Liputan6.com, Jakarta Cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi pada dasarnya ada tiga tahap: gosok noda dengan larutan pembersih, bilas, lalu keringkan dindingnya sampai benar-benar kering. Bahannya bisa kamu pilih sesuai jenis permukaan, mulai dari sabun cuci piring, pemutih, sampai cuka putih.
Jangan lupa pakai sarung tangan, masker, dan buka jendela selama membersihkan. Cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi juga baru benar-benar berhasil kalau sumber lembapnya ikut kamu atasi.
Dilansir dari EPA, kalau jamur di shower atau bagian lain kamar mandi terus muncul lagi, menambah ventilasi (menyalakan kipas atau membuka jendela) dan lebih sering membersihkan biasanya bisa mencegahnya tumbuh kembali, atau setidaknya membuat jamurnya tetap sedikit.
Advertisement
1. Membersihkan Jamur dengan Sabun dan Air Hangat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383052/original/041082900_1793066679-5.jpg)
Kalau jamurnya masih tipis dan baru muncul, cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi paling sederhana adalah memakai sabun dan air hangat. Metode ini cocok untuk keramik, kaca, atau dinding cat yang tidak boleh terkena bahan kimia keras. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan alat pelindung: Pakai sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung kalau ada. Spora jamur bisa beterbangan ke udara saat kamu menggosok.
- Buka ventilasi: Buka jendela dan pintu, atau nyalakan exhaust fan, supaya udara segar masuk dan dinding lebih cepat kering.
- Buat larutan sabun: Campurkan sedikit sabun cuci piring dengan air hangat di ember atau botol semprot.
- Gosok dengan gerakan memutar: Pakai spons atau sikat halus, lalu gosok area berjamur dengan gerakan memutar. Untuk sudut yang sempit, sikat gigi bekas bisa membantu.
- Bilas dan keringkan: Bilas dengan air bersih, lalu lap pakai kain mikrofiber sampai tidak ada sisa air.
Mengacu pada panduan Mold AQP,menggosok dinding dengan air panas dan sabun seharusnya sudah bisa mengangkat sebagian besar jamur, setelah itu kamu bisa melanjutkan dengan produk pembunuh jamur seperti pemutih, cuka, atau hidrogen peroksida . Satu hal yang wajib diingat jangan mencampur produk-produk itu, karena campurannya bisa memicu reaksi beracun.
Advertisement
2. Memakai Larutan Pemutih untuk Jamur Membandel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383053/original/045969700_1793066679-1.jpg)
Untuk noda hitam yang sudah lama menempel, pemutih adalah pilihan yang cukup kuat. Dalam praktiknya, cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi dengan pemutih paling pas dipakai pada permukaan keras seperti keramik dan ubin, bukan pada material berpori. Detail langkahnya juga bisa kamu bandingkan dengan panduan menghilangkan jamur hitam di kamar mandi.
Takar campurannya: Merujuk Bob Vila, campurkan satu bagian pemutih dengan tiga bagian air di botol semprot, lalu semprotkan sampai area berjamur benar-benar basah.
Diamkan beberapa menit: Biarkan larutan meresap ke jamur. Waktu tunggu ini penting supaya bahan aktifnya bekerja dulu sebelum digosok.
Gosok noda: Pakai sikat kamar mandi dan gosok dengan pola memutar sampai noda terangkat.
Hati-hati pada nat berwarna: Kalau nat keramikmu berwarna, coba dulu di bagian kecil yang tidak kelihatan, karena pemutih bisa membuat warnanya pudar.
Bilas dan biarkan kering: Bilas dengan air bersih, lalu biarkan dinding kering. Proses ini bisa dipercepat dengan mengarahkan satu atau dua kipas ke dinding, tapi butuh sampai 24 jam untuk kering sepenuhnya .
Kalau kamu memilih produk pembersih jamur siap pakai berbahan pemutih, ikuti waktu tunggu di kemasannya. Anthony O'Reilly, penguji produk dan mantan pekerja perawatan gedung, dikutip dari Family Handyman menyatakan, "Pastikan saja kamu mendiamkannya beberapa menit sebelum mengelapnya dengan kain. Sedikit semprotan saja sudah sangat membantu."
3. Menggunakan Cuka Putih, Boraks, atau Baking Soda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383054/original/050646700_1793066679-2.jpg)
Buat kamu yang mau menghindari bau menyengat pemutih, bahan dapur bisa jadi alternatif. Contoh sederhananya, bayangkan dinding cat kamar mandi yang mulai muncul bintik hitam di dekat plafon. Di kasus seperti ini, cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi dengan cuka atau boraks lebih aman untuk permukaan cat.
Semprotkan cuka putih murni: Masukkan cuka putih ke botol semprot tanpa dicampur air, lalu semprot langsung ke area berjamur sampai basah
Beri waktu tunggu lebih lama: Cuka bekerja lebih lambat daripada pemutih. Diamkan sekitar 30 menit, gosok dengan sikat, semprot lagi, diamkan 30 menit berikutnya, lalu bilas dengan air hangat.
Coba campuran boraks untuk dinding cat: Seperti yang diberitakan Family Handyman, campurkan dua sendok makan boraks dengan 1/4 cangkir cuka putih dan dua cangkir air panas dalam mangkuk, lalu masukkan ke botol semprot.
Pakai baking soda sebagai pengganti: Kalau tidak punya hidrogen peroksida atau boraks, campuran cuka dan baking soda juga bisa dipakai untuk menggosok noda.
Lakukan semprotan akhir: Setelah dinding bersih, semprot tipis cuka lagi dan biarkan mengering sendiri sebagai lapisan pelindung.
