Liputan6.com, Jakarta Ciri orang yang menunggu diskon akhir tahun untuk membeli baju bisa dilihat dari kebiasaannya menahan diri saat ada model baru. Biasanya ia sudah punya daftar incaran dan sabar menunggu harga turun.
Kebiasaan ini ternyata dilakukan banyak orang. Menurut laporan 2 Visions Q2 2023 Ecommerce Discounting & Promotions Report, 62% pembeli rela menunda pembelian pakaian sampai mendapat diskon , sebagaimana dilaporkan RetailWire.
Supaya kamu paham polanya, simak dulu ciri orang yang menunggu diskon akhir tahun untuk membeli baju berikut ini. Kamu juga akan menemukan jebakan promo dan tips belanja yang praktis. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Sabtu (31/10/2026).
Advertisement
Mengenal Orang yang Menunggu Diskon Akhir Tahun untuk Membeli Baju
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378515/original/030591400_1792547359-d452702d-caf5-4932-a436-4a75e2bdee70.jpg)
Secara sederhana, orang yang menunggu diskon akhir tahun adalah pembeli yang sengaja menunda belanja pakaian sampai musim promo tiba. Di Indonesia, momen ini biasanya jatuh pada Desember, saat perayaan Natal, tahun baru, dan promo tanggal kembar seperti 12.12 berlangsung bersamaan. Jadi, keputusan belanjanya tidak didorong rasa "harus punya sekarang". Ia lebih memilih memantau harga dan membeli pada waktu yang menurutnya paling menguntungkan.
Dalam praktiknya, perilaku ini berkaitan erat dengan cara toko mengatur stok. Waktu terbaik membeli pakaian untuk musim tertentu adalah saat musim itu hampir berakhir, karena peritel menurunkan harga stok untuk membersihkannya dan memberi ruang bagi koleksi baru berharga penuh.
Pola ini sebenarnya berlaku untuk musim di luar negeri, tapi logikanya sama dengan cuci gudang di akhir tahun. Pembeli yang sabar memanfaatkan siklus tersebut.
Contoh sederhananya, bayangkan kamu menginginkan jaket atau kemeja kerja dari merek tertentu. Daripada membelinya di bulan September dengan harga normal, kamu mencatatnya dulu lalu menunggu promo akhir tahun. Pusat belanja di Indonesia pun ikut meramaikan momen ini. Misalnya, diskon akhir tahun di pusat perbelanjaan Jakarta pernah mencapai 50 hingga 70 persen.
Meski begitu, menunggu diskon tidak otomatis berarti hemat. Belanja saat sale bisa terasa menyenangkan sekaligus menipu. Belanja bukanlah proses yang rasional. Kalau rasional, kita hanya akan membeli yang benar-benar kita butuhkan. Sebaliknya, kita umumnya membeli apa yang kita inginkan, lalu membenarkannya belakangan. Karena itu, kamu perlu tahu ciri pemburu diskon yang cerdas dan yang sekadar kalap.
Advertisement
Ciri-Ciri Orang yang Menunggu Diskon Akhir Tahun untuk Membeli Baju
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4352452/original/085780100_1678353980-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-10.jpg)
Tidak semua pemburu diskon punya pola yang sama. Ada yang benar-benar terencana, ada juga yang hanya ikut euforia. Berikut ciri yang paling sering terlihat pada orang yang sabar menunggu promo akhir tahun untuk membeli pakaian.
Mengutip CBC, psikolog April Benson menyarankan beberapa pertanyaan sebelum membeli, salah satunya "Bagaimana kalau aku menunggu?". Benson menjelaskan, "Pertanyaan-pertanyaan ini menciptakan jeda antara dorongan dan tindakan." Sementara itu, Dr. Ying Zhu dari University of British Columbia menilai rasa cemas karena stok terbatas tidak menguntungkan konsumen. Zhu mengatakan, "Motivasi semacam itu sebenarnya tidak terlalu menguntungkan konsumen. Dorongan psikologislah yang mengendalikan keputusan membeli.
- Punya daftar baju incaran. Ia tidak masuk toko dengan tangan kosong. Ada catatan model, ukuran, dan warna yang ingin dibeli sejak beberapa bulan sebelumnya.
- Sabar menunda kepuasan. Saat koleksi baru keluar, ia cukup melihat-lihat dan menyimpannya di wishlist. Kesenangan memiliki baju baru sengaja ditunda demi harga yang lebih baik.
- Rajin memantau harga. Ia tahu kisaran harga normal sebuah produk, jadi bisa menilai apakah potongan harganya benar-benar besar atau cuma terlihat besar.
