Liputan6.com, JakartaKelelawar yang bersarang di plafon rumah dapat menimbulkan banyak masalah, mulai dari bau kotoran yang menyengat hingga risiko penyakit yang dibawanya. Banyak orang merasa terganggu saat mendengar suara gesekan atau kepakan sayap dari balik plafon, terutama pada malam hari ketika kelelawar mulai beraktivitas mencari makan.
Kelelawar masuk ke plafon rumah umumnya terjadi karena area tersebut menawarkan ruang gelap, hangat, dan minim gangguan yang menyerupai habitat alami mereka seperti gua atau lubang pohon. Mereka bisa masuk melalui celah kecil pada atap atau ventilasi yang tidak tertutup rapat sebelum mereka membangun sarang secara permanen di dalam rumah.
Lantas, bagaimana cara mengusir kelelawar dari plafon rumah dengan aman? Berikut ini adalah beberapa tipsnya yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (3/11/2026).
Advertisement
1. Pastikan Ada Kelelawar dan Temukan Titik Masuknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389156/original/057246000_1793697921-d7910d6e-4a8f-4d4d-8136-46a5c2d22355.jpg)
Pertama, pastikan bahwa penghuni di atas plafon memang kelelawar, bukan tikus, tokek, atau burung. Setelah itu, Anda perlu memetakan jalur keluar-masuknya. Kalau masih ragu, Anda bisa mempelajari tanda rumah jadi sarang kelelawar sebelum mulai bekerja. Berikut ini adalah cara mengetahui apakah ada kelelawar di plafon dan menemukan titik masuknya:
- Dengarkan suara di jam aktif: Kelelawar biasanya aktif saat senja dan subuh. Suara mencicit bernada tinggi atau kepakan sayap di atas plafon pada jam-jam itu adalah tanda kuat keberadaan mereka.
- Periksa kotorannya: Kotoran kelelawar mirip kotoran tikus, tetapi langsung hancur menjadi serbuk kalau ditekan. Jangan menyentuhnya dengan tangan kosong dan selalu pakai sarung tangan.
- Cari noda di sekitar celah: Saat mengecek dari tangga, cari bekas noda minyak berwarna cokelat, kotoran yang menempel di dinding, dan bau. Noda ini biasanya muncul di jalur yang sering dilewati kelelawar.
- Amati rumah saat matahari terbenam: Berdiri di tempat aman di luar rumah menjelang magrib, lalu lihat dari mana kelelawar terbang keluar. Pengamatan saat senja seperti ini bisa membantu memetakan rute tanpa mengganggu sarang. Setelah itu, periksa sisa garis atap untuk mencari bukaan sekunder.
- Tandai semua celah: Titik masuk yang umum meliputi ventilasi, bagian bawah atap (soffit), celah di sekitar cerobong, atau retakan kecil di dinding luar. Gunakan senter atau teropong untuk memeriksa area yang sulit dijangkau. Tandai semua kemungkinan titik masuk dan keluar sebagai acuan.
- Cek apakah ada anak kelelawar: Langkah ini sering terlewat padahal penting. Anak kelelawar belum bisa terbang, jadi tidak akan bisa keluar lewat pintu satu arah.
Tips: Jangan remehkan celah kecil. Merujuk panduan Today's Homeowner, kelelawar hanya butuh celah sekitar 1/2 inci untuk masuk kembali, atau kira-kira 1,3 cm. Beberapa praktisi bahkan menyebut kelelawar bisa menyelinap lewat lubang sekecil 3/8 inci, sekitar 1 cm.
Advertisement
2. Pasang Pintu Satu Arah, lalu Tutup Celah secara Permanen
Inilah inti dari cara mengusir kelelawar dari plafon yang direkomendasikan para ahli, yaitu metode eksklusi atau one-way exclusion. Prinsipnya sederhana: kelelawar dibiarkan terbang keluar di malam hari untuk mencari makan, tetapi tidak bisa masuk lagi. Contoh sederhananya, bayangkan pintu putar yang cuma bisa berputar ke satu arah. Inilah cara melakukannya:
- Tutup dulu celah sekunder: Tutup semua celah kecil yang jarang dipakai, tetapi biarkan jalur utama tetap terbuka. Tujuannya agar kelelawar tidak pindah ke celah lain saat diusir. Sebagai patokan, sebaiknya gunakan dempul (caulk) dan tutup setiap celah yang lebih besar dari seperempat inci.
