Liputan6.com, Jakarta - Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban dalam ajaran Islam. Namun, kewajiban ini seringkali terlupakan karena kesibukan di zaman modern.
Oleh sebab itu, penting bagi para dai untuk menyampaikan pesan birrul walidain ini dengan jelas, relevan dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati dan memuliakan orang tua.
Al-Qur’an menempatkan kewajiban berbuat baik kepada orang tua pada posisi yang sangat tinggi. Dalam Surah Al-Isra ayat 23, perintah berbakti kepada orang tua disebut setelah larangan menyekutukan Allah. Penempatan tersebut menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam ajaran Islam.
Advertisement
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua. Menyakiti hati mereka merupakan perbuatan yang serius, sementara berbakti dan menaati mereka dalam kebaikan menjadi bagian dari jalan menuju rida Allah.
Pesan tentang berbakti kepada orang tua karena itu penting untuk terus disampaikan melalui ceramah, khutbah, maupun kultum. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah tujuh contoh ceramah singkat tentang kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.
7 Contoh Ceramah Singkat tentang Kewajiban Berbakti kepada Kedua Orang Tua
1. Ceramah Singkat: Rida Allah Terletak pada Rida Orang Tua
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil 'alamin, washalatu wasalamu 'ala asyrofil ambiya iwal mursalin, wa'ala alihi wasohbihi ajma'in. Amma ba'du.
Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya yang tiada henti.
Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, baginda Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jemaah yang dirahmati Allah, pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya menyampaikan sebuah pesan penting mengenai keutamaan berbakti kepada orang tua.
Kita sering kali mencari berbagai amalan sunah untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun terkadang melupakan amalan wajib yang ada di dalam rumah kita sendiri.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat masyhur:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Artinya: "Rida Allah tergantung pada rida orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi).
Hadis ini memberikan tamparan keras bagi kita bahwa sehebat apa pun ibadah kita, jika orang tua masih meneteskan air mata kesedihan karena ulah kita, ibadah tersebut tidak akan bernilai di hadapan Allah.
Rida mereka adalah kunci pembuka pintu-pintu langit. Jika kita ingin urusan kita dimudahkan, rezeki kita dilancarkan, maka buatlah orang tua kita tersenyum rida.
Banyak kisah di masa lalu yang menunjukkan bagaimana seorang anak yang bodoh dan miskin bisa menjadi ulama besar dan kaya raya hanya karena ketaatannya yang luar biasa kepada ibunya.
Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memperbaiki hubungan kita dengan mereka yang telah mengorbankan segalanya demi kita.
Marilah kita menundukkan kepala sejenak untuk memohon ampunan bagi kedua orang tua kita tercinta.
Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangi aku di waktu kecil).
Semoga kita semua digolongkan sebagai anak-anak yang saleh dan salihah. Mohon maaf atas segala kekhilafan kata.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Ceramah Singkat: Kedudukan Ibu Tiga Tingkat di Atas Ayah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh, wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a'malina.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla, yang masih memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan.
Selawat beriring salam mari kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam yang benderang.
Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, hari ini kita akan merenungkan sebuah topik yang menyentuh relung hati, yaitu tentang keistimewaan seorang ibu.
Islam memosisikan kedua orang tua di tempat yang sangat mulia, namun secara khusus, syariat memberikan porsi penghormatan ekstra kepada sosok ibu.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, seseorang datang kepada Rasulullah dan bertanya: مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوكَ Artinya: "Siapakah orang yang paling berhak aku pergauli dengan baik?" Nabi menjawab: "Ibumu." Orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" "Ibumu." "Lalu siapa?" "Ibumu." "Lalu siapa?" "Ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengapa ibu disebut hingga tiga kali? Para ulama menjelaskan bahwa ibu menanggung tiga kepayahan yang tidak dirasakan ayah: mengandung, melahirkan, dan menyusui.
Sembilan bulan ibu membawa kita di perutnya dengan susah payah yang bertambah-tambah. Saat melahirkan, ia bertaruh nyawa antara hidup dan mati.
Setelah itu, ia merelakan waktu istirahatnya demi menyusui dan merawat kita di waktu malam saat semua orang terlelap tidur.
Apakah pengorbanan sebesar ini bisa kita balas hanya dengan sedikit uang bulanan atau pemberian hadiah sesekali? Tentu tidak akan pernah sepadan.
