Liputan6.com, Jakarta Ada pesan masuk, Anda baca cuplikannya di layar kunci, lalu taruh lagi HP-nya. Kebiasaan sederhana ini ternyata bisa menunjukkan banyak hal tentang cara Anda berkomunikasi.
Ciri orang yang lebih suka membaca pesan WhatsApp dari notifikasi tanpa membukanya biasanya terkait dengan tekanan untuk cepat membalas, sensitif terhadap tanda terbaca, dan kebutuhan untuk memilah pesan. Ini lebih tepat disebut kecenderungan perilaku, bukan label kepribadian.
Memahami ciri orang yang lebih suka membaca pesan WhatsApp dari notifikasi bisa membantu Anda mengenali pola diri sendiri. Dengan begitu, Anda bisa mengatur kebiasaan digital dengan lebih sehat.
Advertisement
Mengacu pada tulisan di Psychology Today, tanda terbaca bisa memberi tekanan pada penerima pesan. Pesan yang terlihat sudah dibaca sering membawa ekspektasi tak terucap untuk dibalas cepat, sehingga menambah stres dan rasa wajib.
Pengertian Kebiasaan Membaca Pesan WhatsApp dari Notifikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374090/original/060061900_1792035654-01M4WRPFVXG5B5MFP56JC6AXWY.jpg)
Langkah pertama untuk memahami kebiasaan ini adalah mengenali cara kerjanya. Membaca pesan melalui notifikasi berarti melihat isi chat dari panel pemberitahuan atau layar kunci tanpa membuka ruang obrolan di WhatsApp. Selama pesan belum dibuka dan ditandai sebagai telah dibaca, pengirim biasanya tidak melihat centang biru. Cara ini kerap digunakan untuk mengetahui isi pesan sebelum memutuskan kapan akan membalasnya.
Dilansir dari Tech Advisor, WhatsApp dapat menampilkan pratinjau pesan melalui notifikasi, bahkan ketika aplikasi tidak sedang dibuka. Namun, setelah membaca pratinjau, hindari mengetuk notifikasi tersebut jika belum ingin membuka chat karena tindakan itu dapat menandai pesan sebagai telah dibaca.
Meski praktis, cara ini memiliki keterbatasan. Menurut Make Tech Easier, pesan panjang tidak selalu bisa dibaca secara utuh melalui notifikasi. Pada kondisi tertentu, hanya sebagian pesan yang terlihat dan pengguna perlu mengetuk tombol "Read more" untuk membaca kelanjutannya di WhatsApp.
Kebiasaan membaca pesan melalui notifikasi juga sempat menjadi perbincangan di internet. Seperti diberitakan Yahoo News, trik ini menarik perhatian karena memungkinkan seseorang mengetahui isi pesan tanpa harus langsung membuka percakapan yang belum ingin dibalas. Misalnya, ketika menerima pesan dari grup kantor pada malam hari, kamu bisa membaca isinya terlebih dahulu dan baru membalas keesokan pagi saat sudah siap.
Baca juga: cara baca chat WhatsApp diam-diam
Advertisement
Ciri Orang yang Lebih Suka Membaca Pesan WhatsApp dari Notifikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189956/original/025339600_1744816074-front-view-young-female-red-shirt-with-binoculars-pink-background-color-woman-student_140725-70811.jpg)
Tidak ada studi khusus yang secara langsung meneliti karakter orang yang suka membaca pratinjau notifikasi WhatsApp tanpa membuka chat. Karena itu, ciri-ciri berikut disusun berdasarkan sejumlah riset tentang notifikasi, tanda pesan terbaca, dan kecemasan saat berkomunikasi secara digital. Ciri-ciri ini lebih tepat dipahami sebagai kecenderungan umum, bukan gambaran kepribadian yang berlaku untuk semua orang.
1. Penasaran, tetapi Belum Siap Membalas
Orang yang suka membaca pesan melalui notifikasi mungkin ingin mengetahui isi pesan tanpa harus langsung terlibat dalam percakapan. Cara ini memberi mereka waktu untuk memahami konteks dan memikirkan jawaban sebelum membalas.
