Liputan6.com, Jakarta - Hari Cagar Biosfer Internasional menjadi momen untuk melihat kembali bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan tanpa saling merusak. Di seluruh dunia kini tercatat 784 kawasan yang dirancang khusus untuk menjaga keseimbangan itu. Angka ini terus bertambah setiap tahun sejak program dimulai pada 1976.
Di dalam kawasan ini, warga tetap bisa bertani, menangkap ikan, dan membangun ekonomi lokal tanpa merusak ekosistem di sekitarnya. Konsep ini lahir dari keyakinan bahwa konservasi dan pembangunan tidak harus berlawanan arah satu sama lain.
Saat Hari Cagar Biosfer Internasional diperingati, publik diajak memahami lebih jauh fungsi dan sebaran kawasan-kawasan ini. Pada artikel ini, Liputan6.com akan mengulas lebih lanjut mengenai cagar biosfer nasional, apa fungsinya, dan juga mengapa mereka penting terutama di masa krisis iklim globas saat ini yang telah dilansir dari berbagai sumber, Senin (2/11/2026).
Advertisement
Apa Itu Cagar Biosfer Internasional?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388070/original/018311100_1793598185-vincent-van-zalinge-vUNQaTtZeOo-unsplash.jpg)
Cagar biosfer berawal dari gagasan yang sederhana namun ambisius. Pada 1971, UNESCO membentuk Program Manusia dan Biosfer atau Man and the Biosphere Programme (MAB) untuk mewujudkan mandat membangun perdamaian lewat hubungan yang lebih baik antara manusia dan lingkungan.
Gagasan utamanya tertuang dalam kalimat "We are nature" atau kita adalah bagian dari alam. Prinsip ini menegaskan bahwa kelangsungan hidup manusia bergantung pada kemampuan untuk tumbuh bersama alam, bukan mengeksploitasinya tanpa batas.
Setiap cagar biosfer dirancang dengan tata ruang khusus yang disebut zonasi. Pembagian ini memastikan ada wilayah yang benar-benar dilindungi, ada pula ruang bagi penelitian dan aktivitas ekonomi warga setempat secara berdampingan.
Advertisement
Tiga Fungsi Utama Cagar Biosfer
Cagar biosfer melibatkan masyarakat lokal dan seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengelolaannya. Menurut UNESCO, cagar biosfer internasional memiliki tiga fungsi utama, yakni:
Konservasi (Conservation)
Fungsi ini menjaga keanekaragaman hayati sekaligus keragaman budaya di dalam kawasan. Konservasi bukan hanya soal melindungi spesies dan ekosistem, tapi juga menjaga kearifan dan praktik budaya masyarakat setempat yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.
Pengembangan Ekonomi (Economic Development)
Cagar biosfer turut mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan secara sosial budaya dan lingkungan. Warga di dalam kawasan tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi seperti bertani, berdagang, atau mengolah hasil bumi, selama caranya tidak merusak keseimbangan alam di sekitarnya.
Dukungan Logistik (Logistic Support)
Fungsi ketiga menopang pembangunan lewat penelitian, pemantauan, pendidikan, dan pelatihan. Dari sinilah pengetahuan baru tentang ekosistem dan cara pengelolaannya terus dikembangkan, sekaligus menjadi sarana belajar bagi generasi berikutnya.
Jejaring Cagar Biosfer Dunia: Contoh dan Sebaran Global
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388071/original/026101300_1793598185-1280px-Kopa__ki_rit_wooden_trail.jpg)
Jaringan cagar biosfer tidak berdiri sendiri-sendiri. UNESCO menghubungkan ratusan kawasan ini lewat jejaring regional dan tematik yang memperkuat kolaborasi lintas negara. Berikut beberapa contoh dan fakta sebarannya.
784 Cagar Biosfer di 142 Negara: Hingga 2025, tercatat 784 cagar biosfer tersebar di 142 negara. Sebanyak 70 persen negara anggota UNESCO sudah memiliki setidaknya satu kawasan cagar biosfer di wilayahnya.
Sebaran Berdasarkan Wilayah: Kawasan Eropa dan Amerika Utara memiliki jumlah terbanyak dengan 321 cagar biosfer, disusul Asia Pasifik 186, Amerika Latin dan Karibia 136, Afrika 100, dan negara-negara Arab 41.
São Tomé and Príncipe, Negara Pertama yang 100 Persen Berstatus Cagar Biosfer: Dengan penetapan Pulau São Tomé pada 2025 melengkapi Pulau Príncipe yang sudah ditetapkan pada 2012, seluruh wilayah negara ini kini berstatus cagar biosfer.
Mura-Drava-Danube, Cagar Biosfer Lintas Lima Negara: Kawasan ini membentang di Austria, Slovenia, Kroasia, Hungaria, dan Serbia, menjadi salah satu contoh kolaborasi pengelolaan sungai lintas batas yang melibatkan banyak negara sekaligus.
Tonle Sap, Kawasan Terpadat di Dunia: Cagar biosfer di Kamboja ini dihuni hampir 5 juta jiwa, menjadikannya salah satu kawasan dengan populasi terpadat di antara seluruh jaringan cagar biosfer dunia.
Jejaring Regional yang Saling Terhubung: Jaringan seperti AfriMAB di Afrika, EuroMAB di Eropa dan Amerika Utara, hingga SeaBRnet di Asia Tenggara menghubungkan kawasan-kawasan dengan ekosistem atau konteks budaya serupa agar saling berbagi solusi.