- Jangan tutup jalur utama terlalu cepat: Di tahap ini, jalur utama masih harus terbuka. Kalau ditutup saat kelelawar masih di dalam, mereka akan terjebak, mati, dan menimbulkan bau.
- Pasang jaring satu arah: Berdasarkan panduan Family Handyman, salah satu metodenya adalah memasang kawat kasa atau jaring yang menggantung sekitar satu kaki di bawah titik keluar kelelawar. Rekatkan jaring di bagian atas dan samping, tetapi biarkan bagian bawahnya bebas agar kelelawar bisa keluar namun tidak bisa masuk kembali.
- Atau gunakan kerucut/tabung eksklusi: Alternatifnya adalah kerucut eksklusif, yang punya lubang yang bisa dilewati kelelawar dari dalam tetapi tidak bisa dimasuki dari luar. Alat ini bisa dipasang dengan paku pines, staples, atau lakban, dan sebagian besar bisa dipakai ulang.
- Biarkan terpasang beberapa hari: Biarkan alat eksklusi terpasang minimal tiga hari, lalu pantau untuk memastikan kelelawar bisa keluar tetapi tidak bisa masuk kembali. Kalau koloninya besar, sebagian praktisi menyarankan waktu sekitar satu minggu.
- Amati sekali lagi saat senja: Sebelum menutup permanen, luangkan satu sore lagi untuk mengamati rumah. Pastikan tidak ada lagi kelelawar yang keluar-masuk dari bagian mana pun.
- Lepas alat, lalu tutup permanen: Setelah kelelawar dipastikan pergi, tutup semua titik masuk agar mereka tidak kembali. Gunakan bahan awet seperti kawat baja, dempul, atau busa pengembang untuk menutup celah dan retakan.
3. Bersihkan Kotoran dan Gunakan Pengusir Pendukung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389157/original/062142300_1793697921-e7f29da3-f1d2-40a2-94f3-ac5b8ac4fefb.jpg)
Setelah koloni pergi, pekerjaan Anda belum selesai. Bagian terakhir dari cara mengusir kelelawar dari plafon adalah membersihkan kotoran (guano) dengan aman dan membuat area plafon kurang menarik bagi kelelawar. Dalam praktiknya, pengusir alami seperti aroma dan cahaya hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan solusi utama.
Soal risiko kesehatan, mengacu pada laporan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), histoplasmosis biasanya didapat dari menghirup tanah yang terkontaminasi kotoran burung atau kelelawar, dan tidak menular dari manusia ke manusia. Kotoran yang menumpuk di plafon juga berisiko. Sebagaimana disampaikan North Carolina Wildlife Resources Commission, tumpukan besar kotoran kelelawar bisa mengganggu kesehatan jika berada di ruang tertutup, tempat kotoran bisa mengering dan menjadi seperti debu.
- Pakai alat pelindung diri: Gunakan masker N95, sarung tangan, kacamata, dan baju lengan panjang. Orang dengan daya tahan tubuh lemah sebaiknya tidak ikut membersihkan.
- Basahi kotoran sebelum diangkat: Semprot kotoran dengan air memakai semprotan halus agar debunya tidak beterbangan. Jangan langsung menyapu kotoran yang masih kering.
- Buang kotoran dan material yang tercemar: Kumpulkan kotoran ke kantong plastik tebal, ikat rapat, lalu buang. Kalau ada insulasi atau papan plafon yang sudah terlalu kotor, pertimbangkan untuk menggantinya.
- Disinfeksi dan netralkan bau: Bersihkan area dengan disinfektan. Para profesional biasanya juga menggunakan penghilang noda berbasis enzim untuk menetralkan bau.
- Gunakan aroma sebagai pendukung: Kelelawar tidak suka aroma tajam seperti kayu putih, kayu manis, dan peppermint. Semprotkan campuran air dan minyak esensial di dekat bekas jalur masuk, tetapi ingat bahwa ini hanya solusi sementara, bukan jangka panjang.
- Atur pencahayaan luar rumah: Lampu luar yang terang menarik serangga, dan serangga menarik kelelawar. Ganti dengan lampu kuning khusus serangga untuk mengurangi sumber makanan mereka.
- Sediakan rumah kelelawar: Kalau memungkinkan, pasang kotak sarang kelelawar (bat house) di pohon atau tiang yang jauh dari rumah. Dengan begitu, kelelawar punya tempat tinggal pengganti dan manfaatnya sebagai pemakan serangga tetap Anda rasakan.
- Lakukan inspeksi rutin: Periksa atap, ventilasi, dan lisplang secara berkala, terutama setelah musim hujan atau angin kencang. Celah baru sering muncul dari genteng yang bergeser.