Dalam penelitian Martin Pielot dan Luz Rello tentang pengalaman hidup selama 24 jam tanpa notifikasi, 80 persen dari 30 peserta setuju bahwa mereka diharapkan membalas pesan tepat waktu. Temuan ini menunjukkan adanya tekanan untuk merespons pesan, meski tidak serta-merta menjelaskan alasan seseorang memilih membaca notifikasi.
2. Peka terhadap Tanda Pesan Terbaca
Sebagian orang menyadari bahwa centang biru di WhatsApp dapat menimbulkan ekspektasi agar pesan segera dibalas. Mereka mungkin memilih membaca pratinjau notifikasi untuk menghindari kesan bahwa pesan sudah dibaca, tetapi sengaja diabaikan.
Penelitian Shogo Kato dan rekan-rekannya terhadap 213 mahasiswi di Jepang menemukan bahwa emosi negatif muncul lebih cepat ketika peserta menunggu balasan atas pesan yang sudah terbaca dibandingkan pesan yang belum terbaca. Temuan ini menggambarkan bagaimana tanda terbaca dapat memengaruhi perasaan dalam komunikasi digital.
3. Suka Memilah Pesan Berdasarkan Prioritas
Membaca pesan melalui notifikasi juga bisa menjadi cara sederhana untuk menentukan pesan mana yang perlu segera ditanggapi dan mana yang masih bisa menunggu. Dengan begitu, seseorang dapat mengatur waktu dan perhatian tanpa harus membuka setiap percakapan yang masuk.
Dalam penelitian Pielot dan Rello, aplikasi pesan tercatat sebagai sumber notifikasi terbesar sekaligus salah satu jenis notifikasi yang dianggap penting untuk dipertahankan. Hal ini menunjukkan bahwa pesan memiliki peran besar dalam aktivitas digital sehari-hari.
4. Takut Ketinggalan Kabar atau Fear of Missing Out (FoMO)
Orang yang ingin selalu mengetahui perkembangan terbaru mungkin terbiasa memeriksa notifikasi begitu pesan masuk. Mereka ingin tetap mengikuti percakapan atau mengetahui informasi penting, meskipun belum ingin terlibat langsung di dalamnya.
Psikolog Andrew Przybylski dan rekan-rekannya mendefinisikan Fear of Missing Out (FoMO) sebagai kekhawatiran bahwa orang lain sedang mengalami hal-hal berharga tanpa dirinya. Meski kebiasaan membaca notifikasi tidak otomatis menunjukkan FoMO, keinginan untuk terus mengetahui kabar dapat menjadi salah satu alasan seseorang sering memeriksa pesan.
5. Sering Memeriksa Ponsel Saat Menunggu Pesan
Sebagian orang cenderung melirik ponsel berulang kali ketika sedang menunggu balasan. Kebiasaan ini bisa muncul karena ingin memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat.
Dalam penelitian Pielot dan Rello, 40 persen peserta mengaku sering memeriksa ponsel ketika menunggu pesan. Sebagian peserta juga merasa khawatir akan melewatkan informasi penting saat notifikasi dimatikan. Namun, kebiasaan memeriksa ponsel tidak selalu menandakan kecemasan karena bisa berkaitan dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari.
6. Mempertimbangkan Jawaban Sebelum Membalas
Membaca pesan dari notifikasi dapat memberikan jeda bagi seseorang untuk memahami isi percakapan sebelum menentukan respons. Mereka mungkin ingin menyusun kalimat yang tepat, terutama jika pesan membahas pekerjaan, persoalan pribadi, atau hal yang membutuhkan pertimbangan.
Kebiasaan ini bisa mencerminkan preferensi untuk berkomunikasi secara lebih terencana. Meski demikian, membaca pesan melalui notifikasi saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang memiliki kepribadian reflektif atau selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan.
7. Ingin Menjaga Batasan dan Energi Sosial
Tidak semua pesan perlu langsung dibalas saat diterima. Sebagian orang memilih membaca notifikasi terlebih dahulu agar tetap mengetahui isi percakapan tanpa merasa harus segera memberikan respons.
