Liputan6.com, Jakarta -World Gold Council (WGC) menilai, pasar emas terus menghadapi hambatan signifikan akibat suku bunga lebih tinggi dan imbal hasil obligasi yang meningkat. Akan tetapi, WGC menilai, permintaan investasi serta pembelian oleh bank sentral yang tercatat lebih kuat dari perkiraan diharapkan dapat memberikan dukungan penting bagi logam mulia hingga akhir tahun.
Mengutip Kitco, Rabu, (4/11/2026), dalam laporan Gold Demands Trends terbaru yang dirilis pada Selasa, 3 November 2026, WGC mengatakan, total permintaan emas global termasuk investasi di pasar over the counter (OTC) turun 1% secara tahunan menjadi 1.369 ton pada kuartal ketiga.
Para analis menambahkan, permintaan sepanjang tahun berjalan (year-to-date) kini mencapai 3.881 ton, angka yang hampir menyamai rekor 2025. Meski volume permintaan sedikit menurun, nilai konsumsi emas justru mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 566 miliar atau Rp 10.282 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.
Advertisement
Ke depan, WGC memperkirakan permintaan investasi akan meningkat sekitar 200 ton pada 2026 dibandingkan tahun lalu. Walaupun permintaan investasi tetap menjadi penggerak utama bagi logam mulia ini, proyeksi terbaru tersebut merupakan revisi turun dari estimasi sebelumnya yang memprediksi pertumbuhan tahunan sebesar 400 ton.
Di sisi lain, WGC telah menaikkan prospek pembelian emas oleh bank sentral. Pembelian ini kini diperkirakan setidaknya menyamai pada 2025, menyusul permintaan yang sangat kuat di luar dugaan pada kuartal ketiga.
Revisi proyeksi ini muncul di tengah upaya pasar emas untuk bangkit dari tren penurunan selama dua bulan terakhir, yang telah mendorong harga turun ke bawah US$ 4.000 per ons.
WGC mencatat, kenaikan suku bunga, imbal hasil obligasi yang tinggi, serta penguatan dolar AS dapat terus menekan investasi emas. Akan tetapi, inflasi yang persisten, kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal, dan ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan memberikan dukungan tertentu.
"Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran fiskal dan ketidakpastian yang lebih luas telah mengimbangi, sebagian, tingginya biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas," ungkap laporan tersebut.
Potensi Volatilitas Pasar saat Pemilu Sela AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
WGC juga menyoroti potensi volatilitas pasar sehubungan dengan pemilihan paruh waktu (midterm elections) di AS, ketegangan geopolitik yang kembali muncul, serta tekanan di pasar keuangan sebagai faktor-faktor yang dapat memengaruhi permintaan emas hingga akhir tahun. Permintaan bank sentral diperkirakan tetap kuat
Meskipun permintaan investasi akan mendorong pertumbuhan tahunan, bank sentral tetap menjadi sumber dukungan mendasar yang signifikan bagi logam mulia ini.
Analis menilai, bank sentral membeli 321 ton emas pada kuartal ketiga meningkat 42% dibandingkan tahun lalu dan jauh di atas rata-rata kuartalan selama lima tahun terakhir yang sebesar 227 ton.
Pembelian oleh bank sentral selama sembilan bulan pertama mencapai 675 ton, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
WGC mencatat pembelian oleh sektor resmi meningkat seiring dengan melandainya harga emas dari level tertinggi yang dicapai pada kuartal pertama. Namun, para analis menambahkan diversifikasi strategis dan manajemen risiko tetap menjadi pendorong utama permintaan dari bank sentral.
Laporan tersebut juga menyoroti besarnya jumlah pembelian yang tidak dilaporkan. Dari perkiraan 321 ton yang dibeli selama kuartal tersebut, hanya 120 ton yang dilaporkan secara resmi. Artinya, sekitar 63% permintaan berasal dari aktivitas yang tidak dilaporkan, sebuah tren yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.
Advertisement
Rincian Pembelian oleh Bank Sentral
China dan Polandia mendominasi pembelian. Total total gabungan mencapai 104 ton. Bank Sentral China (People's Bank of China) membeli 63 ton, sementara Bank Nasional Polandia menambah cadangannya sebanyak 40 ton.
Para analis mencatat, bank sentral tampak semakin sensitif terhadap harga emas, yang berpotensi menciptakan stabilitas saat terjadi koreksi pasar. Meski demikian, mereka mengingatkan hubungan ini tidak menjamin adanya batas bawah harga.
Permintaan ETF kembali meningkat, tapi investasi fisik melambat
Beralih ke permintaan investasi, WGC melaporkan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas secara global mencatatkan arus masuk sebesar 211 ton pada kuartal ketiga, jumlah yang lebih dari cukup untuk membalikkan arus keluar yang tercatat pada kuartal sebelumnya.
Total kepemilikan ETF mencapai rekor 4.256 ton, dengan nilai arus masuk tersebut mencapai rekor sebesar US$ 31 miliar.
Dana yang terdaftar di Eropa memimpin pemulihan ini dengan penambahan 92 ton, diikuti oleh dana dari Amerika Utara sebesar 81 ton, dan dana dari Asia sebesar 34 ton.
Permintaan untuk Investasi Fisik Merosot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
Sebaliknya, permintaan untuk investasi fisik tercatat jauh lebih lemah. Pembelian emas batangan dan koin secara global turun 19% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 268 ton level kuartalan terendah dalam empat tahun terakhir karena para investor menantikan tren harga yang lebih jelas.
Meskipun terjadi pelemahan pada kuartal tersebut, investasi dalam bentuk emas batangan dan koin selama sembilan bulan pertama mencapai 1.053 ton, yang merupakan kinerja tahun berjalan (year-to-date) terkuat sejak 2013.
China tetap menjadi titik terang, dengan permintaan emas batangan dan koin kuartalan meningkat 7% menjadi 79 ton. Permintaan investasi di China selama sembilan bulan pertama mencapai rekor 393 ton.
Sebaliknya, permintaan emas batangan dan koin di India turun 40% menjadi 55 ton, sementara permintaan di Amerika Serikat juga turun 40% menjadi delapan ton.
World Gold Council (WGC) menyatakan pemulihan berkelanjutan dalam investasi fisik kemungkinan besar memerlukan pergerakan harga emas yang lebih jelas arahnya atau adanya katalis ekonomi eksternal.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4742930/original/018792300_1707900039-SriMul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2843652/original/051367500_1562145738-yayaya_oke.jpg)