Liputan6.com, Jakarta - Membangun mental anak yang kuat tidak selalu harus dilakukan melalui nasihat panjang atau aturan yang ketat. Cara orang tua berbicara dan merespons perasaan anak dalam keseharian juga dapat membantu mereka belajar menghadapi tantangan, mengelola emosi, dan menyelesaikan masalah.
Anak yang terbiasa mendapat ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengungkapkan perasaan akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa percaya diri serta kemandirian. Karena itu, orang tua dapat mulai membangun ketangguhan mental anak melalui kalimat sederhana yang menunjukkan empati, menghargai usaha, dan mendorong mereka berpikir secara mandiri.
Berikut lima kalimat yang bisa diterapkan orang tua untuk membantu anak mengembangkan mental yang lebih tangguh, dikutip Liputan6.com dari laman Careering into Motherhood pada Kamis (29/10/2026).
Advertisement
1. “Menurut kamu, bagaimana sebaiknya?”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843891/original/018274600_1562156772-boy-child-childhood-235554.jpg)
Alih-alih langsung memberi tahu anak apa yang harus dilakukan, orang tua bisa mengajaknya memikirkan pilihan dan mencari solusi sendiri. Kalimat seperti, “Menurut kamu, bagaimana sebaiknya?” memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat sekaligus mempertimbangkan konsekuensi dari keputusannya.
Anak mungkin belum selalu menemukan jawaban yang tepat. Namun, melalui proses mencoba, membuat keputusan, dan belajar dari kesalahan, mereka dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, kemandirian, serta kepercayaan diri.
Orang tua tetap perlu mendampingi dan memberikan arahan ketika diperlukan tanpa mengambil alih seluruh prosesnya. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk belajar menyelesaikan masalah secara mandiri sekaligus memahami bahwa mereka tetap bisa meminta bantuan saat menghadapi kesulitan.
Advertisement
2. “Sepertinya tadi belum berjalan dengan baik. Bagaimana kalau kita cari solusinya bersama?”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598468/original/048272600_1696412875-pexels-ketut-subiyanto-4473774.jpg)
Kesalahan dan situasi yang tidak berjalan sesuai harapan merupakan bagian dari proses belajar anak. Ketika menghadapi masalah, orang tua dapat mengajak anak membicarakan kejadian tersebut dengan tenang, alih-alih langsung menyalahkan atau mempermalukannya.
Misalnya, ketika anak kesulitan mengikuti rutinitas pagi, orang tua bisa mengajaknya mencari cara agar kegiatan berikutnya berjalan lebih lancar. Pendekatan ini membantu anak memahami bahwa kesalahan bukan akhir dari segalanya dan selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan.
Anak juga belajar bahwa menghadapi masalah bukan sekadar mencari siapa yang salah, melainkan memahami penyebabnya dan menentukan langkah yang bisa dilakukan. Kebiasaan tersebut dapat mendukung kemampuan anak untuk bangkit setelah mengalami kegagalan.
3. “Kamu kelihatan sedih. Pasti ini terasa berat buat kamu, ya.”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127520/original/029373900_1739175235-Calm_parenting_2.jpg)
Ketika anak merasa sedih, kecewa, takut, atau marah, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru meminta mereka berhenti menangis atau menganggap perasaan tersebut sebagai hal sepele. Sebaliknya, tunjukkan bahwa perasaan anak dapat diterima dan mereka boleh membicarakannya tanpa takut dihakimi.
Kalimat yang menunjukkan empati membantu anak merasa didengar dan dipahami. Setelah suasana lebih tenang, orang tua bisa mendampingi anak mengenali perasaannya serta mencari cara yang sehat untuk menghadapinya.
Melalui pengalaman tersebut, anak dapat belajar bahwa emosi yang tidak menyenangkan bukan sesuatu yang harus selalu dihindari. Mereka juga bisa memahami bahwa perasaan dapat dikelola dan setiap orang terkadang membutuhkan dukungan untuk melewati masa sulit.