Sayangi ibu kita. Jangan biarkan ada nada tinggi saat kita berbicara kepadanya, karena surgamu kini berada di bawah telapak kakinya.
Mari kita lantunkan doa terindah untuk kedua orang tua kita, khususnya bagi ibu yang telah melahirkan kita.
Allahummaghfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, kasihilah mereka sebagaimana mereka merawatku saat kecil).
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga menjadi teguran yang bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Ceramah Singkat: Larangan Berkata "Ah" kepada Orang Tua
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innalhamdalillah, nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuluh.
Segala puji bagi Allah yang menggenggam jiwa-jiwa kita, yang menuntun hati kita untuk senantiasa taat pada perintah-Nya.
Tak lupa selawat dan salam kita curahkan kepada teladan terbaik umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW, berserta keluarga dan para sahabatnya.
Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah, sering kali tanpa sadar, lisan kita menjadi senjata yang melukai hati orang-orang yang paling menyayangi kita.
Dalam berinteraksi dengan orang tua, Islam telah menetapkan adab dan tata krama yang sangat ketat, bahkan menyinggung hal yang paling remeh sekalipun.
Allah SWT menegaskan batas etika ini dalam Al-Qur'an:
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: "Maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS. Al-Isra: 23).
Bayangkan, sekadar mengucapkan kata "Ah", "Cih", atau "Hus" saat diperintah oleh orang tua saja sudah diharamkan secara tegas oleh Allah SWT.
Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya kedudukan orang tua. Bentakan, penolakan kasar, atau mimik wajah merengut adalah bentuk kedurhakaan (uququl walidain).
Banyak dari kita bersikap sangat sopan kepada atasan di tempat kerja, bermanis muka kepada teman, namun bersikap kaku dan kasar kepada ibu atau ayah di rumah.
Padahal, orang tua adalah sosok yang kelak akan mempertanggungjawabkan didikan mereka terhadap kita di hadapan mahkamah Allah SWT.
Mulai detik ini, jaga lisan kita. Gunakan intonasi yang lembut, tatapan mata yang penuh kasih, dan segeralah meminta maaf jika terlanjur menyakiti hati mereka.
Semoga Allah melembutkan hati kita untuk selalu bertutur kata yang mulia kepada kedua orang tua kita.
Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Tuhan kami, berikanlah ampunan untukku dan orang tuaku, dan rahmati keduanya seperti mereka menyayangiku di waktu kecil).
Akhirul kalam, mohon maaf atas segala tutur kata yang kurang berkenan di hati.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Ceramah Singkat: Berbakti kepada Orang Tua Setelah Mereka Tiada
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat. Washalatu wasalamu 'ala rasulillah, wa'ala alihi wasohbihi wa mawwalah.
Puji dan syukur tiada putusnya kita panjatkan kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Selawat dan salam teruntuk pahlawan reformasi moral dunia, Nabi Muhammad SAW, yang mencontohkan akhlak teragung dalam sejarah manusia.
Hadirin yang saya cintai, sering kali penyesalan datang saat tanah merah telah menutupi jasad orang tua kita tercinta di alam barzakh.
Banyak yang merasa kehilangan kesempatan untuk berbakti setelah orang tua meninggal dunia. Namun, ajaran Islam yang mulia tidak memutus ikatan tersebut.
Seorang sahabat pernah bertanya, "Ya Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada orang tua setelah mereka meninggal?" Rasulullah menjawab:
نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
Artinya: "Ya, dengan mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka, menyambung tali silaturahmi yang tidak bersambung kecuali melalui mereka, dan memuliakan teman-teman mereka." (HR. Abu Daud).
Hadis ini adalah pelipur lara bagi kita yang telah ditinggalkan. Pintu birrul walidain masih terbuka lebar melalui doa-doa saleh yang kita panjatkan setiap selesai salat.
Ketika kita bersedekah mengatasnamakan mereka, menunaikan wasiat yang belum sempat terwujud, dan menyambung silaturahmi dengan kerabat ayah-ibu, pahalanya mengalir ke alam kubur.
Disebutkan bahwa kelak ada orang tua di akhirat yang heran karena derajatnya di surga terus diangkat, lalu malaikat menjawab: "Ini berkat istighfar anakmu untukmu."
