Liputan6.com, Jakarta -Alat elektronik di rumah menggunakan listrik dengan jumlah yang berbeda, sesuai daya dan lama pemakaiannya. Jika token listrik cepat habis, mungkin beberapa perangkat yang menyala berjam-jam setiap hari bisa menjadi penyebabnya. Untuk mengetahui sumber penggunaan listrik, penghuni rumah perlu memeriksa kebiasaan pemakaian dan mencatat perubahan angka pada meteran.
Sebagaimana dijelaskan PLN dalam Cara Hitung Token Listrik Prabayar, token listrik merupakan pembelian energi dalam satuan kilowatt hour (kWh) yang berkurang sesuai pemakaian seluruh perangkat di rumah.
Lantas, bagaimana cara mengetahui perangkat yang paling banyak menggunakan listrik? Simak 7 langkah yang bisa dilakukan agar pengeluaran listrik di rumah hemat, dihadirkan Liputan6, Minggu (1/11).
Advertisement
1. Periksa Daya pada Label Perangkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532450/original/073728100_1773652156-PLN-16_Maret_2026a.jpeg)
Periksa label daya pada setiap perangkat elektronik yang digunakan di rumah. Informasi tersebut biasanya tertera pada bagian belakang, bawah, atau dekat kabel daya. Catat angka dalam satuan watt untuk mengetahui kebutuhan listrik masing-masing perangkat saat beroperasi.
Selanjutnya, bandingkan daya perangkat yang digunakan bersamaan. Perangkat dengan kebutuhan daya besar dan waktu pemakaian panjang berpotensi menyumbang konsumsi listrik lebih banyak daripada perangkat yang hanya menyala beberapa menit.
Namun, angka watt saja belum cukup untuk menentukan jumlah energi yang digunakan. Lama pemakaian juga perlu diperhitungkan karena perangkat berdaya sama bisa mengonsumsi energi berbeda jika durasi penggunaannya tidak sama.
2. Amati Pemakaian AC
AC termasuk perangkat yang perlu diperiksa ketika token listrik cepat berkurang. Catat berapa jam AC menyala setiap hari, terutama jika digunakan sejak siang hingga malam atau sepanjang waktu ketika penghuni berada di rumah.
Untuk menguji pengaruhnya, bandingkan pemakaian listrik pada hari ketika AC digunakan seperti biasa dengan hari ketika waktu penggunaannya dikurangi. Usahakan kebiasaan penggunaan perangkat lain tetap sama agar perbandingan lebih mudah dilakukan.
Jika angka pemakaian menunjukkan perbedaan, AC mungkin menjadi salah satu penyumbang konsumsi listrik. Hasil tersebut tetap perlu dibaca bersama kebiasaan penggunaan perangkat lain karena perubahan konsumsi tidak selalu berasal dari satu sumber.
Advertisement
3. Periksa Penggunaan Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4148528/original/053782100_1662454939-dev-benjamin-pwr2uTPpz68-unsplash.jpg)
Kulkas perlu diperhatikan karena perangkat ini biasanya menyala sepanjang hari. Periksa apakah pintunya sering dibuka, apakah pintu tertutup rapat, dan apakah makanan yang dimasukkan masih panas. Kebiasaan tersebut bisa memengaruhi kerja kulkas.
Catat penggunaan listrik rumah dalam beberapa hari, lalu amati apakah perubahan kebiasaan membuka pintu kulkas diikuti perubahan pemakaian. Jangan langsung mencabut kulkas untuk menguji konsumsi karena perangkat ini perlu menjaga suhu penyimpanan makanan.
Jika konsumsi listrik meningkat tanpa perubahan kebiasaan, periksa kondisi pintu dan kebersihan bagian belakang sesuai petunjuk penggunaan. Apabila ditemukan gangguan, mintalah bantuan teknisi untuk memeriksanya.
4. Pantau Pemakaian Penanak Nasi
Penanak nasi atau rice cooker bisa menggunakan listrik saat memasak maupun mempertahankan nasi tetap hangat. Karena itu, periksa berapa lama perangkat tersebut berada dalam mode memasak dan berapa jam fungsi penghangatnya menyala.
Cobalah memasak nasi sesuai kebutuhan keluarga dan matikan fungsi penghangat ketika tidak lagi diperlukan, selama penyimpanan nasi tetap aman. Catat perubahan pemakaian listrik setelah kebiasaan tersebut diterapkan.
Langkah ini membantu mengetahui apakah durasi penggunaan penanak nasi ikut memengaruhi konsumsi listrik. Perhatikan pula perangkat lain yang menyala pada waktu bersamaan agar hasil pengamatan tidak hanya berfokus pada satu sumber.
5. Cek Dispenser dan Pemanas Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5531428/original/022611000_1773589150-unnamed.jpg)
Dispenser dengan fungsi pemanas atau pendingin air bisa menggunakan listrik ketika fitur tersebut aktif. Jika perangkat menyala sepanjang hari, catat durasi penggunaan setiap fitur dan periksa apakah semuanya benar-benar diperlukan.