Cara ini dapat membantu mereka mengatur waktu dan perhatian sesuai kebutuhan. Terlebih ketika sedang bekerja, beristirahat, atau membutuhkan waktu sendiri, membaca pesan tanpa langsung membuka percakapan bisa menjadi salah satu cara menjaga batasan dalam komunikasi digital.
8. Mengutamakan Kenyamanan dan Privasi
Sebagian orang merasa lebih nyaman mengetahui isi pesan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membuka percakapan. Mereka mungkin ingin menghindari tekanan untuk segera merespons atau membutuhkan waktu untuk memproses pesan yang bersifat pribadi.
Penjelasan Dr.Fone dari Wondershare juga membahas cara membaca pesan WhatsApp tanpa membuka chat sebagai pilihan bagi pengguna yang ingin menentukan waktu untuk merespons. Namun, kebiasaan ini tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan menjaga privasi karena setiap orang memiliki alasan yang berbeda.
Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230716/original/093711900_1748007265-steptodown.com647681.jpg)
Setelah mengenali ciri-cirinya, penting juga untuk memahami mengapa membaca pesan melalui notifikasi bisa terasa nyaman. Salah satu alasannya berkaitan dengan cara seseorang memaknai jeda dalam percakapan dan menafsirkan tanda pesan telah terbaca.
Dalam ulasannya, Psychology Today membahas bagaimana pesan yang belum dibalas dapat membuat pikiran terus terpaku pada percakapan yang belum selesai. Mematikan notifikasi pun tidak selalu menghilangkan dorongan untuk memeriksa ponsel, sementara tanda pesan telah terbaca dapat membuat keterlambatan balasan terasa seperti keputusan yang disengaja.
1. Tanda Terbaca Memunculkan Ekspektasi untuk Segera Membalas
Ketika pesan sudah menunjukkan tanda terbaca, pengirim mungkin berharap penerima segera memberikan respons. Akibatnya, jeda yang sebenarnya wajar bisa menimbulkan pertanyaan atau kesalahpahaman.
Sebagaimana dikutip dari Edison Mail, seorang ilmuwan perilaku menjelaskan bahwa konfirmasi pesan telah diterima dapat memunculkan anggapan bahwa penerima seharusnya membalas dalam waktu singkat. Ekspektasi inilah yang terkadang membuat seseorang memilih membaca pesan melalui notifikasi tanpa membuka ruang obrolan.
2. Pikiran Cenderung Menafsirkan Keterlambatan secara Personal
Ketika balasan tak kunjung datang, seseorang bisa menganggap lawan bicaranya tidak peduli atau sengaja mengabaikan pesan. Padahal, ada banyak kemungkinan lain, seperti sedang sibuk, kelelahan, atau membutuhkan waktu untuk menyusun jawaban.
Kecenderungan menilai perilaku orang lain berdasarkan karakter pribadinya, alih-alih mempertimbangkan situasi yang sedang dihadapi, dikenal sebagai fundamental attribution error. Dalam komunikasi digital, pola pikir ini dapat membuat jeda balasan terasa lebih personal daripada yang sebenarnya.
3. Ketidakpastian Isi Pesan Memicu Rasa Penasaran
Pesan yang masuk tanpa konteks lengkap dapat menimbulkan berbagai pertanyaan. Penerima mungkin bertanya-tanya apakah pesan tersebut berisi kabar baik, masalah mendesak, atau sesuatu yang membutuhkan tanggapan serius.
Psikoterapis Dr. LeslieBeth Wish, sebagaimana dikutip Elite Daily, menjelaskan bahwa unsur kejutan dalam komunikasi melalui pesan dapat memicu kecemasan. Membaca pratinjau notifikasi bisa membantu mengurangi ketidakpastian tersebut karena seseorang dapat mengetahui gambaran isi pesan sebelum memutuskan untuk membuka percakapan.
4. Kecemasan saat Berkirim Pesan Membuat Orang Lebih Berhati-hati
Bagi sebagian orang, komunikasi digital bukan sekadar bertukar informasi. Mereka juga bisa merasa khawatir tentang cara menyusun pesan, respons yang akan diterima, atau makna di balik balasan yang terlambat.