Advertisement
4. “Menurut kamu, bagaimana pengalamanmu tadi?”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5138958/original/075327000_1740048073-pexels-arina-krasnikova-6338470.jpg)
Ketika anak mengikuti perlombaan, memperoleh nilai yang kurang memuaskan, atau mencoba sesuatu yang sulit, orang tua tidak harus selalu berfokus pada hasil akhirnya. Cobalah menanyakan bagaimana perasaan anak selama menjalani pengalaman tersebut, apa yang sudah mereka usahakan, dan hal apa yang ingin diperbaiki.
Pertanyaan ini membantu anak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemenangan atau pencapaian tertentu. Proses belajar, keberanian mencoba, dan usaha menghadapi kesulitan juga merupakan bagian penting dari perkembangan diri.
Dengan begitu, anak berkesempatan mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), yaitu pemahaman bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan kemauan untuk belajar. Mereka pun dapat lebih siap menghadapi kegagalan tanpa langsung menganggap dirinya tidak mampu.
5. “Wah, kamu sudah memikirkan perasaan orang lain. Itu sikap yang baik.”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5127521/original/035733500_1739175235-Perhatian.jpg)
Memberikan apresiasi secara spesifik dapat membantu anak mengenali perilaku positif yang telah mereka lakukan. Daripada hanya memuji hasil akhir, orang tua bisa menyoroti sikap, usaha, atau tindakan anak, misalnya ketika mereka membantu teman, menyelesaikan tugas dengan tekun, atau berani mencoba sesuatu yang baru.
Pujian yang tulus dan sesuai dengan perilaku anak dapat memperkuat hubungan positif antara orang tua dan anak. Anak juga mendapat kesempatan untuk mengenali kualitas baik dalam dirinya, seperti kepedulian, ketekunan, keberanian, dan kemandirian.
Ketika anak merasa dihargai bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena usaha dan sikapnya, mereka dapat membangun kepercayaan diri serta penghargaan terhadap diri sendiri. Hal ini menjadi salah satu bekal untuk menghadapi tantangan dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalimat Orang Tua Buat Mental Anak Kuat
1. Apa saja kalimat orang tua yang bisa membantu mental anak lebih kuat?
Orang tua bisa menggunakan kalimat yang mendorong anak berpikir mandiri, belajar dari kesalahan, mengenali emosi, mengevaluasi pengalaman, dan menghargai perilaku positif. Contohnya, “Menurut kamu, bagaimana sebaiknya?” atau “Bagaimana kalau kita cari solusinya bersama?”
2. Bagaimana cara orang tua melatih mental anak sejak dini?
Orang tua dapat melatih mental anak dengan mendengarkan perasaannya, memberi kesempatan mengambil keputusan sesuai usia, serta mendampinginya saat menghadapi masalah. Menghargai usaha anak dan memberikan ruang untuk belajar dari kesalahan juga dapat membantu mengembangkan kemandirian serta kepercayaan diri.
3. Mengapa orang tua perlu memperhatikan kalimat yang diucapkan kepada anak?
Kalimat yang disampaikan dengan empati dan dukungan dapat membantu anak merasa dihargai, memahami emosinya, serta lebih berani menghadapi tantangan. Sebaliknya, ucapan yang merendahkan atau menyalahkan secara berlebihan dapat membuat anak merasa takut melakukan kesalahan dan enggan mengungkapkan perasaannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385639/original/026801400_1793262675-pexels-tiger-lily-8260489.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372758/original/022885500_1791889025-14339a73-dc70-4d00-952d-34fe2195fc1a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/709414/original/ilustrasi-tiket-pesawat-140716-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360799/original/014763600_1758761970-mengisi_bensin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385395/original/063830100_1793256537-Gemini_Generated_Image_3go5h03go5h03go5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385935/original/084962800_1760949173-Menonton_film_horor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546287/original/014896100_1629449459-Warren.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374090/original/060061900_1792035654-01M4WRPFVXG5B5MFP56JC6AXWY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385377/original/079208300_1793255499-Gemini_Generated_Image_dy1vitdy1vitdy1v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385362/original/082661100_1793255210-pencahayaan_jepang_1.jpeg)