Liputan6.com, Jakarta -Ular termasuk satwa yang pandai bersembunyi. Hewan melata ini dapat memanfaatkan berbagai kondisi lingkungan untuk berlindung, mulai dari celah bebatuan, tumpukan daun kering, hingga liang bekas hewan pengerat. Karena itu, keberadaannya terkadang sulit diketahui meskipun sebenarnya sering melintas atau bersembunyi di sekitar rumah.
Salah satu cara untuk mengenali kemungkinan aktivitas ular adalah dengan memperhatikan kondisi tanah. Beberapa perubahan pada permukaan tanah, seperti keberadaan lubang, rongga di antara akar, dan jejak gesekan memanjang, dapat menjadi petunjuk yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Meski demikian, tidak semua lubang atau tanah yang tampak terganggu menandakan keberadaan ular. Tikus, kadal, serangga, dan hewan penggali lainnya juga dapat meninggalkan tanda serupa. Oleh karena itu, penting untuk mengenali karakteristik tanah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian maupun jalur pergerakan ular.
Advertisement
Berikut ciri tanah yang menunjukkan adanya aktivitas ular, dirangkum Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).
1. Terdapat Lubang Tanah yang Terhubung dengan Rongga Bawah Permukaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5396401/original/003535800_1761733586-hl_ular.jpg)
Lubang pada tanah merupakan salah satu petunjuk yang perlu diperhatikan ketika memeriksa kemungkinan aktivitas ular. Beberapa jenis ular diketahui memanfaatkan liang yang dibuat oleh hewan lain sebagai tempat berlindung.
Washington Department of Fish and Wildlife dalam panduannya tentang ular menjelaskan bahwa hewan ini dapat menggunakan liang tikus dan hewan pengerat lainnya sebagai tempat berlindung. Selain itu, ular juga memanfaatkan ruang di bawah batang kayu dan tunggul pohon.
Lubang yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular biasanya berada di lokasi yang memiliki perlindungan alami, seperti sekitar akar pohon, bawah semak, atau dekat tumpukan bebatuan.
Namun, bentuk mulut lubang saja tidak cukup untuk mengidentifikasi keberadaan ular. Lubang dengan diameter kecil, bentuk membulat, atau permukaan yang terlihat rapi tidak otomatis merupakan sarang ular. Perlu diingat bahwa ular umumnya bukan hewan penggali liang seperti tikus.
Advertisement
2. Ada Jejak Gesekan Memanjang di Permukaan Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433446/original/001812400_1764844338-ular__9_.jpg)
Tanah berpasir, berlumpur, atau memiliki lapisan debu dapat memperlihatkan bekas pergerakan hewan. Pada kondisi tertentu, ular yang melintas bisa meninggalkan jejak berupa garis memanjang atau pola bergelombang.
Pola tersebut muncul akibat gerakan tubuh ular yang berkelok ketika bergerak menggunakan kontraksi otot dan dorongan tubuh terhadap permukaan tanah.
Pada beberapa kondisi, jejak ular dapat menyerupai pola huruf S atau garis berkelok yang memanjang. Bentuknya bergantung pada jenis ular, cara bergerak, serta karakteristik permukaan tanah.
Meski begitu, jejak seperti ini tidak selalu terlihat jelas. Permukaan tanah yang terlalu keras, berbatu, atau tertutup vegetasi dapat membuat bekas pergerakan ular sulit ditemukan.
Jika menemukan pola yang diduga sebagai jejak ular, perhatikan apakah terdapat rangkaian bekas gesekan yang saling terhubung. Jangan langsung menyimpulkan bahwa semua garis bergelombang di tanah merupakan bekas ular karena aliran air dan pergerakan hewan lain juga dapat menghasilkan pola serupa.
3. Permukaan Tanah Tampak Berubah atau Terganggu di Sekitar Liang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453352/original/073024900_1766475787-unnamed__2_.jpg)
Tanah yang terlihat baru tergeser, sedikit ambles, atau memiliki rongga dapat menunjukkan adanya aktivitas hewan di bawah permukaan.
Kondisi ini perlu diperhatikan terutama jika ditemukan di sekitar lubang yang sudah ada, pangkal pohon, atau celah bebatuan. Ular yang menggunakan liang sebagai tempat berlindung dapat keluar dan masuk melalui akses tersebut.
Penelitian mengenai perilaku ular weling (Bungarus candidus) yang diterbitkan di jurnal ilmiah dan tersedia melalui PubMed Central membahas penggunaan berbagai tempat berlindung, termasuk liang hewan pengerat dan struktur buatan manusia.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ular tidak selalu membutuhkan sarang yang dibuat sendiri. Rongga yang sudah tersedia di lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai tempat bersembunyi.
