Liputan6.com, Jakarta - Seorang anggota Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berinisial Aipda KSN ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mess salah satu perusahaan tambang di Kabupaten Luwu, Sulsel, Selasa (3/11/2026). Polisi yang bertugas di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulsel itu diduga mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api laras panjang jenis V2.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan sesama polisi di dalam kamar mess dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, korban dalam posisi berbaring di atas kasur dengan luka tembak pada bagian leher. Sementara di sampingnya terdapat senjata api laras panjang jenis V2.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, Tim Inafis bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Luwu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Advertisement
"Iya. Berdasarkan hasil olah TKP oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Luwu, ditemukan dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri," kata Didik, Rabu (4/11/2026).
Didik menjelaskan, korban diduga menembak lehernya sendiri menggunakan senjata api dinas laras panjang jenis V2. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya satu selongsong peluru di lokasi kejadian.
"Menggunakan senjata api dinas, dengan kondisi luka tembak pada bagian leher. Serta ditemukan satu buah selongsong peluru di lokasi kejadian," jelasnya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap alasan di balik dugaan bunuh diri tersebut. Didik mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.
"Masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.
Keluarga Tolak Autopsi
Lebih lanjut, Didik menuturkan jenazah korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel di Makassar untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut sedianya dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
"Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sulsel di Makassar untuk dilakukan tindakan autopsi guna memastikan penyebab kematian korban," jelasnya.
Namun, rencana autopsi tersebut urung dilakukan setelah pihak keluarga menolak. Tim kedokteran kepolisian (Dokpol) kemudian hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
"Karena penolakan dari keluarga. Hanya visum luar," pungkasnya.
Setelah proses visum selesai, jenazah Aipda KSN kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.
Advertisement
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected].
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377022/original/021863400_1760072132-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__88_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347610/original/012490800_1789359771-tom-def-MfM3p2yn4Ew-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390311/original/009954500_1793798272-1001821485.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390305/original/070613300_1793796257-IMG-20261104-WA0018.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390278/original/095619500_1793792313-1000676931.jpg)