Menurut Hopeful Minds, kecemasan saat berkirim pesan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari terlalu memikirkan kata-kata sebelum mengirim pesan dan terus memeriksa ponsel saat menunggu balasan hingga merasa terganggu ketika pesan hanya dibaca. Sebagian orang bahkan memilih menghindari percakapan karena merasa tidak nyaman menghadapi situasi tersebut.
5. Jeda Balasan Bisa Dianggap sebagai Tanda Diabaikan
Dalam komunikasi digital, seseorang tidak dapat melihat secara langsung situasi yang sedang dihadapi lawan bicaranya. Akibatnya, keterlambatan membalas atau tanda pesan telah dibaca terkadang ditafsirkan sebagai bentuk penolakan, meskipun belum tentu demikian.
Data yang dihimpun Mosaic menyebutkan bahwa 31 persen responden menganggap berkirim pesan sebagai salah satu sumber kecemasan sehari-hari, sementara 35 persen merasa diabaikan ketika pesannya hanya dibaca. Angka tersebut menggambarkan bahwa jeda dalam percakapan digital dapat memengaruhi perasaan sebagian orang, terutama ketika mereka memiliki ekspektasi tertentu terhadap balasan.
Advertisement
Cara Membaca Pesan WhatsApp dari Notifikasi dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3507679/original/091926800_1626059911-whatsapp-interface-template-mobile-phone-mockup_106244-1491.jpg)
Jika kamu nyaman membaca pesan WhatsApp melalui notifikasi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar isi pesan terlihat tanpa sengaja membuka ruang obrolan. Namun, langkahnya bisa berbeda tergantung perangkat yang digunakan, baik Android maupun iPhone.
1. Aktifkan Notifikasi Prioritas Tinggi
Pada perangkat Android yang mendukung fitur ini, buka WhatsApp, lalu masuk ke Settings > Notifications. Aktifkan opsi Use high priority notifications pada bagian Messages dan Groups jika tersedia. Pengaturan ini membantu pesan tertentu tampil lebih menonjol di layar, meski tidak menjamin seluruh isi pesan dapat dibaca melalui notifikasi.
2. Perluas Notifikasi untuk Membaca PesanSaat pesan masuk, kamu bisa memperluas notifikasi untuk melihat lebih banyak bagian teks tanpa membuka WhatsApp. Pada Android, caranya biasanya dengan menggeser notifikasi ke bawah atau mengetuk ikon panah. Sementara itu, pada iPhone, tekan lama notifikasi untuk menampilkan pratinjau jika fitur tersebut tersedia.
3. Atur Pratinjau Pesan di iPhone
Pengguna iPhone dapat mengatur tampilan isi pesan melalui menu Settings > Notifications > Show Previews. Pilih Always jika ingin pratinjau muncul setiap saat atau When Unlocked agar isi pesan hanya terlihat ketika iPhone tidak terkunci.
Perlu diperhatikan, opsi Always memungkinkan orang lain melihat isi pesan dari layar kunci. Jika kamu mengutamakan privasi, opsi When Unlocked bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
4. Manfaatkan Widget WhatsApp di Android
Pada perangkat Android yang mendukungnya, widget WhatsApp dapat digunakan untuk melihat pesan yang masuk tanpa membuka ruang obrolan secara langsung. Namun, ketersediaan dan cara kerja widget bergantung pada versi aplikasi serta perangkat yang digunakan. Pastikan juga pesan yang ditampilkan tidak otomatis menandai percakapan sebagai telah dibaca.
5. Hindari Mengetuk Notifikasi atau Tombol Balas
Jika ingin membaca pesan tanpa membuka percakapan, hindari mengetuk notifikasi yang langsung mengarahkanmu ke ruang obrolan. Jangan pula memilih tombol Reply karena tindakan tersebut membuka fitur balasan dan dapat memengaruhi status pesan, bergantung pada cara penggunaannya.
