Liputan6.com, Ottawa - Serikat buruh terbesar di Kanada yang mewakili sekitar 3 juta pekerja di seluruh negeri menyatakan akan menolak menangani senjata dan peralatan militer yang ditujukan ke Israel. Keputusan tersebut diambil setelah pemungutan suara penting pada Kamis.
Canadian Labour Congress (CLC) menyatakan mendukung resolusi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap para pekerja Palestina dan keluarga mereka, serta semua pihak yang menyerukan perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataannya, CLC juga mendesak pemerintah Kanada mengambil langkah serupa dengan menghentikan seluruh transfer senjata dan peralatan militer ke Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Advertisement
Tahun lalu, Middle East Eye melaporkan bahwa pemerintah Kanada telah menyesatkan publik ketika menyatakan menghentikan sementara penerbitan izin ekspor senjata baru ke Israel.
Data yang tersedia secara komersial menunjukkan bahwa pengiriman senjata tidak hanya terus berlangsung, tetapi juga dipercepat. Sebagian pengiriman bahkan dilakukan melalui jalur tidak langsung, termasuk melalui Amerika Serikat.
Temuan tersebut dihimpun oleh tim sukarelawan dari Palestinian Youth Movement (PYM), bersama organisasi World Beyond War dan Arms Embargo Now.
Menurut kelompok-kelompok tersebut, pemerintah Kanada di Ottawa berupaya meredam ketidakpuasan publik yang semakin meningkat terhadap respons Partai Liberal atas perang Israel di Gaza. Namun, pemerintah dinilai tidak benar-benar membalikkan kebijakan dukungan tanpa syarat kepada Israel, meskipun sebelumnya telah menyatakan komitmen tersebut di hadapan publik.
Dokumen setebal 58 halaman berjudul Exposing Canadian Military Exports to Israel mencatat lebih dari 390 pengiriman dari 21 produsen Kanada di enam kota.
Pengiriman tersebut mencakup lebih dari 420.000 peluru, 735 komponen selongsong amunisi untuk senjata api, serta suku cadang jet F-35, termasuk sensor navigasi dan sistem radar. Barang-barang dengan fungsi ganda (dual-use), seperti antena GPS, juga tercatat dalam dokumen tersebut.
"Kanada memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa senjata dan peralatan militer yang diproduksi di negara ini tidak digunakan untuk melukai warga sipil Palestina atau berkontribusi terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional," kata CLC.
"Kanada harus menjunjung tinggi hukum internasional, melindungi nyawa warga sipil, serta mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi warga Palestina dan Israel," tambahnya.
CLC menegaskan bahwa gerakan buruh selalu memperjuangkan hak, keselamatan, dan martabat pekerja di seluruh dunia. Organisasi tersebut juga menolak segala bentuk kebencian dan diskriminasi, termasuk antisemitisme, rasisme terhadap warga Palestina, dan Islamofobia.
Dari Apartheid Afrika Selatan hingga Gaza
CLC telah menjalin hubungan selama puluhan tahun dengan serikat pekerja Israel, Histadrut. Namun, hubungan tersebut perlahan merenggang setelah Intifada Pertama, sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah studi yang diterbitkan Journal of Labor and Society pada 2014.
Pada Mei tahun ini, CLC memutuskan untuk memutus hubungan dengan Histadrut. Namun, pembahasan resolusi yang mengusulkan penetapan seluruh barang, jasa, dan hubungan kelembagaan dengan Israel sebagai Hot Cargo terhalang.
Istilah Hot Cargo merujuk pada barang yang menjadi sasaran penolakan atau boikot oleh pekerja.
Labour for Palestine–Canada, kelompok yang berada di garis depan gerakan untuk melarang pekerja menangani pengiriman peralatan militer ke Israel, mengatakan para pekerja Kanada pernah membantu mengakhiri rezim apartheid di Afrika Selatan.
"Kami mendukung pembebasan Timor Timur. Kami mengambil sikap menentang perang di Irak. Sekarang saatnya mengambil sikap untuk Palestina," kata kelompok tersebut.
Kelompok advokasi Canadians for Justice and Peace in the Middle East menyambut baik hasil pemungutan suara pada Kamis melalui unggahan di platform X. Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai langkah penting agar para pekerja dapat mencegah senjata Kanada digunakan untuk memfasilitasi genosida.
Sementara itu, kelompok aktivis Independent Jewish Voices menilai keputusan tersebut mengirimkan pesan yang jelas.
"Para pekerja Kanada menolak terlibat dalam genosida Israel di Gaza dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki."
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Kanada, Global Affairs Canada, menyatakan bahwa negaranya telah mengekspor barang-barang militer senilai lebih dari 44 juta dolar AS ke Israel selama periode 2023 hingga 2025.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3007456/original/033777300_1577514700-20191228-Kapal-Kandas-di-Israel-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411796/original/081544500_1479712425-kanada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384175/original/006716500_1793159511-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384118/original/088693700_1793158031-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384093/original/043235700_1793156882-Untitled.jpg)