Liputan6.com, Jakarta Cara menanam daun kelor dari stek menjadi pilihan paling praktis untuk memperbanyak tanaman superfood ini di pekarangan rumah. Anda cukup memotong batang tua yang sehat, mengeringkannya sebentar, lalu menancapkannya ke media tanam yang gembur.
Dibandingkan menyemai biji, cara menanam daun kelor dari stek membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan dapat dipanen dalam waktu lebih singkat. Dari batang indukan berkualitas, akar baru umumnya terbentuk paling baik pada bulan-bulan hangat, hanya dalam beberapa minggu setelah ditanam.
Kelor sudah lama dijuluki sebagai pohon ajaib karena hampir seluruh bagiannya bermanfaat. Sebagaimana dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), Moringa oleifera adalah spesies yang paling banyak dibudidayakan dari famili Moringaceae, berasal dari anak benua India, dan mampu tumbuh hingga setinggi 10-12 meter.
Advertisement
Cara Memilih dan Menyiapkan Stek Batang Kelor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546096/original/082726400_1775273035-kelor.jpg)
Tahap pertama dalam cara menanam daun kelor dari stek adalah memilih batang indukan yang tepat lalu menyiapkannya dengan cermat. Pemilihan batang yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan munculnya akar baru, sama seperti prinsip pada bibit hasil stek pada umumnya.
Dalam banyak panduan budidaya internasional ditegaskan agar hanya menggunakan batang berkayu keras yang masih berkulit, bukan pucuk hijau muda, karena akar terbentuk dari kulit batang yang berada di bawah tanah.
Pilih batang dari pohon indukan sehat: Gunakan batang dari pohon yang berumur minimal satu tahun, berupa kayu keras, dan bukan jaringan batang hijau yang masih muda. Pastikan batang bebas dari hama dan penyakit.
Tentukan ukuran batang: Potong batang sepanjang sekitar 30-150 cm dengan diameter kurang lebih 2,5-10 cm. Ukuran stek yang umum dipakai berkisar 45-150 cm dengan diameter 4-16 cm, menyesuaikan ketersediaan batang indukan.
Potong ujung secara miring: Potong batang pada sudut sekitar 45 derajat tepat di bawah ruas (node), karena ruas inilah tempat akar baru akan tumbuh. Potongan miring sekaligus memperluas bidang tumbuh akar.
Sisakan tunas di bagian atas: Buang cabang-cabang samping dan sisakan tunas di bagian pucuk atas untuk hasil yang lebih baik. Pastikan stek memiliki minimal dua ruas.
Angin-anginkan stek: Keringkan stek di tempat teduh selama kurang lebih tiga hari sebelum ditanam di pembibitan atau langsung di lahan. Langkah ini membantu menutup luka potongan dan mengurangi risiko pembusukan.
Advertisement
Cara Menanam Daun Kelor dari Stek di Pot maupun Lahan
Media tanam yang gembur menjadi fondasi penting ketika Anda mempraktikkan cara menanam daun kelor dari stek, baik di dalam pot maupun langsung di tanah. Batang yang sudah diangin-anginkan siap ditancapkan pada media yang tepat.
Anda bisa meracik media tanam organik dari campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, serta sekam atau pasir agar drainasenya baik. Campuran tanah kebun, kompos, dan perlit dengan takaran yang sama juga menghasilkan media yang gembur dan berpori.
Siapkan wadah berdrainase atau tanah berpasir: Gunakan pot berlubang (minimal berdiameter 40 cm) atau lahan terbuka. Saat menanam langsung, pilih tanah yang ringan dan berpasir agar air tidak menggenang.
Tancapkan sepertiga bagian batang: Tanam sepertiga dari panjang stek ke dalam media, misalnya jika batang 90 cm maka kubur sedalam 30 cm. Posisikan batang tegak dengan tunas menghadap ke atas.
