Liputan6.com, Jakarta - Dzikir bersama keluarga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Terlebih, dzikir diperintahkan langsung Allah SWT, "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 41-42).
Dzikir bukan hanya amalan individu, melainkan dapat dilakukan secara kolektif, termasuk bersama anggota keluarga di rumah. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar rumah-rumah kaum muslimin dihidupkan dengan dzikir dan shalat. Rumah yang di dalamnya tidak ada dzikir kepada Allah ibarat kuburan, sedangkan rumah yang dihidupkan dengan dzikir adalah taman surga di dunia.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim juga menegaskan bahwa dzikir berjamaah memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana sabda Nabi SAW: "Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah akan menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya" (HR. Muslim).
Advertisement
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir berjamaah atau bersama-sama memiliki keutamaan yang besar. Selain mendapatkan pahala dzikir itu sendiri, juga menjadi sarana saling mengingatkan dalam kebaikan. Dzikir bersama keluarga dapat memperkuat ikatan emosional dan spiritual antar anggota keluarga, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan iman anak-anak.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini panduan lengkap dzikir bersama keluarga, mulai dari bacaan urutan, waktu terbaik, hingga fadhilahnya berdasarkan dalil-dalil shahih dan penjelasan para ulama.
Bacaan Dzikir Bersama Keluarga Sesuai Urutannya
Berikut adalah susunan dzikir bersama keluarga yang dapat diamalkan, disusun berdasarkan urutan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam kitab Hisnul Muslim dan Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW.
1. Ta'awudz
Arab: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: A'uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajiim
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Ta'awudz dibaca sebagai pembuka dzikir, berdasarkan firman Allah: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk" (QS. An-Nahl: 98).
2. Istighfar 3 Kali Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم
Latin: Astaghfirullaahal-'azhiim (3x)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (3x)
Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali. Dalam Hisnul Muslim, istighfar ini dibaca sebagai pembuka dzikir setelah sholat, sebagai pengakuan atas kekurangan dan kekhilafan.
3. Doa Keselamatan
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin: Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām
Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah As-Salam (sumber keselamatan), dan dari-Mu lah keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
4. Kalimat Tauhid dan Doa Warid
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِييَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr. Allāhumma lā māni'a limā a'thaita wa lā mu'thiya limā mana'ta wa lā yanfa'u dzal-jaddi minkal jadd
Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (adzab)-Mu."
5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 Kali)
Arab: سُبْحَانَ اللهِ (33x) الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) اللهُ أَكْبَرُ (33x)
Latin: Subhaanallaah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu Akbar (33x)
Artinya: "Maha Suci Allah" (33x) "Segala puji bagi Allah" (33x) "Allah Maha Besar" (33x)
6. Tahlil Penutup (Menyempurnakan 100)
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alā kulli syai-in qadīr
Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
7. Ayat Kursi (1x)
Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)
8. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Masing-masing 1x atau 3x)
Arab (Al-Ikhlas): قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١ اللَّهُ الصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yụlad. Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad): 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah yang menjadi tumpuan segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.'"
Arab (Al-Falaq): قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥
Latin: Qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (wanita-wanita) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang dengki bila ia dengki.'"
Arab (An-Nas): قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ١ مَلِكِ النَّاسِ ٢ إِلَٰهِ النَّاسِ ٣ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦
Latin: Qul a'ụżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'"
Bacaan Doa Setelah Dzikir Bersama Keluarga
Setelah rangkaian dzikir di atas, dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
Arab: اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Latin: Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatik
Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dari Muadz bin Jabal RA. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan doa ini."
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebut sebagai doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga pilar utama ibadah: dzikir, syukur, dan ibadah yang baik.
Waktu Terbaik Dzikir Bersama Keluarga
1. Setelah Shalat Subuh
Waktu setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir bersama keluarga. Allah berfirman: "Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 42). Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan, dan memulai hari dengan dzikir bersama keluarga akan membawa keberkahan sepanjang hari.
2. Setelah Shalat Maghrib
Waktu setelah shalat Maghrib adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan berdzikir. Rasulullah SAW bersabda bahwa waktu antara Maghrib dan Isya adalah waktu yang penuh keberkahan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menganjurkan untuk memanfaatkan waktu ini dengan dzikir dan doa bersama keluarga.
3. Setelah Shalat Isya
Setelah shalat Isya, sebelum beranjak tidur, adalah waktu yang sangat baik untuk dzikir bersama keluarga. Rasulullah SAW mengajarkan kepada Ali dan Fathimah radhiyallahu 'anhuma untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebelum tidur. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa dzikir sebelum tidur bersama keluarga akan menjadikan rumah dipenuhi dengan keberkahan dan ketenangan.
4. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur adalah momen yang tepat untuk mengajak anak-anak berdzikir. Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dianjurkan untuk membiasakan anak-anak membaca doa dan dzikir sebelum tidur. Ini akan membentuk karakter spiritual anak sejak dini.
