Liputan6.com, Jakarta - Ketua Baleg DPRBob Hasan menegaskan RUU Pembentukan Undang-Undang disusun untuk menindaklanjuti Putusan MK Nomor 81/PUU/XXIII/2025 sekaligus mengatur mekanisme fast track legislation.
Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat pemaparan materi dari Badan Keahlian DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Bob menegaskan rapat tersebut baru sebatas penjabaran dari BKD dan belum masuk tahap Panitia Kerja (Panja), sehingga tidak mewajibkan ketentuan kuorum.
Advertisement
Menjelang pembukaan masa sidang DPR pada 10 November 2026, Bob meminta Kepala BKD Bayu Dwi Anggono membedah urgensi serta substansi pembeda RUU tersebut dari undang-undang sebelumnya.
Terkait rencana penerapan mekanisme fast track, Bob mengingatkan agar pemangkasan waktu pembentukan undang-undang tidak mengorbankan kualitas substansi maupun syarat formal dan materialnya.
"Dan fast track ini pun juga ada ketentuannya, tidak semua undang-undang yang nanti akan kemudian disusun dengan pola atau metodologi fast track ya atau percepatan penyusunan," kata dia.
Tengah Disusun
Sebelumnya, Kepala Badan Keahlian (BK) DPR Bayu Dwi Anggono mengatakan, DPR tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pembentukan Undang-Undang yang memuat 12 bab dan 92 pasal sebagai bentuk pembaruan proses legislasi nasional.
"Dari materi ini, 22,8 persen itu adalah materi muatan lama, apa yang ada di dalam Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, itu tanpa kita reformulasi, dia masuk kembali," kata Bayu dalam rapat Panja Penyusunan RUU tentang PPP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, materi baru tersebut merupakan hasil reformulasi aturan yang ada serta penetapan regulasi baru. Salah satu perubahan mendasarnya adalah pemisahan aturan pembentukan undang-undang dari peraturan di bawahnya.
Jika RUU ini disahkan, ketentuan pembentukan undang-undang dalam UU P3 otomatis dicabut, sementara aturan mengenai peraturan di bawah undang-undang tetap berlaku.
"Jadi nanti akan ada dua undang-undang: Undang-Undang Pembentukan Undang-Undang dan Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur pembentukan peraturan di bawah undang-undang," ujar Bayu.
Dalam rancangan tersebut, pembentukan undang-undang dibagi menjadi prosedur biasa dan prosedur cepat. Bayu menyebut mekanisme fast track legislation tidak bisa digunakan sembarangan karena dibatasi enam kondisi.
Pertama, pengesahan perjanjian internasional tertentu yang mendesak untuk segera diberlakukan. Kedua, menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memuat batas waktu perubahan atau penggantian undang-undang.
Ketiga, perubahan materi muatan undang-undang secara terbatas. Keempat, perbaikan kesalahan teknis penulisan atau redaksional. Kelima, perubahan lampiran undang-undang.
Keenam, keadaan tertentu yang mendesak dan disetujui bersama oleh alat kelengkapan DPR yang menangani bidang legislasi dengan menteri atau kepala lembaga terkait.
“Jadi huruf f itu di luar a sampai e tentu perlu persetujuan dari badan legislasi mengenai fast track legislation ini,” jelasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389450/original/087287000_1793721811-13f8defe-1cae-4b6c-8e4e-657570104185.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389352/original/058252500_1793708092-db7c019c-e8a3-4ae6-8a63-8215347bd98d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293996/original/036742600_1783769721-164338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)