Padatkan tanah di sekitar pangkal: Tekan tanah di sekeliling pangkal batang secara perlahan agar stek berdiri kokoh, lalu siram. Hindari tekanan berlebihan yang merusak struktur media.
Siram secukupnya: Jangan terlalu banyak menyiram, sebab media yang terlalu berat atau basah dapat membuat akar membusuk. Cukup jaga media tetap lembap.
Boleh menanam beberapa stek sekaligus: Jika menggunakan satu pot bersama, beri jarak antarstek agar mudah dipisah saat dipindah. Cara ini mirip teknik pada penanaman pohon kelor dari batang yang banyak dipakai pekebun rumahan.
Cara Merawat Stek Kelor agar Cepat Berakar dan Subur
Penyiraman, pencahayaan, dan pemangkasan yang konsisten menjadi penentu akhir keberhasilan cara menanam daun kelor dari stek. Perawatan yang keliru, terutama kelebihan air, justru membuat batang gagal berakar.
Berdasarkan panduan hortikultura, stek kelor umumnya berakar dalam rentang beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung suhu dan ukuran batang, dan jika suhu lingkungan turun di bawah 20 derajat Celsius sebaiknya pot dipindahkan ke tempat yang lebih hangat.
Letakkan di tempat teduh lebih dulu: Stek perlu dijaga tetap lembap dan teduh sampai akarnya terbentuk. Setelah berakar, barulah pindahkan ke lokasi dengan sinar matahari penuh.
Jaga kelembapan, bukan genangan: Siram dengan baik, lalu siram kembali hanya ketika media mulai kering. Media yang terus becek memicu pembusukan.
Berikan sinar matahari cukup: Setelah berakar, kelor menyukai lokasi yang terang. Pilih tempat yang menerima sinar matahari penuh minimal 6-8 jam sehari.
Pindahkan ke lahan permanen: Stek yang dipelihara di pembibitan umumnya siap ditanam ke lahan setelah 2-3 bulan. Lakukan dengan hati-hati agar akar muda tidak rusak.
Pangkas pada umur 3-5 bulan: Pemangkasan dianjurkan untuk merangsang percabangan, menambah hasil daun, dan memudahkan panen. Teknik ini serupa dengan cara mengerdilkan pohon kelor agar rimbun dan tidak menjulang.
Beri pupuk organik berkala: Gunakan kompos atau pupuk kandang matang untuk menjaga kesuburan media. Pelajari lebih lanjut langkah lengkapnya pada panduan membudidayakan kelor di rumah dan dasar-dasar stek sebagai pembiakan vegetatif.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Kelor dari Stek
Berapa lama stek batang kelor mulai berakar dan bertunas?
Waktunya bervariasi menurut suhu dan ukuran batang. Stek kelor umumnya berakar dan mulai mapan dalam rentang sekitar 2-8 minggu, lalu bertunas setelah akar terbentuk. Pada cuaca yang lebih dingin, proses ini bisa berlangsung lebih lama.
Apakah batang kelor bisa ditanam langsung tanpa akar?
Bisa, dan justru itulah inti metode stek. Stek kelor tanpa akar pun dapat tumbuh menjadi pohon baru yang utuh selama batang sehat, berkayu, dan ditanam pada media yang tepat. Akar akan terbentuk sendiri dari kulit batang yang terkubur.
Kapan waktu terbaik menanam daun kelor dari stek?
Pilih periode yang hangat dan lembap. Di iklim tropis seperti Indonesia, akhir musim kemarau menjelang awal musim hujan adalah waktu ideal karena kelembapan cukup tanpa perlu penyiraman berlebihan, dengan tetap menjaga media agar tidak tergenang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369825/original/081943700_1791537083-IeJbpFHAVQMq3Juf1Midg3EpHQfBXaAOIi5as0a8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384200/original/085044900_1793160794-Gemini_Generated_Image_rd6pq4rd6pq4rd6p.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373349/original/011502900_1791963110-01M4TE3YVQXES6HFR4G5BXC737.jpg)