Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan travellinggen z kini mengubah cara dunia memandang liburan. Generasi ini tak lagi sekadar mengejar foto cantik, tetapi mencari pengalaman bermakna, fleksibel, dan terasa personal sejak tahap merencanakan perjalanan sampai pulang ke rumah.
Menurut laporan Skyscanner 2026 Travel Trends, Gen Z mencari inspirasi perjalanan lewat Instagram, YouTube, dan TikTok, serta hampir tiga perempat dari mereka percaya diri memakai AI untuk memandu keputusan travelling mereka tahun ini.
Pola ini relevan bagi anak muda Indonesia, yang kian gemar liburan singkat, spontan, dan berbasis pengalaman. Bagi pelaku pariwisata, memahami perilaku ini penting agar produk dan promosi tetap relevan dan tepat sasaran. Berikut kebiasaan travelling gen z, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (30/10/2026).
Advertisement
1. Mencari Inspirasi Lewat Video Pendek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382383/original/098705900_1792992606-vitaly-gariev-ZPaqU4uQR78-unsplash.jpg)
Sebelum memutuskan destinasi, Gen Z biasanya menghabiskan waktu menonton video perjalanan. Skyscanner mencatat bahwa Instagram menjadi rujukan 59 persen Gen Z, disusul YouTube 54 persen, TikTok 47 persen, dan film atau serial TV 29 persen.
Konten visual yang singkat dan autentik sangat memengaruhi keputusan mereka. Tak heran banyak tempat wisata mendadak ramai setelah viral. Bagi pelaku usaha, menyajikan video jujur dari sudut pandang pengunjung jauh lebih efektif dibanding materi promosi yang terlalu kaku.
2. Mengandalkan AI untuk Merencanakan Perjalanan
Gen Z adalah generasi yang paling sering memakai AI untuk inspirasi destinasi, menyusun itinerary, dan pemesanan. Kebiasaan ini membuat proses riset jauh lebih cepat. Cukup menuliskan budget, durasi, dan gaya liburan, lalu rencana perjalanan tersusun dalam hitungan menit.
Mereka tak perlu lagi membuka puluhan tab untuk membandingkan pilihan. Meski praktis, ada baiknya hasil rekomendasi AI tetap dicek ulang lewat ulasan terbaru agar tidak ada informasi yang sudah usang, seperti jam buka atau harga tiket.
Advertisement
3. Mengutamakan Pengalaman daripada Kemewahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382385/original/006589000_1792992610-vitaly-gariev-7xQq-oEkO6s-unsplash.jpg)
Bagi Gen Z, liburan bukan soal hotel mewah atau barang bermerek, melainkan cerita yang bisa dikenang. Mereka tertarik ikut kelas memasak lokal, menjelajahi pasar tradisional, mendaki gunung, atau menghadiri festival budaya.
Aktivitas yang membuat mereka terlibat langsung dengan masyarakat setempat dianggap lebih bernilai daripada sekadar berfoto di spot populer. Karena itu, destinasi yang menawarkan pengalaman unik dan autentik cenderung lebih mudah menarik perhatian generasi ini.
4. Lebih Suka Bepergian Bersama Teman
Liburan bersama teman atau komunitas semakin diminati. Selain lebih seru, biaya akomodasi dan transportasi bisa dibagi sehingga lebih hemat. Open trip, grup perjalanan, hingga staycation bareng sahabat menjadi pilihan favorit, terutama saat akhir pekan.
Momen kebersamaan ini juga sering menjadi bahan konten yang dibagikan di media sosial, sehingga pengalaman terasa lebih lengkap. Meski begitu, banyak yang tetap menyisakan waktu pribadi di tengah perjalanan agar tidak kelelahan secara sosial.
5. Memilih Liburan Singkat dan Spontan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373097/original/045486300_1791950691-IMG_2914.jpeg)
Jadwal kerja atau kuliah yang padat membuat Gen Z lebih sering memilih perjalanan singkat. Trip akhir pekan atau libur tanggal merah dianggap cukup untuk menyegarkan pikiran. Keputusan pun sering diambil mendadak, terutama ketika menemukan promo tiket atau penginapan yang menarik.