Untuk koloni besar, jangan memaksakan diri. Tumpukan kotoran dalam jumlah besar sebaiknya dibersihkan oleh jasa profesional yang punya peralatan pengendali spora. Anda juga bisa membaca ragam metode pengusiran kelelawar secara fisik sebagai bahan pertimbangan sebelum memanggil jasa profesional.
Advertisement
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengusir Kelelawar
Banyak pemilik rumah sudah mencoba berbagai cara, tetapi kelelawar tetap kembali atau malah muncul masalah baru. Biasanya penyebabnya bukan metodenya yang salah, melainkan urutan atau caranya. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang perlu dihindari.
- Menutup celah di siang hari: Siang hari adalah waktu kelelawar tidur di dalam plafon. Kalau celah ditutup saat itu, seluruh koloni terkurung. Bangkai kelelawar akan menimbulkan bau, dan kelelawar yang panik bisa mencari jalan ke dalam kamar.
- Memakai racun atau pestisida: Kelelawar bukan hama pengerat seperti tikus. Racun bisa membahayakan hewan lain, bangkainya bikin plafon bau, dan banyak spesies kelelawar dilindungi.
- Menangkap dengan tangan: Kelelawar punya mulut sangat kecil, sehingga Anda bisa saja tergigit tanpa menyadarinya. Kalau tidak sengaja bersentuhan atau tergigit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
- Terlalu mengandalkan alat ultrasonik dan pengusir instan: Sebagaimana diungkapkan pakar eksklusi kelelawar bersertifikat Bat Conservation International, produk dan perangkat pengusir disebut tidak pernah berhasil sebagai solusi tunggal. Memang ada pendapat lain.
- Mengusir saat masih ada anak kelelawar: Kalau induknya keluar dan tidak bisa masuk lagi, anak-anaknya akan mati di dalam plafon. Selain kejam, kondisi ini menimbulkan bau dan masalah kebersihan.
- Hanya menutup satu lubang: Kelelawar biasanya punya beberapa jalur. Kalau satu ditutup, mereka akan pindah ke celah lain di garis atap.
- Menyapu kotoran kering tanpa masker: Kebiasaan ini justru menerbangkan debu kotoran ke udara dan meningkatkan risiko terhirup.
- Berpikir "menyingkirkan", bukan "mencegah masuk": Pola pikir ini membuat orang memilih cara instan yang tidak bertahan lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengusir Kelelawar dari Plafon
Berapa lama kelelawar benar-benar pergi dari plafon?
Dengan pintu satu arah, sebagian besar kelelawar biasanya keluar dalam beberapa malam. Namun, alat sebaiknya tetap terpasang setidaknya tiga hari sampai sekitar satu minggu. Setelah itu, lakukan pengamatan terakhir saat senja sebelum semua celah ditutup permanen.
Apakah kayu putih atau kapur barus cukup untuk mengusir kelelawar?
Aroma tajam seperti kayu putih, kayu manis, atau peppermint bisa membuat kelelawar kurang nyaman, tetapi efeknya hanya sementara. Kelelawar sering kembali begitu baunya hilang. Hasil yang permanen hanya bisa didapat dengan pintu satu arah lalu menutup semua celah.
Kapan sebaiknya memanggil jasa profesional?
Panggil jasa profesional jika koloninya besar, kotoran sudah menumpuk banyak, posisi celah sulit dijangkau, atau kelelawar sudah masuk ke ruang tempat tinggal. Profesional punya alat pelindung dan pengalaman memilih alat eksklusi yang sesuai dengan bentuk atap rumah Anda.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389155/original/052677000_1793697921-1891c3c3-9109-4287-b6ea-bd031d34c701.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384801/original/027869500_1793181707-01M60WX1X931SNB4E92QJNAZ5G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3911571/original/045007200_1642842141-tierra-mallorca-rgJ1J8SDEAY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371764/original/062687700_1759720015-lubang_ular1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390221/original/037745600_1793787800-02e782cc-40e5-48b9-96d1-8a37d95b1260.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389985/original/001908200_1793779686-e6f33af4-ccf9-4786-9b1c-00c8c21a0a97.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389871/original/084891300_1793776717-Gemini_Generated_Image_r33bulr33bulr33b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389689/original/007406100_1793767621-cfe81dae-ac55-4e4c-94bb-0577c1691f40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528398/original/032062200_1773283925-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3569402/original/019849300_1631496238-IMG-20210913-WA0003.jpg)