Liputan6.com, Jakarta - Memiliki pohon nangka sendiri tidak harus menunggu sampai mempunyai pekarangan yang luas. Tanaman buah ini ternyata bisa diusahakan dalam wadah berukuran besar, termasuk ember bekas yang dimanfaatkan sebagai pot, selama kebutuhan tumbuhnya tetap terpenuhi.
Salah satu tantangannya adalah mengendalikan ukuran pohon agar tidak tumbuh terlalu tinggi dan melebar. Melalui pemangkasan yang tepat, pemilihan bibit, serta perawatan akar dan media tanam, pertumbuhan pohon nangka dapat diarahkan agar lebih kompak dan mudah dirawat.
Meski begitu, mengerdilkan pohon nangka bukan berarti sengaja membuatnya kekurangan nutrisi atau membatasi akar secara ekstrem. Tujuannya adalah menjaga ukuran tajuk tetap terkendali tanpa mengorbankan kesehatan tanaman dan kemampuannya menghasilkan buah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut trik mengerdilkan pohon nangka mini agar rajib berbuah di pot ember bekas.
Advertisement
1. Pilih Bibit Nangka Mini dari Hasil Cangkok atau Sambung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347089/original/028335400_1789270922-1.jpg)
Langkah pertama untuk mendapatkan pohon nangka berukuran pendek adalah memilih bibit yang tepat. Sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif, seperti sambung pucuk atau okulasi, dari varietas yang sudah diketahui karakter pertumbuhan dan kualitas buahnya. Bibit hasil sambung dari induk produktif umumnya lebih dapat diprediksi sifat buahnya dibandingkan bibit dari biji.
Bibit dari biji memang bisa tumbuh menjadi pohon nangka yang produktif, tetapi ukuran pohon, kualitas buah, dan waktu berbuahnya lebih sulit dipastikan. Sementara itu, bibit hasil sambung dapat membawa karakter dari pohon induk yang dipilih, termasuk sifat buah dan pola pertumbuhannya.
Perhatikan pula kondisi fisik bibit sebelum membeli. Pilih tanaman yang batangnya kokoh, daunnya sehat, tidak menunjukkan gejala serangan hama, serta memiliki perakaran yang baik. Jika memungkinkan, tanyakan kepada penjual mengenai varietas, umur bibit, dan riwayat induk tanamannya.
Advertisement
2. Gunakan Ember Bekas Berukuran Besar dan Dalam
Ember bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah menanam nangka selama ukurannya memadai dan kondisinya masih kuat. Pilih ember berbahan plastik tebal yang mampu menopang bobot media tanam, air, dan pertumbuhan akar. Pastikan wadah tersebut sebelumnya tidak digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya.
Jangan hanya memperhatikan diameter bagian atas ember, tetapi perhatikan pula kedalamannya. Nangka mempunyai sistem perakaran yang cukup kuat dan membutuhkan ruang untuk berkembang. Sebagai acuan, University of Florida IFAS menyarankan penggunaan pot plastik berukuran besar dan dalam dengan panjang sekitar 45–61 cm untuk mendukung perkembangan akar nangka. Ukuran wadah perlu diperhatikan karena tanaman ini cukup sensitif terhadap keterbatasan ruang akar.
Sebelum digunakan, buat beberapa lubang drainase di bagian dasar ember agar kelebihan air bisa keluar. Lubang tersebut penting untuk mengurangi risiko media terlalu basah dan akar mengalami pembusukan. Letakkan ember di atas penyangga yang kokoh supaya air dapat mengalir dengan lancar.
3. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Mudah Becek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424003/original/015149600_1764129367-pexels-fotios-photos-1301856.jpg)
Media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kesehatan pohon nangka di dalam pot. Tanaman ini membutuhkan media yang mampu menyediakan unsur hara sekaligus mengalirkan kelebihan air. Karena itu, hindari menggunakan tanah yang terlalu padat atau mudah memadat setelah beberapa kali penyiraman.
Kamu bisa menggunakan campuran tanah gembur, kompos matang, dan bahan berpori seperti sekam bakar. Tanah berfungsi sebagai tempat tumbuh akar, kompos membantu menyediakan bahan organik, sedangkan sekam bakar dapat membantu memperbaiki struktur dan porositas campuran media. Pastikan semua bahan tercampur merata sebelum dimasukkan ke dalam ember.
