Liputan6.com, Jakarta Pernah merasa lebih lega membalas pesan daripada mengangkat telepon yang berdering? Kebiasaan ini makin umum, dan ternyata menunjukkan banyak hal tentang cara kamu berpikir dan berinteraksi.
Ciri orang yang lebih suka bertukar kabar singkat daripada telepon lama biasanya terlihat dari kebiasaan berpikir sebelum menjawab, mengatur waktu sendiri, dan menghargai batasan. Mereka bukan antisosial, hanya punya cara terhubung yang terasa lebih nyaman.
Ada riset yang menemukan bahwa orang yang suka chat sering menunjukkan sifat teliti (conscientiousness) dan menghargai kesempatan meninjau serta menyunting pesan sebelum dikirim , seperti dilansir dari Yahoo Lifestyle. Mari bahas satu per satu ciri orang yang lebih suka bertukar kabar singkat daripada telepon lama, lengkap dengan tips penerapannya.
Advertisement
Pengertian Preferensi Bertukar Kabar Singkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121707/original/071283300_1660292091-pexels-cottonbro-5053740.jpg)
Sederhananya, preferensi bertukar kabar singkat adalah kecenderungan seseorang memilih pesan teks, misalnya lewat WhatsApp atau Telegram, dibanding obrolan suara yang panjang. Dalam ilmu komunikasi, pesan teks masuk kategori komunikasi asinkron, artinya pengirim dan penerima tidak harus aktif pada waktu yang sama. Telepon sebaliknya bersifat sinkron atau real-time, jadi kedua pihak harus hadir dan merespons saat itu juga. Perbedaan dasar inilah yang membuat sebagian orang merasa lebih nyaman dengan chat, terutama untuk urusan sehari-hari seperti janjian, mengirim alamat, atau sekadar menanyakan kabar.
Perlu kamu ingat, memilih chat tidak otomatis berarti seseorang pemalu atau tertutup. Preferensi media komunikasi bisa dipengaruhi kenyamanan, kebiasaan, kecemasan terhadap panggilan mendadak, hingga kebutuhan mengatur respons sebelum dikirim. Jadi, ciri orang yang lebih suka bertukar kabar singkat daripada telepon lama sebaiknya dipahami sebagai gaya komunikasi, bukan label kepribadian yang mutlak. Contoh sederhananya, bayangkan seseorang yang lancar presentasi tatap muka di kantor, tetapi tetap lebih memilih membalas pesan saat ada panggilan masuk ketika sedang fokus bekerja.
Menurut sebuah ulasan psikologi, alasan mereka tidak pernah soal seberapa sosial mereka, melainkan karena mereka ingin punya waktu berpikir sebelum menjawab, dan telepon adalah satu-satunya format yang merampas waktu itu. Di telepon, ruang pikiran terbagi antara menyusun jawaban dan menjaga percakapan agar tidak hening terlalu lama.
Dalam praktiknya, pemahaman ini membantu kamu tidak salah menilai orang lain. Teman yang membalas telepon dengan pesan "Ada apa?" belum tentu sedang menghindar. Bisa saja dia sedang rapat, di kendaraan umum, atau ingin tahu topiknya dulu supaya jawabannya lebih tepat. Kalau kamu ingin membaca ulasan lain tentang topik serupa, simak juga alasan orang lebih suka menulis pesan menurut psikologi.
Advertisement
Ciri-Ciri Orang yang Lebih Suka Bertukar Kabar Singkat daripada Telepon Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498911/original/016175100_1770727371-pexels-cottonbro-7343000.jpg)
Kalau kamu penasaran apakah kamu termasuk "tim chat", coba cocokkan dengan daftar berikut. Tidak semua poin harus ada pada satu orang, tetapi biasanya beberapa di antaranya terasa sangat familiar. Mengacu pada ulasan The Vessel, texting lebih dari sekadar kebiasaan modern; bagi banyak orang, itu mencerminkan cara mereka mengelola energi, memproses emosi, dan menjaga batasan
- Berpikir sebelum merespons. Mereka suka membaca pesan, memahami maksudnya, lalu menyusun jawaban dengan rapi. Bagi mereka, komunikasi yang baik bukan soal cepat, tapi soal tepat.
