Liputan6.com, Jakarta - Mengatur pola makan menjadi salah satu langkah penting dalam mengelola diabetes. Selain memperhatikan jenis dan jumlah makanan, urutan saat mengonsumsi makanan juga perlu diperhatikan. Strategi ini dikenal dengan istilah meal sequencing, yaitu mengatur urutan makan untuk membantu mengendalikan kenaikan kadar gula darah.
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa meal sequencing dapat diterapkan dengan memulai makan menggunakan air putih, kemudian mengonsumsi sayuran dan protein sebelum menyantap makanan sumber karbohidrat.
"Jadi, sebaiknya pada saat kita makan besar atau makan utama itu biasakan kita minum air putih dulu," ujar Laurencia.
Advertisement
Setelah minum air putih, seseorang dapat mulai mengonsumsi sayuran yang mengandung serat. Berikutnya, makanan sumber protein bisa disantap sebelum beralih ke nasi atau sumber karbohidrat lainnya.
Menurut Laurencia, urutan tersebut merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk membantu mengelola kadar gula darah.
Dengan demikian, kata dia, pengaturan makan tidak hanya berfokus pada apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana makanan tersebut dikonsumsi.
Pentingnya Mengatur Pola Makan bagi Penderita Diabetes
Pengaturan pola makan merupakan bagian penting dari pengelolaan diabetes. Namun, hal ini bukan berarti seseorang harus menghindari seluruh jenis makanan tertentu. Kuncinya adalah memperhatikan jumlah, jenis, dan waktu konsumsi makanan.
Laurencia menjelaskan bahwa pengaturan nutrisi perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan tubuh. Asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat perlu disesuaikan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Salah satu panduan yang dapat digunakan adalah prinsip Isi Piringku. Dalam penerapannya, porsi makanan perlu diatur dengan memperhatikan keseimbangan antara makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.
Selain itu, penderita diabetes juga perlu memperhatikan asupan serat. Serat dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, serta sumber pangan lainnya.
Terapkan Prinsip 5C dalam Mengatur Makanan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9389688/original/011402300_1793767517-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.02.03__1_.jpeg)
Selain meal sequencing, Laurencia memperkenalkan prinsip 5C sebagai panduan dalam mengatur pola makan. Prinsip ini mencakup jumlah, jenis, jadwal, jurus masak, dan jujur.
Pertama, jumlah. Asupan makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan kondisi masing-masing individu. Porsi yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Kedua, jenis. Pilih makanan dengan kandungan gizi seimbang, termasuk karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayuran, dan buah-buahan. Sumber serat juga perlu diperhatikan dalam menu sehari-hari.
Ketiga, jadwal. Waktu makan sebaiknya diatur secara teratur. Pola makan dapat mencakup tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali selingan, dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing individu.
Keempat, jurus masak. Cara mengolah makanan turut memengaruhi kualitas asupan. Metode memasak seperti merebus, mengukus, dan memanggang dapat menjadi pilihan. Sementara itu, konsumsi makanan yang digoreng dengan banyak minyak sebaiknya dibatasi.
Kelima, jujur. Seseorang perlu terbuka dan jujur dalam mencatat makanan serta minuman yang dikonsumsi. Kebiasaan ini membantu mengevaluasi pola makan, termasuk memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan.
Melalui penerapan prinsip 5C dan meal sequencing, pengaturan makan diharapkan menjadi lebih terarah.
Namun, Laurencia mengingatkan bahwa strategi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu, serta menjadi bagian dari pengelolaan diabetes secara menyeluruh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4742930/original/018792300_1707900039-SriMul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519844/original/068556900_1772598514-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-04T112728.479.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/9389687/original/000724100_1793767517-Health_Communicator_Kalbe_Nutritionals__dr._Laurencia_Ardi__M.Gizi__AIFO-K.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3038551/original/073135200_1580542154-christopher-campbell-kFCdfLbu6zA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389304/original/003041600_1793704239-WhatsApp_Image_2026-11-03_at_16.02.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5005319/original/095288000_1731576111-WhatsApp_Image_2024-11-14_at_15.39.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384529/original/077897000_1793174920-1001801148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389124/original/080497200_1793697102-Direktur_Penyakit_Tidak_Menular_Kementerian_Kesehatan_RI__dr._Siti_Nadia_Tarmizi__M.Epid__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389123/original/070193700_1793697102-Direktur_Penyakit_Tidak_Menular_Kementerian_Kesehatan_RI__dr._Siti_Nadia_Tarmizi__M.Epid.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369554/original/075260600_1791528713-daily-nouri-D37STEwmyqY-unsplash.jpg)