Pola ini menuntut fleksibilitas, seperti kebijakan pembatalan yang longgar dan proses pemesanan yang mudah. Platform yang menawarkan kemudahan tersebut biasanya lebih dipilih oleh generasi ini.
6. Cermat Mengatur Budget
Gen Z dikenal pragmatis soal uang. Mereka rajin membandingkan harga, memburu promo, dan memanfaatkan fitur pelacak harga sebelum memesan tiket. Penginapan sederhana seperti hostel atau guest house sering dipilih selama lokasinya strategis dan bersih.
Uang yang dihemat biasanya dialihkan untuk aktivitas yang lebih berkesan, misalnya wisata kuliner atau petualangan alam. Dengan begitu, budget terbatas tidak menghalangi mereka untuk tetap menikmati liburan yang terasa berkualitas.
Advertisement
7. Peduli pada Wisata Berkelanjutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2556406/original/044314600_1545825364-Guilherme_Stecanella.jpg)
Kesadaran lingkungan ikut membentuk keputusan travelling. Banyak anak muda mulai membawa botol minum sendiri, mengurangi sampah plastik, memilih transportasi umum, serta mendukung usaha lokal. Sebagian juga menghindari musim puncak agar tidak menambah kepadatan di destinasi populer.
Mereka cenderung mengapresiasi penginapan dan operator tur yang transparan soal praktik ramah lingkungan. Bagi bisnis wisata, menunjukkan komitmen nyata pada keberlanjutan bisa menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan konsumen muda.
8. Menjadikan Travelling Sarana Self-Care
Liburan kini dipandang sebagai cara memulihkan energi mental. Spa, wellness retreat, yoga di pantai, hingga sekadar tidur nyenyak di penginapan tenang menjadi bagian dari rencana.
Skyscanner bahkan menyebut tren "glowmads", ketika kecantikan menjadi motivasi perjalanan, dan Gen Z jauh lebih mungkin memprioritaskan aktivitas berfokus kecantikan di luar negeri dibanding Baby Boomers. Perjalanan tak lagi hanya soal berpindah tempat, tetapi juga merawat diri dan menyeimbangkan hidup.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Travelling Gen Z
Apa saja kebiasaan travelling Gen Z yang paling menonjol?
Gen Z gemar mencari inspirasi dari media sosial, memakai AI untuk merencanakan perjalanan, mengutamakan pengalaman, bepergian bersama teman, dan sangat memperhatikan budget serta keberlanjutan.
Platform apa yang paling memengaruhi keputusan travelling Gen Z?
Berdasarkan laporan Skyscanner, Instagram (59 persen), YouTube (54 persen), dan TikTok (47 persen) menjadi sumber inspirasi utama, disusul film dan serial TV.
Apakah Gen Z lebih suka liburan singkat atau panjang?
Banyak Gen Z cenderung memilih liburan singkat dan fleksibel, seperti trip akhir pekan, karena sesuai dengan kesibukan dan budget. Meski begitu, liburan panjang tetap dipilih jika waktu dan dana memungkinkan.
Bagaimana pelaku wisata bisa menarik minat wisatawan Gen Z?
Hadirkan konten video yang autentik, kemudahan pemesanan digital, harga transparan, pengalaman lokal yang unik, serta komitmen nyata pada praktik wisata berkelanjutan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386694/original/007218600_1793356928-e0d59afe-d026-4505-9614-a33a8b8d0820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381744/original/021455800_1792885754-S__72540166.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883427/original/030276200_1720108740-2477880_image2_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365356/original/087595100_1791174251-Aquavillas_____Aston_Anyer_Beach_Hotel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311092/original/034764100_1785387455-pexels-timur-weber-9186159.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338651/original/091282100_1788336584-cropped-793c0a9e-ea19-49ac-9225-a7ea541fd826.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405079/original/019492200_1762423616-rumah_kecil_dengan_vertikal_garden_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333115/original/028524300_1787732366-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/985700/original/033772200_1441975427-20150911-INDONESIA-BANKING-EXPO-2015-Jakarta-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323092/original/065607500_1786600550-a5c7dfde-dce4-4ee3-9b00-575d5f5f3a7f.jpg)