Liputan6.com, Jakarta - Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pengemudi, terutama saat berkendara di tengah hujan. Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang terbatas membuat risiko kecelakaan meningkat apabila pengemudi tidak memberikan ruang pengereman yang cukup.
Dalam kondisi hujan, pengemudi mobil disarankan menjaga jarak minimal 4 detik dari kendaraan di depan. Angka tersebut bahkan perlu ditingkatkan menjadi 5 hingga 6 detik ketika hujan deras mengguyur atau jarak pandang semakin terbatas.
Disitat dari laman Daihatsu, Sabtu (31/10/2026), praktisi defensive driving menyarankan pengemudi menerapkan jarak 4 sampai 6 detik ketika hujan atau visibilitas berkurang. Rekomendasi ini lebih panjang dibandingkan jarak aman saat kondisi jalan kering yang umumnya berkisar 2 sampai 3 detik.
Advertisement
Penambahan jarak tersebut diperlukan karena permukaan jalan yang basah dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap aspal. Akibatnya, kendaraan membutuhkan ruang pengereman lebih panjang untuk berhenti sepenuhnya.
Jika jarak dengan kendaraan di depan terlalu dekat, pengemudi berisiko tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi ketika terjadi pengereman mendadak. Situasi ini juga dapat memicu kecelakaan beruntun, khususnya di jalan dengan lalu lintas padat.
Menentukan jarak aman tidak hanya bergantung pada kecepatan kendaraan, tetapi juga kondisi cuaca dan permukaan jalan. Semakin buruk kondisi berkendara, semakin panjang pula jarak yang perlu dipertahankan.
Berikut panduan jarak aman berdasarkan kondisi cuaca:
- Cuaca cerah: 2 sampai 3 detik
- Hujan ringan hingga sedang: Minimal 4 detik
- Hujan deras, jarak pandang pendek, atau jalan tergenang: 5 hingga 6 detik atau lebih.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memberikan panduan mengenai jarak aman kendaraan melalui publikasi Highway Code.
Dalam panduan tersebut, pengemudi diingatkan untuk selalu menambah jarak dengan kendaraan di depan ketika berkendara dalam kondisi hujan.
Sebagai gambaran, jarak aman pada kondisi normal setara dengan sekitar 3,6 detik pada berbagai kecepatan. Misalnya, ketika mobil melaju 60 km/jam, jarak yang disarankan sekitar 60 meter.
Perpanjangan Jarak Aman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4204203/original/007809000_1666770893-thai-an-FDCuK-B_f3A-unsplash.jpg)
Saat hujan turun, jarak tersebut perlu diperpanjang menjadi minimal 4 detik. Sementara itu, ketika hujan deras atau kondisi jalan semakin berbahaya, pengemudi dianjurkan memberikan ruang hingga 5 sampai 6 detik atau lebih.
Salah satu cara sederhana untuk menjaga jarak aman adalah menggunakan metode hitungan detik. Teknik ini dinilai praktis karena dapat menyesuaikan jarak dengan kecepatan kendaraan tanpa harus mengukur menggunakan satuan meter.
Berikut langkah-langkah menghitung jarak aman mobil:
- Pilih titik acuan tetap di sisi jalan, seperti tiang listrik, rambu lalu lintas, atau jembatan
- Perhatikan ketika bagian belakang mobil di depan melewati titik acuan tersebut
- Mulailah menghitung dalam hati dengan menyebutkan "seribu satu, seribu dua, seribu tiga, seribu empat.
- Hentikan hitungan ketika mobil yang dikemudikan mencapai titik acuan yang sama.
Jika kendaraan sudah melewati titik tersebut sebelum hitungan selesai, artinya jarak dengan mobil di depan masih terlalu dekat.
Pengemudi bisa mengurangi tekanan pada pedal gas secara perlahan untuk memberikan ruang lebih besar.