- Memproses informasi dengan jeda. Orang tipe ini sering baru menemukan jawaban terbaik setelah percakapan selesai. Chat memberi ruang untuk respons yang lebih matang.
- Ingin mengatur waktu komunikasi sendiri. Panggilan yang datang saat sedang bekerja, makan, atau istirahat terasa mengganggu. Pesan bisa dibalas setelah aktivitas selesai.
- Menghargai waktu orang lain. Mereka tidak ingin memaksa lawan bicara langsung merespons. Ini bentuk kesopanan, bukan menjaga jarak.
- Teliti dan suka detail. Pesan tertulis meninggalkan jejak yang bisa dibaca ulang, misalnya alamat, jadwal, atau kesepakatan. Ini cocok untuk orang yang terorganisasi.
- Peka terhadap nada dan pilihan kata. Mereka memperhatikan tanda baca, emoji, dan kalimat agar pesan tidak disalahartikan. Kalimat yang terdengar ketus bisa diperhalus sebelum dikirim.
- Menyukai komunikasi ringkas dan efisien. Telepon kerap diisi basa-basi dan merembet ke topik lain, sedangkan chat langsung ke inti pembicaraan.
- Menjaga privasi. Chat bisa dibaca tanpa terdengar orang di sekitar, misalnya di kantor atau kendaraan umum.
- Lebih ekspresif lewat tulisan. Sebagian orang lebih mudah menyampaikan pikiran dan perasaan saat mengetik dibanding berbicara langsung.
- Menjaga kedekatan lewat pesan-pesan kecil. Ucapan selamat pagi, kiriman foto, atau pertanyaan sederhana jadi cara mereka menunjukkan perhatian tanpa harus mengobrol panjang.
Alasan Psikologis dan Manfaat Bertukar Kabar Singkat
Setelah tahu ciri-cirinya, sekarang kita lihat kenapa kebiasaan ini muncul dan apa manfaat praktisnya. Langkah pertama memahami preferensi ini adalah menyadari bahwa telepon menuntut otak bekerja ganda dalam waktu bersamaan. Kamu harus mendengarkan, memahami, menyusun jawaban, sekaligus menjaga nada bicara, semuanya dalam hitungan detik. Chat memecah beban itu menjadi beberapa tahap yang lebih santai, sehingga pikiran bisa terbentuk lebih jernih.
Sebagaimana disampaikan Silicon Canals, riset psikolog Sherry Turkle di MIT mengungkap bahwa komunikasi asinkron seperti texting memungkinkan orang menjaga batas yang lebih sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Saat kamu bisa mengatur kapan dan bagaimana merespons, kamu sebenarnya sedang mengelola energi emosional dan mental dengan aktif.
Manfaat utama bertukar kabar singkat bagi pengguna adalah fleksibilitas. Kamu bisa membalas pesan di sela kesibukan tanpa harus menghentikan seluruh aktivitas. Manfaat kedua adalah kejelasan, karena informasi penting tersimpan dan mudah dicek ulang. Manfaat ketiga, pesan memberi rasa aman bagi orang yang mudah tegang ketika harus merespons secara spontan. Bahkan, preferensi ini juga terkait dengan cara seseorang menjaga hubungan secara konsisten di tengah rutinitas yang berbeda-beda.
Contoh nyatanya bisa kamu lihat di grup keluarga atau grup kerja. Koordinasi jadwal arisan, pembagian tugas proyek, atau konfirmasi titik jemput jauh lebih praktis lewat chat karena semua orang bisa membaca dan merujuk ulang informasinya. Sebuah ulasan juga menyebutkan bahwa panggilan tak terduga bisa terasa seperti gangguan, sehingga pesan singkat sebelumnya berfungsi sebagai isyarat sopan agar penerima siap untuk percakapan suara.