- Sudah menyiapkan anggaran khusus. Dana belanja baju biasanya sudah dipisahkan, misalnya dari bonus akhir tahun, sehingga belanja tidak mengganggu kebutuhan pokok.
- Lebih memilih model timeless. Ia sadar barang yang didiskon di akhir tahun sering kali koleksi yang sudah lewat tren. Karena itu, pilihannya jatuh pada kemeja polos, celana bahan, atau jaket klasik yang awet dipakai.
- Berlangganan info promo. Notifikasi aplikasi belanja, newsletter merek favorit, dan media sosial toko dipantau supaya tidak ketinggalan jadwal sale.
- Membandingkan beberapa toko. Sebelum checkout, ia mengecek harga di situs resmi, marketplace, dan toko offline. Promo kartu debit, kartu kredit, atau membership juga ikut dihitung.
- Mengecek isi lemari lebih dulu. Pemburu diskon yang cerdas memastikan tidak membeli baju yang mirip dengan yang sudah dimilikinya.
Alasan dan Waktu Terbaik Menunggu Diskon Baju
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4352423/original/024990700_1678353650-20230309-Larangan-Impor-Baju-Bekas-Faizal-3.jpg)
Langkah pertama memahami kebiasaan ini adalah mengetahui kenapa harga baju bisa turun drastis di periode tertentu. Toko butuh ruang untuk koleksi baru, jadi stok lama harus segera dijual. Di sinilah pembeli yang sabar mendapat keuntungan. Ia membeli barang yang sama dengan harga jauh lebih rendah, hanya dengan menggeser waktu belanja.
Polanya juga terjadi secara global. Hari dan minggu setelah hari raya besar, terutama di Januari dan Juli, bisa menjadi tambang emas bagi pemburu barang murah. Setelah musim liburan akhir tahun, peritel berusaha menghabiskan barang yang tidak terjual.
Artinya, kalau kamu melewatkan promo Desember, masih ada peluang cuci gudang di awal tahun. Ada juga pertimbangan soal model.
Barang yang sedang tren tahun ini bisa didiskon besar tahun depan. Kalau kamu tidak terlalu mengejar tren terbaru, model klasik sering bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah saat sale di luar musim.
Inilah alasan banyak pemburu diskon memilih pakaian dasar yang mudah dipadukan.
Tapi menunggu juga ada risikonya. Ukuran populer biasanya cepat habis, dan sisa barang di akhir masa promo bisa saja sudah sering dicoba orang lain. Supaya bisa mengatur waktu belanja dengan tepat, ikuti urutan sederhana berikut
- Catat baju yang kamu butuhkan sejak pertengahan tahun.
- Pantau harga normalnya selama beberapa minggu.
- Tandai jadwal promo seperti 11.11, 12.12, promo Natal, dan cuci gudang awal tahun.
- Beli lebih awal untuk barang dengan ukuran yang cepat habis.
- Tunda barang yang ukurannya biasanya masih banyak tersedia sampai diskonnya lebih besar.
Advertisement
Jebakan Diskon yang Perlu Diwaspadai Pemburu Baju Murah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1274837/original/095779600_1466935471-20160626-_Baju_Diskon_Jadi_Buruan_Warga-Jakarta-_Gempur_M_Surya-01.jpg)
Label "SALE" tidak selalu berarti kamu untung. Ada beberapa jebakan yang sering membuat pemburu diskon justru mengeluarkan uang lebih banyak. Kenali tanda-tandanya sebelum kamu memasukkan baju ke keranjang.
Salah satu yang paling umum adalah harga coret palsu. Sebagaimana disampaikan U.S. Chamber of Commerce,
FTC menganggap menipu jika sebuah barang dijual dengan harga lebih tinggi dalam waktu singkat hanya untuk mendukung klaim bahwa barang itu didiskon ketika harganya diturunkan.
Aturan ini berlaku di Amerika Serikat, tapi triknya juga bisa kamu temui saat belanja di mana saja.
- Harga asli yang tidak jelas. Harga sebelum diskon kadang tidak pernah benar-benar dipakai, jadi potongannya terlihat lebih besar dari kenyataannya.
- Barang stok lama. Akhir tahun sering dipakai penjual untuk menghabiskan isi gudang. Tidak masalah selama kualitasnya terjaga, tapi bisa saja bahan menurun karena terlalu lama disimpan.
- Produk cacat atau reject. Sebelum membayar, cek jahitan, resleting, dan noda. Kalau belanja online, baca deskripsi produk dengan teliti dan jangan ragu bertanya lewat fitur chat.
- Ongkos kirim mahal. Harga baju sudah turun, tapi ongkir bisa membuat total belanja membengkak. Manfaatkan voucher gratis ongkir kalau ada.
