Liputan6.com, Jakarta - Alasan anak sering berbicara sendiri menurut psikologi berkaitan dengan proses tumbuh kembang, terutama saat si kecil belajar mengenali lingkungan dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Kebiasaan ini kerap muncul ketika mereka bermain atau berimajinasi.
Percakapan tersebut dikenal sebagai private speech, yakni berbicara untuk diri sendiri tanpa melibatkan orang lain. Hal ini menjadi salah satu alasan anak sering berbicara sendiri menurut psikologi karena dapat membantu mereka mengarahkan tindakan dan memahami perasaan.
Selain itu, alasan anak sering berbicara sendiri menurut psikologi juga berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi dan mengeksplorasi situasi sosial. Kebiasaan ini umumnya merupakan bagian dari perkembangan anak sehingga tidak selalu perlu dikhawatirkan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari Todays Parent tentang alasan anak sering berbicara sendiri menurut psikologi, Senin (2/11/2026).
1. Melatih Kemampuan Berbahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843891/original/018274600_1562156772-boy-child-childhood-235554.jpg)
Salah satu alasan anak sering berbicara sendiri adalah sedang mengembangkan kemampuan berbahasanya. Pada masa pertumbuhan, anak gemar mencoba kosakata baru, mengulang kalimat yang pernah didengar, serta melatih cara menyampaikan sesuatu melalui percakapan sederhana.
Psikolog Ester Cole mengibaratkan kebiasaan tersebut seperti anak kecil yang sedang berlatih berjalan. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mencoba dan mengembangkan kemampuan yang baru dipelajari. Oleh karena itu, anak mungkin terdengar berbicara sendiri ketika sedang bermain, melakukan aktivitas sehari-hari, atau menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya.
Advertisement
2. Mengembangkan Imajinasi dan Bermain Peran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4709232/original/031741000_1704703154-young-family-spending-time-with-their-toddler.jpg)
Anak juga sering berbicara sendiri karena sedang mengembangkan imajinasi melalui permainan peran. Mereka mungkin berpura-pura menjadi dokter, guru, tokoh kartun, atau menganggap boneka sebagai teman yang bisa diajak berkomunikasi.
Menurut Ester Cole, permainan peran menjadi salah satu cara anak mengeksplorasi hubungan dan interaksi sosial. Melalui aktivitas tersebut, mereka belajar memahami berbagai situasi, membayangkan sudut pandang orang lain, serta menciptakan percakapan berdasarkan pengalaman sehari-hari.
Kebiasaan ini juga terlihat ketika anak berbicara kepada mainannya seolah-olah sedang berinteraksi dengan orang sungguhan. Perilaku tersebut merupakan bagian dari permainan imajinatif yang umum ditemukan selama masa kanak-kanak.
3. Memandu Diri Saat Melakukan Aktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4692327/original/076878600_1703038223-Ilustrasi_ibu_dan_anak_laki-lakinya.jpg)
Kebiasaan berbicara sendiri juga dapat muncul ketika anak sedang berusaha menyelesaikan suatu kegiatan. Mereka mungkin mengucapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan, seperti saat memakai sepatu, menyusun puzzle, atau menyiapkan perlengkapan sekolah.
Peneliti private speech sekaligus asisten profesor psikologi di University of West Florida, Kimberly Day, menjelaskan bahwa percakapan kepada diri sendiri dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan anak dalam mengatur perilaku, motivasi, pikiran, dan strategi.
Dengan mengutarakan langkah-langkah secara verbal, anak dapat lebih mudah memahami urutan kegiatan yang sedang dilakukan. Kebiasaan ini juga membantu mereka tetap fokus ketika menghadapi tugas yang membutuhkan perhatian.
Advertisement
4. Meniru Perkataan Orang Tua atau Pengasuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771065/original/068235200_1710317271-IMG_1701.jpeg)
Anak sering kali mengulang perkataan yang didengar dari orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan tersebut dapat terbawa ketika mereka berbicara sendiri, termasuk saat bermain dengan boneka atau mainan kesayangan.
