Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas jual beli properti di Jepang memiliki aturan yang cukup ketat. Sejak 2021, pemerintah mewajibkan agen properti mengungkap riwayat insiden yang terjadi di sebuah properti seperti rumah, termasuk kasus bunuh diri, pembunuhan, kematian akibat kebakaran, hingga kematian yang jasadnya baru ditemukan setelah waktu lama.
Untuk properti sewaan, informasi tersebut wajib disampaikan selama tiga tahun sejak kejadian. Sementara itu, untuk properti yang dijual, kewajiban pengungkapan riwayat insiden berlaku tanpa batas waktu.
Aturan ini membuat sejumlah properti yang memiliki riwayat insiden mematikan ditawarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemburu properti murah yang tidak penakut, tidak percaya takhayul atau mempermasalahkan sejarah kelam bangunan tersebut.
Advertisement
Pengalaman tersebut salah satunya diceritakan Ryua, wanita asal Jepang yang berhasil membeli apartemen dengan harga diskon hingga 30%. Potongan harga itu diduga diberikan karena properti tersebut memiliki reputasi sebagai rumah berhantu.
Sejak pertama kali mengunjungi apartemennya di Tokyo, Ryua mengaku sudah merasakan kehadiran sosok tak kasatmata. Bahkan, saat melakukan survei properti, dia melihat seorang pria berdiri dan menatap ke arahnya.
“Saat saya mengunjungi apartemen itu untuk melihat-lihat, ada seorang pria berdiri di sana, menatap saya,” ujar Ryua dilansir dari BBC, Jumat (30/10/2026).
Dia pun menduga sosok tersebut merupakan hantu penghuni sebelumnya. Kecurigaan itu muncul karena agen properti yang menemaninya tidak melihat sosok pria tersebut.
“Karena agen propertinya tak bisa melihat dia, saya sadar dia adalah seorang hantu,” tambahnya.
Ryua kemudian mendapat informasi bahwa seorang pria pernah meninggal akibat bunuh diri di apartemen tersebut. Riwayat insiden itu membuatnya bisa menyewa hunian seluas 25 meter persegi di kawasan Setagaya, Tokyo, dengan potongan harga hampir 30%.
Setiap bulannya, Ryua hanya membayar 45.000 yen atau sekitar Rp 5,1 juta. Padahal, harga sewa normal apartemen tersebut mencapai 62.000 yen atau sekitar Rp 7,1 juta.
Meski beberapa orang yang mudah takut mungkin akan segera meninggalkan tempat itu, Ryua memilih untuk menetap dan tinggal di sana.
“Saya biasa melawan arus, jadi Saya memutuskan untuk berteman dengan hantu pria itu,” kata Ryua, yang bekerja sebagai “aidoru” (seorang entertainer muda) yang tak ingin membagikan nama lengkapnya.
Situs Khusus untuk Cari Properti Berhantu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491036/original/092105900_1770076456-daisy-chen-J4H50uMTw3M-unsplash.jpg)
Di wilayah pedesaan Kagoshima, Jepang bagian barat daya, Diane Tincher (79 tahun) berhasil membeli rumah tiga kamar dengan harga diskon hingga 50%.
Tincher, yang telah tinggal di Jepang selama hampir 40 tahun dan bekerja sebagai pemandu wisata, mengaku mendapat penjelasan jujur dari agen properti mengenai alasan di balik murahnya harga rumah tersebut. Rumah itu diketahui memiliki riwayat kematian seorang lansia yang meninggal sendirian.
Tincher hanya membayar 20 juta yen atau sekitar Rp 2,2 miliar untuk rumah tersebut. Padahal, properti serupa di kawasan itu biasanya dijual dengan harga mencapai 45 juta yen atau sekitar Rp 5,1 miliar. “Saya tidak percaya hantu, tetapi saya tahu orang Jepang sangat percaya takhayul,” ujarnya.
Awalnya, untuk mencari tahu lebih jauh mengenai riwayat rumah tersebut, Tincher menemukan situs web bernama Oshimaland.
Situs ini memuat daftar properti Jiko Bukken, yakni hunian yang memiliki riwayat kejadian tidak menyenangkan, lengkap dengan informasi mengenai insiden yang pernah terjadi di dalamnya.
Oshimaland pertama kali diluncurkan pada 2005 dengan cakupan wilayah Tokyo. Seiring waktu, jangkauannya diperluas ke seluruh Jepang hingga merambah skala internasional pada 2011.
Situs tersebut dikembangkan melalui kontribusi publik sehingga masyarakat umum dapat menambahkan informasi mengenai properti yang memiliki riwayat insiden, berikut detail kejadian yang pernah berlangsung di lokasi tersebut.
Pendiri Oshimaland, Teru Oshima, mengatakan bahwa pada masa lalu, properti dengan riwayat insiden semacam ini bukanlah pilihan yang diminati masyarakat Jepang.
Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring melonjaknya harga rumah dalam beberapa tahun terakhir, ditambah meningkatnya biaya hidup.
Sebuah survei pada 2025 bahkan menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Jepang kini bersedia menyewa properti jiko bukken selama ditawarkan dengan harga lebih murah.
Advertisement
Harga Rumah Anjlok
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3791811/original/006096400_1640149478-stefano-pollio-ZC0EbdLC8G0-unsplash.jpg)
Berbeda dengan sejumlah negara lain, riwayat pembunuhan atau bunuh diri di sebuah properti dapat sangat memengaruhi minat pembeli maupun penyewa di Jepang.
Di Jepang, properti yang memiliki riwayat kejadian tidak menyenangkan dikenal dengan istilah Jiko Bukken. Kategori ini mencakup hunian yang memiliki stigma akibat insiden tertentu, seperti bunuh diri, pembunuhan, maupun kematian penghuni.
Agen properti Erik Oskamp mengatakan masyarakat Jepang cenderung percaya takhayul sehingga enggan tinggal di hunian yang memiliki riwayat buruk.
“Bahkan, apartemen yang berada di sebelah pemakaman pun akan sulit disewakan, terutama jika makamnya terlihat langsung dari dapur,” jelas Oskamp.
Menurutnya, bunuh diri di dalam apartemen menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi minat penyewa. Bahkan, jika seseorang melompat dari atap gedung, banyak penghuni yang memilih untuk pindah. Riwayat kejahatan serius hingga kematian akibat kesepian juga dapat membuat sebuah properti dihindari.
“Hal terburuk adalah jika terjadi bunuh diri di sebuah apartemen. Bahkan jika seseorang melompat dari atap, banyak penyewa yang akan pindah. Isu lainnya adalah kejahatan serius atau kematian akibat kesepian,” tambahnya.
Kondisi berbeda ditemukan di Amerika Serikat dan Inggris. Di kedua negara tersebut, tidak selalu ada kewajiban hukum bagi penjual atau agen properti untuk mengungkapkan riwayat kematian yang terjadi di sebuah hunian.
Di Amerika Serikat, ketentuan mengenai pengungkapan informasi tersebut juga berbeda-beda di setiap negara bagian. California, misalnya, mewajibkan pengungkapan kematian di sebuah properti selama tiga tahun. Sementara itu, kewajiban serupa tidak berlaku di Arizona dan Oregon.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385829/original/024402600_1793271201-Screenshot_2026-10-29_174018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4930495/original/020325000_1724837594-Ilustrasi_rumah_angker__mistis__berhantu__aura_negatif.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382918/original/049086600_1793026373-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_21.49.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/995370/original/077550100_1442805926-shopping-cart-ecommerce-keyboard-ss-1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363405/original/094446300_1790857719-publikasi_1790852625_6abe3e11d4523.jpeg)