Liputan6.com, Jakarta - Tanda-tanda akar pohon di pekarangan mulai menembus pondasi rumah perlu dikenali sejak dini agar kerusakan tidak semakin parah. Sebab akar yang tumbuh di sekitar bangunan dapat mengganggu bagian rumah, seperti lantai, saluran air, hingga struktur pondasi.
Memang tidak semua akar yang tumbuh di dekat rumah otomatis merusak pondasi. Namun, akar yang membesar dapat memanfaatkan celah atau area tanah yang tersedia, sementara perubahan kondisi tanah juga bisa memengaruhi kestabilan struktur bangunan.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda akar pohon di pekarangan yang mulai mengganggu pondasi rumah sebelum mengambil tindakan. Selain itu, ada beberapa cara untuk mengendalikan pertumbuhan akar tanpa menebang pohonnya, melalui penanganan yang disesuaikan berdasarkan beberapa faktor.
Advertisement
1. Paving atau Ubin Halaman Terangkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334801/original/035705500_1787898640-43287386-3aae-45a9-ace6-35329e278b1e.jpg)
Salah satu tanda yang mudah terlihat adalah permukaan paving atau ubin halaman yang mulai terangkat. Kondisi ini bisa terjadi ketika akar pohon membesar di bawah tanah dan mendorong permukaan di atasnya.
Perhatikan jika paving yang sebelumnya rata mulai menggembung, bergeser, atau membentuk tonjolan di dekat pohon. Akar yang tumbuh dekat permukaan tanah dapat memberikan tekanan pada struktur ringan seperti jalan setapak dan halaman berpaving.
Menurut Royal Horticultural Society (RHS), akar pohon dapat mengangkat paving dan struktur ringan lainnya, seperti garasi atau gudang kecil. Namun, kerusakan pada paving tidak selalu berarti pondasi utama rumah ikut terganggu.
Advertisement
2. Lantai Teras atau Carport Mulai Retak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256395/original/027249500_1781156194-21c5196f-9d4d-4f5c-93fa-9f3e700c4099.jpg)
Retakan pada lantai teras, carport, atau jalan setapak juga perlu diperhatikan, apalagi jika lokasinya dekat pohon besar. Akar yang tumbuh di bawah permukaan dapat mendorong atau menggeser bagian lantai yang tipis.
Kamu perlu waspada jika retakan semakin panjang, permukaan lantai mulai terangkat, atau terdapat bagian yang terlihat tidak rata. Perubahan tersebut bisa menjadi petunjuk adanya tekanan dari akar atau pergerakan tanah di bawah lantai.
Meski demikian, retakan pada lantai luar rumah tidak selalu disebabkan oleh akar. Perubahan suhu, kualitas konstruksi, dan kondisi tanah juga dapat memicu kerusakan serupa sehingga penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
3. Muncul Retakan pada Dinding Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530493/original/018090600_1773451927-Retakan_Rambut.jpg)
Retakan baru di tembok rumah, terutama di sekitar pintu dan jendela, perlu diperhatikan. Lokasi tersebut dapat menunjukkan adanya pergerakan pada bagian bangunan.
British Geological Survey (BGS) menjelaskan bahwa pergerakan tanah akibat perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Retakan akibat penurunan tanah dapat terlihat secara diagonal, lebih lebar di salah satu ujung, atau muncul di sekitar pintu dan jendela.
BGS juga menyebutkan bahwa retakan dengan lebar lebih dari 3 mm perlu diperhatikan sebagai salah satu indikasi kemungkinan kerusakan akibat pergerakan tanah. Akan tetapi, ukuran tersebut bukan bukti pasti bahwa akar pohon menjadi penyebabnya karena retakan juga dapat muncul akibat masalah konstruksi atau kondisi tanah lainnya.
Advertisement
4. Lantai Rumah Mengalami Perubahan Posisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475591/original/000838100_1768629027-Keramik_Besar___Polos.jpg)
Tanda berikutnya yaitu ubin yang sebelumnya rata mulai terangkat, permukaan lantai terasa miring, atau ada bagian yang agak turun.
Kondisi ini bisa berkaitan dengan pergerakan tanah di bawah pondasi. Pada tanah tertentu, perubahan kadar air akibat penyerapan air oleh akar pohon dapat menyebabkan tanah menyusut sehingga sebagian bangunan kehilangan dukungan secara merata.
British Geological Survey menjelaskan bahwa penyusutan tanah dapat menyebabkan penurunan pondasi atau subsidence. Jika perubahan posisi lantai terjadi bersamaan dengan retakan dinding, sebaiknya segera minta ahli struktur memeriksa kondisi bangunan.
5. Tanah di Sekitar Pondasi Menggembung atau Turun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387780/original/023267000_1793546952-Untitled.jpg)
Perhatikan juga kondisi tanah di sekitar pohon dan sepanjang pondasi rumah. Tanah yang tiba-tiba menggembung, turun, atau mengalami retakan dapat menjadi tanda adanya perubahan kondisi tanah maupun pertumbuhan akar di bawah permukaan.
Akar pohon tumbuh dengan mencari ruang yang menyediakan air, udara, dan unsur hara. Ketika bertemu permukaan yang menghalangi pertumbuhannya, akar dapat mengubah arah dan tumbuh di sepanjang jalur yang lebih mudah dilewati.
British Geological Survey menjelaskan, perubahan kadar air pada tanah lempung dapat menyebabkan tanah menyusut ketika kering dan mengembang saat basah. Perubahan volume ini berpotensi memengaruhi kestabilan pondasi, terutama jika pergerakannya tidak merata.