Sebagaimana disampaikan Pro Housekeepers, cuka dan hidrogen peroksida justru lebih efektif membunuh akar jamur dibanding pemutih, dan karena keduanya paling ampuh pada jenis jamur yang berbeda, memakainya bersamaan bisa menjangkau lebih banyak jenis . Tetap ingat, oleskan bergantian setelah dibilas, jangan pernah dicampur dengan pemutih.
Advertisement
4. Mengenali Jenis Jamur dan Kapan Perlu Bantuan Profesional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383055/original/055237100_1793066679-3.jpg)
Langkah pertama memahami cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi adalah mengenali jamur apa yang kamu hadapi dan seberapa luas sebarannya. Tidak semua noda punya warna dan tekstur yang sama, jadi bahan pembersihnya pun bisa berbeda.
Kenali jamur hijau kebiruan: Berdasarkan panduan Abestorm, Penicilliummudah dikenali dari tekstur berbulu berwarna hijau kebiruan, dan larutan cuka atau pembersih berbahan boraks termasuk pilihan terbaik untuk jenis ini.
Waspadai noda licin berwarna merah muda: Jamur jenis ini sering muncul di nat, tirai shower, dan sekitar saluran air karena memakan sisa sabun dan sampo. Pasta baking soda biasanya cukup kalau masih tahap awal.
Ukur luas area berjamur: Kalau luasnya kurang dari sekitar 1 meter persegi (kira-kira petak 90 x 90 cm), umumnya kamu masih bisa membersihkannya sendiri.
Panggil profesional kalau sudah luas: Sebagaimana diungkapkan American Lung Association,EPA menyarankan memanggil bantuan profesional untuk membersihkan jamur yang menutupi lebih dari 10 kaki persegi .
Cek kebocoran lebih dulu: Jamur di dinding dekat plafon atau jendela sering jadi tanda ada rembesan. Perbaiki bocornya dulu, kalau tidak, jamur akan tumbuh lagi meski sudah digosok bersih.
Tips Mencegah Jamur Tumbuh Lagi di Dinding Kamar Mandi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383056/original/059317600_1793066679-4.jpg)
Membersihkan noda hanya separuh pekerjaan. Manfaat utama pencegahan bagi kamu adalah tidak perlu menggosok dinding yang sama setiap bulan. Prinsipnya sama seperti pada menghilangkan jamur di tembok secara umum: kendalikan kelembapan dan sumber air.
Jaga kelembapan udara: Kelembapan ruangan sebaiknya di bawah 60 persen, idealnya 30 sampai 50 persen. Kamu bisa mengukurnya dengan higrometer murah yang dijual di toko perkakas.
Nyalakan exhaust fan saat mandi: Biarkan kipas tetap menyala beberapa menit setelah mandi supaya uap air keluar.
Lap dinding setelah mandi: Pakai karet pembersih kaca (squeegee) atau kain kering untuk menyapu sisa air di dinding keramik.
Ganti silikon atau sealant yang berjamur: Jamur yang masuk ke dalam silikon sulit dibersihkan, jadi lebih baik dikelupas lalu diganti baru.
Gunakan cat antijamur: Saat mengecat ulang, pilih cat yang mengandung bahan antijamur dan pastikan tembok benar-benar kering sebelum dicat.
Jangan menumpuk handuk basah: Jemur handuk dan keset di luar kamar mandi supaya ruangan tidak makin lembap.
Bersihkan secara rutin: Gosok ringan dinding dan nat seminggu sekali, jangan tunggu noda hitam muncul.
Satu tips penting: membunuh jamur saja belum cukup. Jamur yang sudah mati tetap bisa memicu alergi pada sebagian orang, jadi pastikan sisa nodanya benar-benar diangkat dari dinding, bukan sekadar disemprot lalu ditinggal.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jamur di Dinding Kamar Mandi
Mana yang lebih baik, pemutih atau cuka?
Keduanya sama-sama bisa dipakai. Pemutih bekerja cepat dan efektif mengangkat noda di permukaan keras seperti keramik, sedangkan cuka lebih aman untuk dinding cat dan dinilai lebih mampu menjangkau akar jamur. Yang penting, jangan pernah mencampur keduanya.
Kenapa jamur selalu muncul lagi setelah dibersihkan?
Biasanya karena sumber lembapnya belum teratasi, misalnya ventilasi buruk, pipa bocor, atau rembesan dari dinding luar. Perbaiki kebocoran, tambah sirkulasi udara, dan bersihkan lebih rutin supaya jamur tidak sempat tumbuh lagi.
Apakah jamur di dinding kamar mandi berbahaya bagi kesehatan?
Spora jamur bisa memicu alergi, iritasi mata dan kulit, serta mengganggu pernapasan, terutama pada penderita asma, anak-anak, dan lansia. Kalau setelah membersihkan jamur muncul batuk atau sesak napas, sebaiknya periksa ke dokter.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558081/original/096705700_1776405688-cek_fakta_-_dana_bantuan_hindu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383051/original/036531500_1793066679-pexels-sejio402-29181495.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374091/original/067157100_1792035655-01M4WRQ6JV6TMT6J9CJEPQJH4F.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369836/original/029187400_1791537094-cpSDPrBZrvBCrEvIIXhuA8pKh8h1Ma4FMjtBECww.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386711/original/002173400_1793358222-Prof_Megawati_Simanjuntak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384170/original/058663000_1793159489-01M6017KZN07C87K32ACM83G06.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513862/original/033295900_1772074336-unnamed__74_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386073/original/031562000_1793325911-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352864/original/097554600_1611030657-photo-1522204523234-8729aa6e3d5f__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380230/original/044857100_1792661495-01M5GV9V7TCGV7BMWF8NZD3372.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385546/original/040326300_1793260020-Elegant_Woman_Profile_with_Hibiscus.jpg)