Jangan memenuhi ember sampai benar-benar ke bagian bibirnya. Sisakan sedikit ruang di bagian atas agar air penyiraman tidak mudah meluap dan media tanam tidak berhamburan. Selain itu, hindari menimbun pangkal batang terlalu dalam karena bagian tersebut perlu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
Advertisement
4. Pangkas Pucuk untuk Mengendalikan Pertumbuhan ke Atas
Salah satu trik penting untuk mengerdilkan pohon nangka adalah melakukan pemangkasan pucuk secara terarah. Pemangkasan ini bertujuan mengurangi dominasi pertumbuhan batang utama sehingga tunas-tunas samping memiliki kesempatan untuk berkembang. Hasilnya, tajuk pohon bisa dibentuk lebih rendah dan melebar.
Namun, jangan terburu-buru memangkas bibit yang baru ditanam. Pohon nangka muda tidak memerlukan pemangkasan selama tahun pertamanya. Setelah melewati masa tersebut, pemangkasan ujung tunas dapat dilakukan satu atau dua kali selama periode pertumbuhan untuk merangsang cabang samping sehingga tajuk tumbuh lebih kompak.
Gunakan gunting pangkas yang tajam dan bersih agar luka potongan lebih rapi. Pangkas bagian pucuk atau cabang yang tumbuh terlalu tegak sesuai kebutuhan, bukan memotong seluruh bagian atas pohon sekaligus. Hindari pemangkasan berlebihan karena daun tetap dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis dan mendukung pembentukan buah.
5. Bentuk Tajuk Melebar dengan Pemangkasan Cabang Selektif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347092/original/013550400_1789270925-4.jpg)
Selain mengendalikan tinggi pohon, kamu juga perlu mengatur arah pertumbuhan cabangnya. Pertahankan beberapa cabang utama yang tumbuh menyebar sehingga bentuk tajuk tidak terlalu rapat. Pola pertumbuhan seperti ini membantu pohon tetap kompak dan memudahkan cahaya matahari menjangkau bagian dalam tajuk.
Cabang yang tumbuh terlalu tegak, saling bertumpuk, patah, kering, atau terserang penyakit dapat dipangkas secara selektif. Pada pohon yang sudah mulai produktif, hindari sembarangan memotong cabang besar dan bagian yang berpotensi menjadi tempat munculnya bunga serta buah. Perhatikan pula kondisi tanaman sebelum melakukan pemangkasan berikutnya.
Waktu pemangkasan juga perlu diperhatikan. Cabang yang rusak atau sakit dapat dibuang ketika diperlukan, sedangkan penjarangan tajuk sebaiknya dilakukan setelah masa panen. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan kemampuan tanaman menghasilkan buah. Jangan menjadikan pemangkasan berat sebagai rutinitas karena tanaman tetap membutuhkan cabang dan daun yang sehat.
Advertisement
6. Pastikan Pohon Mendapatkan Sinar Matahari dan Nutrisi yang Cukup
Meskipun ditanam di teras rumah yang sempit, pohon nangka tetap membutuhkan lokasi dengan paparan sinar matahari yang memadai. Letakkan ember di area terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Hindari menempatkannya terus-menerus di sudut teras yang gelap karena kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Pemberian pupuk juga harus dilakukan secara seimbang. Gunakan pupuk organik matang dan pupuk tambahan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman buah dalam pot. Ikuti dosis serta interval pemakaian pada label produk, kemudian sesuaikan dengan kondisi pertumbuhan nangka. Jangan memberikan pupuk nitrogen secara berlebihan karena pertumbuhan daun dan tunas yang terlalu subur belum tentu diikuti peningkatan produksi buah.
Penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi media dan cuaca. Siram ketika lapisan atas media mulai mengering, tetapi jangan membiarkan air menggenang di dalam ember. Nangka membutuhkan ketersediaan air yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi, tetapi kondisi akar yang terus-menerus terendam air dapat meningkatkan risiko kerusakan akar.
