Liputan6.com, Jakarta - Memasak makanan rumahan setiap hari membutuhkan persiapan bahan yang cukup menyita waktu, terutama ketika harus mengupas dan menghaluskan bumbu dari awal. Padahal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mempersingkat proses tersebut tanpa mengurangi cita rasa masakan.
Salah satunya dengan menyiapkan stok bumbu putih serbaguna. Bumbu dasar ini umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kemiri yang dihaluskan menjadi satu. Campuran tersebut bisa digunakan untuk berbagai hidangan, mulai dari tumisan sayur, nasi goreng, sup, hingga masakan berkuah.
Agar stok bumbu putih bisa digunakan sesuai kebutuhan, berikut 7 langkah cara buat stok bumbu putih serbaguna dan praktis untuk persediaan di rumah, dihadirkan Liputan6, Minggu (1/11)
Advertisement
1. Siapkan Bahan Bumbu Putih dengan Takaran yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387568/original/084159200_1793515692-Bahan-bahan_stok_bumbu_putih_serbaguna_yang_praktis_untuk_tumisan_sampai_kuah.jpg)
Bahan utama menjadi penentu rasa dan aroma bumbu putih. Perpaduan bawang merah, bawang putih, dan kemiri menghasilkan rasa gurih yang cocok untuk berbagai masakan rumahan.
Untuk membuat stok bumbu putih dalam jumlah sedang, siapkan bahan berikut:
- 250 gram bawang merah.
- 150 gram bawang putih.
- 75 gram kemiri.
- 1 sendok teh ketumbar bubuk, jika suka.
- 1 sendok teh merica bubuk, jika suka.
- Minyak goreng secukupnya untuk membantu proses penghalusan.
- Kupas bawang merah dan bawang putih, kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel. Jika dicuci, tiriskan sampai tidak ada air berlebih agar bumbu tidak terlalu encer.
- Kemiri bisa disangrai terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air dan mengeluarkan aromanya.
- Setelah semua bahan siap, pisahkan bahan yang akan digunakan agar proses penghalusan berlangsung lebih mudah.
2. Haluskan Bumbu Menggunakan Blender atau Ulekan
Setelah bahan disiapkan, langkah berikutnya adalah menghaluskan seluruh komponen bumbu. Proses ini bisa menggunakan blender maupun ulekan sesuai peralatan yang tersedia di rumah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan blender untuk menghemat waktu. Masukkan bawang merah, bawang putih, dan kemiri secara bertahap agar seluruh bahan bisa tergiling merata.
- Tambahkan sedikit minyak. Minyak goreng bisa membantu pisau blender memproses bahan tanpa perlu menambahkan terlalu banyak air.
- Gunakan ulekan jika ingin tekstur berbeda. Bahan yang dihaluskan secara manual bisa menghasilkan tekstur yang tidak terlalu lembut.
- Periksa tingkat kehalusan. Pastikan bawang dan kemiri sudah tercampur agar rasa bumbu lebih merata ketika digunakan memasak.
- Sebaiknya hindari menambahkan air terlalu banyak karena bisa membuat bumbu lebih encer.
- Kandungan air berlebih juga perlu diperhitungkan ketika menentukan cara dan lama penyimpanan.
Advertisement
3. Tumis Bumbu hingga Matang agar Aromanya Keluar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387569/original/021945800_1793515702-Mebuat_stok_bumbu_putih_serbaguna_yang_praktis_untuk_tumisan_sampai_kuah.jpg)
Bumbu putih bisa disimpan dalam kondisi mentah maupun matang. Namun, jika ingin membuat stok bumbu siap pakai, proses menumis bisa menjadi pilihan karena bumbu sudah melalui proses pemasakan sebelum digunakan kembali. Berikut cara menumis bumbu putih:
- Panaskan minyak goreng secukupnya menggunakan wajan.
- Masukkan bumbu putih yang sudah dihaluskan.