Advertisement
Sisi Lain: Kapan Telepon Tetap Lebih Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934303/original/012369100_1725252287-eastern-woman-with-phone.jpg)
Meski chat punya banyak kelebihan, kamu juga perlu tahu batasannya. Teks kehilangan intonasi suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh, sehingga lebih rentan salah tafsir. Untuk konflik, permintaan maaf, kabar sensitif, atau obrolan emosional yang rumit, panggilan suara atau tatap muka biasanya lebih efektif. Menariknya, riset menunjukkan bahwa ketakutan terhadap telepon sering kali lebih besar daripada kenyataannya.
Penelitian Amit Kumar dan Nicholas Epley yang terbit di Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa meski peserta menduga telepon akan membuat mereka merasa lebih dekat, mereka tetap memilih email karena mengira menelepon akan terlalu canggung, padahal panggilan telepon ternyata berjalan jauh lebih baik.
Jadi, kalau kamu termasuk orang yang lebih nyaman chat, tidak ada yang salah. Hanya saja, sesekali menelepon orang terdekat bisa memberi kehangatan yang sulit digantikan teks. Anggap saja chat dan telepon seperti dua alat dengan fungsi berbeda, bukan saingan.
Tips Menyeimbangkan Chat dan Telepon dalam Keseharian
Supaya gaya komunikasimu tetap sehat dan hubungan tetap hangat, coba terapkan langkah-langkah praktis berikut. Tips ini cocok baik untuk "tim chat" maupun orang yang sering berhubungan dengan mereka.
- Gunakan chat untuk urusan logistik. Janjian, alamat, jadwal, dan konfirmasi paling efisien lewat pesan karena mudah dicek ulang.
- Kirim pesan sebelum menelepon. Tanyakan dulu "Bisa telepon sebentar?" agar lawan bicara siap dan tidak merasa terganggu.
- Sebutkan topik di awal. Orang yang suka chat lebih nyaman bila tahu arah pembicaraan sejak awal.
- Pindah ke telepon jika chat mulai panjang atau membingungkan. Kalau balasan bolak-balik terus tanpa titik temu, obrolan suara lima menit sering lebih cepat menyelesaikan masalah.
- Pilih telepon untuk topik emosional. Permintaan maaf, kabar duka, atau konflik butuh nada suara agar maksud tersampaikan utuh.
- Waspadai overthinking. Kalau kamu butuh dua puluh menit hanya untuk menyusun balasan sederhana, bisa jadi preferensi chat sudah bercampur rasa takut salah bicara.
- Jadwalkan telepon rutin dengan orang terdekat. Misalnya, telepon orang tua seminggu sekali sambil tetap berkirim kabar singkat setiap hari.
Tips singkat: hormati gaya komunikasi orang lain. Kalau rekanmu jelas lebih nyaman lewat chat, kirim pesan terlebih dahulu untuk hal-hal ringan, lalu sepakati waktu telepon untuk diskusi yang lebih serius.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Lebih Suka Bertukar Kabar Singkat
Apakah orang yang lebih suka chat pasti introvert?
Belum tentu. Preferensi chat dipengaruhi banyak hal, seperti kebiasaan, kesibukan, kenyamanan, dan cara seseorang memproses informasi, sehingga tidak bisa langsung dijadikan patokan introvert atau ekstrovert.
Apakah suka chat berarti tidak ingin dekat dengan orang lain?
Tidak. Banyak orang justru menjaga kedekatan lewat pesan kecil seperti menanyakan kabar atau berbagi foto, lalu memakai telepon atau tatap muka untuk obrolan yang lebih dalam.
Kapan sebaiknya beralih dari chat ke telepon?
Pertimbangkan menelepon ketika percakapan mulai terlalu panjang, membingungkan, emosional, atau ada pihak yang merasa tidak dipahami. Suara membantu menyampaikan nuansa yang sering hilang dalam teks.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357774/original/082781700_1790305729-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T100732.986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374096/original/026558200_1792035661-01M4WRTPCJGNS9Q35JZQNWJVBB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373345/original/018331000_1791963106-01M4TE27TPPVMX71WVSPT0J0M0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261750/original/079716500_1750685577-chatting-joyful-best-friends-couch.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311499/original/049377200_1785403837-0fc7f2d8-2807-4879-9db1-7059320cb74a.jpg)