Sebaiknya, cukup perluas notifikasi untuk membaca pratinjau. Selama pesan belum ditandai sebagai telah dibaca, pengirim umumnya tidak akan melihat centang biru jika fitur laporan dibaca aktif.
6. Pertimbangkan Menonaktifkan Laporan Dibaca
Jika kamu sering merasa tertekan karena ekspektasi untuk segera membalas pesan, menonaktifkan fitur Read Receipts atau laporan dibaca bisa menjadi alternatif. Buka WhatsApp, masuk ke Settings > Privacy, lalu nonaktifkan Read Receipts.
Namun, ada konsekuensinya. Kamu juga tidak dapat melihat laporan dibaca dari orang lain dalam percakapan pribadi. Selain itu, pengaturan ini tidak menghilangkan seluruh indikator status pesan, seperti centang pada pesan yang telah terkirim atau diterima.
Tips menjaga privasi: Pratinjau pesan di layar kunci bisa dilihat orang lain yang memiliki akses ke ponselmu. Jika sering menerima pesan pribadi atau informasi sensitif, pilih pengaturan When Unlocked agar isi pesan tidak langsung terlihat saat layar terkunci. Kamu juga bisa membaca panduan tentang pengaturan read receipts dan last seen di WhatsApp untuk memahami pilihan privasi lainnya.
Dampak Kebiasaan Ini dan Tips Mengelolanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121707/original/071283300_1660292091-pexels-cottonbro-5053740.jpg)
Membaca pesan melalui notifikasi tidak selalu menjadi kebiasaan yang buruk. Cara ini bisa membantu kamu memilah pesan dan menentukan waktu yang tepat untuk membalasnya. Namun, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan jika membuatmu terlalu sering melirik layar, sebab notifikasi yang tidak dibuka sekalipun dapat mengganggu konsentrasi.
Sebagaimana dilaporkan ScienceDaily berdasarkan rilis Florida State University, menerima notifikasi ponsel saja sudah dapat mengganggu fokus seseorang saat mengerjakan tugas. Dampaknya dilaporkan sebanding dengan gangguan ketika seseorang menggunakan ponsel untuk menelepon atau berkirim pesan. Dalam makalah penelitian tersebut, para peneliti menjelaskan bahwa notifikasi yang singkat sekalipun dapat memicu pikiran yang tidak berkaitan dengan tugas atau membuat seseorang melamun, sehingga kinerjanya menurun.
Cary Stothart, peneliti utama studi tersebut, juga menekankan pentingnya memperhatikan gangguan kecil dari ponsel. Dikutip dari EurekAlert, ia menjelaskan bahwa gangguan sekecil apa pun dapat menimbulkan konsekuensi serius jika terjadi pada saat yang tidak tepat. Karena itu, ia menyarankan untuk membisukan atau mematikan ponsel dan meletakkannya di luar jangkauan pandangan saat mengemudi.
Agar kebiasaan membaca pesan melalui notifikasi tetap terkendali, ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.
1. Jadwalkan Waktu untuk Membalas Pesan
Daripada terus-menerus memeriksa layar setiap kali notifikasi muncul, tentukan waktu khusus untuk membaca dan membalas pesan. Misalnya, kamu bisa memeriksa chat saat jam istirahat atau setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu. Cara ini membantu menjaga konsentrasi tanpa mengabaikan komunikasi yang penting.
2. Bisukan Grup yang Tidak Mendesak
Notifikasi dari banyak grup dapat membuat ponsel terus menarik perhatian, meskipun sebagian pesan tidak membutuhkan respons segera. Kamu bisa membisukan grup yang kurang mendesak dan mempertahankan notifikasi untuk kontak atau percakapan yang benar-benar penting.
3. Gunakan Mode Jangan Ganggu saat Bekerja atau Tidur
Mode Jangan Ganggu dapat membantu mengurangi interupsi ketika kamu membutuhkan waktu untuk fokus atau beristirahat. Dalam penelitian Martin Pielot dan Luz Rello tentang pengalaman 24 jam tanpa notifikasi, 22 dari 30 peserta menyatakan berniat mematikan sebagian notifikasi atau lebih sering menggunakan mode Jangan Ganggu setelah mengikuti penelitian tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa mengurangi notifikasi dapat menjadi pilihan yang menarik bagi sebagian orang untuk mengelola perhatian mereka.
