Liputan6.com, Jakarta - Rumah dalam tradisi Islam bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat yang menghadirkan ketenangan bagi penghuninya, atau dalam istilah populer dikenal dengan ‘baiti jannati’, rumahku adalah surgaku.
Dalam Al-Qur'an, term al-maskan dinyatakan sebagai rumah yang berfungsi sebagai pembawa ketenangan, sebagaimana dijelaskan Mushthafâ Ibn Al-'Adawî dalam Al-Tashîl li Ta'wîl Al-Tanzîl ketika menafsirkan Q.S. An-Nahl [16]: 80.
Sayangnya, tren desain kontemporer kerap mereduksi hunian menjadi unit fungsional semata, mengabaikan dimensi psikospiritual penghuni Muslim. Di sinilah amalan islami agar rumah sederhana terasa lapang dan penuh rasa syukur menjadi kunci. Lapang dan nyaman bukan pada luas bangunan, melainkan pada kejelasan organisasi visual, kebersihan hati, dan zikir yang menghidupkan ruang.
Advertisement
Kajian Siti Badriyah dkk yang dituangkan jurnal Gestalt dan Ruang Spiritual: Analisis Interior Rumah Islam membuktikan bahwa penerapan prinsip Gestalt—kontras mihrab, aliran cahaya, dan kesederhanaan bentuk—secara signifikan meningkatkan kekhusyukan dan ketenangan batin di rumah-rumah muslim. Dengan demikian, kelapangan rumah adalah proyek spiritual dan dibangun oleh amal lahir dan batin, bukan oleh anggaran material semata.
Merangkum berbagai sumber berikut ini adalah amalan islami agar rumah sederhana terasa lapang dan penuh rasa syukur.
Amalan Islami agar Rumah Sederhana Terasa Lapang dan Penuh Rasa Syukur
1. Menghidupkan rumah dengan zikir dan tilawah Al-Qur’an
Rumah akan terasa lebih hidup ketika diisi dengan zikir, doa, salat, dan bacaan Al-Qur’an. Rasulullah SAW menggambarkan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah seperti orang hidup, sedangkan rumah yang tidak diisi dengan zikir seperti orang mati (HR. Muslim).
Beliau juga menganjurkan agar sebagian salat dikerjakan di rumah dan tidak menjadikannya seperti kuburan (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, zikir pagi dan petang serta tilawah Al-Qur’an menjadi bagian dari amalan yang dapat menghidupkan suasana rumah. Praktiknya sederhana, seperti membaca Bismillah ketika masuk, mengucapkan salam kepada penghuni rumah, dan membiasakan tilawah meski hanya beberapa ayat setiap hari.
2. Menjaga kebersihan dan kerapian rumah
Rumah yang bersih dan tertata membuat penghuni lebih nyaman sekaligus lebih mudah menikmati nikmat tempat tinggal. Menyapu, membuang sampah, merapikan barang, dan menjaga kebersihan rumah dapat menjadi bentuk syukur atas tempat tinggal yang diberikan Allah.
Ibnul Qayyim dalam Zâd al-Ma‘âd menjelaskan pentingnya menggunakan nikmat sesuai dengan tuntunan agama. Dengan demikian, merawat rumah bukan sekadar urusan kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya mensyukuri nikmat melalui perbuatan.
3. Bersedekah dan berbagi dari rumah yang sederhana
Berbagi tidak harus menunggu memiliki rumah besar atau harta berlimpah. Memberikan makanan kepada tetangga, membantu orang yang membutuhkan, atau menjamu tamu dengan apa yang tersedia merupakan bentuk kebaikan yang dapat menghadirkan keberkahan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mendapatkan keamanan di tempat tinggal, kesehatan tubuh, dan makanan untuk hari itu seakan-akan telah memiliki dunia seluruhnya (HR. Tirmidzi).
Kesadaran terhadap nikmat sederhana tersebut membuat rumah terasa lebih bermakna. Sebaliknya, rumah yang besar tidak selalu menghadirkan ketenangan jika penghuninya sulit merasa cukup.