Advertisement
Peran Cagar Biosfer dalam Krisis Iklim dan Kehilangan Keanekaragaman Hayati
Perannya makin penting di tengah krisis iklim dan menyusutnya keanekaragaman hayati global. Berikut beberapa peran nyata yang tercatat dalam data UNESCO.
Menjaga Lebih dari 60 Persen Keanekaragaman Vertebrata Darat: Meski cagar biosfer hanya menutupi sekitar 5 persen permukaan daratan bumi, kawasan ini menopang lebih dari 60 persen kekayaan spesies vertebrata darat dunia.
Tumpang Tindih dengan Kawasan Keanekaragaman Hayati Utama: Sekitar 90 persen cagar biosfer beririsan dengan Key Biodiversity Areas, mencakup area gabungan lebih dari 2 juta kilometer persegi.
Mendukung Kerangka Kerja Global: Cagar biosfer menjadi arsitektur pendukung untuk mencapai target Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, Perjanjian Paris, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Menjaga Cekungan Sungai Lintas Batas: Lebih dari 60 persen cagar biosfer mencakup cekungan sungai atau akuifer lintas batas, membuka peluang kolaborasi antarnegara dalam mengelola sumber daya air bersama.
Rentan Terhadap Dampak Iklim Ekstrem: Sekitar 40 persen cagar biosfer diperkirakan menghadapi peristiwa iklim yang lebih ekstrem pada 2050, sehingga pengelolaan adaptif menjadi makin mendesak.
Tantangan dan Masa Depan Pengelolaan Cagar Biosfer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388072/original/048175500_1793598185-kevin-zymela-PSFQ1hqSpo4-unsplash.jpg)
Di balik pencapaian jumlah kawasan yang terus bertambah, pengelolaan cagar biosfer menghadapi sejumlah persoalan nyata. Berikut tantangan utama sekaligus arah pengembangan ke depan.
Pengelolaan Air Lintas Batas: Kawasan yang mencakup sungai atau akuifer lintas negara menghadapi tantangan koordinasi pengelolaan air bersama, meski di sisi lain membuka peluang kolaborasi antarpemerintah.
Ancaman Perubahan Iklim yang Makin Nyata: Dengan hampir separuh cagar biosfer berpotensi menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa dekade mendatang, strategi mitigasi perlu disesuaikan di tingkat kawasan masing-masing.
Tumpang Tindih dengan Status Internasional Lain: Lebih dari separuh cagar biosfer memiliki status pelindung ganda dari organisasi internasional lain, sehingga koordinasi lintas lembaga menjadi kebutuhan mendesak agar pengelolaan tidak tumpang tindih.
Rencana Aksi Hangzhou 2026-2035: UNESCO menyiapkan peta jalan sepuluh tahun bernama Hangzhou Strategic Action Plan yang memuat 34 target aksi terukur untuk memperkuat peran cagar biosfer dalam mencapai target keberlanjutan global.
Perluasan Jaringan ke Negara Baru: Penambahan kawasan baru setiap tahun, termasuk dari negara yang baru pertama kali memiliki cagar biosfer, menunjukkan upaya memperluas jangkauan konservasi ke wilayah yang sebelumnya belum tersentuh.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hari Cagar Biosfer Internasional
Apa itu cagar biosfer internasional?
Cagar biosfer adalah kawasan yang ditetapkan UNESCO untuk menyeimbangkan konservasi alam dengan pembangunan berkelanjutan, melalui tata ruang yang terbagi menjadi zona inti, zona penyangga, dan zona transisi.
Berapa jumlah cagar biosfer di dunia saat ini?
Hingga 2025, tercatat 784 cagar biosfer yang tersebar di 142 negara, dengan 70 persen negara anggota UNESCO memiliki minimal satu kawasan.
Apa tiga fungsi utama cagar biosfer?
Tiga fungsi utamanya adalah konservasi di zona inti, pengembangan ekonomi berkelanjutan di zona transisi, serta edukasi dan penelitian di zona penyangga.
Negara mana yang seluruh wilayahnya berstatus cagar biosfer?
São Tomé and Príncipe menjadi negara pertama di dunia yang seluruh wilayahnya berstatus cagar biosfer, setelah penetapan Pulau São Tomé pada 2025.
Mengapa cagar biosfer penting untuk krisis iklim?
Cagar biosfer menopang lebih dari 60 persen keanekaragaman vertebrata darat dunia dan berperan mendukung target global seperti Perjanjian Paris, meski sekitar 40 persen kawasan ini juga rentan terhadap iklim ekstrem pada 2050.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387917/original/059774100_1793588866-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-11-02T100620.704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388069/original/003710300_1793598185-ivars-utinans-vkQgb1lZZPQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296145/original/052763700_1784005610-5970358392920314724.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516230/original/028282800_1782441681-km3rvtixXfXUdCKof8CgrjeNpW8BDiLkiWPLGJe9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571401/original/013579500_1777619034-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_12.32.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6115994/original/027759900_1779000815-menggali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4833283/original/080840900_1715828974-Ilustrasi_wisuda__kelulusan_sekolah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388089/original/085996800_1793599251-6932e313-4692-4c01-b889-9f594592c8d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333852/original/049228500_1787809844-Screenshot__252_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388047/original/071067800_1793597505-Desain_junior_suite_yang_bisa_jadi_referensi_interior_kamar_rumah_minimalis_yang_mirip_hotel_berkelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387620/original/040085500_1793520947-WhatsApp_Image_2026-11-01_at_15.14.10.jpeg)