Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan pemeriksaan terhadap produk pemanis alamistevia, Beeru Stevia, yang ramai diperbincangkan di media sosial. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kandungan produk serta kesesuaiannya dengan ketentuan keamanan, mutu, label, dan iklan pangan.
"BPOM sedang melakukan tindakan pengawasan melalui penelusuran, pemeriksaan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan evaluasi untuk memastikan kembali kandungan produk serta kesesuaiannya dengan ketentuan keamanan, mutu, label, dan iklan pangan," tulis BPOM dalam keterangan tertulis yang diunggah Selasa (3/11/2026).
Hasil pengawasan akan disampaikan setelah seluruh proses selesai. Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara produk dengan persyaratan yang berlaku atau informasi yang telah disetujui, termasuk iklan yang tidak benar dan/atau menyesatkan, BPOM dapat mengenakan sanksi sesuai jenis, tingkat, dan risiko pelanggaran.
Advertisement
"Tindakan tersebut dapat berupa penarikan produk dari peredaran, penghentian sementara kegiatan produksi, hingga pencabutan izin edar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata BPOM.
Produk tersebut termasuk dalam bahan tambahan pangan (BTP) Pemanis (Table-top Sweetener) yang menggunakan pemanis alami stevia (glikosida steviol).
Mengacu Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan, BTP pemanis terdiri dari BTP pemanis alami dan BTP pemanis buatan.
Pemanis alami yang diizinkan meliputi: sorbitol, isomaltitol, manitol, maltitol, laktitol, silitol, eritritol, thaumatin, dan glikosida steviol.
Glikosida steviol yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana, memiliki tingkat kemanisan 200—300 kali tingkat kemanisan gula atau sukrosa, namun tidak memiliki nilai kalori.
"Meskipun Glikosida steviol termasuk dalam golongan BTP Pemanis Alami, namun memiliki nilai acceptable daily intake (ADI) 0—4 mg/kg berat badan/hari (sebagai steviol)," tulis BPOM.
ADI adalah jumlah maksimal BTP dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan.
Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah influencer yang dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif) mengungkap hasil pengujian laboratorium terhadap produk tersebut.
Dalam temuan tersebut, Beeru Stevia disebut mengandung sukralosa dan neotam, meski dipasarkan sebagai pemanis berbahan stevia murni dengan klaim nol kalori.
Beeru Stevia dalam pernyataan tertulis mengatakan tengah melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel produk yang beredar di pasaran dan stok. Pengujian dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian kandungan produk dengan informasi pad akemasan.
"Proses pengujian laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu 7 hari kerja. Kami akan menyampaikan informasi terbaru segera setelah hasil uji lab kami terima," tulis Beeru Indonesia di akun Instagram pekan lalu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388779/original/041747300_1793681132-Stevia_Dropper_Tea_Still_Life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)