Ketiga tanggal tersebut bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Jumadilakhir 1448 Hijriah. Berikut jadwal yang bisa dicatat untuk mempersiapkan ibadah.
- Senin, 23 November 2026 atau 13 Jumadilakhir 1448 H
- Selasa, 24 November 2026 atau 14 Jumadilakhir 1448 H
- Rabu, 25 November 2026 atau 15 Jumadilakhir 1448 H
Jadwal tersebut mengacu pada kalender Kemenag yang juga menjadi rujukan penanggalan Hijriah Indonesia.
Perlu diketahui, terdapat perbedaan tanggal pada sebagian kalender. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah menetapkan Ayyamul Bidh pada 22–24 November 2026. Perbedaan ini berkaitan dengan penggunaan metode dan sistem kalender Hijriah yang berbeda. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti pedoman kalender organisasi atau otoritas keagamaan yang menjadi rujukannya.
Advertisement
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Secara bahasa, Ayyamul Bidh memiliki arti hari-hari putih atau hari-hari yang terang.
Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi malam pada pertengahan bulan Hijriah ketika bulan berada dalam fase purnama sehingga cahaya bulan tampak lebih terang. Oleh karena itu, tiga malam tersebut dikenal sebagai malam-malam putih.
Dalam ajaran Islam, puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Pelaksanaannya dapat dilakukan setiap bulan Hijriah selama tiga hari sesuai tanggal yang dianjurkan.
Puasa ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membiasakan diri menjalankan ibadah secara konsisten. Meskipun hanya berlangsung tiga hari, amalan tersebut memiliki keutamaan yang besar.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144547/original/016421200_1591330738-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667__1_.jpg)
Sebelum menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan untuk berniat karena Allah SWT. Niat dapat diucapkan dalam hati, sedangkan bacaan lafaz berikut bisa digunakan untuk membantu mengingat maksud ibadah.
Bacaan niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامَ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta'ala."
Bacaan tersebut merupakan salah satu lafaz niat yang dicantumkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada dasarnya, niat merupakan kehendak dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa karena Allah SWT.
Advertisement
Tata Cara Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461174/original/007498100_1767343320-unnamed_-_2026-01-02T153810.375.jpg)
Tata cara puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya sama dengan pelaksanaan puasa sunah lainnya. Umat Islam menjalankan ibadah dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
Berikut beberapa tahapan yang bisa diperhatikan.
1. Membaca niat puasa
Awali dengan niat menjalankan puasa Ayyamul Bidh karena Allah SWT. Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa.
2. Melaksanakan sahur
Sahur bukan syarat sah puasa, tetapi merupakan amalan yang dianjurkan. Pilih makanan bergizi dan minum air putih yang cukup agar tubuh memiliki energi untuk menjalankan aktivitas sepanjang hari.
3. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
Selama berpuasa, hindari makan, minum, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
4. Memperbanyak ibadah dan amal baik
Manfaatkan waktu berpuasa untuk membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, serta menjaga perilaku dan perkataan. Puasa tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri.
5. Menyegerakan berbuka
Ketika matahari terbenam dan waktu Magrib tiba, segera berbuka dengan makanan atau minuman secukupnya. Jangan lupa membaca doa berbuka puasa.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144545/original/075172000_1591330736-muslim-woman-pray-hijab_73740-639.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ibadah sunah yang dilakukan selama tiga hari. Amalan ini juga memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Berikut beberapa keutamaan yang membuat puasa ini sayang untuk dilewatkan.
1. Pahalanya Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun
Salah satu keutamaan puasa Ayyamul Bidh adalah pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun apabila dilakukan secara rutin setiap bulan.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang berpuasa tiga hari setiap bulan seolah-olah telah berpuasa sepanjang masa. Hal tersebut berkaitan dengan perhitungan pahala kebaikan yang dilipatgandakan sepuluh kali.
Dengan demikian, tiga hari puasa dalam satu bulan memiliki nilai pahala seperti 30 hari puasa. Jika dilakukan secara konsisten setiap bulan, amalan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh keutamaan yang besar.
2. Menjadi Amalan Sunah yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Puasa tiga hari setiap bulan termasuk amalan yang diwasiatkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya.
Dalam hadis riwayat Bukhari nomor 1178, Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan salat Duha, dan mengerjakan salat Witir sebelum tidur.
Hal ini menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan merupakan ibadah sunah yang memiliki kedudukan istimewa. Ayyamul Bidh menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan amalan tersebut.