Jadilah amal jariyah bagi orang tua kita yang telah tiada. Jangan biarkan mereka menangis di alam barzakh karena melihat anaknya jauh dari agama.
Marilah kita bersama-sama mengirimkan doa untuk orang tua kita, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului kita.
Allahummaghfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Allah, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku, kasihilah mereka seperti mereka mengasihiku sewaktu kecil).
Semoga Allah mengumpulkan kita kembali bersama orang tua kita di surga Firdaus kelak. Amin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Ceramah Singkat: Dosa Besar Mendurhakai Orang Tua
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin. Washalatu wasalamu 'ala asyrofil mursalin, amma ba'du.
Mari kita bersama-sama mensyukuri nikmat kehidupan yang Allah berikan pada hari ini, dengan terus berusaha meningkatkan ketakwaan kita.
Semoga selawat dan salam selalu tersampaikan kepada panutan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang mulia.
Jemaah kaum muslimin yang dirahmati Allah, kebalikan dari kewajiban berbakti adalah kedurhakaan. Dan dosa ini bukanlah dosa kecil yang bisa dianggap remeh.
Islam menyejajarkan dosa durhaka kepada orang tua (uququl walidain) tepat di bawah dosa syirik atau menyekutukan Allah SWT.
Rasulullah SAW dengan tegas memperingatkan para sahabat dalam sebuah hadis:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ قُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
Artinya: "Maukah kalian aku beri tahu tentang dosa besar yang paling besar?" Para sahabat menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ancaman bagi anak yang durhaka sangatlah mengerikan. Hukumannya sering kali tidak ditunda hingga akhirat, melainkan disegerakan balasannya sejak di dunia.
Kehidupan anak yang menyakiti hati orang tuanya tidak akan pernah tenang, rezekinya sempit, keluarganya berantakan, dan akhir hayatnya terancam su'ul khatimah.
Kita bisa belajar dari kisah Alqamah di zaman Nabi, seorang sahabat ahli ibadah namun kesulitan mengucapkan syahadat saat sakaratul maut hanya karena ibunya menyimpan ganjalan di hati.
Jangan sampai keangkuhan harta, jabatan, atau gelar akademis membuat kita merasa lebih pintar dan lebih mulia merendahkan orang tua kita yang mungkin bersahaja.
Mari kita memohon ampun kepada Allah dan segera bersimpuh meminta maaf kepada orang tua kita jika kita masih sering melawan mereka.
Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Tuhanku, ampuni aku dan kedua orang tuaku, serta rahmati mereka layaknya mereka merawatku di masa kecil).
Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan penyampaian ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Ceramah Singkat: Orang Tua Adalah Pintu Surga Pertengahan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi wa kafa, wa sholatu wa salamu 'ala rasulihil musthafa, wa 'ala alihi wa shohbihi wa man wafa.
Tiada kata yang pantas mengawali perjumpaan kita selain puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga jumlahnya.
Selawat beriring salam mari senantiasa kita sanjungkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW yang telah membawa risalah kebenaran.
Hadirin wal hadirat yang insyaallah dirahmati Allah, setiap muslim di dunia ini pasti merindukan surga sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Tahukah kita bahwa Allah telah menyediakan sebuah pintu surga yang paling indah dan paling mudah diakses tepat di depan mata kita? Pintu itu adalah orang tua.
Rasulullah SAW bersabda dengan sangat indah tentang kedudukan ini:
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ
Artinya: "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah ia." (HR. Tirmidzi).
Pintu surga pertengahan bermakna pintu yang paling utama, paling mulia, dan paling cepat mengantarkan seseorang menuju kenikmatan surgawi.
Maka sungguh celaka seseorang yang mendapati kedua orang tuanya hidup hingga usia senja, namun keberadaan orang tua tersebut tidak membuatnya masuk surga.
Merawat orang tua yang sudah tua renta, pikun, atau sakit-sakitan adalah ujian kesabaran yang luar biasa, namun pahalanya sebanding dengan jihad fi sabilillah.
Jangan pernah menitipkan mereka ke panti jompo jika kita masih memiliki kemampuan untuk merawat mereka dengan tangan kita sendiri.
Mari kita berdoa memohon kekuatan agar mampu menjaga "pintu surga" kita dengan sebaik-baiknya hingga akhir hayat mereka.
Allahummaghfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka merawatku sejak kecil).