Walaupun demikian, tanah yang ambles atau gembur bukan tanda khusus keberadaan ular. Kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh aktivitas tikus, rayap, cacing tanah, akar tanaman, atau perubahan kadar air dalam tanah.
Advertisement
4. Ada Rongga di Bawah Tumpukan Daun Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931662/original/029271500_1724930995-Ilustrasi_daun_kering__musim_gugur.jpg)
Tumpukan daun kering yang dibiarkan menumpuk di atas tanah dapat menyediakan tempat berlindung bagi berbagai satwa, termasuk ular.
North Carolina State University Extension dalam publikasi Reptiles and Amphibians in Your Backyard menjelaskan bahwa reptil membutuhkan tempat berlindung seperti serasah daun, semak, pepohonan, dan batang kayu tumbang. Tempat tersebut membantu mereka bersembunyi dari predator, menghindari kondisi lingkungan yang tidak sesuai, serta menunggu mangsa.
Karena itu, tanah di bawah tumpukan daun kering perlu diperhatikan, terutama jika berada di area kebun yang jarang dibersihkan.
Beberapa kondisi yang patut dicermati meliputi:
- Terdapat celah atau rongga di antara daun dan permukaan tanah.
- Tumpukan daun berada dekat lubang atau akar pohon.
- Area tersebut terlindung dari gangguan manusia dan hewan peliharaan.
- Terdapat banyak serangga atau hewan kecil di sekitarnya.
Rongga di bawah dedaunan memang dapat menjadi tempat persembunyian ular, tetapi keberadaannya tidak otomatis membuktikan bahwa ular pernah atau sedang berada di sana.
5. Tanah Berada di Bawah Semak dan Vegetasi yang Rimbun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425849/original/006371900_1764239362-Tumpukan_Daun_Kering_atau_Sampah_Kebun.jpg)
Area tanah yang tertutup semak-semak dapat menjadi habitat yang sesuai bagi ular. Vegetasi memberikan perlindungan dari paparan langsung sinar matahari sekaligus menyediakan tempat untuk bersembunyi dan menyergap mangsa.
Menurut North Carolina State University Extension, pepohonan, semak, serasah daun, dan batang kayu tumbang termasuk bentuk perlindungan yang dibutuhkan reptil untuk bertahan hidup.
Karakteristik tanah yang perlu diperhatikan antara lain permukaannya tertutup tanaman lebat, terdapat akar-akar yang membentuk celah, serta memiliki banyak tumpukan material organik.
Selain itu, area di bawah tanaman yang tumbuh rapat terkadang memiliki akses menuju rongga tanah atau celah bebatuan.
Jika lingkungan tersebut juga menjadi habitat tikus, katak, atau kadal, kemungkinan didatangi ular untuk mencari makan dapat meningkat. Namun, vegetasi rimbun sendiri bukan bukti bahwa ular sedang bersembunyi di bawahnya.
Advertisement
6. Terdapat Liang Hewan Pengerat di Sekitar Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428632/original/031192400_1764555697-Ilustrasi_Lubang_atau_Celah_Kecil_yang_Mencurigakan_sebagai_Tanda_Ada_Sarang_Anakan_Ular_di_Halaman_Rumah.jpg)
Keberadaan lubang tikus atau hewan pengerat lainnya dapat menjadi petunjuk tidak langsung mengenai potensi aktivitas ular.
Hal ini berkaitan dengan kebiasaan makan berbagai jenis ular yang memangsa hewan pengerat. Washington Department of Fish and Wildlife menjelaskan bahwa ular memakan berbagai jenis hewan, termasuk tikus, mencit, katak, dan kadal.
Dalam panduan yang sama, lembaga tersebut juga menyebutkan bahwa ular dapat menggunakan lubang yang dibuat oleh tikus dan hewan pengerat lainnya sebagai tempat berlindung. Dengan demikian, area yang memiliki banyak liang tikus berpotensi menarik bagi ular karena menyediakan dua kebutuhan sekaligus, yaitu sumber makanan dan tempat persembunyian.
Meski begitu, tidak semua liang tikus akan ditempati ular. Keberadaan mangsa hanya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemungkinan ular mendatangi suatu lokasi.
7. Tanah di Sekitar Kayu Lapuk dan Bebatuan Memiliki Banyak Celah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391141/original/054525400_1761298749-lubang_ular.jpg)
Selain lubang di tanah, celah yang terbentuk di sekitar kayu lapuk dan bebatuan juga dapat menjadi tempat berlindung ular. North Carolina State University Extension menjelaskan bahwa reptil memanfaatkan batang kayu tumbang, tunggul pohon, dan celah di bawah bebatuan sebagai tempat berlindung.