- Aduk menggunakan api kecil hingga sedang agar bagian bawah tidak mudah gosong.
- Tumis sampai aroma bawang keluar dan bumbu matang merata.
- Pastikan tidak ada bagian bumbu yang masih terasa mentah atau berbau langu.
- Proses menumis perlu dilakukan secara merata agar bumbu tidak hanya matang di bagian pinggir. Gunakan spatula untuk mengaduk dan mengikis bagian dasar wajan secara berkala.
- Setelah matang, angkat bumbu dan pindahkan ke wadah bersih untuk didinginkan.
- Hindari langsung menutup wadah ketika bumbu masih panas karena uap air bisa membentuk embun di bagian dalam tutup.
4. Dinginkan Bumbu Sebelum Dipindahkan ke Wadah
Setelah proses penumisan selesai, bumbu putih perlu didinginkan sebelum disimpan. Tahapan ini sering dianggap sepele, padahal berpengaruh terhadap kondisi penyimpanan. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Sebarkan bumbu agar panas lebih cepat keluar dibandingkan jika dibiarkan menumpuk di dalam wajan.
- Jangan langsung memasukkan bumbu panas ke dalam wadah penyimpanan tertutup.
- Setelah uap panas berkurang, segera lanjutkan proses penyimpanan.
- Pastikan bumbu tidak terkena percikan air, debu, atau bahan makanan mentah lainnya.
- Bumbu yang sudah dingin bisa langsung dibagi ke dalam beberapa wadah sesuai kebutuhan.
- Jika jumlahnya cukup banyak, sebaiknya pisahkan stok yang akan digunakan dalam waktu dekat dan stok yang akan dibekukan.
5. Simpan dalam Wadah Kedap Udara dan Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442195/original/062521700_1765530737-Gemini_Generated_Image_a0x77sa0x77sa0x7.png)
Pemilihan wadah menjadi salah satu bagian penting dalam membuat stok bumbu putih. Wadah yang bersih dan tertutup rapat membantu melindungi bumbu dari kontaminasi selama penyimpanan. Berikut beberapa tips memilih dan menggunakan wadah:
- Gunakan wadah kaca atau plastik khusus makanan: Pilih bahan yang tidak mudah bereaksi dengan makanan dan memiliki tutup yang rapat.
- Pastikan wadah benar-benar bersih dan kering: Sisa air maupun kotoran bisa memengaruhi kondisi bumbu.
- Bagi berdasarkan kebutuhan: Gunakan beberapa wadah kecil daripada menyimpan seluruh stok dalam satu tempat.
- Beri label tanggal pembuatan: Cara ini membantu memantau usia penyimpanan bumbu.
- Gunakan sendok bersih dan kering: Hindari mengambil bumbu menggunakan sendok yang sebelumnya bersentuhan dengan bahan makanan lain.
Untuk penyimpanan di kulkas, letakkan bumbu dalam wadah tertutup dan segera masukkan setelah proses pendinginan. Jangan mengandalkan aroma atau tampilan saja untuk menentukan keamanan bumbu yang sudah lama disimpan.
Advertisement
6. Bagi Stok Bumbu dalam Porsi Kecil untuk Dibekukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387570/original/034774300_1793515710-Pembagian_stok_bumbunya.jpg)
Jika membuat bumbu putih dalam jumlah banyak, freezer bisa dimanfaatkan untuk menyimpan persediaan dalam bentuk beku. Metode ini memudahkan penggunaan karena bumbu sudah dibagi berdasarkan kebutuhan memasak. Beberapa cara yang bisa diterapkan yaitu:
- Gunakan cetakan es batu: Masukkan bumbu ke setiap lubang cetakan untuk menghasilkan porsi kecil.
- Manfaatkan wadah kecil khusus freezer: Cara ini cocok untuk menyimpan bumbu dalam takaran sekali masak.
- Gunakan kantong khusus makanan: Ratakan bumbu di dalam kantong agar lebih mudah disimpan dan dipatahkan ketika sudah beku.