7. Atur Jumlah Buah agar Cabang Tidak Terbebani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347094/original/009070100_1789270927-6.jpg)
Ketika pohon nangka mulai berbuah, jangan langsung membiarkan seluruh bakal buah berkembang. Tanaman yang masih muda memiliki kemampuan menopang buah lebih terbatas dibandingkan pohon yang sudah dewasa. Jika jumlah buah terlalu banyak, cabang bisa terbebani dan pertumbuhan tanaman ikut terganggu.
Lakukan penjarangan dengan mempertahankan buah yang kondisinya paling sehat dan memiliki posisi tumbuh yang baik. Panduan University of Florida IFAS menyarankan pembatasan jumlah buah pada pohon muda, bahkan satu buah pada pohon atau cabang utama tertentu, untuk mengurangi risiko cabang mengalami penurunan kondisi akibat beban berlebihan. Jumlah yang dipertahankan tetap perlu disesuaikan dengan ukuran dan kekuatan tanaman.
Perlu diketahui bahwa buah nangka dapat tumbuh pada batang utama maupun cabang-cabang besar. Oleh karena itu, jangan memangkas bagian tanaman yang sedang menjadi tempat tumbuhnya buah. Periksa kondisi cabang secara berkala dan berikan penyangga apabila diperlukan untuk mencegah cabang patah akibat beban buah.
Advertisement
8. Periksa Kondisi Akar dan Ganti Media Tanam jika Diperlukan
Menanam nangka dalam ember bukan berarti membiarkan akar berada di wadah yang sama tanpa pemeriksaan. Seiring bertambahnya usia tanaman, akar akan terus berkembang dan dapat memenuhi ruang yang tersedia. Kondisi akar yang terlalu sesak atau root-bound justru bisa menghambat pertumbuhan dan membuat tanaman kurang produktif.
Periksa bagian bawah ember secara berkala untuk melihat apakah akar mulai keluar melalui lubang drainase. Jika media sudah memadat, aliran air terganggu, atau pertumbuhan tanaman menurun, evaluasi kondisi akar dan media tanam. Apabila wadah sudah tidak mencukupi, pertimbangkan untuk memindahkan tanaman ke ember atau pot yang lebih besar.
Hindari memotong sebagian besar akar hanya demi mempertahankan ukuran pohon tetap kecil. Pembatasan akar secara ekstrem dapat membuat nangka stres dan menghambat penyerapan air serta nutrisi. Lebih baik mengendalikan ukuran tanaman melalui pemangkasan tajuk yang terarah, pemilihan wadah yang sesuai, dan perawatan rutin.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Mengerdilkan Pohon Nangka Mini
1. Bagaimana cara mengerdilkan pohon nangka agar tidak tumbuh terlalu tinggi?
Pohon nangka dapat dijaga agar tumbuh lebih kompak melalui pemangkasan pucuk dan cabang secara selektif. Lakukan pemangkasan setelah tanaman melewati tahun pertamanya agar pertumbuhan cabang samping lebih terarah.
2. Apakah pohon nangka bisa berbuah jika ditanam dalam ember bekas?
Bisa, selama ember memiliki ukuran yang cukup besar dan dalam, lubang drainase memadai, serta media tanam yang sesuai. Pilih bibit berkualitas dari perbanyakan vegetatif agar karakter buahnya lebih mudah diprediksi.
3. Berapa jumlah buah yang sebaiknya dipertahankan pada pohon nangka muda?
Pada pohon nangka muda, jumlah buah sebaiknya dibatasi satu buah per pohon atau cabang utama untuk menghindari beban berlebihan. Penjarangan ini membantu mengurangi risiko cabang rusak sekaligus menjaga pertumbuhan tanaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386927/original/015694300_1793416206-171cdce0-8109-418a-8403-2fbc56ee798c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374094/original/006145900_1792035659-01M4WRR8E3QD6P0EG9V5PYFQDP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164514/original/045883700_1742182261-girl-playing-videogame-with-controller.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362696/original/010313000_1790827856-01M3TN6GXTWKN9CTQJY86V3V36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133242/original/078206900_1739523604-Sikap_anak_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386911/original/057714500_1793415286-zona_7a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386880/original/018381500_1793410505-Gemini_Generated_Image_e5z8cee5z8cee5z8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386882/original/094313300_1793410791-pexels-saad-meliani-3671245-6158496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823411/original/015105800_1714990585-IMG_2377.jpeg)