Liputan6.com, Jakarta - Cara mengatasi air yang menggenang di tatakan pot tanaman perlu diperhatikan agar tanaman tetap sehat dan area sekitar tidak menjadi lembap. Genangan biasanya berasal dari sisa penyiraman atau air hujan yang tertampung di bawah pot dan tidak segera dibuang.
Jika dibiarkan terlalu lama, cara mengatasi air yang menggenang di tatakan pot tanaman perlu segera diterapkan untuk mencegah kelembapan berlebihan yang dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar akar. Kondisi tersebut berpotensi memicu pembusukan akar serta mengundang nyamuk untuk berkembang biak.
Selain menjaga kesehatan tanaman, cara mengatasi air yang menggenang di tatakan pot tanaman juga penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih bersih. Penanganan drainase, pemilihan tatakan, dan kebiasaan menyiram yang tepat dapat membantu mencegah penumpukan air sekaligus menjaga tanaman tumbuh dengan baik.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengatasi air yang menggenang di tatakan pot tanaman, Minggu (1/11/2026).
1. Buang Air yang Tertampung Setelah Penyiraman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387672/original/092796000_1793527170-Buang_Air_yang_Tertampung_Setelah_Penyiraman.jpg)
Setelah menyiram tanaman, periksa tatakan pot dan buang air berlebih sekitar 15–30 menit kemudian. Waktu tersebut memberi kesempatan bagi air untuk mengalir keluar dari media tanam melalui lubang drainase.
Jangan membiarkan air terus tertampung hingga berjam-jam karena sebagian kelembapan dapat kembali terserap ke dalam pot. Kebiasaan mengosongkan tatakan secara rutin membantu menjaga akar tetap mendapatkan oksigen dan mengurangi risiko pembusukan.
2. Pastikan Lubang Drainase Pot Tidak Tersumbat
Pot tanaman perlu memiliki lubang drainase yang cukup agar kelebihan air dapat keluar dengan lancar. Periksa bagian bawah pot secara berkala untuk memastikan tidak ada tanah, akar, atau kotoran yang menyumbat lubang tersebut.
Jika aliran air terhambat, bersihkan sumbatan menggunakan alat kecil secara hati-hati agar tidak merusak akar. Drainase yang berfungsi dengan baik membantu mencegah air tertahan di dasar pot dan mengurangi risiko media tanam terlalu basah.
Advertisement
3. Gunakan Jenis Pot yang Sesuai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387673/original/097235500_1793527170-Gunakan_Jenis_Pot_yang_Sesuai.jpg)
Pemilihan material pot turut memengaruhi kelembapan media tanam. Pot terakota yang memiliki pori-pori memungkinkan sebagian kelembapan menguap melalui dindingnya sehingga media cenderung lebih cepat mengering.
Sementara itu, pot plastik dan keramik berlapis glasir biasanya mempertahankan kelembapan lebih lama. Sesuaikan jenis wadah dengan kebutuhan tanaman, terutama untuk jenis yang tidak menyukai media terlalu basah. Pastikan setiap pot tetap memiliki lubang drainase yang memadai.
4. Pilih Media Tanam dengan Drainase Baik
Media tanam yang terlalu padat dapat menghambat aliran air dan membuat kelembapan bertahan lebih lama. Gunakan campuran tanah, kompos, sekam bakar, atau bahan lain yang sesuai dengan karakteristik tanaman.
Penambahan bahan berpori seperti perlit juga dapat membantu memperbaiki aerasi dan drainase sehingga air berlebih lebih mudah mengalir. Hindari menggunakan media yang terlalu banyak menahan air, terutama untuk tanaman yang akarnya rentan membusuk akibat kelembapan berlebihan.
5. Gunakan Kaki atau Penyangga Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387674/original/002302400_1793527171-tatakan.jpg)
Letakkan pot di atas kaki atau penyangga khusus agar terdapat ruang antara dasar pot dan tatakan. Celah tersebut membantu air keluar melalui lubang drainase tanpa terhalang permukaan tatakan.
Selain memperlancar pembuangan air, penggunaan penyangga juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di bagian bawah pot. Pilih kaki pot yang kokoh dan mampu menopang berat wadah beserta media tanam agar posisinya tetap stabil.
6. Sesuaikan Frekuensi Penyiraman
Hindari menyiram tanaman secara berlebihan karena kebiasaan ini dapat membuat media terlalu basah dan meningkatkan risiko pembusukan akar. Periksa kelembapan tanah terlebih dahulu sebelum menambahkan air, misalnya dengan menyentuh bagian atas media tanam atau menggunakan alat pengukur kelembapan.