Untuk membandingkan pemakaian, nonaktifkan fungsi pemanas atau pendingin ketika tidak dibutuhkan, sesuai petunjuk produsen. Setelah itu, amati perubahan konsumsi listrik dengan tetap mempertahankan penggunaan perangkat lain seperti biasa.
Perlu diingat, dispenser tanpa fungsi pemanas dan pendingin memiliki pola konsumsi berbeda. Karena itu, periksa jenis perangkat yang digunakan sebelum menyimpulkan bahwa dispenser menjadi penyebab token cepat habis.
6. Hitung Waktu Penggunaan Mesin Cuci dan Setrika
Mesin cuci dan setrika perlu diperiksa berdasarkan frekuensi serta lama pemakaian. Mesin cuci menggunakan listrik ketika menjalankan siklus pencucian, sedangkan setrika menggunakan listrik selama proses menyetrika berlangsung.
Catat berapa kali kedua perangkat digunakan dalam sehari atau seminggu. Kemudian, bandingkan pemakaian listrik ketika kegiatan mencuci dan menyetrika dilakukan seperti biasa dengan periode ketika jadwalnya disesuaikan.
Jika konsumsi berubah, durasi penggunaan kedua perangkat tersebut mungkin turut memengaruhinya. Hindari menyalakan perangkat tanpa kebutuhan dan matikan setrika setelah selesai digunakan. Jangan meninggalkan setrika dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Advertisement
7. Bandingkan Angka Meteran Sebelum dan Sesudah Pemakaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3995563/original/044975400_1649927034-pexels-markus-spiske-218445.jpg)
Catat angka kWh pada meteran sebelum menggunakan perangkat yang ingin diperiksa. Setelah perangkat digunakan selama durasi tertentu, periksa kembali angka yang tertera. Selisih angka tersebut bisa membantu memperkirakan energi yang digunakan selama pengamatan.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih terarah, lakukan pengujian pada waktu berbeda dengan durasi yang sama. Periksa satu perangkat dalam satu waktu jika memungkinkan, tetapi jangan mematikan kulkas atau perangkat lain yang harus terus beroperasi demi keamanan dan kebutuhan rumah tangga.
Ulangi pengamatan beberapa kali sebelum menarik kesimpulan. Jika angka pemakaian tetap meningkat tanpa perubahan kebiasaan, periksa perangkat lain dan instalasi listrik dengan bantuan teknisi. Cara ini membantu menemukan kemungkinan penyebab tanpa menebak berdasarkan kecepatan habisnya token saja.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengetahui Alat Elektronik yang Membuat Token Listrik Boros
1. Apa penyebab token listrik cepat habis?
Token bisa cepat habis ketika konsumsi listrik meningkat akibat durasi pemakaian perangkat, jumlah perangkat yang menyala, atau perubahan kebiasaan di rumah.
2. Alat elektronik apa yang paling banyak menggunakan listrik?
Konsumsi bergantung pada daya, durasi pemakaian, dan cara kerja perangkat. AC, pemanas air, setrika, dan penanak nasi bisa menjadi penyumbang konsumsi listrik yang perlu diperiksa.
3. Bagaimana cara mengetahui pemakaian listrik setiap perangkat?
Periksa label daya dan catat durasi pemakaian. Untuk pengukuran yang lebih terperinci, gunakan alat pengukur konsumsi listrik yang sesuai dan aman.
4. Apakah perangkat yang tetap terhubung ke stopkontak menggunakan listrik?
Sebagian perangkat masih menggunakan listrik ketika berada dalam mode siaga. Cabut perangkat yang tidak digunakan apabila aman dilakukan dan sesuai petunjuk produsennya.
5. Bagaimana cara menghemat token listrik di rumah?
Matikan perangkat yang tidak digunakan, kurangi waktu pengoperasian sesuai kebutuhan, dan pantau angka kWh pada meteran secara berkala.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354239/original/044328800_1611127016-20210120-Program-PEN-Sektor-Ketenagalistrikan-Herman-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382906/original/068648100_1793023902-Menteri_Perindustrian__Menperin__Muhammad_Sarmuji-26_Oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385735/original/099060100_1793266331-1000083676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382719/original/004828600_1793007013-IMG_3822.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382399/original/091362200_1792993943-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_11.24.12__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1553962/original/019771000_1540541277-singa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5216429/original/046466600_1746959457-559b8351-81f6-497f-a643-138d0046ac91.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381240/original/031112100_1792772025-email-attachment_2026_10_23_ariefhakim-at-klyid_998-wilayah-ri-teraliri-listrik-potensi-ekonomi-desa-dibidik-meningkat_1000484226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379899/original/022896900_1792651584-IMG_8175.jpg)