Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap kasus pembunuhan seorang bayi berusia 20 bulan berinisial SF yang diduga dilakukan oleh ayah tiri dan ibu kandungnya. Hasil pemeriksaan forensik menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, dr. Asri Megaratri, mengatakan tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada balita tersebut diduga merupakan luka baru maupun lama. Ia juga mengatakan, laporan forensik menemukan keadaan bahwa balita tersebut dalam kondisi kurang gizi.
"Kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya, ya kurang dari yang seharusnya normal pada usia tersebut," kata Asri kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Advertisement
"Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak. Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama," sambungnya.
Berdasarkan temuan tersebut, tim forensik kemudian melakukan pemeriksaan rontgen pada tulang-tulang korban. Pengecekan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya tulang yang patah pada tubuh korban.
Hasil autopsi menunjukkan sejumlah tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ dalam tubuh korban. Temuan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan luar, dengan tanda cedera ditemukan di area dada hingga perut.
Namun, Asri belum dapat menyimpulkan kepastian terkait temuan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk histopatologi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dia mengatakan, tim forensik juga telah menyiapkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik di Puslabfor Polri apabila dibutuhkan.
"Mami juga telah menyediakan beberapa sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik untuk dibawa ke Puslabfor Polri oleh penyidik apabila dibutuhkan," ungkapnya.
"Untuk sebab kematian kami masih alami lebih lanjut, Bapak dan Ibu, sehingga belum bisa kami rilis hari ini," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pemilik toilet umum melaporkan kejadian yang mencurigakan.
"Terkait anak tersebut, itu dibunuh oleh kedua orang tuanya, yaitu ibu kandungnya dan ayah tirinya," kata Seala saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/11/2026).
Membunuh karena Faktor Ekonomi
Seala menyebut, ayah tiri korban berinisial AR (22) dan ibu kandungnya, JM (20), diduga melakukan pembunuhan karena persoalan ekonomi. Korban merupakan anak kedua sekaligus anak bungsu dari dua bersaudara.
"Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu. Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecillah dibunuh oleh kedua orang tuanya," ujar dia.
Setelah melakukan aksinya, kedua pelaku memesan taksi daring menuju kawasan Palmerah. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah Benhil. Di kawasan tersebut, keduanya diduga menguburkan jasad korban di sebuah lahan kosong menggunakan kantong plastik.
"Benhil, di kiri jalan itu ada lahan kosong. Nah, di situlah dua pelaku mengubur anaknya dengan menggunakan kantong kresek," kata Seala.
Polisi kemudian mendapatkan informasi mengenai keberadaan kedua pelaku dan melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan AR dan JM yang merupakan ayah tiri dan ibu kandung korban.
"Kami berhasil amankan pria dan wanita tersebut," jelasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/815175/original/001394900_1424584652-Ilustrasi-Jenazah-Bayi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387947/original/009885300_1793591735-IMG_20261102_082758.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263103/original/002442900_1671164554-ilustrasi_bayi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387653/original/066356700_1793524573-1001813243.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387201/original/078517600_1793442639-rekonstruksi_1.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386692/original/077055400_1793356726-1001806765.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386052/original/064250300_1793320669-1001218093.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386002/original/043879000_1793292766-IMG-20261029-WA0118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385806/original/040235500_1793270300-e33d97d0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385269/original/028957000_1793249306-Brigadir_polisi_WP_ditangkap_usai_bunuh_ibu_kandung.jpg)