Liputan6.com, Jakarta -Bakuchiol menjadi salah satu kandungan skincare alami yang semakin populer karena menawarkan manfaat perawatan kulit menyerupai retinol. Bahan aktif ini dikenal lebih lembut sehingga kerap dipilih oleh pemilik kulit sensitif yang ingin mendapatkan manfaat anti-aging tanpa khawatir berlebihan terhadap iritasi.
Retinol selama ini menjadi andalan dalam berbagai produk anti-aging. Kandungan turunan vitamin A ini membantu menyamarkan garis halus, kerutan, dan tanda-tanda penuaan.
Namun, penggunaannya dapat memicu efek samping pada sebagian orang, seperti kemerahan, iritasi, hingga kulit kering. Kondisi tersebut membuat bakuchiol semakin menarik perhatian.
Advertisement
Kandungan ini berasal dari tanaman Psoralea corylifolia atau babchi yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan Tiongkok. Melansir The Strategist, Senin (2/11/2026), bakuchiol mulai dikenal luas sebagai alternatif retinol dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, bahan aktif tersebut hadir dalam beragam produk skincare, mulai dari merek premium hingga pilihan yang lebih terjangkau. Ahli kimia kosmetik Julian Sass menyebut popularitas bakuchiol turut didorong tren clean beauty, strategi pemasaran, serta sejumlah penelitian yang mengkaji manfaatnya.
Meski memiliki manfaat yang kerap disandingkan dengan retinol, keduanya bekerja melalui mekanisme berbeda. Bakuchiol dan retinol dapat membantu mendorong pergantian sel kulit, tapi menargetkan reseptor yang berbeda.
Karakteristik ini membuat bakuchiol kerap dipertimbangkan oleh pemilik kulit sensitif, termasuk mereka yang rentan mengalami rosacea.
Perbedaan Bakuchiol vs Retinol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3492946/original/037141000_1624604224-mathilde-langevin-Pv7SK92At0o-unsplash.jpg)
Retinol merupakan turunan vitamin A dari kelompok retinoid yang dikenal mampu memperbaiki tekstur kulit, membantu mengatasi jerawat, serta menyamarkan garis halus dan hiperpigmentasi. Sementara itu, bakuchiol adalah bahan aktif nabati yang diekstrak dari tanaman Psoralea corylifolia.
Mengutip Health, kedua kandungan ini memiliki sejumlah manfaat serupa, termasuk mendukung produksi kolagen dan mempercepat regenerasi sel kulit. Proses tersebut membantu menghaluskan tekstur, menyamarkan tanda penuaan, serta mengurangi risiko penyumbatan pori-pori.
Meski demikian, retinol dan bakuchiol bekerja melalui mekanisme berbeda dengan menargetkan reseptor kulit yang tidak sama. Dari sisi bukti ilmiah, retinol juga memiliki lebih banyak penelitian yang mendukung efektivitasnya dalam mengatasi tanda penuaan dan memperbaiki kondisi kulit.
Perbedaan lain terlihat dari efek sampingnya. Retinol dapat memicu kulit kering, mengelupas, kemerahan, hingga sensasi perih, terutama pada awal pemakaian. Bakuchiol cenderung lebih mudah ditoleransi sehingga dapat menjadi alternatif bagi pemilik kulit yang sensitif terhadap retinol.
Advertisement
Cara Menggunakan Bakuchiol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6502416/original/032246400_1779358873-IMG-20260521-WA0038.jpg)
Bakuchiol tersedia dalam berbagai produk skincare, mulai dari serum, krim, minyak wajah, hingga peeling. Serum, krim, atau minyak dengan kandungan ini umumnya dapat digunakan dua kali sehari, sesuai petunjuk pemakaian produk.
Bagi yang ingin beralih dari retinol ke bakuchiol, mulailah dengan mengganti produk retinol malam hari beberapa kali dalam seminggu. Perhatikan respons kulit untuk memastikan tidak muncul iritasi. Jika kulit dapat menoleransinya dengan baik, frekuensi penggunaan bisa ditingkatkan secara bertahap hingga dua kali sehari.
Untuk memasukkan serum bakuchiol ke dalam rutinitas skincare, awali dengan membersihkan wajah menggunakan pembersih lembut. Lanjutkan dengan toner, kemudian aplikasikan serum secukupnya pada wajah, leher, dan dada sesuai anjuran produk.
Jika digunakan pada pagi atau siang hari, jangan lewatkan tabir surya dengan SPF minimal 30 untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Efek Samping Bakuchiol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4809532/original/077515600_1713801361-juan-encalada-SCteCA0Mf1A-unsplash.jpg)
Bakuchiol umumnya lebih mudah ditoleransi oleh kulit sensitif dibandingkan retinol. Meski demikian, penggunaannya tetap berpotensi menimbulkan efek samping.
Pada sebagian kecil kasus, kulit dapat mengalami kemerahan dan pengelupasan, terutama saat pertama kali menggunakan produk. Kandungan ini juga berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari.
Perhatian khusus diperlukan bagi ibu hamil. Sejumlah produk bakuchiol mengklaim aman digunakan selama kehamilan, padahal belum tersedia data klinis yang cukup untuk memastikan keamanannya.
Sass menjelaskan bahwa bahan yang belum terbukti berbahaya bagi kehamilan tidak serta-merta dapat disebut aman untuk ibu hamil. Menurutnya, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bakuchiol berisiko, tapi penelitian mengenai penggunaannya selama kehamilan juga masih terbatas.
Karena itu, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan bakuchiol ke dalam rutinitas skincare.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3466517/original/009956400_1622107598-WhatsApp_Image_2021-05-27_at_13.52.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388288/original/099226600_1793606951-90ddee9a-e5b1-4023-acbf-448da74c1991.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388110/original/003865700_1793600889-j-schiemann-Z4Sxy1_3wdY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382227/original/059966000_1792983613-influential-women-makeup-industry-performing-Depositphotos_660251484_L.jpg.jpeg)