Liputan6.com, Jakarta - Empat anggota Polsek Kajang, Kabupaten Bulukumba, dilaporkan ke Divisi Propam Mabes Polri atas dugaan penganiayaan terhadap pria berinisial A (25). Saat itu, korban ditahan di Rutan Polsek Kajang karena diduga terlibat dalam kasus pencurian handphone.
Kuasa hukum korban, Nidlamu Harby Elghama, menduga korban mengalami penganiayaan berat hingga meninggal dunia. Menurutnya, korban berada di Polsek Kajang sejak pukul 09.00 hingga sekitar pukul 20.00.
"Almarhum, wafat di rutan Polsek Kajang. Kita duga kuat terjadi penganiayaan berat. Jangka masa waktu meninggal sekitar kurang lebih 11 jam. Dia berada di Polsek Kajang sejak jam 09.00 dan mati wafatnya itu jam 20.00," kata Nidlamu kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (27/10/2026).
Advertisement
Empat polisi yang dilaporkan yakni Briptu AA, Aipda AS atau A, Aipda BA, dan Bripka IE. Aipda BA diketahui menjabat sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kajang.
Saudara korban, Kaharuddin, mengatakan A bekerja sebagai nelayan di Kabupaten Bulukumba. Korban disebut membeli sebuah handphone yang ternyata merupakan hasil curian.
"Korban mendapatkan atau membeli sebuah handphone yang di mana handphone itu tidak diketahuinya itu adalah handphone curian," tuturnya.
Kaharuddin mengatakan korban membawa handphone tersebut ke konter untuk membuka sandi karena masih terkunci. Namun, pemilik konter menghubungi seseorang yang diduga pemilik handphone itu. Korban kemudian dibawa ke Polsek Kajang.
Menurut Kaharuddin, sempat terjadi negosiasi. Korban disebut dimintai uang Rp 10 juta sebagai syarat perdamaian. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Ia menduga penganiayaan terhadap korban terjadi pada pukul 13.00 hingga 20.00.
"Pada pukul dari sekitar pukul 13.00, antara pukul 13.00 ke pukul 20.00, di situlah korban mendapatkan penganiayaan berat oleh sejumlah oknum polisi yang bertugas di Polsek Kajang," ujar dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383750/original/095807600_1793096912-147638.jpg)
Keluarga Korban Dapat Intimidasi
Kaharuddin juga mengaku keluarga korban mendapat intimidasi. Ia mengatakan dirinya ditekan untuk mencabut laporan dan menempuh jalur damai atau negosiasi. Kaharuddin mengaku menyimpan sejumlah bukti elektronik terkait dugaan intimidasi tersebut.
Menurutnya, sejumlah pihak diduga berupaya membujuk keluarga korban agar berdamai dengan iming-iming uang. Keluarga korban juga disebut mendapat tekanan berupa ancaman terkait proses persidangan.
"Sudah ada. Kami sudah ada bukti elektronik, baik itu berupa percakapan WhatsApp, maupun dengan video suara yang dikirim lewat WhatsApp," kata dia.
Kaharuddin berharap kedatangannya ke Divisi Propam Polri dapat membawa keadilan bagi korban dan membuat keluarga terbebas dari upaya intimidasi.
"Kedatangan dan kehadiran kami di Mabes Polri, dalam hal ini Divisi Propam Polri, adalah yang pertama sudah saya jelaskan tadi, supaya ditegakkannya penegakan hukum yang transparansi dan seadil-adilnya atas kematian adik kami," tegasnya.
Kaharuddin mengungkapkan, empat polisi yang dilaporkan telah menjalani penempatan khusus (patsus) karena diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
"Oknum aparat polisi yang bertugas di Polsek Kajang, yang di mana saat ini sudah dipatsuskan sejumlah 4 orang seperti yang sudah disebutkan inisialnya tadi, yaitu BA, AA, IE, dan A," jelas Kaharuddin.
Kapolres Bulukumba AKBP Stephanus Luckyto Wicaksono membenarkan bahwa keempat personel tersebut telah menjalani patsus. Mereka juga sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Selatan.
"Untuk 4 orang anggota Polsek Kajang saat ini telah dipatsus dan menjalani proses pemeriksaan di Polda Sulsel," tuturnya.
Ia menegaskan, Kapolda Sulawesi Selatan dan Kapolres Bulukumba berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif, transparan, dan akuntabel. Jika terbukti bersalah, anggota yang terlibat akan dikenai sanksi pidana maupun etik sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383749/original/071000700_1793096912-147640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)