Tanah di sekitar material tersebut terkadang memiliki rongga kecil yang tidak terlihat dari permukaan. Kondisi ini memungkinkan ular bersembunyi tanpa harus menggali tanah. Beberapa lokasi yang perlu diperhatikan meliputi:
- Bagian bawah kayu yang sudah lapuk.
- Celah antara batu besar dan permukaan tanah.
- Tumpukan batu bata yang diletakkan langsung di tanah.
- Pangkal pohon dengan akar yang membentuk rongga.
- Area penyimpanan kayu bakar yang jarang dipindahkan.
Panduan Snakes dari NC State Extension juga menjelaskan bahwa tumpukan kayu, pot, batu, dan material lainnya dapat menarik ular karena menyediakan tempat persembunyian serta lokasi untuk mengatur suhu tubuh.
Advertisement
Cara Membedakan Aktivitas Ular dan Hewan Penggali Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371764/original/062687700_1759720015-lubang_ular1.jpg)
Tidak semua perubahan kondisi tanah menunjukkan keberadaan ular. Oleh karena itu, pengamatan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik jejak dan kondisi lingkungan.
| Kondisi Tanah | Kemungkinan Aktivitas |
|---|---|
| Jejak gesekan memanjang dan berkelok | Pergerakan ular |
| Lubang dengan tanah galian di sekitarnya | Hewan penggali seperti tikus |
| Rongga di bawah kayu atau bebatuan | Potensi tempat berlindung ular atau hewan lain |
| Tumpukan daun dengan celah tersembunyi | Tempat berlindung berbagai satwa |
| Banyak liang kecil disertai jejak kaki | Aktivitas hewan pengerat atau hewan kecil |
Penting dipahami bahwa ciri-ciri tersebut hanya membantu mengidentifikasi kondisi habitat, bukan memastikan jenis hewan yang menggunakannya.
Jika menemukan lubang atau rongga yang mencurigakan, hindari memasukkan tangan, tongkat, maupun benda lainnya untuk memeriksa bagian dalamnya. Jangan pula mencoba menggali atau memindahkan tumpukan kayu secara langsung karena ular mungkin sedang bersembunyi di sana.
Pertanyaan Seputar Ciri Tanah yang Menunjukkan Aktivitas Ular
Apakah ular membuat lubang sendiri di tanah?
Sebagian besar ular tidak menggali liang seperti tikus. Banyak jenis ular justru memanfaatkan lubang bekas hewan pengerat, celah bebatuan, rongga akar, dan ruang di bawah kayu sebagai tempat berlindung.
Apakah lubang kecil di tanah merupakan tanda keberadaan ular?
Belum tentu. Lubang kecil bisa dibuat oleh tikus, serangga, kadal, atau hewan penggali lainnya. Keberadaan ular lebih mungkin dicurigai jika terdapat petunjuk tambahan, seperti jejak pergerakan atau kondisi lingkungan yang menyediakan tempat persembunyian.
Apakah tanah yang lembap disukai ular?
Kondisi lembap dapat menjadi bagian dari habitat yang sesuai bagi beberapa jenis ular, tetapi tidak semua ular menyukai lingkungan yang sama. Kebutuhan habitat bergantung pada spesies, suhu, ketersediaan air, dan sumber makanan.
Apakah jejak ular selalu berbentuk huruf S?
Tidak selalu. Pola pergerakan ular dapat berbeda-beda bergantung pada cara bergerak, bentuk tubuh, dan kondisi permukaan tanah. Pada tanah yang lunak, beberapa ular dapat meninggalkan jejak berkelok, tetapi tidak semua pergerakannya menghasilkan pola yang terlihat.
Bagian tanah mana yang perlu diperiksa jika mencurigai keberadaan ular?
Perhatikan area yang memiliki liang hewan pengerat, celah bebatuan, tumpukan daun, kayu lapuk, akar pohon, serta semak yang rimbun. Area tersebut berpotensi menjadi tempat berlindung ular. Lakukan pengamatan dari jarak aman tanpa membongkar atau memasukkan tangan ke dalam rongga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5389018/original/062498400_1761184750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__95_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390112/original/030554700_1793783300-cek_fakta_-_petugas_haji_terbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5281449/original/091039100_1752387232-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371764/original/062687700_1759720015-lubang_ular1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5392283/original/019744300_1761439023-948d07fd-248b-4248-9ca3-51ca95445e5d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408593/original/032197300_1762828118-Ular_Sawah.jpg)