4. Memperbanyak syukur dan menumbuhkan rasa cukup
Kelapangan rumah tidak hanya ditentukan oleh luas bangunan, tetapi juga oleh kondisi hati penghuninya. Rasulullah SAW mengajarkan doa agar diberikan petunjuk, ketakwaan, sifat menjaga diri, dan ghina atau kecukupan hati (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan bahwa al-ghina berkaitan dengan hati yang merasa cukup dan tidak bergantung pada apa yang dimiliki orang lain. Rasa cukup inilah yang dapat membuat rumah sederhana terasa lapang. Sebaliknya, rumah yang luas pun dapat terasa sempit jika hati terus dipenuhi keinginan dan perasaan kurang.
5. Membuka jendela dan menghadirkan cahaya alami
Selain amalan spiritual, kondisi fisik rumah juga berpengaruh terhadap kenyamanan penghuninya. Membuka jendela pada pagi hari, membiarkan cahaya matahari masuk, serta memastikan sirkulasi udara berjalan baik dapat membuat rumah sederhana terasa lebih terang dan lapang.
Kajian Badriyah dkk. menunjukkan bahwa pencahayaan alami yang terarah, termasuk yang berkaitan dengan orientasi kiblat, dapat membentuk persepsi ruang dan menghadirkan metafora tentang petunjuk ilahi.
Penelitian tersebut menyebut intensitas optimal sekitar 350–500 lux dengan temperatur warna hangat 2700–3000K. Dengan demikian, merawat pencahayaan dan sirkulasi rumah dapat menjadi bagian dari ikhtiar menciptakan hunian yang nyaman sekaligus mendukung suasana syukur.
Doa agar Rumah Sederhana Terasa Lapang dan Penuh Rasa Syukur
Rasulullah SAW pernah didengar seorang sahabat membaca doa ini di malam hari, dan beliau membenarkannya karena doa tersebut mencakup tiga kebutuhan pokok manusia: ampunan, kelapangan rumah, dan keberkahan rezeki (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah).
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، وَوَسِّعْ لِي فِي دَارِي ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي
Latin: Allahummaghfir lî dzanbî, wa wassi' lî fî dârî, wa bârik lî fîmâ razaqtanî.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, dan berkahilah rezekiku."
Doa ini singkat namun padat. Ighfir lî dzanbî membersihkan penghalang ketenangan hati; wassi' lî fî dârî tidak hanya berarti rumah menjadi luas secara fisik, tetapi juga lapang secara psikologis—jauh dari pertengkaran dan rasa sesak; dan bârik lî fîmâ razaqtanî memohon agar rezeki yang sedikit terasa cukup dan membawa ketenangan.
Selain itu, biasakan membaca doa masuk rumah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلَجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Latin: Allahumma innî as'aluka khairal-maulaji wa khairal-makhraji, bismillâhi walajnâ, wa bismillâhi kharajnâ, wa 'alallâhi rabbinâ tawakkalnâ.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dengan menyebut nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal."
Faedah Amalan Islami agar Rumah Sederhana Terasa Lapang dan Penuh Rasa Syukur
1. Menghadirkan ketenangan batin dan kelegaan psikologis
Zikir dan tilawah mengaktifkan dimensi spiritual ruang; rumah yang sering disebut nama Allah tidak akan terasa "mati" atau sempit, karena hati penghuninya dipenuhi cahaya dzikr. Dalam kajian Gestalt, kesederhanaan bentuk (Prägnanz) dan aliran visual yang terarah mengurangi distraksi dan menciptakan ketenangan yang membuat ruang terasa lebih lapang.
2. Mengundang keberkahan rezeki dan kecukupan
Doa wassi' lî fî dârî dan bârik lî fîmâ razaqtanî secara langsung meminta agar rumah dan rezeki diberkahi. Keberkahan berarti bertambahnya kebaikan: rezeki yang sedikit namun berkah terasa cukup, sedangkan rezeki melimpah tanpa berkah cepat habis dan tidak membawa ketenangan.