- Beri label tanggal pembuatan: Pisahkan stok berdasarkan waktu pembuatan agar lebih mudah digunakan secara bergantian.
- Ambil sesuai kebutuhan: Hindari mencairkan seluruh stok jika hanya membutuhkan sebagian kecil bumbu.
- Setelah membeku, bumbu bisa dipindahkan dari cetakan ke wadah atau kantong penyimpanan yang tertutup rapat.
- Usahakan tidak membekukan kembali bumbu yang sudah dicairkan dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
7. Gunakan Bumbu Putih untuk Berbagai Masakan Sehari-hari
Salah satu kelebihan membuat stok bumbu putih adalah penggunaannya yang cukup luas. Bumbu ini bisa menjadi dasar berbagai hidangan sehingga proses memasak terasa lebih praktis.
Berikut beberapa masakan yang bisa menggunakan bumbu putih:
- Tumis sayuran: Tambahkan bumbu putih ke dalam tumisan kangkung, buncis, wortel, atau sawi untuk menghasilkan aroma gurih.
- Sup ayam: Gunakan bumbu putih sebagai dasar tumisan sebelum memasukkan air kaldu, ayam, dan sayuran.
- Nasi goreng: Campurkan bumbu putih ke dalam nasi dan bahan pelengkap untuk menghasilkan rasa gurih.
- Opor ayam: Gunakan bumbu putih sebagai salah satu bumbu dasar, kemudian lengkapi dengan santan, daun salam, serai, dan rempah lainnya.
- Sayur lodeh: Tambahkan bumbu putih bersama santan dan bahan pelengkap sesuai resep.
- Tumis tahu dan tempe: Bumbu putih bisa digunakan untuk memberikan aroma pada masakan berbahan dasar kedelai.
- Masakan berkuah: Gunakan sebagai dasar bumbu untuk berbagai sup dan hidangan berkuah lainnya.
Meskipun serbaguna, bumbu putih tetap perlu disesuaikan dengan jenis masakan. Beberapa hidangan membutuhkan tambahan kunyit, jahe, lengkuas, cabai, atau rempah lain agar menghasilkan cita rasa sesuai resep.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Stok Bumbu Putih
1. Bumbu putih terbuat dari apa saja?
Bumbu putih umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Beberapa resep menambahkan ketumbar atau merica untuk memberikan aroma dan rasa gurih.
2. Apakah bumbu putih harus ditumis sebelum disimpan?
Tidak harus. Bumbu putih bisa disimpan dalam kondisi mentah maupun matang. Namun, keduanya membutuhkan penanganan dan penyimpanan yang tepat agar tidak mudah terkontaminasi.
3. Berapa lama bumbu putih bisa disimpan di kulkas?
Lama penyimpanan bergantung pada bahan, proses pengolahan, suhu, dan kebersihan wadah. Untuk menjaga keamanan, gunakan dalam waktu singkat dan bekukan jika ingin menyimpan stok lebih lama.
4. Apakah bumbu putih bisa disimpan di freezer?
Bisa. Bumbu putih dapat dibagi ke dalam cetakan es batu, wadah kecil, atau kantong khusus makanan sebelum dimasukkan ke freezer.
5. Bumbu putih cocok untuk masakan apa saja?
Bumbu putih cocok digunakan untuk tumisan sayuran, nasi goreng, sup ayam, opor, sayur lodeh, dan berbagai hidangan rumahan lainnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387567/original/046578000_1793515681-Cara_buat_stok_bumbu_putih_serbaguna_yang_praktis_untuk_tumisan_sampai_kuah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539650/original/062175000_1774609337-9658ba8e-aa0e-46c8-9581-4a7a9f84668c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387607/original/068843600_1793519533-HL_tempe_kentang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353357/original/085709000_1789962639-01M2TDAB6VYJ3Z94KVQ5X33S73.jpg)