Liputan6.com, Beijing - Tim peneliti di balik penemuan ini berkata kepada Global Times di hari Rabu bahwa para ilmuwan China telah menemukan tiga eksoplanet yang menantang pemahaman yang ada tentang bagaimana planet berevolusi di sekitar bintang-bintang yang menua.
Dikutip dari Global Times, Minggu (1/11/2026), seperti matahari, sebagian besar bintang menghasilkan cahaya dan panas lewat reaksi fusi hidrogen menjadi helium di inti mereka. Ketika cadangan hidrogen di inti mereka habis, bintang-bintang tersebut pada akhirnya akan mengembang secara drastis menjadi raksasa merah, yang berpotensi membesarkan hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan kali lipat dari volume aslinya.
Planet-planet di sekitarnya kemudian menghadapi nasib yang suram. Profesor di Fakultas Fisika dan Astronomi di Universitas Yunnan Qian Shengbang sekaligus ketua tim peneliti berkata mereka mungkin langsung tertelan oleh atmosfer bintang yang terus mengembang atau secara bertahap ditarik ke arah bintang-bintang tersebut oleh gaya pasang surut hingga akhirnya terjun ke dalam bintang-bintang itu.
Advertisement
Namun, tim peneliti telah mengidentifikasi tiga eksoplanet yang tampaknya berhasil bertahan hidup di zona yang menurut prediksi model-model saat ini merupakan zona berbahaya.
Para peneliti memastikan bahwa ketiga bintang induk tersebut telah memasuki fase pembakaran helium di inti setelah melewati fase raksasa merah, di mana planet-planet mereka diperkirakan akan tertelan pada jarak orbit mereka saat ini.
Temuan ini mengungkap sebuah "paradoks kelangsungan hidup" yang menantang model-model evolusi bintang dan evolusi bintang dan planet yang ada saat ini. Tim peneliti berkata penemuan sejumlah contoh tersebut mengindikasikan bahwa fenomena tersebut mungkin bukanlah kasus yang terisolasi dan perlu diteliti lebih lanjut untuk mengungkapkan mekanisme fisik yang mungkin mendasarinya.
"Jika di masa lalu kita hanya menemukan satu planet yang masih bertahan, kita mungkin masih bisa menjelaskan sebagai kejadian betulan. Namun, penemuan tiga 'penyintas yang beruntung' sekaligus menunjukkan bahwa ini bukanlah kasus yang terisolasi dan mungkin ada mekanisme fisik mendasar yang sama pada ketiganya," ujar Qian.
Pertanyaan Tentang Masa Depan Bumi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385817/original/018338800_1793270769-nasa-vhSz50AaFAs-unsplash.jpg)
Penemuan ini juga memunculkan pertanyaan-pertanyaan menarik tentang masa depan tata surya kita. Dalam beberapa miliar tahun, Matahari diperkirakan akan memasuki fase raksasa merah.
Qian menyebutkan bahwa teori-teori tradisional menunjukkan bahwa Bumi kemungkinan besar akan ditelan oleh Matahari yang semakin membesar, tapi temuan-temuan baru ini menyoroti kompleksitas interaksi antara bintang-bintang yang menua dan planet-planetnya, yang berpotensi memberikan wawasan baru mengenai kelangsungan hidup planet meskipun temuan tersebut tidak secara langsung mengubah prediksi mengenai nasib Bumi.
Tim tersebut pertama-tama menganalisis perubahan halus pada kecerahan bintang induk ketiga eksoplanet tersebut, 24 Boo, HD 12648, dan TYC 4282-605-1, dengan menggunakan data satelit dan asteroseismologi, yang mengonfirmasi bintang-bintang tersebut telah memasuki tahap pembakaran helium di inti.
Di antara planet-planet tersebut, eksoplanet 24 Boo b mengorbit bintang induknya kira-kira setiap 30 hari, pada jarak orbit yang hanya 18 persen dari jarak antara Bumi dan Matahari. Menurut tim peneliti, eksoplanet ini merupakan eksoplanet terdekat yang diketahui yang mengorbit bintang raksasa gugus merah.
Tim tersebut kemudian menggunakan model untuk merekonstruksi sejauh mana ketiga bintang tersebut telah mengembang selama evolusi mereka di masa lalu, dan membandingkan perkiraan tersebut dengan orbit planet-planet tersebut saat ini.
Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga planet tersebut mengorbit di dalam wilayah di mana secara teoritis mereka diperkirakan telah ditelan oleh bintang induknya. Namun, ketiganya tetap bertahan dan masih ada hingga saat ini.
Menurut tim peneliti baru tersebut terbit dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "The Survival Paradox of Close-In Planet Orbiting Red Clump Giants."
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1223010/original/084088100_1462276173-drake2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3443022/original/030123800_1619674268-009576500_1519638929-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1517123/original/043413000_1487843957-NASA-Temukan-Planet-Mirip-Bumi-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300812/original/049961600_1784384793-90-8.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515103/original/072836300_1782439883-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3178896/original/007121800_1594697043-20200714-Komet-Neowise-di-Belarus-AP-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328470/original/098769400_1787196258-eb4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3007456/original/033777300_1577514700-20191228-Kapal-Kandas-di-Israel-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370705/original/083435400_1759566433-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387252/original/094777200_1793452694-IMG_4093.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383811/original/059851400_1793099860-Jeannin_Stahltaube_1.jpg)