Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus tertekan serta fluktuasi harga emas kerap memicu kecemasan di kalangan investor pemula. Menghadapi kondisi pasar yang bergejolak tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, rasional, dan tidak terbawa arus kepanikan.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengimbau masyarakat dan investor untuk tetap tenang serta tidak panik saat IHSG tertekan dan harga emas bergerak fluktuatif.
Ibrahim menegaskan bahwa aktivitas investasi sejatinya wajib menggunakan dana bebas atau "uang dingin", bukan dari hasil utang maupun dana kebutuhan operasional harian.
Advertisement
Ibrahim menilai, banyak investor pemula kerap terjebak kerugian besar karena membeli aset investasi menggunakan sumber dana yang salah serta terdorong oleh rasa takut ketinggalan momen (fear of missing out/FOMO).
"Banyak sekali masyarakat yang membeli saham, logam mulia, dan instrumen lainnya menggunakan uang panas—seperti pinjam kartu kredit, pinjam bank, hingga menjual tanah. Itu sangat tidak boleh," ujar Ibrahim dalam talk show "IHSG Rontok, Emas Jadi Peluang atau Jebakan?" di, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Ia menambahkan, berinvestasi dalam nominal kecil tidak masalah selama transaksi dilakukan melalui lembaga keuangan resmi dan terawasi, seperti Bullion Bank maupun PT Pegadaian (Persero).
"Paling aman di situ, daripada menggunakan aplikasi-aplikasi di luar Bullion Bank yang berisiko memicu masalah di kemudian hari," tegasnya.
Formula Alokasi Dana Investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385862/original/040532500_1793274892-6276189552091271843.jpg)
Guna mengantisipasi risiko likuiditas, Ibrahim memberikan gambaran alokasi keuangan yang sehat. Bagi masyarakat yang memiliki tabungan Rp 50 juta, ia menyarankan untuk menyisihkan maksimal Rp 10 juta saja untuk porsi investasi.
Secara umum, porsi dana operasional harian dan kebutuhan darurat harus tetap menjadi prioritas utama.
"Sebaiknya 70% dana dipegang untuk operasional, baru sisanya 30% diinvestasikan. Kalau investasi jangan terlalu agresif atau berlebihan," jelas Ibrahim.
Sebagai opsi alternatif, masyarakat dapat menerapkan formula 60% untuk dana operasional dan 40% untuk portofolio investasi. Menurutnya, porsi investasi yang terlalu besar berisiko memaksa investor mencairkan asetnya secara terburu-buru saat membutuhkan dana mendesak.
"Jika memiliki uang Rp 100 juta, anggaplah 60% untuk kebutuhan operasional. Sisa 40% dapat dialokasikan ke instrumen investasi, misalnya ditempatkan pada saham-saham perbankan atau saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang cenderung lebih aman dan stabil," pungkasnya.
Advertisement
Emas Tetap Aset Safe Haven Menuju US$ 5.000
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
Di tengah koreksi harga saat ini, Ibrahim menilai emas tetap relevan sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang tangguh. Menurutnya, bank sentral di berbagai negara justru aktif memborong emas saat harganya sedang terkoreksi.
"Dari dulu orang membeli emas, sehingga instrumen ini tidak mengenal kata runtuh. Bank sentral global seperti Tiongkok dan India terus memindahkan dananya dari dolar AS ke emas saat harganya turun," ungkap Ibrahim.
Harga emas spot pada Kamis berada di kisaran US$ 4.039 per ons troi (sekitar Rp 73,1 juta dengan asumsi kurs Rp 18.110 per dolar AS). Sepanjang Oktober, harganya mencatatkan penurunan sekitar 2,5%.
Ibrahim mengaku sempat mengalami penurunan nilai (unrealized loss) hingga 20% pada portofolio logam mulia miliknya. Namun, ia tetap tenang karena berinvestasi menggunakan uang dingin.
"Walaupun turun sampai 20%, kita diam saja. Malahan saya tambah lagi (averaging down)," kata Ibrahim optimistis.
Ia meyakini harga emas dunia berpotensi melesat menuju level US$ 5.000 per ons troi (sekitar Rp 90,5 juta per ons troi).
"Saya percaya harga emas masih akan terus naik. Kita lihat nanti di bulan Desember, kemungkinan kencang sekali menuju US$ 5.000, dan pada 2027 trennya akan lebih kuat lagi," paparnya.
Meski demikian, ia kembali mengingatkan bahwa investasi pada saham maupun emas tidak dirancang untuk orientasi jangka pendek.
"Dalam kondisi saat ini, investasi di saham maupun emas sama-sama bagus. Namun ingat, ini bukan untuk jangka pendek, melainkan harus ditujukan untuk jangka menengah hingga jangka panjang," pangkas Ibrahim.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385861/original/073995800_1793274850-6276189552091271842.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255393/original/007419600_1780041495-PT_Merdeka_Gold_Resources_Tbk__EMAS_-29_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4103058/original/008204000_1658923818-Harga_emas_menguat_tipis-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)