Advertisement
6. Saluran Air Sering Tersumbat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387007/original/072167900_1793421637-5.jpg)
Saluran pembuangan yang berulang kali tersumbat juga perlu diperiksa, khususnya jika terdapat pohon besar di dekat jalur pipa. Salah satu penyebabnya bisa berupa akar yang masuk melalui sambungan pipa yang rusak atau mengalami kebocoran.
Akar pohon cenderung tumbuh menuju area yang memiliki sumber air. Jika terdapat celah pada sambungan atau retakan pada pipa, akar dapat masuk dan berkembang di dalam saluran hingga menghambat aliran air.
Menurut RHS, saluran pembuangan yang bocor lebih rentan dimasuki akar karena air yang merembes menciptakan kondisi lembap di sekitarnya. Sebaliknya, pipa yang masih rapat dan tidak bocor umumnya tidak mudah dimasuki akar pohon.
7. Muncul Celah antara Dinding, Lantai, atau Bagian Bangunan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527512/original/044917900_1773205114-tembok_retak.jpg)
Celah baru antara dinding dan lantai juga bisa menjadi tanda adanya perubahan pada struktur rumah. Perhatikan jika sebelumnya kedua bagian tersebut menyatu rapat, tetapi kemudian muncul jarak.
Celah ini dapat muncul ketika sebagian bangunan mengalami pergeseran akibat penurunan tanah atau perubahan dukungan pondasi. Kondisi ini perlu lebih diperhatikan jika disertai retakan dinding, lantai miring, atau pintu dan jendela yang mulai sulit dibuka.
Walaupun demikian, celah pada bagian bangunan tidak otomatis menunjukkan akar pohon sebagai penyebabnya. Pemeriksaan oleh ahli struktur diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berkaitan dengan akar, pergerakan tanah, atau masalah konstruksi.
Advertisement
Cara Mengatasinya Tanpa Menebang
Tidak semua akar pohon yang mengganggu harus diatasi dengan penebangan. Ada beberapa metode yang bisa dipertimbangkan untuk mengendalikan pertumbuhannya sekaligus menjaga pohon tetap hidup.
Periksa Kondisi Akar dan Pondasi Sebelum Memotongnya
Periksa terlebih dahulu ukuran, arah pertumbuhan, dan posisinya terhadap pondasi dengan bantuan ahli pohon.
Pasang Penghalang Akar agar Pertumbuhannya Tidak Mendekati Rumah
Panduan Root Barriers and Building Subsidence dari Arboricultural Advisory and Information Service menjelaskan bahwa penghalang akar dapat membantu mengurangi risiko kerusakan, tetapi bukan solusi untuk semua kondisi. Karena itu, pemasangannya sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional.
Pangkas Akar yang Mengarah ke Pondasi dengan Bantuan Ahli
Pemangkasan akar bisa dipertimbangkan apabila pemeriksaan menunjukkan ada akar tertentu yang mengganggu bangunan. Namun, tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena akar berperan menyerap air dan nutrisi sekaligus menjaga pohon tetap kokoh.
Perbaiki Kebocoran Pipa dan Atur Kelembapan Tanah
Periksa pipa air bersih, saluran pembuangan, dan sambungan drainase yang berada di dekat pohon. Jika ditemukan kebocoran, segera perbaiki agar air tidak terus merembes ke tanah dan menarik pertumbuhan akar ke arah bangunan.
Lakukan Pemeriksaan Pohon dan Bangunan Secara Berkala
Setelah melakukan pengendalian akar, jangan berhenti memantau kondisi pohon dan rumah. Perhatikan apakah retakan bertambah lebar, paving kembali terangkat, atau muncul perubahan pada posisi lantai dan dinding.
Pertanyaan Seputar Akar Pohon yang Mulai Menembus Pondasi Rumah
1. Apakah semua jenis pohon memiliki risiko merusak pondasi rumah?
Tidak. Risiko kerusakan dipengaruhi oleh jenis dan ukuran pohon, pola pertumbuhan akar, kondisi tanah, jarak dari bangunan, serta kedalaman pondasi. Pohon besar di tanah lempung dengan bangunan berpondasi dangkal umumnya memerlukan perhatian lebih.
2. Apakah memangkas cabang pohon bisa menghentikan pertumbuhan akarnya?
Tidak secara langsung. Pemangkasan cabang lebih berpengaruh terhadap bentuk dan ukuran tajuk, bukan menjadi cara pasti untuk menghentikan pertumbuhan akar. Pengendalian akar perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan kondisi pohon dan tanah.
3. Apakah akar pohon bisa menyebabkan saluran pembuangan rumah tersumbat?
Bisa, terutama jika terdapat sambungan pipa yang longgar atau bagian saluran yang retak dan bocor. Akar dapat tumbuh masuk melalui celah tersebut karena tertarik pada air dan nutrisi di dalam saluran. Pemeriksaan serta perbaikan kebocoran menjadi langkah penting untuk mencegah masalah berulang.
Catatan Penting
Akar pohon tidak selalu menjadi penyebab retakan pondasi. Jika ditemukan kerusakan struktural, pemeriksaan oleh ahli struktur dan arboris diperlukan sebelum memotong akar atau memasang penghalang. Langkah tersebut membantu mempertahankan pohon sekaligus menghindari kerusakan bangunan yang lebih besar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519790/original/047862900_1772597285-unnamed__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389275/original/081441400_1793702788-email-attachment_2026_11_03_immanuel-christian_kssk-ekonomi-ri-diproyeksi-tumbuh-54-55-tekanan-global-meningkat_IMG_8631.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4813938/original/075369100_1714122003-daniel-bernard-qjsmpf0aO48-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4739023/original/098035700_1707469901-Ilustrasi_belanja__supermarket__produk_lokal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382943/original/076490700_1793031247-Presiden_Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380797/original/076974700_1792738762-drajad_wibowo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380299/original/080251100_1792666357-IMG_5411.jpeg)