Demikian sedikit pengingat dari saya, semoga Allah melembutkan hati kita untuk selalu berbakti.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Ceramah Singkat: Menafkahi Orang Tua Sebagai Bentuk Syukur
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuluh.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan hidayah dan taufik-Nya sehingga kita bisa berkumpul di majelis ilmu yang penuh berkah ini.
Selawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan pengikutnya yang setia meniti jalan sunah.
Saudara-saudaraku yang berbahagia, ketika kita beranjak dewasa, bekerja, dan memiliki penghasilan sendiri, ada satu kewajiban finansial yang sering terlupa.
Selain menafkahi istri dan anak, menyisihkan harta untuk memuliakan orang tua adalah bentuk ibadah yang bernilai sedekah paling tinggi.
Allah SWT berfirman terkait prioritas dalam berinfak:
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: 'Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.'" (QS. Al-Baqarah: 215).
Ayat ini menempatkan ibu bapak pada urutan pertama sebagai penerima manfaat terbaik dari harta yang kita miliki, jauh sebelum orang lain.
Jangan menunggu orang tua meminta. Sering kali mereka menahan diri karena tidak ingin membebani anaknya yang sudah berkeluarga.
Jadilah anak yang peka; belikan pakaian yang layak, makanan kesukaan mereka, atau cukupi kebutuhan medisnya sebagai bentuk syukur atas biaya yang mereka keluarkan saat membesarkan kita.
Harta yang diberikan kepada orang tua tidak akan membuat kita miskin, justru Allah akan menggantinya dengan rezeki yang berlipat ganda dari arah yang tidak disangka-sangka.
Semoga Allah melapangkan rezeki kita semua sehingga mampu membahagiakan orang tua kita di masa tuanya.
Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. (Ya Tuhan kami, ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil).
Mohon maaf apabila ada kata yang salah dan kurang berkenan di hati para jemaah sekalian.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Berbakti Kepada Orangtua
1. Apa dalil ayat Al-Qur'an yang paling utama tentang berbakti kepada orang tua?
Dalil yang paling masyhur adalah Surah Al-Isra ayat 23-24 yang memerintahkan manusia untuk tidak menyekutukan Allah, berbuat baik (ihsan) kepada orang tua, dilarang berkata kasar (seperti berkata "ah"), serta mendoakan mereka dengan penuh kasih sayang.
2. Bagaimana cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia?
Menurut hadis Nabi, caranya adalah dengan mendoakan ampunan bagi mereka setiap selesai salat, membayarkan utang/wasiat mereka, bersedekah atas nama mereka, dan tetap menyambung tali silaturahmi dengan sahabat serta kerabat orang tua kita.
3. Mengapa kedudukan ibu ditekankan hingga tiga kali lebih utama daripada ayah?
Para ulama menjelaskan bahwa hal ini karena seorang ibu mengalami tiga masa kepayahan yang luar biasa yang tidak dialami oleh seorang ayah, yaitu masa mengandung yang melelahkan, rasa sakit saat melahirkan (bertaruh nyawa), dan masa menyusui serta merawat saat bayi.
4. Apakah rida Allah benar-benar bergantung pada rida orang tua?
Ya, hal ini secara tegas disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi yang menyatakan, "Rida Allah terletak pada rida orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua." Ketaatan kepada orang tua adalah kunci terkabulnya doa dan kelancaran urusan.
5. Apa hukuman atau azab bagi anak yang durhaka kepada orang tuanya?
Durhaka kepada orang tua (uququl walidain) adalah dosa besar kedua setelah syirik. Hukuman bagi anak durhaka tidak hanya ditangguhkan di akhirat kelak, melainkan azabnya sering kali disegerakan oleh Allah saat ia masih hidup di dunia berupa kesempitan hidup dan ketidakberkahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387348/original/009664100_1793469741-IMG_20261031_232945.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387326/original/069603600_1793464658-IMG-20261031-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387323/original/044919400_1793464229-1001810789.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387303/original/063359500_1793461391-IMG-20261031-WA0159.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387287/original/038415500_1793458936-1001811330.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387244/original/099734500_1793449621-WEB_3.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387272/original/013164700_1793456437-SaveInta.com_877779842_18129559244504418_5349271431767720129_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387265/original/088975500_1793454911-IMG-20261031-WA0161.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387256/original/026833600_1793452982-514670.jpg)