3. Menjauhkan rumah dari gangguan setan dan konflik
Membaca Bismillah saat masuk rumah dan sebelum makan menutup pintu bagi setan untuk bermalam atau ikut menikmati hidangan. Rumah yang jauh dari gangguan gaib akan terasa lebih aman dan harmonis, sehingga penghuninya lebih mudah bersyukur.
4. Menumbuhkan sikap qana'ah (merasa cukup)
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di antara tanda kebahagiaan seorang Muslim adalah diberikan rezeki yang cukup dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan-Nya (HR. Muslim). Qana'ah adalah kunci psikologis mengapa rumah sederhana bisa terasa lapang: karena hati tidak lagi mengukur kelapangan dengan luas bangunan, melainkan dengan rasa cukup.
5. Membangun rumah sebagai baiti jannati (rumahku surgaku)
Ketika rumah dipenuhi ibadah, zikir, sedekah, dan syukur, ia berubah dari sekadar tempat berlindung menjadi maskan—tempat yang menghadirkan ketenangan dan mendekatkan penghuninya kepada Allah. Inilah puncak dari kelapangan yang sejati: rumah yang sederhana secara material, namun kaya secara spiritual.
Pertanyaan Seputar Doa Rumah Terasa Lapang
1. Apakah doa "Allahummaghfir li dzanbi wa wassi' li fi dari" benar-benar ada dalam hadits?
Ya. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah. Seorang sahabat mendengar Rasulullah SAW membacanya di malam hari, lalu beliau membenarkan bahwa doa tersebut mencakup ampunan, kelapangan rumah, dan keberkahan rezeki.
2. Bagaimana cara membuat rumah sederhana terasa lapang secara Islami?
Kuncinya bukan pada luas bangunan, melainkan pada zikir, tilawah, kebersihan, dan rasa syukur. Rumah yang sering disebut nama Allah akan terasa hidup; hati yang qana'ah akan membuat ruang sempit terasa lapang.
3. Apakah zikir dan membaca Al-Qur'an di rumah bisa mendatangkan keberkahan?
Ya. Rasulullah SAW bersabda bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur'an akan dihadiri malaikat dan dijauhi setan, serta dipenuhi keberkahan. Rumah yang "hidup" dengan zikir tidak akan terasa seperti kuburan.
4. Apa amalan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari agar rumah penuh syukur?
Biasakan Bismillah saat masuk rumah, ucapkan salam kepada penghuni, jaga kebersihan, tilawah beberapa ayat, dan berbagi makanan kepada tetangga. Amalan-amalan kecil ini secara kumulatif membangun atmosfer rumah yang lapang dan bersyukur.
5. Apakah rumah sederhana bisa menjadi "surga" bagi keluarga?
Bisa. Konsep baiti jannati tidak bergantung pada kemewahan material, melainkan pada kehadiran Allah di dalamnya. Rumah yang penuh zikir, kasih sayang, dan rasa cukup akan menjadi tempat yang dirindukan, sebagaimana rumah Nabi SAW yang sangat sederhana namun penuh keberkahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364599/original/046664900_1791011132-Desain_mushola_kecil_dalam_rumah_yang_sejuk_meski_tanpa_kipas_dan_bikin_ibadah_keluarganya_nyaman.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347391/original/046105600_1789300928-emil_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387446/original/003156900_1793503473-1337933.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387444/original/051905300_1793503472-1001812344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387397/original/071158100_1793500890-1001812037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364679/original/008252200_1759123462-Kios_Sembako_Modern.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387374/original/061591800_1793496088-IMG-20261031-WA0026-768x377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387366/original/077504900_1793485137-WhatsApp-Image-2026-10-31-at-16.49.26.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387348/original/009664100_1793469741-IMG_20261031_232945.jpg)