3. Melatih Konsistensi dalam Beribadah
Menjalankan puasa selama tiga hari setiap bulan dapat membantu membangun kebiasaan beribadah secara teratur. Seseorang memiliki kesempatan untuk meluangkan waktu khusus bagi ibadah di tengah kesibukan sehari-hari.
Kebiasaan ini juga dapat menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, bukan hanya pada bulan Ramadan atau ketika memasuki hari-hari besar Islam.
Dengan menjadikan Ayyamul Bidh sebagai agenda ibadah bulanan, umat Islam dapat membangun kedisiplinan dalam menjalankan amalan sunah.
4. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri
Puasa mengajarkan seseorang untuk mengendalikan keinginan, termasuk menahan lapar, haus, serta dorongan untuk melakukan hal-hal yang kurang baik.
Selama menjalankan puasa, seseorang juga dilatih menjaga ucapan, perilaku, dan emosi. Kebiasaan tersebut dapat membantu membentuk pribadi yang lebih sabar dalam menghadapi berbagai situasi.
Nilai pembelajaran ini menjadikan puasa Ayyamul Bidh bukan hanya ibadah secara fisik, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri.
Advertisement
Apakah Puasa Ayyamul Bidh Harus Dilakukan Selama Tiga Hari Berturut-turut?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3282063/original/054687800_1604028626-muslim-woman-reading-from-quran_53876-21417.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh dianjurkan untuk dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Ketiganya merupakan hari yang secara khusus dianjurkan untuk menjalankan puasa sunah tersebut.
Namun, apabila seseorang tidak dapat menjalankan ketiga hari itu, puasa tiga hari setiap bulan tetap dapat dilakukan pada tanggal lain. MUI menjelaskan bahwa kesunahan puasa tiga hari setiap bulan tidak terbatas hanya pada tanggal Ayyamul Bidh.
Meski demikian, apabila ingin mengikuti anjuran Ayyamul Bidh secara khusus, sebaiknya usahakan menjalankannya sesuai tanggal yang telah ditentukan.
Tips Mempersiapkan Puasa Ayyamul Bidh November 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3282062/original/052497900_1604028626-close-up-woman-reading-quran_8595-14731.jpg)
Agar ibadah berjalan lancar, ada beberapa hal sederhana yang bisa dipersiapkan sebelum memasuki tanggal pelaksanaan.
- Catat jadwal puasa. Tandai tanggal 23, 24, dan 25 November 2026 berdasarkan kalender Kemenag agar tidak terlewat.
- Siapkan menu sahur bergizi. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan cukup cairan.
- Atur aktivitas harian. Sesuaikan kegiatan yang membutuhkan banyak tenaga agar tubuh tetap nyaman selama berpuasa.
- Jaga pola tidur. Usahakan mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar tidak mudah lelah.
- Persiapkan niat sejak malam. Ingat kembali tujuan menjalankan puasa sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Persiapan sederhana tersebut dapat membantu seseorang menjalankan puasa dengan lebih teratur dan nyaman.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Puasa Ayyamul Bidh November 2026
1. Puasa Ayyamul Bidh November 2026 tanggal berapa?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kemenag, puasa Ayyamul Bidh November 2026 diperkirakan berlangsung pada Senin, 23 November; Selasa, 24 November; dan Rabu, 25 November 2026.
2. Puasa Ayyamul Bidh November 2026 bertepatan dengan bulan Hijriah apa?
Puasa Ayyamul Bidh November 2026 bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15 Jumadilakhir 1448 Hijriah berdasarkan kalender Kemenag.
3. Apakah puasa Ayyamul Bidh wajib dilakukan?
Tidak. Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Umat Islam yang menjalankannya memperoleh keutamaan, tetapi tidak berdosa apabila tidak melaksanakannya.
4. Apakah boleh puasa Ayyamul Bidh hanya satu atau dua hari?
Boleh. Seseorang dapat menjalankan puasa sunah sesuai kemampuannya. Namun, keutamaan yang dianjurkan secara khusus adalah berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
5. Apakah niat puasa Ayyamul Bidh harus diucapkan dengan bahasa Arab?
Tidak harus. Niat merupakan kehendak dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah SWT. Lafaz bahasa Arab dapat digunakan sebagai panduan, tetapi bukan satu-satunya cara untuk berniat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5221825/original/025442000_1747374422-VaksinTb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309376/original/065644100_1785226008-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783490/original/017319600_1711352573-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144547/original/016421200_1591330738-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309375/original/062082400_1785226008-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719471/original/043786900_1782813094-Nee6l6Vhvmr3FujVqMBCjz70AKyZHX7e5fZCLXcW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102724/original/068820500_1737446861-1737445502460_cara-sholat-taubat-untuk-perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)