Liputan6.com, Jakarta -Mengaji merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, dan adab menjadi salah satu penyempurna untuk meraih keberkahannya. Berbeda dengan kebiasaan baik di awal yang banyak dilakukan, adab mengakhiri kegiatan mengaji menurut ajaran Rasulullah sering kali terlupakan.
Padahal Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan majelis, bacaan Al-Qur'an, atau salat tanpa menutupnya dengan doa. Sayyidah ‘Aisyah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW selalu mengakhiri semuanya dengan kalimat "Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaika" (HR. an-Nasā'ī).
Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār mengungkapkan bahwa para ulama telah sepakat tentang kesunnahan memulai dan mengakhiri doa dengan hamdalah serta shalawat. Dianjurkan agar seseorang yang selesai membaca Al-Qur'an berdoa dengan sungguh-sungguh, termasuk mendoakan kebaikan kaum Muslimin dan para pemimpin mereka.
Advertisement
Dr. Wahidul Anam dalam Risalah Al-Qur'an: 40 Hadits Shahih tentang Keutamaan Al-Qur'an menekankan bahwa memuliakan Al-Qur'an, termasuk dalam cara mengakhirinya, adalah bagian dari keimanan. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah adab dan bacaan doa saat mengakhiri kegiatan mengaji Al-Qur’an atau majelis ilmu.
Adab Mengakhiri Kegiatan Mengaji Menurut Ajaran Rasulullah
1. Menutup Majelis dengan Doa Kafaratul Majelis
Adab pertama dan paling utama adalah menutup kegiatan mengaji dengan doa penutup majelis, yang dikenal sebagai kafāratul majlis (penebus kesalahan selama majelis). Rasulullah SAW mengajarkan doa ini sebagai penutup setiap aktivitas beliau, termasuk ketika membaca Al-Qur'an.
"Tidaklah Nabi SAW duduk dalam suatu majelis, tidak membaca Al-Qur'an, dan tidak melaksanakan salat, melainkan beliau menutupnya dengan kalimat-kalimat ini." (HR. an-Nasā'ī)
Berikut ini bacaan doanya:
Arab: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaika.
Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu."
Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār menyebutkan bahwa doa ini adalah hadis shahih riwayat at-Tirmidzī, dan siapa yang membacanya sebelum berdiri dari tempat duduknya, maka seluruh kesalahan selama majelis tersebut terampuni.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mengucapkan kebaikan, maka doa ini menjadi cap (penutup) bagi kebaikannya; dan barangsiapa mengucapkan keburukan, maka doa ini menjadi penebus (kafarat) baginya".
Hadis ini diriwayatkan oleh 15 sahabat, dan meskipun ada perawi yang menyebutkan lafaz "tidak membaca Al-Qur'an" secara sendirian, makna yang masyhur adalah doa ini sebagai kafarat majelis; jika setelah membaca Al-Qur'an seseorang langsung meninggalkan majelis, disunahkan membacanya.
2. Berdoa Setelah Selesai Tilawah atau Khatam
Selain doa penutup majelis, terdapat adab khusus berupa berdoa setelah selesai membaca Al-Qur'an, terutama setelah mengkhatamkan 30 juz. Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān menekankan kesunnahan yang sangat kuat (istihbāb mu'akkad) untuk berdoa setelah khatam.
Dari hadis riwayat ad-Dārimī: "Barangsiapa membaca Al-Qur'an (khatam), kemudian dia berdoa, maka ada 4.000 malaikat yang mengaminkan doanya." (HR. ad-Dārimī)
Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān menjelaskan bahwa doa setelah membaca Al-Qur'an hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh (ilḥāḥ), memohon hal-hal penting dengan kalimat-kalimat yang padat (jawāmi‘ al-kalim), dan sebagian besar atau seluruhnya diarahkan pada urusan akhirat serta kebaikan kaum Muslimin dan para pemimpin mereka.
Doa tersebut tidak hanya berisi kepentingan pribadi, melainkan mencakup kemaslahatan umat secara luas.
3. Membaca Doa Khatam Al-Qur'an
Ketika seseorang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur'an 30 juz, terdapat doa khusus yang dianjurkan. Imam an-Nawawi mencantumkan doa ini dalam at-Tibyān, dan doa tersebut menjadi amalan yang masyhur di kalangan umat Islam Indonesia.