5. Kapan Saja dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, dzikir bersama keluarga dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan, terutama ketika keluarga sedang berkumpul bersama.
Fadhilah Dzikir Bersama Keluarga
Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam bukunya Doa-Doa Pilihan Terbaik menegaskan bahwa doa dan dzikir yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih mudah dikabulkan, karena adanya kesatuan hati dan kesungguhan dalam memohon kepada Allah. Sementara itu,
1. Dikelilingi oleh Para Malaikat
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan ketenangan, dan Allah akan menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya" (HR. Muslim).
Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang berdzikir secara berjamaah, termasuk dzikir bersama keluarga. Para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, dan ketenangan akan turun ke dalam hati mereka.
2. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi
Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.
Dzikir bersama keluarga akan menciptakan suasana rumah yang tenang dan damai, sehingga setiap anggota keluarga merasakan ketenteraman batin.
3. Menghidupkan Rumah dengan Cahaya Ilahi
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa rumah yang di dalamnya tidak ada dzikir kepada Allah ibarat kuburan, sedangkan rumah yang dihidupkan dengan dzikir adalah taman surga di dunia.
Dzikir bersama keluarga akan menjadikan rumah dipenuhi dengan cahaya dan keberkahan, serta menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh penghuninya.
4. Memperkuat Ikatan Keluarga
Dzikir bersama keluarga adalah sarana untuk mempererat ikatan emosional dan spiritual antar anggota keluarga. Ketika keluarga berkumpul untuk berdzikir, mereka sedang membangun kebersamaan yang dilandasi oleh iman dan ketakwaan.
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa doa dan dzikir yang dilakukan secara bersama-sama akan lebih mudah dikabulkan karena adanya kesatuan hati dan kesungguhan dalam memohon kepada Allah.
5. Menanamkan Nilai Spiritual pada Anak Sejak Dini
Dzikir bersama keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak dalam belajar beribadah. Ketika anak-anak melihat orang tuanya berdzikir, mereka akan meniru dan membiasakan diri untuk berdzikir.
Dr. MS. Udin, MA menjelaskan bahwa dzikir mampu mengendalikan stres dan membentuk karakter yang tenang, sehingga anak-anak yang dibiasakan berdzikir akan tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia.
6. Terhindar dari Gangguan Setan
Dzikir bersama keluarga akan menjadikan rumah sebagai benteng yang kokoh dari gangguan setan. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa dzikir adalah perisai yang menjaga seseorang dari segala keburukan yang tidak terlihat.
7. Mendapatkan Perlindungan dan Jaminan Masuk Surga
Membaca Ayat Kursi setelah dzikir menjadikan seseorang tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian (HR. An-Nasa'i). Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga memberikan perlindungan dari segala keburukan.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa barang siapa membaca surat-surat perlindungan ini secara rutin, maka bacaan itu akan mencukupinya sebagai perlindungan dari segala sesuatu.
8. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam berdzikir bersama keluarga. Beliau mengajarkan kepada Ali dan Fathimah untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebelum tidur. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya menegaskan bahwa berdzikir bersama keluarga adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim
Pertanyaan Seputar Dzikir Bersama Keluarga
1. Apa saja bacaan dzikir bersama keluarga sesuai urutannya?
Bacaan dzikir bersama keluarga sesuai urutannya adalah: ta'awudz, istighfar 3 kali, doa Allahumma Antas Salam, kalimat tauhid dan doa Allahumma laa maani'a limaa a'thoita, tasbih-tahmid-takbir 33 kali, tahlil penutup, Ayat Kursi, serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu ditutup dengan doa Allahumma a'inni 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
2. Kapan waktu terbaik untuk dzikir bersama keluarga?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat Subuh, setelah shalat Maghrib, setelah shalat Isya, sebelum tidur, dan kapan saja ketika keluarga sedang berkumpul bersama.
3. Apa keutamaan dzikir bersama keluarga?
Keutamaannya antara lain dikelilingi oleh para malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan, disebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya, mendapatkan ketenangan jiwa, menghidupkan rumah dengan cahaya Ilahi, memperkuat ikatan keluarga, dan menanamkan nilai spiritual pada anak sejak dini.
4. Apakah dzikir bersama keluarga harus dipimpin oleh ayah?
Tidak harus, namun dianjurkan agar ayah sebagai kepala keluarga memimpin dzikir bersama. Jika ayah berhalangan, ibu atau anggota keluarga lain yang lebih memahami dapat memimpin.
5. Apakah dzikir bersama keluarga bisa dilakukan tanpa shalat berjamaah terlebih dahulu?
Ya, dzikir bersama keluarga dapat dilakukan kapan saja, tidak harus setelah shalat berjamaah. Namun, waktu setelah shalat berjamaah adalah waktu yang paling utama dan dianjurkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386857/original/007267900_1793384175-1333333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386852/original/008878900_1793381894-513229.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386850/original/085384000_1793381142-1001221198.jpg)