- Promo beli satu gratis satu. Tawaran ini terdengar menguntungkan, padahal bisa membuatmu membeli barang yang tidak kamu rencanakan.
- Batas waktu yang memancing panik. Hitung mundur dan tulisan "stok tinggal sedikit" sengaja dibuat agar kamu buru-buru membayar.
Soal promo bundling, Miro Copic, profesor pemasaran di San Diego State University, dikutip dari NBC News menyatakan, "Kalau kamu membeli sesuatu dengan promo beli satu gratis satu, tiba-tiba yang satu untukmu dan satu lagi untukku. Itu psikologi yang hebat." Kit Yarrow, psikolog konsumen dari Golden Gate University, juga mengatakan, "Saya menemukan di hampir setiap lemari, di bawah hampir setiap tempat tidur, pakaian yang belum pernah dipakai orang."
Tips Belanja Baju Saat Diskon Akhir Tahun agar Tidak Kalap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779684/original/012523100_1711001690-best-friends-together-spend-time-two-beautiful-girls-make-purchases-clothing-store-they-dressed-same-clothes.jpg)
Manfaat utama menunggu diskon bagi kamu adalah bisa menghemat banyak uang tanpa mengorbankan kualitas. Tapi manfaat itu baru terasa kalau kamu tetap disiplin. Berikut langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan.
Salah satu alat ukur paling sederhana adalah biaya per pemakaian. Ada satu metrik sederhana, yaitu cost per wear, yang dihitung dari harga barang dibagi jumlah berapa kali barang itu benar-benar dipakai.
Contohnya, kemeja Rp 300.000 yang dipakai 60 kali lebih hemat per pemakaian daripada kaus Rp 100.000 yang cuma dipakai tiga kali.
- Audit lemari dulu. Lihat baju mana yang paling sering dipakai dan mana yang belum pernah disentuh. Dari situ kamu tahu kebutuhan sebenarnya.
- Pisahkan daftar "butuh sekarang" dan "bisa menunggu". Prioritaskan barang yang benar-benar kamu perlukan.
- Tetapkan batas anggaran. Tulis angka maksimal sebelum membuka aplikasi belanja, lalu patuhi angka itu.
- Bandingkan harga di beberapa tempat. Cek situs resmi, marketplace, dan toko fisik. Festival belanja seperti festival belanja akhir tahun 12.12 biasanya menawarkan voucher tambahan.
- Periksa kualitas dan ukuran. Jangan beli baju yang tidak pas hanya karena murah.
- Terapkan aturan jeda. Kalau ragu, tunggu sebentar sebelum checkout untuk memastikan itu kebutuhan, bukan dorongan sesaat.
Tips singkat: simpan struk dan cek kebijakan retur sebelum membeli. Barang diskon kadang tidak bisa dikembalikan, jadi pastikan pilihanmu sudah final.
Pada akhirnya, menunggu diskon akhir tahun untuk membeli baju adalah strategi yang bagus kalau dibarengi rencana. Dengan daftar yang jelas, anggaran yang tegas, dan kewaspadaan terhadap harga coret palsu, kamu bisa tampil dengan baju baru tanpa merusak keuangan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Diskon Akhir Tahun
Apakah menunggu diskon akhir tahun selalu lebih hemat?
Tidak selalu. Kamu memang bisa mendapat harga lebih murah, tapi risikonya ukuran habis, kualitas barang menurun, atau kamu tergoda membeli barang di luar rencana. Hasilnya baru hemat kalau kamu belanja sesuai daftar dan anggaran.
Bagaimana cara tahu diskon baju itu asli atau palsu?
Pantau harga barang incaran beberapa minggu sebelum promo. Kalau harganya sempat dinaikkan menjelang sale lalu "didiskon" kembali ke harga semula, kemungkinan besar potongannya tidak nyata.
Baju apa yang paling cocok dibeli saat diskon akhir tahun?
Pilih pakaian timeless seperti kemeja polos, celana bahan, jeans, atau jaket klasik. Baju jenis ini tidak cepat ketinggalan zaman dan mudah dipadukan, jadi biaya per pemakaiannya lebih rendah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374091/original/067157100_1792035655-01M4WRQ6JV6TMT6J9CJEPQJH4F.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342501/original/042476700_1788772155-cdfgfdfds.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816327/original/012713700_1714377958-IMG_2308.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323521/original/004314500_1786617942-IMG-20260813-WA0150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578838/original/003124300_1779421749-jambu_air.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390456/original/046179700_1782270714-nuget_bihun.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8231776/original/060419100_1781092248-DSC01995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7743558/original/040191300_1780550751-subsidi_dikembangkan_2a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)