Hindari menginjak pedal rem secara mendadak hanya untuk memperlebar jarak karena tindakan tersebut justru berpotensi menimbulkan bahaya bagi kendaraan di belakang.
Advertisement
Mengapa Jarak Aman Harus Diperpanjang Saat Hujan?
Ada beberapa faktor yang membuat jarak aman berkendara perlu ditingkatkan ketika hujan. Selain permukaan jalan yang licin, kondisi cuaca juga memengaruhi kemampuan pengemudi dalam mengantisipasi potensi bahaya.
Berikut tiga alasan utama jarak aman harus diperpanjang saat hujan:
1. Jarak Pengereman Lebih Panjang
Air yang menutupi permukaan aspal dapat mengurangi gesekan antara ban dan jalan. Kondisi ini membuat daya cengkeram ban berkurang sehingga kendaraan membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti.
Meskipun sistem pengereman dalam kondisi prima, kemampuan kendaraan untuk berhenti tetap dipengaruhi kondisi permukaan jalan dan ban.
2. Jarak Pandang Terbatas
Hujan deras dapat mengurangi visibilitas pengemudi secara signifikan. Air yang membasahi kaca depan, cipratan kendaraan lain, serta kabut dapat membuat objek di depan lebih sulit terlihat.
Akibatnya, pengemudi membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan yang diperlukan.
3. Performa Pengereman Bisa Terganggu
Air yang mengenai komponen pengereman berpotensi memengaruhi performanya. Risiko ini perlu diperhatikan, terutama ketika kendaraan melewati genangan air.
Selain itu, 10 hingga 15 menit pertama setelah hujan turun juga perlu diwaspadai. Air hujan dapat bercampur dengan sisa minyak dan kotoran di permukaan jalan sehingga membuat aspal semakin licin.
Tips Menghadapi Aquaplaning Saat Berkendara
Selain menjaga jarak aman, pengemudi juga perlu memahami cara menghadapi aquaplaning. Kondisi ini terjadi ketika ban kehilangan kontak atau daya cengkeram terhadap permukaan jalan akibat lapisan air.
Ketika mengalami aquaplaning, pengemudi sebaiknya tidak panik. Lepaskan pedal gas secara perlahan, pertahankan pegangan kemudi dengan kokoh, dan hindari gerakan setir secara tiba-tiba.
Jangan pula menginjak pedal rem dengan keras karena tindakan tersebut dapat membuat kendaraan semakin sulit dikendalikan. Tunggu hingga ban kembali mendapatkan cengkeraman terhadap aspal sebelum mengarahkan mobil secara perlahan.
Pengemudi juga perlu mengetahui kapan harus menghentikan perjalanan sementara. Jika hujan turun sangat deras hingga jarak pandang tidak lagi aman, segera cari tempat berhenti yang aman, seperti rest area atau area parkir yang tidak mengganggu lalu lintas.
Hindari memaksakan diri melintasi genangan atau banjir, terutama jika kedalaman air maupun kuatnya arus tidak dapat dipastikan.
Menjaga jarak aman minimal 4 detik saat hujan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan. Ketika hujan semakin deras, tingkatkan jarak menjadi 5 hingga 6 detik atau lebih.
Selain itu, kurangi kecepatan, perhatikan kondisi jalan, dan pastikan ban serta sistem pengereman kendaraan selalu dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383951/original/066342900_1793115611-IMG_4979.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485836/original/082138000_1769565360-Cuci_Mobil_di_Bawah_Terik_Matahari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383926/original/076650300_1793112092-IMG_4975.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4187631/original/021438900_1665471301-parkirhujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382611/original/026617400_1793003164-IMG_4899.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381624/original/020948300_1792841188-IMG_4790.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4709417/original/074457900_1704709470-suzuki-1168023_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381277/original/012499100_1792787232-IMG_4767.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3446157/original/053403700_1620006632-0000482443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375975/original/038780100_1792289062-IMG_4360.jpg)