4. Jangan Langsung Menafsirkan Keterlambatan Balasan secara Negatif
Ketika pesan sudah terbaca tetapi belum dibalas, hindari langsung menyimpulkan bahwa pengirim sengaja mengabaikanmu. Tanda terbaca hanya menunjukkan bahwa pesan telah dibuka, bukan alasan seseorang belum membalas atau kapan ia akan memberikan respons.
Bisa saja orang tersebut sedang sibuk, membutuhkan waktu untuk berpikir, atau belum memiliki kesempatan untuk menjawab. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan ini dapat membantu mengurangi kecemasan saat berkomunikasi melalui pesan.
5. Pilih Telepon untuk Percakapan yang Penting
Pesan teks tidak selalu menjadi media terbaik untuk membicarakan persoalan yang rumit atau sensitif. Jika percakapan membutuhkan penjelasan panjang, respons cepat, atau penyampaian emosi yang lebih jelas, pertimbangkan untuk menelepon lawan bicara.
Komunikasi melalui telepon memungkinkan kedua pihak merespons secara langsung dan mengurangi kemungkinan salah menafsirkan maksud pesan. Dengan begitu, kamu tidak perlu terus menebak-nebak arti jeda atau balasan singkat dalam percakapan.
Pada akhirnya, membaca pesan melalui notifikasi bukanlah masalah selama kebiasaan tersebut tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, jika dorongan untuk terus memeriksa ponsel mulai mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan orang terdekat, kamu bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan jiwa. Tujuannya bukan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut sepenuhnya, melainkan membantumu membangun pola penggunaan ponsel yang lebih seimbang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membaca Pesan WhatsApp dari Notifikasi
Apakah membaca pesan dari notifikasi menandakan kepribadian tertentu?
Tidak selalu. Riset soal notifikasi lebih banyak membahas dampaknya pada perhatian dan perasaan, bukan jenis kepribadian. Kebiasaan ini lebih tepat dipahami sebagai kecenderungan perilaku yang dipengaruhi tekanan untuk membalas, rasa takut ketinggalan kabar, dan cara seseorang mengatur waktunya.
Apakah pengirim tahu kalau pesannya dibaca lewat notifikasi?
Umumnya tidak, selama kamu tidak mengetuk notifikasi atau tombol balas yang membuka aplikasi. Centang biru baru muncul saat ruang obrolan benar-benar dibuka di WhatsApp. Meski begitu, pesan yang panjang biasanya tidak tampil utuh di notifikasi.
Apakah notifikasi tetap mengganggu fokus meski tidak dibuka?
Ya. Studi dari Florida State University menunjukkan bahwa sekadar menerima notifikasi bisa menurunkan performa pada tugas yang butuh konsentrasi, bahkan saat ponsel tidak disentuh. Karena itu, mengatur notifikasi menjadi langkah praktis untuk menjaga fokus.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566039/original/061484200_1777108909-WhatsApp.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374096/original/026558200_1792035661-01M4WRTPCJGNS9Q35JZQNWJVBB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149291/original/092288200_1591796992-handsome-unshaven-male-freelancer-sitting-meet-cafe-showing-project-customer-talking-about-work-details_176420-9200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373345/original/018331000_1791963106-01M4TE27TPPVMX71WVSPT0J0M0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261750/original/079716500_1750685577-chatting-joyful-best-friends-couch.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311499/original/049377200_1785403837-0fc7f2d8-2807-4879-9db1-7059320cb74a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5262980/original/004368200_1750759720-front-view-young-attractive-businesswoman-black-shirt-black-jacket-using-her-silver-laptop-working-inside-her-office-work-job-building__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373349/original/011502900_1791963110-01M4TE3YVQXES6HFR4G5BXC737.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771927/original/054344100_1710390950-portrait-young-people-with-thought-bubble.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739023/original/098035700_1707469901-Ilustrasi_belanja__supermarket__produk_lokal.jpg)