Teks Doa Khatam: اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نَسِيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Latin: Allāhummarḥamnī bil-Qur'ān, waj‘alhu lī imāman wa nūran wa hudan wa raḥmatan. Allāhumma żakkirnī minhu mā nasītu wa ‘allimnī minhu mā jahiltu, warzuqnī tilāwatahu ānā'al-laili wa aṭrāfan-nahār, waj‘alhu lī ḥujjatan yā rabbal-‘ālamīn.
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya, ajarilah aku atas apa yang belum aku ketahui darinya, dan berikanlah aku rezeki untuk membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Dan jadikanlah ia pembelaku (hujjah), wahai Tuhan semesta alam."
Doa ini mengandung permohonan agar Al-Qur'an menjadi imam (pemimpin hidup), cahaya (penerang hati), petunjuk (yang menunjukkan jalan benar), dan rahmat (yang menenangkan jiwa).
Permohonan agar diingatkan ayat yang terlupakan dan diajari yang belum diketahui menunjukkan kesadaran bahwa ilmu manusia terbatas dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah. Permohonan agar Al-Qur'an menjadi ḥujjah (argumen pembela) di Hari Kiamat merupakan puncak harapan setiap pembaca Al-Qur'an.
4. Menutup dengan Hamdalah dan Shalawat
Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār menegaskan bahwa para ulama telah berijma‘ tentang kesunnahan memulai doa dengan hamdalah dan shalawat, serta menutupnya dengan kedua hal tersebut. Dalam konteks mengakhiri kegiatan mengaji, menutup doa dengan hamdalah dan shalawat merupakan bentuk penyempurnaan amal.
Rasulullah SAW bersabda: "Setiap perkara yang tidak dimulai dengan hamdalah, maka ia terputus (kurang berkahnya)." (HR. Abū Dāwud). Dalam riwayat lain, beliau bersabda: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim).
5. Membaca Surah al-Fatihah sebagai Penutup
Sebagian ulama menganjurkan untuk menutup kegiatan mengaji atau majelis ilmu dengan membaca Surah al-Fātiḥah. Meskipun tidak terdapat dalil spesifik dari Rasulullah SAW yang memerintahkan hal ini secara khusus, para ulama membolehkan bahkan menganjurkan praktik tersebut sebagai bentuk tabarruk (mencari keberkahan) dengan surah paling agung dalam Al-Qur'an.
Membaca Surah al-Fātiḥah di akhir majelis atau setelah doa bersama merupakan perbuatan yang mustaḥsanah (dinilai baik dan dianjurkan). Dalam kitab Nihāyatul Mufīd disebutkan bahwa kebiasaan kaum Muslimin membaca al-Fātiḥah setelah doa di akhir majelis adalah perkara yang dinilai baik dalam syariat meskipun tidak memiliki dasar dari Al-Qur'an dan Sunnah Nabi secara langsung. Para ulama menyebut amalan ini sebagai bid‘ah ḥasanah, inovasi yang baik dalam ibadah—yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama.
6. Mendoakan Kebaikan Umat dan Para Pemimpin
Adab mengakhiri mengaji yang sering terlupakan adalah mendoakan kebaikan kaum Muslimin dan para pemimpin. Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān secara eksplisit menyebutkan bahwa doa setelah membaca Al-Qur'an hendaknya mencakup doa untuk ṣalāḥ al-muslimīn (kebaikan kaum Muslimin) dan ṣalāḥ sulṭānihim (kebaikan para pemimpin mereka).
Rasulullah SAW bersabda: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang tidak di hadapannya akan dikabulkan. Di samping kepalanya ada malaikat yang ditugaskan; setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: 'Āmīn, dan bagimu juga yang semisal.'" (HR. Muslim).
Dengan mendoakan kebaikan umat dan pemimpin, kegiatan mengaji tidak hanya berdampak pada individu pembaca, melainkan menjadi sarana kontribusi spiritual bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Keutamaan Menerapkan Adab Mengaji Menurut Ajaran Rasulullah
1. Mendapatkan Ampunan atas Kesalahan selama Majelis
Doa kafaratul majelis yang dibaca di akhir mengaji berfungsi sebagai penebus kesalahan, kekurangan, dan dosa yang mungkin terjadi selama majelis, baik disengaja maupun tidak. Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār menegaskan bahwa siapa yang membacanya sebelum berdiri dari tempat duduknya, maka seluruh kesalahan selama majelis tersebut terampuni.