Frekuensi penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman, ukuran pot, kondisi cuaca, dan karakteristik media tanam. Tanaman yang diletakkan di tempat teduh biasanya membutuhkan penyiraman berbeda dibandingkan tanaman yang terkena sinar matahari langsung.
Advertisement
7. Periksa Tatakan Setelah Hujan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387675/original/007018800_1793527171-pot_hujan.jpg)
Air hujan dapat memenuhi tatakan pot, terutama jika tanaman diletakkan di teras atau halaman terbuka. Periksa setiap wadah setelah hujan dan segera buang air yang tertampung agar tidak menjadi genangan dalam waktu lama.
Selain menjaga kondisi akar, langkah ini juga penting untuk mengurangi risiko tatakan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jika memiliki banyak tanaman, lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk pada pot yang berada di sudut teras atau area yang jarang diperhatikan.
8. Atur Area Penempatan Pot di Luar Ruangan
Penempatan pot juga perlu diperhatikan untuk mencegah penumpukan air di sekitar tanaman. Hindari meletakkan banyak pot pada permukaan yang cekung atau menjadi jalur aliran air hujan. Jika tanaman ditempatkan langsung di halaman, pastikan permukaan tanah memiliki kemiringan yang cukup agar air tidak berkumpul di satu titik.
Saluran kecil juga bisa dibuat untuk membantu mengarahkan aliran air menuju tempat pembuangan. Dengan penataan yang tepat, area tanaman tetap lebih kering dan tidak mudah mengalami genangan setelah hujan deras.
9. Gunakan Alat Penyedot Air untuk Tatakan Berukuran Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387676/original/011191300_1793527171-Gunakan_Alat_Penyedot_Air_untuk_Tatakan_Berukuran_Besar.jpg)
Tatakan berukuran besar atau pot yang sulit dipindahkan terkadang membutuhkan penanganan khusus. Jika air sulit dibuang secara manual, gunakan alat penyedot air basah dan kering (wet and dry vacuum) yang memang dirancang untuk menyedot cairan.
Pastikan alat digunakan sesuai petunjuk dan aman untuk kondisi area tersebut. Cara ini dapat membantu mengosongkan genangan tanpa harus mengangkat pot yang berat. Setelah air tersedot, periksa kembali bagian bawah wadah dan pastikan tidak ada sisa air yang tertinggal.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Air yang Menggenang di Tatakan Pot Tanaman
Mengapa air yang menggenang di tatakan pot tanaman harus segera dibuang?
Genangan air yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat akar terus-menerus terpapar kelembapan berlebih dan kekurangan oksigen. Kondisi ini meningkatkan risiko pembusukan akar serta membuat tatakan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Berapa lama air di tatakan pot boleh dibiarkan setelah penyiraman?
Sebaiknya kosongkan tatakan sekitar 15–30 menit setelah penyiraman, setelah kelebihan air selesai mengalir dari media tanam. Jangan membiarkan genangan bertahan terlalu lama karena air dapat kembali terserap ke dalam pot.
Bagaimana cara mencegah air menggenang di tatakan pot saat musim hujan?
Periksa tatakan secara rutin setelah hujan dan segera buang air yang tertampung. Letakkan pot di area yang tidak menjadi tempat berkumpulnya air serta gunakan penyangga agar drainase bagian bawah tetap lancar.
Apakah semua jenis pot bisa menyebabkan air menggenang?
Tidak selalu. Genangan lebih sering terjadi ketika lubang drainase tersumbat, media tanam terlalu padat, atau air penyiraman berlebihan. Namun, material pot juga berpengaruh terhadap kecepatan penguapan kelembapan.
Apakah kaki pot efektif untuk mengatasi genangan air?
Ya, kaki pot membantu menciptakan celah antara dasar wadah dan tatakan sehingga air dapat mengalir lebih bebas. Penyangga tersebut juga memperbaiki sirkulasi udara di bagian bawah pot dan membantu mencegah air tertahan di sekitar lubang drainase.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387671/original/087414700_1793527170-Gunakan_Kaki_atau_Penyangga_Pot.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372089/original/080654800_1791867657-01M4SRF5V516YGY46GQ0CCGCED.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547123/original/002198600_1775446751-Gemini_Generated_Image_svxqvjsvxqvjsvxq.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310291/original/069975700_1785312978-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305573/original/011766000_1784797985-Drainase_yang_Terhubung_ke_Sumur_Resapan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8473690/original/075378300_1782383114-2401755508746374115.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259204/original/037578400_1781491877-13737366078511553127.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5113102/original/000948300_1738211828-20250130-Banjir_Jalan_Kamal-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1797565/original/069995100_1512988966-20171211-Bundaran-HI-Juga-Tak-Luput-dari-Banjir-Fanani-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378167/original/087091500_1792491054-01M5CAKBMBDF9JPVR34HPQP578.jpg)