Ester Cole menjelaskan bahwa anak terkadang memproyeksikan perasaan kepada boneka atau mainannya. Misalnya, mereka mengatakan, "Jangan takut gelap, tidak apa-apa. Aku akan memelukmu." Kalimat tersebut mungkin merupakan tiruan dari perkataan orang tua atau pengasuh ketika berusaha menenangkan mereka.
Melalui kebiasaan ini, anak dapat mengingat dan mempraktikkan kembali bentuk komunikasi yang sering diterima dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mulai belajar menggunakan kata-kata untuk memberikan dukungan dan mengekspresikan perhatian.
5. Membantu Mengelola Emosi dan Perilaku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256352/original/092299700_1750234787-Ibu.jpg)
Berbicara sendiri dapat menjadi salah satu cara anak memahami serta mengelola perasaannya. Ketika menghadapi aktivitas yang sulit atau situasi yang membuat frustrasi, mereka mungkin mengucapkan kalimat penyemangat untuk membantu menenangkan diri.
Kimberly Day menjelaskan bahwa private speech dapat memberikan gambaran mengenai emosi dan kemampuan regulasi diri anak. Penelitiannya terhadap balita dan anak prasekolah juga menunjukkan bahwa anak yang berbicara sendiri ketika mengerjakan tugas dapat memiliki kemampuan lebih baik dalam mengendalikan perilaku dan emosi selama menghadapi aktivitas yang menantang.
Hal ini juga sejalan dengan pemikiran psikolog Lev Vygotsky yang memandang private speech sebagai bagian dari peralihan antara percakapan sosial dan bahasa batin atau inner speech. Artinya, anak secara bertahap belajar menggunakan bahasa untuk mengarahkan pikiran dan tindakannya sendiri.
Advertisement
6. Mengeksplorasi Hubungan dan Situasi Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4737672/original/029818400_1707330573-pexels-ketut-subiyanto-4473602.jpg)
Alasan lainnya berkaitan dengan proses anak memahami hubungan sosial. Ketika bermain sendiri, mereka mungkin menciptakan percakapan dengan tokoh imajiner, boneka, atau teman khayalan untuk menggambarkan interaksi yang pernah diamati.
Melalui permainan tersebut, anak dapat mencoba berbagai peran dan mempraktikkan cara berkomunikasi dalam situasi tertentu. Misalnya, mereka berpura-pura sedang mengajar di depan kelas, berbicara dengan teman, atau menenangkan seseorang yang sedang sedih.
Kebiasaan ini juga dapat dipengaruhi oleh kesempatan anak berinteraksi dengan orang lain. Menurut Ester Cole, kepribadian anak, ekspresi orang tua, serta intensitas interaksi sosial dapat memengaruhi seberapa sering mereka menggunakan self-talk.
Pertanyaan Seputar Alasan Anak Sering Berbicara Sendiri Menurut Psikologi
Apakah normal jika anak sering berbicara sendiri?
Ya, kebiasaan ini umumnya normal dan menjadi bagian dari perkembangan bahasa, imajinasi, serta kemampuan anak dalam memahami lingkungan.
Apa istilah psikologi untuk kebiasaan anak berbicara sendiri?
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai private speech, yaitu percakapan yang diucapkan anak untuk dirinya sendiri tanpa melibatkan orang lain.
Pada usia berapa anak biasanya mulai sering berbicara sendiri?
Kebiasaan ini umumnya terlihat pada usia 3–5 tahun, terutama ketika anak sedang bermain atau menyelesaikan suatu aktivitas.
Apakah berbicara sendiri membantu perkembangan emosi anak?
Ya, berbicara sendiri dapat membantu anak mengenali perasaan, mengatur perilaku, serta menenangkan diri ketika menghadapi situasi tertentu.
Kapan orang tua perlu khawatir jika anak sering berbicara sendiri?
Orang tua perlu memberi perhatian jika kebiasaan tersebut muncul secara tiba-tiba setelah pengalaman traumatis, membuat anak menarik diri dari lingkungan sosial, atau disertai perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598468/original/048272600_1696412875-pexels-ketut-subiyanto-4473774.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382769/original/016472600_1793009052-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457158/original/075801100_1766989393-senivpetro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674111/original/023183700_1782715580-IMG_1236.jpeg)