Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, istilah frugal living semakin sering kita dengar. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan budaya konsumtif yang diperkuat oleh media sosial, hidup hemat dianggap sebagai salah satu cara untuk mencapai kestabilan finansial. Namun, dari perspektif psikologi, apakah hidup hemat selalu membuat seseorang lebih bahagia?
Menurut saya, frugal living bukan sekadar mengurangi pengeluaran. Gaya hidup ini juga mencakup kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan dorongan sesaat, serta menggunakan uang sesuai dengan prioritas hidup.
Seseorang yang memilih tidak membeli barang bermerek karena tidak membutuhkannya, lalu mengalokasikan uang untuk pendidikan anak, kesehatan, atau dana darurat, sedang menerapkan pengelolaan keuangan yang rasional. Ia tidak kehilangan kebebasan, tetapi justru memiliki kendali lebih besar atas keputusan hidupnya.
Advertisement
Secara psikologis, kebiasaan ini dapat memberikan rasa aman. Kita memang tidak bisa mengendalikan seluruh ketidakpastian ekonomi, tetapi perencanaan keuangan yang baik dapat membantu mengurangi kekhawatiran terhadap masa depan.
Sebaliknya, kebiasaan membeli barang untuk mengatasi stres atau mengikuti gaya hidup orang lain dapat memberikan kesenangan sesaat tanpa menyelesaikan masalah yang mendasarinya.
Hubungan antara kondisi finansial dan kesehatan mental juga didukung oleh penelitian. Tinjauan sistematis terhadap 94 studi longitudinal dari 24 negara menemukan bahwa kesulitan finansial berkaitan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih buruk, terutama depresi. Namun, kita perlu membedakan antara hidup hemat secara sukarela dan hidup dalam kekurangan akibat keterbatasan ekonomi. Keduanya memiliki pengalaman psikologis yang berbeda.
Ketika Hidup Hemat Justru Menjadi Beban
Lalu, apakah frugal living memiliki sisi negatif?
Tentu saja. Masalah dapat muncul ketika penghematan dilakukan secara berlebihan dan terlalu kaku. Seseorang mungkin terus merasa bersalah saat mengeluarkan uang, bahkan untuk kebutuhan yang wajar. Ia menolak berlibur bersama keluarga, menghindari pertemuan sosial, atau menunda pemeriksaan kesehatan demi menghemat biaya.
Dalam kondisi seperti ini, kita perlu melihat bukan hanya jumlah uang yang berhasil ditabung, melainkan juga dampaknya terhadap kualitas hidup. Perilaku tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya gangguan mental. Namun, kecemasan yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus patut diperhatikan.
Menemukan Keseimbangan antara Hemat dan Bahagia
Menurut saya, kunci frugal living yang sehat adalah keseimbangan. Kita perlu mempersiapkan masa depan tanpa mengorbankan kehidupan hari ini. Menabung memang penting, tetapi kesehatan, hubungan keluarga, istirahat, dan pengalaman bermakna juga memiliki nilai.
Kita tidak harus mengikuti gaya hidup orang lain untuk merasa berhasil. Sebaliknya, kita juga tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali menikmati sesuatu yang memang mampu kita beli.
Pada akhirnya, tujuan hidup hemat bukanlah mengeluarkan uang sesedikit mungkin, melainkan menggunakan uang secara bijaksana agar kehidupan menjadi lebih terarah dan tenang.
Jangan sampai kita terlalu sibuk menghemat uang untuk masa depan hingga lupa menjalani kehidupan hari ini. Namun, jangan pula terlalu sibuk menikmati hari ini hingga melupakan kebutuhan masa depan.
Sebab, hidup yang baik bukan hanya tentang berapa banyak uang yang berhasil kita simpan, melainkan juga tentang bagaimana kita menjalani kehidupan dengan sehat, bermakna, dan bahagia.
dr. Andri, Sp.KJ, FAPM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/figure_images/113/original/006478500_1777957776-Dr._Andri__Sp.KJ__FAPM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383852/original/062982900_1793105548-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_19.51.38.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375868/original/081610000_1792238431-Gemini_Generated_Image_hcmx8rhcmx8rhcmx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380248/original/027265200_1792662564-IMG_6381.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380249/original/018233000_1792662587-IMG_6379.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378307/original/053547400_1792497336-Aplikasi_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859444/original/053903900_1718062312-Pemprov_DKI_megharapkan_warga_berjalan_kaki-HERMAN__8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377608/original/030474800_1792471071-Double_Job_1.jpg)