2. Amal Ditutup dengan Stempel Kebaikan
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa penutup majelis menjadi ṭāba‘ (stempel) bagi kebaikan yang telah dilakukan dan kafārah (penebus) bagi keburukan. Dalam hadis ‘Aisyah disebutkan: "Barangsiapa mengucapkan kebaikan, maka doa ini menjadi cap bagi kebaikannya; dan barangsiapa mengucapkan keburukan, maka doa ini menjadi penebus baginya". Dengan demikian, kegiatan mengaji ditutup dalam keadaan tercatat sebagai amal yang sempurna.
3. Doa Diijabah dan Diamini Malaikat
Doa yang dipanjatkan setelah selesai membaca Al-Qur'an memiliki keutamaan khusus. Imam ad-Dārimī meriwayatkan bahwa 4.000 malaikat mengaminkan doa orang yang berdoa setelah khatam Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa penutup mengaji adalah waktu mustajab yang hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya.
4. Meneladani Sunnah Nabi dan Menjaga Keberkahan Majelis
Menerapkan adab mengakhiri mengaji berarti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang selalu menutup majelis, tilawah, dan salat dengan doa. Meneladani beliau mendatangkan keberkahan, memperkuat doa-doa yang telah dipanjatkan, dan menjadikan majelis mengaji sebagai majelis yang penuh rahmat.
5. Meningkatkan Kualitas Spiritual dan Kepedulian Sosial
Doa setelah mengaji yang mencakup kebaikan kaum Muslimin dan para pemimpin menjadikan kegiatan mengaji tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga masyarakat luas. Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān menganjurkan agar doa tersebut mengandung kemaslahatan bersama. Ini melatih kepedulian sosial dan memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah.
Pertanyaan Seputar Adab Selesai Mengaji
1. Apa doa yang dibaca setelah selesai mengaji?
Doa yang dianjurkan setelah selesai mengaji adalah doa kafaratul majelis: "Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaika" (Maha Suci Engkau ya Allah...). Untuk yang mengkhatamkan Al-Qur'an, dianjurkan membaca doa khatam: "Allāhummarḥamnī bil-Qur'ān..." sebagaimana tercantum dalam kitab at-Tibyān karya Imam an-Nawawi.
2. Apakah hadis doa penutup majelis shahih?
Ya. Hadis riwayat Sayyidah ‘Aisyah RA tentang doa penutup majelis dinilai shahih oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkār, dan disebutkan sebagai hadis shahih riwayat at-Tirmidzī. Hadis ini juga diriwayatkan oleh an-Nasā'ī dalam al-Sunan al-Kubrā dan ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah.
3. Apakah membaca Surah al-Fatihah setelah mengaji itu sunnah?
Tidak ada dalil spesifik dari Rasulullah SAW yang memerintahkan membaca al-Fātiḥah sebagai penutup majelis. Namun, para ulama membolehkan bahkan menganjurkan praktik ini sebagai bid‘ah ḥasanah (inovasi yang baik) dan bentuk tabarruk dengan surah paling agung dalam Al-Qur'an.
4. Mengapa doa setelah membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan?
Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān menjelaskan bahwa doa setelah membaca Al-Qur'an sangat dianjurkan karena waktu tersebut adalah waktu yang penuh keberkahan dan doa sangat berpeluang diijabah. Dalam hadis riwayat ad-Dārimī disebutkan bahwa 4.000 malaikat mengaminkan doa orang yang berdoa setelah khatam Al-Qur'an.
5. Apa isi doa khatam Al-Qur'an yang diajarkan Imam an-Nawawi?
Doa khatam Al-Qur'an yang diajarkan Imam an-Nawawi dalam at-Tibyān berisi permohonan agar Allah merahmati pembaca dengan Al-Qur'an, menjadikannya sebagai imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat; mengingatkan ayat yang terlupakan; mengajari yang belum diketahui; memberikan kemampuan membacanya sepanjang malam dan siang; serta menjadikannya sebagai pembela di Hari Kiamat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387582/original/087745300_1793516708-697a03cd3d563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387584/original/070458400_1793517174-1001812799.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387539/original/034010500_1793513667-IMG-20261101-WA0032.jpg)